Pernikahan Kedua Mantan Suamiku

Pernikahan Kedua Mantan Suamiku
Perhatian kecil Asharf untuk Amanda


__ADS_3

Pulang ke rumah dengan perasaan lesu. Asharf selalu tidak bergairah dan tidak bersemangat ketika ia kembali pulang.


Padahal rumah adalah tempat berpulang dan sesuatu hal yang menggembirakan bagi seorang pria setelah ia berlelah-lelah bekerja sepanjang hari.


Tapi hal itu tidak dirasakan lagi oleh Ashraf.


Dulu saat dia masih menikah dengan Emily. Pulang ke rumah adalah sebuah kebahagiaan. Tetapi kini, di saat ia menikah dengan Amanda. Pulang ke rumah sama saja ia merasa hampa dan kesepian.


Tidak hanya kesepian saja. Tapi Asharf juga harus bersikap palsu terhadap Amanda.


Duduk di sebuah kursi yang di ruang tamu. Ashraf kemudian melepaskan sepatunya.


Sambil mengendurkan dasi yang melilit di lehernya sepajang hari itu, Asharf merasa begitu lelah dan letih.


Sedangkan Amanda yang saat itu berada di kamar, ia kemudian bangkit dari rebahnya. Saat menyadari jika sang suami sudah pulang kerja pada malam itu.


Dengan perutnya yang kini sudah membuncit besar. Amanda tampak berjalan menghampiri Ashraf yang masih berada di ruang tamu.


"Sudah pulang mas." sapa Amanda, ketika ia sudah duduk di samping Ashraf.


"Aku baru saja pulang. Kenapa bagun, tidurlah lagi." ucap Asraf, yang kemudian ia memberikan senyum paksaan terhadap Amanda.

__ADS_1


"Mana mungkin aku enak enakkan tidur saat suami ku baru saja pulang. Aku juga senang mas sudah pulang. Kelihatanya mas sangat lelah sekali." ucap Amanda, seraya ia meletakkan telapak tangannya ke pipi Ashraf.


"Ya, biasa, aku banyak kerjaan."


"Aku siapkan makan ya mas. Tadi aku sudah masak." ucap Amanda, yang kini ia kemudian berdiri dan berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.


Saat itu Amanda tengah memanas-manasi lauk yang sudah ia masak tadi siang.


Dengan perutnya yang membuncit, Amanda terlihat lebih berisi sekarang.


Meskipun penampilan Amanda terlihat seksi. Hal itu tidak mampu meluluhkan hati Ashraf. Walau wanita itu sudah menjadi istri sahnya dan bahkan dia telah mengandung benihnya.


Dalam hati, Ashraf merasa sangat nelangsa.


Dan di waktu yang bersamaan. Jauh di dalam hati Ashraf yang paling dalam. Sebenarnya Asharf juga merasa kasihan terhadap Amanda.


Karena ia tahu Amanda begitu mencintainya. Dan wanita itu juga sudah sangat sabar dengan dirinya.


Terlebih juga saat ini Amanda yang tengah mengandung anaknya. Tidak sama sekali melakukan banyak protes. Meski ia jarang sekali memberikan perhatian dan sentuhan-sentuhan sayang kepada Amanda. Karena ia lebih menyibukkan diri dengan pekerjaan di kantor. Agar ia sering pulang terlambat.


Merasakan pergolakan batin yang semuanya tidak sesuai dengan yang Asharf inginkan. Sungguh membuat Ashraf frustasi.

__ADS_1


Merasa kasihan dengan Amanda. Ashraf kemudian berdiri dari duduknya dan menghampiri Amanda yang tengah berada di dapur.


"Sudah, biarkan aku saja yang memindahkan sayurnya ke mangkok." ujar Ashraf, yang kemudian ia mengambil sebuah mangkuk dari almari dan mengambil kuah dari panci. Lalu ia memindahkan sup itu kedalam mangkuk.


Melihat Ashraf sedikit ada rasa perhatian terhadap dirinya. Membuat hati Amanda menghangat. Karena sudah lama Ashraf tidak bersikap manis padanya.


"Kamu duduk saja di kursi meja makan. Biar aku yang siapkan makanannya." ucap Ashraf, mengambil alih tugas Amanda.


Tidak membantah perkataan Asharf, Amanda kemudian berjalan ke arah meja makan dan duduk di salah satu kursi yang ada di sana.


Amanda pun kini hanya duduk manis sambil tersenyum memperhatikan sikap sang suami yang hangat serta perhatian pada dirinya malah itu.


Setelah semua hidangan makan malam siap. Mereka pun sama-sama menikmati makan malam.


"Tumbenan mas bersikap manis. Ada angin apa yang membuat mas bersikap seperti ini sama aku." tanya Amanda merasa penasaran.


"Memangnya selama ini aku kejam ya sama kamu." tanya balik Ashraf sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Aku sudah malas berdebat sama mas. Jika aku menuntut perhatian. Jadi, jawab saja pertanyaan ku yang tadi. Ada angin apa mas bersikap perhatian sama aku."


"Tidak ada jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaan mu Amanda. Jangan bertanya yang tidak tidak." jawab Ashraf sedikit tegas.

__ADS_1


Mendengar ucapan tegas Asharf, dengan meme wajah yang serius. Membuat Amanda kemudian langsung terdiam. Bahkan kini ia menundukkan wajahnya.


Nada suara Asharf yang bernada sarkatis sudah cukup membuat hati Amanda sedikit perih.


__ADS_2