Pernikahan Kedua Mantan Suamiku

Pernikahan Kedua Mantan Suamiku
Ujian hidup Ashraf


__ADS_3

Suara deringan telepon itu mengagetkan Ashraf ketika ia sedang menunggu bayinya.


Ketika ia sedang memandangi putranya dengan seksama yang saat ini masih lemah berada di inkubator.


Fokus Ashraf sejenak terbagi ketika ada yang menghubunginya.


Ashraf kemudian pemeriksa siapa yang menghubunginya. Saat tahu yang mengubahnya adalah Emily. Ashraf pun kemudian buru-buru mengangkat tersebut.


"Halo, ada apa Emily?" tanya Ashraf dengan suara pelan.


"Kamu lupa ya, hari ini kita ada jadwal kunjungan ke proyek. Aku sudah berada di proyek sekarang. Aku sudah menunggu mu sekitar 1 jam tapi kamu tidak datang juga. Bekerjalah secara profesional. Jika kamu memang tidak bisa datang, seharusnya kamu memberitahu. Agar aku bisa menjadwalkan ulang untuk peninjauan proyeknya." tukas Emily dengan nada sedikit sewot.


"Maaf Emily, aku lupa dengan semua tugas-tugas ku di kantor. Hari ini aku izin tidak masuk kerja. Dan aku juga lupa memberitahumu."


"Ya sudah kalau begitu. Lain kali bilang jika kamu tidak bisa datang ke lokasi proyek. Kamu sudah buang waktu ku."


"Emily, aku ingin bertemu dengan mu sore nanti. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu. Ini penting."


"Soal apa?"


Sejenak Ashraf berpikir. Jika ia memberitahu keinginannya untuk bertemu dengan Emily bukan untuk membasah pekerjaan, mungkin Emily tidak akan mau bertemu dengannya.


"Ashraf!" seru Emily memangil sang mantan suami. Karena Ashraf malah terdiam.


"Iya Emily. Ini soal Jasmine. Aku ingin bertemu dengannya."


"Nanti malam aku ada meeting. Aku tidak tahu apakah aku punya waktu untuk bertemu denganmu. Nanti ku hubungi lagi jika aku ada waktu." Jawab Emily, kemudian ia langsung mematikan panggilannya secara sepihak.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Untuk membayar administrasi rumah sakit. Sedangkan uang yang aku punya belum cukup untuk membayar biaya persalinan Cesar Amanda." guman Ashraf bingung.

__ADS_1


"Belum lagi aku biaya rawat jalan putra ku yang masih dirawat. Apa sebaiknya aku minta pinjaman kantor saja. Atau sama siapa aku minta pinjaman?"


Pikiran Ashraf saat ini di bingung kan dengan mencari pinjaman uang untuk bisa membayar administrasi rumah sakit yang harus ia bayarkan.


Karena saat ini keuangannya tidak mencukupi untuk membayar tagihan rumah sakit yang lumayan besar.


Sejak ia bercerai dengan Emily, hubungannya dengan keluarganya sedikit memburuk. Karena keluarganya sangat tidak terima jika saat itu Ashraf berpisah dengan Emily.


Jika meminta tolong kepada keluarganya pun pasti juga akan sia-sia. Karena pernikahannya dengan Amanda sama sekali tidak direstui oleh keluarganya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Setelah pamitan kepada Amanda untuk keluar sebentar. Saat itu Ashraf berniat untuk menemui Emily di apartemen tempat tinggal ia tinggal sekarang bersama putrinya Jasmine.


Sebelumnya Ashraf sudah janjian dengan Emily jika mereka akan bertemu di sana. Karena saat itu Emily belum pulang dari kantor. Maka Ashraf menunggu Emily di lobby apartemen sambil menemui putrinya Jasmine.


Jasmine pun merasa sangat senang ketika Ashraf saat itu sudah ada di apartemen.


Ashraf dan Jasmine pun kemudian saling mengobrol dengan hangat saat mereka sudah saling bertatap muka.


"Sudah lama aku tidak ketemu sama Ayah. Ayah apa kabar?" tanya Jasmine pertama tama saat ia bertemu dengan ayahnya.


"Ayah sehat dan baik sayang." jawab Ashraf, sambil mencium pipi sebelah kanan Jasmine. Kala itu Jasmine sudah duduk di pangkuan Ashraf. Sambil mengalungkan tangannya ke leher sang ayah. Jasmine terlihat bahagia bertemu dengan Ashraf.


Untuk beberapa saat, Jasmine dan Ashraf nampak mengobrol dengan begitu hangat di sebuah sofa yang ada di lobby apartemen.


Anak dan ayah itu tengah terlibat pembicaraan yang cukup serius.


Ashraf benar-benar ingin menutupi kesedihannya. Ia hanya menampakkan wajah hangat dan penuh senyum kepada Jasmine.


Dan tak berapa lama, sebuah mobil mewah nampak melintas di depan lobby apartemen. Sejenak mata Ashraf pun menangkap mobil mewah yang sudah tidak asing tersebut.

__ADS_1


Ketika Ashraf memperhatikan mobil mewah itu dengan seksama. Seseorang pria tampan nampak keluar dari dalam mobil mewah tersebut. Pria itu nampak gagah dan tampan. Yang Ashraf sudah kenal ia adalah Kendrick. Rekan bisnis Daniel bosnya.


Dalam hati Ashraf penasaran, apa yang dilakukan Kendrick di apartemen tempat tinggal Emily.


Baru saja Ashraf menaruh rasa curiga. Pandangan mata Ashraf kian membulat ketika melihat Emily turun dari mobil yang sama yang di tumpangi Kendrick.


Setelah terlibat pembicaraan singkat dengan Kendrick. Emily kemudian melambaikan tangannya pada Kendrick ketika pria gagah itu pergi bersama dengan mobilnya.


Sejak saat itu Ashraf menduga, jika mungkin sang mantan istri kini dekat dengan pria muda itu.


Saat Emily berjalan menuju lobby apartemen. Matanya langsung menangkap sosok yang tidak asing lagi dalam tatapannya. Sejenak, mata Emily dan Ashraf bertemu. Setelah itu Emily mengalihkan pandangannya ke arah putrinya Jasmine.


Dengan sikap cuek, Emily berjalan mendekati mantan suami dan anaknya tersebut.


Tapi pandangan Emily saat itu hanya tertuju pada putrinya.


Jasmine yang melihat mamanya sudah pulang langsung menghambur ke arah Emily dan memeluknya.


Untuk sekejap, Jasmine mengobrol dengan Emily. Gadis 6 tahun itu memberitahu Emily jika ia sedang mengobrol dengan ayahnya.


"Karena Jasmine sudah ngobrol sama ayah. Sekarang giliran mama yang ingin bicara sama ayah. Tapi mama mau Jasmine sekarang kembali ke unit apartemen ya. Mama akan hubungi Bik Ratih untuk menjemput mu." ucap Emily.


"Tapi Jasmine masih mau ngobrol sama Ayah, Ma." ujar Jasmine memohon.


Emily kemudian memberikan penjelasan kepada Jasmine untuk mau mengerti perintahnya.


Saat Emily bicara pada Jasmine, Ashraf begitu memperhatikan bagaimana cara Emily berinteraksi kepada Jasmine. Hal seperti itu sangatlah ia rindukan.


Jasmine pun kemudian patuh dengan perintah Emily. Sebelum ia pergi, Jasmine kembali ke hadapan Ashraf untuk pamitan.


"Ayah, Jasmine ke atas dulu. Sampai ketemu lagi ayah." ucap Jasmine, kemudian ia langsung memeluk Ashraf.

__ADS_1


"Sampai ketemu lagi sayang. Ayah janji Minggu depan akan menemui mu lagi." Kemudian Ashraf memberikan kecupan manis ke pipi sang putri kiri kanan.


Setelah Jasmine sudah pergi. Emily mengajak Ashraf untuk pergi ke kedai kopi yang tak jauh dari apartemen untuk bicara.


__ADS_2