
Saat Kendrick sudah meninggalkan meja. Ashraf kembali berjalan mendekat ke arah Emily.
"Bisa tidak, kau merahasiakan kisah pribadi mu. Jangan membuka aib sendiri. Itu sangat tidak bagus. Apapun yang terjadi dengan kita, kau tidak layak menceritakannya kepada semua orang." Ucap Ashraf menggurui Emily.
"Aku tidak membuka aib siapapun. Aku hanya bercerita tentang kisah ku. Lagi pula aku tidak menyebutmu dan aku tidak memberitahukan jika itu kau"
Ashraf dan Emily kembali terdiam. Karena Kendrick sudah kembali ke tempat duduknya.
"Aku mau ambil buah." Emily kemudian berdiri untuk mengambil buah. Karena Ashraf merasa belum selesai bicara. Ashraf kemudian mengejar Emily.
"Aku peringatkan sekali lagi. Jangan pernah membahas masalah kita kepada orang lain. Apalagi dengan seorang pria. Aku tidak ingin masalah kita menjadi gunjingan banyak orang." bisik Ashraf kepada Emily, yang pada saat itu Ashraf terus memepet Emily. Ketika ia mengangkat buah.
Ashraf merasa sangat risih ketika Emily membicarakan tentang kegagalan pernikahannya bersama dengan Kendrick.
"Aku bingung denganmu Ashraf. Kita ini sudah masing-masing. Antara kamu dan aku sudah tidak ada hubungan apa-apa. Kamu bebas dan aku pun bebas. Jikalau kita memiliki masa lalu, itu sudah menjadi urusan kita masing-masing. Dan aku bercerita kepada siapa itu sebenarnya bukan urusan kamu lagi. Jadi stop, jangan interupsi segala apa yang aku lakukan. Karena aku berhak untuk mengatur hidupku kembali. Dan kamu juga tidak punya hak untuk ikut campur dalam hidupku. Ingatlah, kita sudah berpisah. Jika kamu masih punya hubungan denganku. Itu karena Jasmine. Dialah alasan yang membuat kita tetap harus menjalin komunikasi." ucap Emily penuh emosional.
__ADS_1
Entahlah, kenapa kata-kata Emily begitu menusuk hati Ashraf. Dan ia merasa tidak terima dengan sebuah kenyataan jika dirinya memang sudah tidak ada lagi sangkut pautnya dengan Emily.
Dan tiba-tiba saja, Ashraf mencengkram lengan Emily. Kemudian Ashraf menarik dengan sedikit kasar lengan Emily dan membawa mantan istrinya itu ke sebuah lorong menuju sebuah toilet.
Sebenarnya Emily bisa saja berteriak. Tapi karena pada saat itu di sana sedang banyak orang. Dan Emily pun juga tidak ingin merusak suasana dan menjadi pusat perhatian oleh rekan kerjanya.
Emily memilih diam saat Ashraf menariknya dengan sedikit kasar dan membawanya ke sebuah lorong menuju toilet.
"Lepaskan aku. Kamu sudah kasar. Sebenarnya apa mau mu?" Seru Emily, begitu Ashraf kini sudah melepaskan cengkramannya dari lengan Emily.
"Bangunlah dari mimpimu Ashraf. Kamu hanya bermimpi untuk bisa kembali pada ku. Karena aku tidak akan pernah mau untuk kembali kepadamu. Aku sudah mengubur cinta kita. Aku sudah tidak mencintaimu lagi. Salah jika kau bilang aku masih mencintaimu. Cintaku sudah lama memudar disaat aku mengetahui kau telah mendua dan telah selingkuh dengan wanita sok polos itu." balas Emily dengan sorot mata tajam.
"Aku tahu kamu bohong. Aku tahu kau masih mencintaiku. Aku tahu dirimu Emily. Kita bersama tidaklah sebentar. Kita sudah bersama-sama sekian lama. Kita mempunyai Jasmine, sebagai buah cinta kita. Aku tahu kamu masih mencintaiku dan takut kehilangan aku."
"Kau gila Ashraf. Itu dulu, sekarang tidak. Aku sudah melupakan semuanya. Jadi tolong, jangan bermimpi untuk bisa bersama denganku." ucap Emily tegas.
__ADS_1
Kemudian Emily mencoba untuk bergerak melalui Ashraf.
Tapi Ashraf tiba-tiba saja menarik lagi lengan Emily. Bahkan kini Ashraf sudah bersikap kasar terhadap Emily.
Ashraf menghentakkan tubuh Emily ke dinding dan tiba-tiba saja dengan gerakan cepat. Ashraf mendaratkan sebuah ciuman tepat ke bibir Emily. Ketika Emily berontak darinya.
Tau kini bibirnya sedang dinikmati oleh Ashraf. Dengan sekuat tenaganya Emily berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Ashraf yang menahan tangannya di kedua sisi.
Semakin Emily memberontak, Ashraf semakin gila. Hingga satu tamparan keras akhirnya bisa Emily layangkan ke pipi Ashraf. Saat tangannya bisa lepas dari genggaman sang mantan suami.
Yang dulu memang sangat ia cintai. Tapi kini amat dia benci.
Tamparan Emily yang sangat keras itu sampai-sampai membuat wajah Ashraf bergerak ke samping, karena saking kerasnya tamparan itu.
"B******* kamu Ashraf. Berani-beraninya kau mencium ku. Setelah kita sudah tidak lagi terikat menjadi pasangan suami istri." ujar Emily dengan mata memerah karena marah. Sambil mengusap bibirnya yang basah karena di cium oleh Ashraf secara paksa.
__ADS_1