Pernikahan Kedua Mantan Suamiku

Pernikahan Kedua Mantan Suamiku
Awal petaka itu


__ADS_3

"Pernikahan macam apa yang sebenarnya kita jalanin ini mas. Aku tidak sama sekali diperlakukan sebagai seorang istri selama kita menikah. Kita memang serumah. Tapi hati dan pikiran mu masih di rumah itu. Masih memikirkan mantan istri dan anak mu di sana. Bahkan saat aku hamil pun. Tidak ada kamu perhatikan dia anak mu yang ada di dalam kandungan ku. Di mana kamu selama aku mengandung benih mu mas!" Amanda masih bicara dengan nada tinggi pada Ashraf.


"Jika terjadi sesuatu dengan anak ku. Kamu adalah orang pertama yang akan aku benci seumur hidup ku mas."


Dengan mengusap air matanya, Amanda langsung berlalu dari hadapan Ashraf.


Ia merasa begitu kecewa dengan sikap suaminya selama ini.


Padahal ia sudah mencoba untuk bisa sabar.


Dengan keadaan dan suasana yang tidak kondusif seperti saat ini. Ashraf berusaha untuk tetap bisa tenang dan sabar. Dalam menyikapi suasana hati dan perasaan Amanda.


Sedangkan di sisi lain, Ashraf pun tidak bisa menyangkal. Jika semua perkataan Amanda itu adalah benar.


Sampai detik ini, sampai saat ini, ia memang masih sangat mencintai Emily. Karena Emily adalah cinta pertamanya.


Jalinan kasih yang ia bina dengan Emily tidaklah singkat. Mereka telah menjalin hubungan dekat sejak mereka masih berada di bangku sekolah SMA.


Kemudian hubungan mereka terus berlanjut sampai kuliah.


Setelah mereka lulus. Kemudian mereka pun memutuskan untuk menikah dan berjuang hidup mandiri bersama dari nol.


Setelah mereka menikah, Ashraf dan Emily menumpang hidup di rumah orang tua Emily kurang lebih selama enam bulan.


Setelah itu, karena mereka sama sama berkerja dan memiliki penghasilan. Mereka kemudian mengumpulkan tabungan mereka berdua dan memutuskan untuk membeli sebuah rumah.


Mereka bahu membahu dan berkerja sama untuk bisa melunasi pembelian rumah tersebut.


Ashraf dan Emily dulunya benar benar berkerja keras bersama. Saling mendukung dan saling mengsupot.


Setelah mereka berhasil melunasi pembelian rumah. Barulah kala itu Emily melakukan program hamil.


Dan tak berselang lama. Progam yang Emily dan Ashraf lalukan berhasil.


Tepat di tahun ke tiga pernikahan mereka. Lahirlah Jasmine sebagai pelengkap kebahagiaan cinta Ashraf dan Emily kala itu.


Barulah saat perkawinan mereka menginjak ke 9 tahun. Ujian itu datang.


Sebuah prahara datang kala Amanda muncul di tengah tengah kehidupan rumahtangga Ashraf dan Emily. Yang memang pada saat itu sedang mengambil sedikit masalah.


Datangannya perempuan bernama Amanda membuat Ashraf memilih pandangan dan penilaian lain sebagai sosok istri idaman.


Sedangkan pada saat itu. Emily tengah di buat sibuk dengan pekerjaan dan segala aktifitas di kantornya.


Sehingga seringkali kalinya Ashraf di tinggal keluar kota oleh Emily. Membuat Ashraf merasa kesepian menjadi seorang suami.


Dan kala itu Ashraf merasa tidak dihargai sebagai seorang suami. Lantaran memang gaji Emily lebih besar darinya. Dan jabatan di kantor pun Emily lebih unggul di bandingkan dengan Ashraf.


Sehingga Ashraf sempat merasa minder dan rendah. Padahal Emily tidak sama sekali bersikap merendah Ashraf.


Hanya saja memang soal pekerjaan. Emily lebih sibuk dari Ashraf. Tapi bukan berarti Emily lalai dengan keluarganya.


Masalah itulah yang membuat Ashraf kemudian bermain api dengan tetangganya sendiri Amanda. Sedangkan Amanda sendiri juga seorang istri simpanan yang juga kesepian.

__ADS_1


Flashback on


Sore itu, saat Ashraf baru saja keluar dari mobilnya saat ia baru tiba di rumah. Saat ia baru saja keluar dari mobil. Amanda datang menghampiri Ashraf sambil membawa sesuatu.


"Ashraf, tadi aku memasak sup ayam dan aku masaknya sangat banyak. Aku ingin berbagi denganmu. Anggap saja ini adalah ungkapan rasa terima kasihku untukmu. Karena kau sudah membantuku kemarin untuk memperbaiki listrik di rumah." ucap Amanda sambil menyodorkan satu mangkuk sup ayam makaroni yang ia buat untuk Ashraf.


Karena merasa tidak enak jika menolak. Ashraf kemudian menerima sup ayam tersebut dari tangan Amanda.


Dan tidak sengaja saat itu kedua tangan Ashraf menyentuh kedua tangan Amanda yang kala itu sedang memegangi mangkoknya.


Untuk sejenak, keduanya saling terdiam dengan saling beradu pandang ketika mereka sama-sama memegang mangkok tersebut.


Menyadari hal itu, Amanda langsung menarik tangannya untuk tidak disentuh oleh Ashraf.


"Terima kasih Amanda. Seharusnya kau tidak perlu repot-repot seperti ini." Ungkap Ashraf yang kemudian sudah meraih mangkok itu untuk berada di kedua tangannya.


"Tidak apa-apa. Itu hanya sup."


"Oke, aku terima. Kalau begitu aku masuk dulu ya." Ucap Ashraf.


"Oke, jangan lupa dimakan." seru Amanda lagi, kemudian ia melenggang masuk ke dalam rumah.


Lagi-lagi ada perasaan aneh yang melingkupi hati Ashraf. Ketika Amanda berlalu pergi dari hadapannya.


Tatapan mata Amanda dan senyumannya seolah memberikan keteduhan di hati Ashraf.


Apalagi sosok Amanda yang seorang wanita rumahan yang terlihat lemah dan sering dimarahi oleh sang suami dan bahkan kini ditinggal suami pergi ke luar negeri berbulan bulan semakin membuat Ashraf menaruh perhatian terhadap sosok wanita seperti Amanda.


Seorang wanita yang menjaga dirinya untuk tidak berada di luar dan selalu di rumah hanya untuk mengurusi suami.


Ashraf kini makin terbawa oleh pemikiran seperti itu.


Ashraf makin terbawa suasana hangat ketika memikirkan sosok Amanda.


"Jangan, tidak mungkin. Aku tidak boleh memikirkannya. Dia sudah bersuami dan aku pun juga sudah punya istri. Tidak seharusnya aku memikirkannya dan aku tidak boleh suka dengannya." ucap Ashraf dengan wajah gusar. Saat pesona Amanda menggodanya.


Dan, sejak malam itu Amanda banyak bercerita tentang hidupnya kepada Ashraf.


Awal-awal Ashraf hanya mendengarkan cerita Amanda. Dan ia tidak sama sekali menginterupsi curhatan wanita yang sepertinya sedang mencurahkan segala perasaan dan hatinya itu kepada dirinya.


Ashraf terdiam menyimak dan mendengarkan penuturan Amanda


Bahkan saat Ashraf melihat Amanda menitipkan air matanya pun. Ashraf tergerak hatinya untuk mengambil tisu yang kebetulan ada di depannya. Lalu ia memberikannya kepada Amanda.


Tidak terasa sudah hampir 2 jam lamanya Amanda mencurahkan seluruh dan segala isi hati dan perasaannya terhadap Ashraf.


Amanda bercerita tentang kehidupannya yang ia jalani bersama Adam. Suami yang menikahinya secara siri. Yang ia tidak bahagia dengan pernikahan itu.


Ashraf yang mendengar cerita Amanda pun kini menjadi sangat kasihan terhadap wanita muda yang berparas cantik serta seksi itu.


Amanda yang kini tengah berlinang air mata seperti menahan rasa sedih dan penderitaan batin yang dalam.


Amanda juga bercerita tentang kedua orang tuanya yang hingga kini keberadaannya tidak ia ketahui. Karena Adam menyembunyikan keberadaan kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Kejam sekali suamimu. Menculik kedua orang tuamu hanya untuk menjadikan dirimu tawanannya." sahut Ashraf yang sepertinya geram terhadap Adam. Setelah Amanda menceritakan sosok suami yang ia nilai kejam itu terhadapnya.


"Seperti itulah sikap mas Adam pada ku. Ashraf, aku ingin sekali lari dari cengkraman Mas Adam. Tetapi aku tidak bisa. Aku tidak kuasa. Karena di sisi lain kedua orang tuaku berada dalam genggamannya. Jika aku tahu keberadaan kedua orang tuaku. Aku pasti sudah lari dari hidup Mas Adam." tutur Amanda.


Hati Ashraf semakin tidak tega melihat Amanda. Dan kini, tau tau ia sudah berada di samping Amanda. Mengusap air mata wanita itu dengan kedua tangannya.


Bahkan ia mengalungkan lengannya dari belakang untuk memegang lengan Amanda. Dan satu tangannya yang lain mengusap air Amanda.


Dalam benak Ashraf. Ia membayangkan jika wanita itu adalah Emily.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Hari berganti hari, kedekatan yang terjalin antara Ashraf dan juga Amanda sedikit demi sedikit mulai terjalin.


Mereka kini mulai dekat dan mulai saling mengikat perasaan mereka satu sama lain. Dan tanpa mereka sadari benih-benih rasa cinta pun kini tumbuh di hati Asraf untuk Amanda dan begitu pula sebaliknya. Benih-benih rasa suka dan cinta itu juga tumbuh dari hati Amanda untuk Ashraf.


Beberapa hari terakhir ini Ashraf semakin intens menjalin komunikasi dengan Amanda baik melalui ponsel maupun secara face to face.


Entah apa yang merasuki Ashraf. Karena dia benar-benar gelap dan buta saat ini. Yang ada di ingatan dan nafsunya hanyalah ingin dekat dengan Amanda. Tidak memikirkan sang istri Emily yang masih di luar kota.


Kegilaan Ashraf semakin menggila mana kala sebelum tidur ia selalu menyempatkan diri untuk bertandang ke rumah Amanda.


Dan di ruang tamu itu lah yang menjadi saksi bisu hubungan keduanya.


Di sana dari awal awal mereka hanya duduk kini mereka semakin intens dengan saling berpelukan.


Ashraf kini seolah-olah tengah mengalami sebuah pergolakan hati yang begitu membara untuk jatuh cinta yang kedua kalinya yaitu kepada Amanda.


Dan pada malam itu, bahkan hasrat Ashraf makin gila.


Setelah mengecek sang putri telah tidur. Ashraf kemudian langsung bergegas menuruni tangga untuk kembali menyambangi rumah tangga.


Tak berselang lama. Emily yang mencoba menghubungi ponsel Ashraf berkali-kali tidak ada sahutan.


Sedangkan Ashraf sendiri kini tengah asik berada di rumah Amanda. Sudah tidak bisa tahan dengan hasrat nya. Ashraf yang sudah di buatkan dengan cinta nya pada Amanda malam itu mereka berdua tenyata tengah asik melampiaskan nafsu mereka masing-masing dengan saling berciuman.


Amanda dan Ashraf kini sedang asyik berciuman di ruang tamu di rumah Amanda.


Amanda yang saat itu duduk di pangkuan Ashraf begitu lembut meladeni ciuman demi ciuman yang dilancarkan oleh Ashraf.


Entah apa yang merasuki hati dan pikiran keduanya. Amanda dan Ashraf benar-benar buta. Mereka seolah-olah menikmati keintiman mereka saat berciuman.


Amanda menikmati ******* yang dilakukan oleh Ashraf. Sedangkan Ashraf pun juga menikmati sentuhan bibir manis Amanda.


Keduanya benar-benar dibakar rasa hasrat yang menggebu dan juga cinta yang baru saja tumbuh di hati keduanya yang begitu membara.


Sehingga membakar rasa malu, rasa bersalah dan melupakan dosa. Dan mereka juga telah melupakan pasangan mereka masing-masing.


Hingga saking buta nya. Ashraf kemudian merebahkan tubuh Amanda di sofa panjang yang ada di ruang tamu. Amanda hanya pasrah dengan segala aktivitas yang sedang Ashraf lakukan padanya.


Ashraf pun kemudian menindih wanita tersebut dengan tubuhnya.


"I love you, I love you Amanda. I love you." rancau Ashraf sambil terus berpagutan bibir dengan Amanda.

__ADS_1


__ADS_2