
Sejujurnya Ashraf hanya menghadirkan raga dalam pernikahannya dengan Amanda. Ia tidak bisa menghadirkan hati dan cinta.
Karena hati dan cintanya tetap hanya untuk Emily.
Dan kini, saat Amanda hamil. Ashraf sangat memahami. Jika wanita hamil memang perlu diperhatikan. Karena dulu Emily juga seperti itu saat ia hamil Jasmine.
Memikirkan banyaknya kebutuhan yang harus Ashraf penuhi. Membuat Ashraf tidak lantas bisa bersantai-santai saja di rumah.
Di hari libur itu pun Ashraf tetap berkeinginan untuk mencari tambahan uang.
Selesai sarapan, Ashraf pamitan kepada Amanda untuk mengojek online.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Saat sore hari telah tiba. Dan ketika Ashraf sudah mendapatkan sedikit banyak uang dari hasil mengoceknya. Ashraf kemudian bergegas untuk pergi ke supermarket.
Karena seperti janjinya tadi sebelum ia pergi tadi pagi. Ia akan belanja.
Sebelumnya Ashraf sudah mengirimkan pesan kepada Amanda untuk menuliskan apa saja yang harus ia beli.
Dan Amanda pun kemudian mengirimkan list daftar belanjaan yang harus Ashraf beli lewat pesan singkat.
Setelah mendapatkan daftar belanjaannya. Ashraf pun langsung mengendarai motornya untuk menuju ke supermarket.
Sesampainya di supermarket, Ashraf kemudian mengambil troli dan ia mulai untuk belanja.
Menyusuri lorong demi lorong rak yang ada di supermarket. Ashraf terus mencari barang barang belanjaan yang harus ia dapatkan.
Ketika Ashraf saat itu sedang berada di barisan susu dan ia hendak mengambil satu dus susu hamil. Sayup-sayup Ashraf mendengar suara anak remaja perempuan yang suaranya sudah sangat familiar di telinganya.
__ADS_1
Ashraf kemudian mengembalikan susu yang hendak ia beli ke rak. Ia pun kemudian berjalan untuk mencari sumber suara.
Sumber suara itu sepertinya ada di balik lorong tempat ia berada saat itu.
Dengan langkah pelan, Ashraf mencoba untuk mencari tahu siapakah anak perempuan itu. Yang suaranya sangat mirip dengan suara anak perempuannya Jasmine.
"Ma, aku ingin masak ini di rumah. Nanti kita masak ini sama-sama ya mah." ucap Jasmine, yang saat itu mengambil sebuah keju dan juga roti tawar di rak. Karena diizinkan oleh Emily membeli keju dan roti. Jasmine kemudian menaruh barang yang ia beli ke dalam troli belanjaannya.
Ashraf yang kini tau jika anak kecil itu adalah Jasmine anaknya, ia pun terkesiap.
Seketika Ashraf langsung menarik tubuhnya. Ia tidak ingin Emily dan Jasmine melihatnya.
Sekian lama ia tidak melihat Jasmine. Pada sore hari ini akhirnya Ashraf melihat putrinya.
Tidak ingin keberadaannya diketahui, Ashraf kemudian mengenakan jaket onlinenya serta menutupi wajahnya dengan topi.
Ashraf kemudian mengambil posisi yang aman untuk mencuri-curi pandang ke arah Emily dan juga Jasmine. Yang saat itu tengah berbelanja.
Masih sangat jelas di benak Ashraf, mereka sangat senang dengan kegiatan belanja seperti itu
Kini, saat ia mendapati Emily dan Jasmine berada di supermarket. Ashraf merasakan kesedihan.
Karena kini, mereka berbelanja untuk kebutuhan mereka sendiri.
"Ma, aku mau es krim. Boleh ya." ucap Jasmine, yang saat itu bertanya kepada Emily untuk beli es krim.
"Boleh sayang, pilihlah salah satu es krimnya." sahut Emily.
Karena di izinkan oleh Emily. Jasmine pun kemudian berlari ke arah tempat stand es krim.
__ADS_1
Sesampainya di stand es krim. Jasmine nampak memilih milih es krim apa yang hendak ia beli.
Saat Jasmine hendak mengambil sebuah es krim yang ia inginkan. Dan sepertinya Jasmine kesulitan untuk mengambilnya. Tiba-tiba saja sebuah tangan terulur dan ia mengambilkan es krim yang sudah menjadi favorit bagi Jasmine.
"Ini kan es krim favoritmu." sebuah suara itu terdengar tidak asing di telinga Jasmine.
Jasmine kemudian memutar tubuhnya dan memandang seseorang yang tengah bersuara di belakangnya tersebut.
Jasmine membeku ketika melihat ayahnya telah berdiri di sana. Dengan memandang Ashraf tidak berkedip. Jasmine sepertinya sedang gemetaran saat itu.
Sejurus kemudian, Jasmine kemudian bergerak mundur dan meninggalkan Ashraf. Ia kini berlari menuju kearah Emily sang mama.
Jasmine dengan begitu erat dan sambil menangis langsung memeluk pinggang Emily.
Emily pun kaget dengan sikap sang putri yang tiba-tiba kembali dengan menangis.
"Jasmine ada apa nak. Kenapa kamu menangis sayang." Tanya Emily begitu penasaran. Karena tiba-tiba saja putrinya menangis.
Tapi Jasmine tak kunjung memberitahu pada Emily jika ia bertemu dengan Ashraf.
Semakin penasaran dengan keadaan putrinya. Emily kemudian nampak mengamati sekitar area supermarket.
Barangkali ada seseorang yang menyakiti putrinya.
Dan tidak sengaja, Emily menangkap sosok Ashraf tengah berdiri tak jauh dari ia saat ini berada.
Dan kini Emily paham. Kenapa putrinya menangis.
Ternyata ia bertemu dengan ayahnya Ashraf
__ADS_1
Dengan tatapan mata tajam. Emily memandang ke arah Ashraf dengan tatapan menuduh.
Perasaan kesal itu kini kembali melingkupi hati Emily. Apalagi jika sudah berhubungan dengan Jasmine. Emily tidak terima, jika anaknya di buat sedih.