Pernikahan Kedua Mantan Suamiku

Pernikahan Kedua Mantan Suamiku
Apa yang terjadi dengan Amanda?


__ADS_3

Tidur dengan perasaan begitu gelisah. Amanda tidak merasakan kenyamanan tidur pada malam itu. Ia nampak bergerak kesana-kemari mencari posisi nyaman. Tapi Amanda serba salah kala itu dalam mencari posisi nyaman untuk berinteraksi.


Amanda merasakan seluruh tubuhnya terasa sakit dan begitu nyeri.


"Mas, mas." seru Amanda mencari cari sang suami.


Saat dalam keadaan seperti itu. Ternyata Ashraf tidak berada di kamar bersamanya.


Dan itu sudah cukup membuat Amanda merasakan sakit hati dan perih. Karena semakin besar usia kandungannya dan semakin ia harus diperhatikan. Justru Ashraf bersikap seolah ia tidak memperdulikannya.


Dengan gerakan pelan. Amanda beranjak dari tempat tidur untuk pergi ke kamar mandi.


Karena kamar mandinya berada bersebelahan dengan dapur. Amanah harus keluar kamar dulu untuk ke kamar mandi.


Saat Amanda ingin ke kamar mandi dan ia menoleh ke rumah tamu. Amanda bisa melihat jika Ashraf tengah tertidur lelap di sana.


Sebuah pemandangan yang membuat perasaan Amanda begitu sakit. Karena suaminya itu justru lebih memilih untuk tidur di ruang tamu daripada bersamanya di kamar.


Menghiraukan sebuah pemandangan yang membuat dirinya sakit hati. Tapi ia lebih memilih memendamnya. Amanda kemudian kembali melangkahkan kakinya untuk menuju kamar mandi karena ia ingin buang air kecil.

__ADS_1


"Apakah seperti ini tanda-tanda mau melahirkan? Tapi bukankah usia kandunganku masih 8 bulan. Masih ada kira-kira 3 minggu lagi jadwal hari prediksi lahirnya. Tapi kenapa sekarang aku sudah merasakan sakit yang luar biasa disekujur tubuh ku." batin Amanda.


Yang kala itu dengan meringis kesakitan ia berjalan menuju kamar mandi dengan langkah pelan.


Beberapa detik kemudian.


"Tidak......!"


Sebuah teriakan kesakitan dari dalaman kamar mandi seketika langsung membuat Ashraf terbangun dari tidur lelapnya.


Begitu ia mendengar suara jeritan dari kamar mandi yang ia tahu itu adalah suara Amanda.


Ashraf pun langsung berlari menuju kearah kamar mandi. Karena dalam pikirannya saat itu ia takut terjadi sesuatu dengan Amanda. Karena istrinya sedang hamil besar.


"Amanda!" seru Ashraf, dengan mata terbelalak kaget bercampur dengan khawatir. Ketika ia mendapati sang istri sudah tergeletak di lantai kamar mandi.


"Amanda kamu kenapa?" seru lagi Ashraf dengan begitu kalutnya.


Amanda tidak bisa menjawab. Ia kini menangis dan meringis kesakitan sambil memegangi perutnya yang besar itu dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Sakit Mas, perutku sakit sekali." keluh Amanda dengan sudah berkeringat dingin dan masih meringis kesakitan.


"Astaghfirullah." seru Ashraf makin panik.


Dengan perasaan panik dan juga gugup. Ashraf kemudian membantu Amanda untuk berdiri.


"Hati-hati Amanda. Ayo aku bantu berdiri." ucap Ashraf, yang kemudian dengan sekuat tenaga ia berusaha untuk mengangkat tubuh Amanda.


Kedua mata Ashraf terbelalak kaget begitu melihat cairan darah keluar dari kaki Amanda. Yang ia tau darah itu keluar dan mengalir dari ke ma luan Amanda.


"Amanda ada darah!" seru Ashraf kepada Amanda dengan wajah panik.


"Ya Allah. Apa yang terjadi dengan anakku!" seru Amanda dengar suara lemah bercampur dengan kawatir.


Tidak menunggu lagi, kini Ashraf langsung membopong tubuh Amanda dan membawanya ke tempat tidur.


Saat di bopong, darah segar itu terus mengalir dari ke ma luan Amanda. Bahkan lengan Ashraf bersimbah darah.


Meletakkan dengan pelan Amanda ke tempat tidur. Ashraf langsung sigap ingin membawa sang istri ke rumah sakit. Karena Ashraf pikir Amanda mengalami pendarahan.

__ADS_1


"Sabar dan bertahan Amanda. Aku sedang menghubungi ambulan dari rumah sakit terdekat untuk langsung membawa mu ke rumah sakit." ujar Ashraf dengan nada panik.


__ADS_2