
Setelah semuanya itu terjadi, dan perselingkuhan itu terkuak. Barulah Ashraf menyadari. Jika kehancuran pernikahan adalah semata-mata hanya karena kesalahannya dan kekhilafah yang dilakukan oleh Ashraf sendiri. Dan semuanya juga tidak lepas dari godaan Amanda.
Dalam suasana dan perasaan hati yang masih syok dengan perceraiannya dengan Emily. Membuat Ashraf terdesak lagi oleh tuntutan Amanda yang menuntut untuk di nikahi.
Padahal saat itu Ashraf sedang berjuang untuk mendapatkan kembali hati Emily. Tapi Emily tetap kekeuh dalam pendiriannya. Yang ingin pisah dengan Ashraf.
Karena Emily terlalu sakit hati dengan pengkhianatan yang dilakukan oleh suaminya.
Menikah dengan Emily selama kurang lebih sembilan tahun dengan merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Sedangkan dengan Amanda. Ashraf menjalani pernikahan baru delapan bulan tapi hati dan jiwanya tersiksa.
Tidak ada kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup Ashraf. Ia hanya merasa di cintai, tapi ia tidak dapat mencintai.
Ashraf merasa hidup bersama dengan seorang wanita yang asing.
Seseorang wanita yang terang-terang dia telah menghancurkan kehidupan rumah tangganya. Seorang wanita yang di dalam matanya dulu adalah seorang wanita yang lemah lembut, yang perlu dikasihani, yang sangat rapuh, yang baik.
Tetapi setelah Ashraf menjalani rumah tangga dengan Amanda. Semua perasaan yang timbul ketika ia mengasihi Amanda lenyap.
__ADS_1
Dan, suatu hal yang membuat Ashraf tidak bisa meninggalkan Amanda ketika ia ingin sekali menceraikan kala itu adalah. Karena Amanda keduluan positif hamil.
Dan kehamilan Amanda membuat Ashraf terpaksa bertahan dengan pernikahan yang ia jalani.
Kini, Ashraf kembali dihadapkan pada situasi yang sangat menyulitkan dirinya untuk bisa lepas dari Amanda.
Saat ia telah memiliki seorang anak yang lahir dari rahim Amanda. Ia tidak mungkin membedakan anak tersebut dari anaknya yang lain dari rahim Emily yaitu Jasmine.
Sedangkan anaknya yang baru lahir itu kini tengah berjuang agar tetap hidup.
Ashraf merasa semakin tertekan hati dan jiwanya saat ini.
Seperti seseorang yang menjalani kehidupan, tapi kehidupan itu sama sekali tidak ia inginkan. Sedangkan ia terikat dengan sebuah tanggung jawab tersebut.
Emily sendiri kini ampaknya sudah menjadi orang yang bebas. Terlebih saat ini sang mantan istri tengah didekati oleh seorang pria tajir. Tidak hanya tajir, dia juga seorang lajang.
Sedangkan Ashraf, justru kehidupan berbalik seratus persen di bandingkan dengan kehidupan Emily.
__ADS_1
"Aku tahu Mas, pernikahan kita memang berawal dari sebuah hubungan yang salah. Dari sebuah hubungan perselingkuhan. Tapi Mas juga tahu kan. Pada saat hubungan kita terbongkar. Kamu sudah berusaha untuk memperbaiki hubungan kalian. Tapi Mbak Emily tidak mau menerima permintaan maaf Mas. Padahal Mas sangat ingin memperbaiki hubungan kalian pada saat itu. Jika waktu itu hubungan kalian bisa di perbaiki. Aku akan mundur. Aku tidak akan maju. Tapi kenyataannya, Mbak Emily lah yang menggugat cerai Mas kan. Dan Mas akhirnya berpisah dengan dia. Pada saat itulah aku datang menawarkan diri pada mas untuk menjadi istrinya Mas. Dengan harapan kita bisa memulai kehidupan pernikahan yang baru. Tapi apa yang aku dapatkan hanya sebuah kekecewaan. Padahal selama ini aku sudah mencoba untuk bersikap baik sama mas. Mencoba memahami dan bersabar. Tapi ternyata apa yang aku dapatkan hanyalah kekecewaan. Apalagi saat aku mendengar kata-kata mas yang kau ucapkan kepada Mbak Emily di toilet itu. Itu semua sudah menegaskan jika kebersamaan mas denganku ini hanya sebuah perasaan palsu." jelas Amanda, yang kala itu mengeluarkan semua uneg-unegnya pada Ashraf.
"Kau sudah tau aku sangat mencintai Emily. Sampai sekarang pun aku masih mencintainya. Lalu kenapa kamu sekarang baru mempersoalkan itu?" tegas Asraf, saat mereka telah kembali ke kamar pemulihan yang ada di rumah sakit.
Amanda kemudian menatap tajam ke arah Ashraf.
"Kamu bertanya padaku kenapa sekarang aku mempersoalkan itu. Hai, mas, apakah telingaku tuli saat itu. Saat aku mendengar kamu mengucapkan kata-kata "aku mencintai mu Amanda" kala saat itu. Pada saat kita bercumbu ketika kau ditinggalkan oleh Emily ke luar kota. Kamu begitu memujaku. Kamu begitu menyanjungku. Dan kata-kata aku mencintaimu sering kau ucapkan padaku. Lalu apa artinya semua kata kata mu dulu mas. Apakah itu semua omong kosong. Apakah itu hanya bagian dari rayuan mu." balas Amanda, yang tidak ingin di salah dengan hubungan yang tidak sehat antara dirinya dan Ashraf saat ini.
"Aku pikir kita adalah dua orang yang sama-sama kesepian. Tapi ternyata aku salah. Kamu juga tidak lebih dari seorang pria penggoda."
"Cukup Amanda. Tidak ada aja gunanya kita bertengkar dan mempermasalahkan soal semuanya itu. Bukan waktu yang tepat untuk kita membahas ini." Kemudian Ashraf memalingkan tubuhnya dan membelakangi Amanda.
"Justru ini harus kita bahas Mas. Soal anak kita yang lahir prematur dan sekarang mengalami penderitaan itu semuanya karena ulah Mas Asraf. Kamu yang sebagai seorang lelaki dan juga seorang suami tidak bertanggung jawab secara batin terhadap diriku. Mas memang menafkahiku secara lahir. Tapi secara batin aku tidak mendapatkan nafkah itu dari mu mas. Bahkan saat aku hamil pun, dia yang masih ada di kandunganku sama sekali tidak mendapatkan perhatian Mas. Dia seperti anak terbuang. Dia seperti anak yang hadir dari sebuah hubungan yang salah. Padahal dia hadir di saat kita sudah resmi menjadi suami istri. Yang aku permasalahkan adalah. Kenapa Mas tidak pernah belajar untuk bisa mencintaiku. Kenapa mas tak pernah belajar ingin memperbaiki pernikahan mas yang kedua ini. Justru mas menghancurkan pernikahan ini dengan sikap egois mas Ashraf sendiri."
"Cukup Amanda!" teriak Ashraf dengan lantangnya.
"Oke, aku yang salah. Aku salah. Puas kamu." imbuh Ashraf lagi, kemudian ia langsung bergegas pergi meninggalkan ruang pemulihan itu. Di mana saat ini Amanda masih dalam masa pemulihan pasca operasi Caesar.
__ADS_1