Pernikahan Kedua Mantan Suamiku

Pernikahan Kedua Mantan Suamiku
Godaan mantan istri


__ADS_3

Di bawah sinar matahari yang cukup terik. Dan dengan dilindungi sebuah helm sebagai penutup kepalanya.


Emily saat itu tengah sibuk memeriksa proyek bersama dengan Ashraf di lokasi tempat pembangunan gedung perkantoran yang sedang di kerjakan antara dua perusahaan.


Emily terlihat fokus dalam meninjau proyek. Ia sama sekali tidak melirik dan bersikap acuh pada Ashraf.


Tapi sebaliknya, Ashraf lah yang mencuri curi perhatian serta memperhatikan sang mantan istri.


Bahkan setiap gerak-gerik yang Emily lakukan terekam jelas oleh kedua mata Ashraf.


Rasa mengagumi, rasa mencintai dan bahkan rasa memiliki itu masih ada di dalam hati Ashraf.


Ashraf merasa masih memiliki Emily. Padahal wanita yang ada di depannya saat ini adalah wanita yang bebas. Dia adalah wanita yang telah ia janda kan.


Mengenakan pakaian kantornya yang begitu elegan dan melekat pas di tubuhnya. Emily benar-benar terlihat mempesona.


Ia terlihat lebih cantik dan begitu independen di mata Ashraf.


Namun kini, Ashraf hanya bisa menggigit jari. Karena wanita yang ada di harapannya bisa saja suatu saat nanti akan dimiliki oleh pria lain.


Dan membayangkannya saja, justru itu membuat Ashraf merasa sakit hati. Sampai sampai ia mengepalkan tangannya.


"Jaga pandangan mu dengan benar. Jangan jatuh cinta padaku lagi untuk kedua kalinya." sindir Emily, yang berucap tanpa melirik Asraf sedikitpun.

__ADS_1


Tetapi Emily tau, dari tadi ia sedang di perhatikan oleh sang mantan suami.


Ditangkap basah oleh Emily. Membuat Ashraf menjadi malu. Ia pun kemudian mengulas senyum getir di wajahnya.


"Andai saja dulu kau memaafkan aku. Kita pasti tidak akan berpisah. Kita akan tetap menjadi suami istri." sesal Ashraf.


"Sudah aku bilang berapa kali denganmu. Jangan berbicara masa lalu. Ingatlah penyesalan selalu datang terlambat. Maka anggap aja ini pelajaran untukmu. Jangan pernah melakukan sesuatu tanpa kau pikirkan. Dan jangan pernah melakukan sesuatu jika kau tidak siap dengan konsekuensinya." ucap Emily, yang kini menoleh ke arah Ashraf dengan tatapan defensif.


"Dan harus aku berapa kali juga aku bilang denganmu. Jangan bahas lagi masa lalu. Dan bahas apapun soal masa lalu saat kita sedang dalam urusan pekerjaan." imbuh Emily lagi, yang kemudian dia berlalu dari hadapan Ashraf.


Emily kemudian berjalan ke arah mobil. Karena ia telah selesai peninjauan proyek.


Asharf hanya mendengar perkataan Emily hanya bisa pasrah dengan semua hal yang sudah terjadi.


Ia menyusul Emily yang sudah lebih dulu ke mobil untuk kembali ke kantor.


Kala itu mereka berdua diantar oleh seorang sopir perusahaan untuk meninjau proyek.


Emily merasa terkejut saat Asharf juga memilih duduk di kursi penumpang bagian belakang bersamanya. Karena sebelumnya Asharf duduk di kursi depan di samping sopir.


"Tidak bisakah kau duduk di depan Asharf. Siapa yang mengizinkan mu duduk di belakang." seru Emily, yang tidak mau ia duduk sebelahan dengan Asharf.


"Tidak masalahkan jika aku duduk di sini. Sudah Pak jalan, kita antar Bu Emily ke kantornya dulu, baru setelah itu antar saya kembali ke kantor." perintah Ashraf pada sopir kantor nya.

__ADS_1


"Siapa pak Ashraf." jawab sang sopir patuh.


Kini, mobil itu pun sudah melaju untuk mengantarkan Emily terlebih dahulu untuk kembali ke kantornya.


Di sepanjang perjalanan, Emily tidak sama sekali berbicara dengan Ashraf. Ia memiringkan tubuhnya dan memperhatikan pemandangan di luar mobil.


Sedangkan Asharf sendiri tetap dengan ke bandelannya mencuri-curi pandan dan perhatian kepada sang mantan istri.


Saat itu Ashraf dengan sengaja menatap lekuk tubuh sang mantan istri. Dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Kaki jenjang putih mulus milik Emily nampak terekspos dengan begitu jelas.


Karena pada saat itu Emily mengenakan rok span selutut. Sehingga dari bagian lutut sampai ke bawah terlihat jelas. Dan Asharf memperhatikan itu.


Melihat ke seksian tubuh sang istri yang dulu hampir setiap malam ia rengkuh kenikmatannya. Kini Asharf hanya bisa menelan ludah sendiri.


Ternyata seperti itu rasanya godaan itu. Seseorang yang bukan lagi menjadi miliknya ternyata memang terlihat menggiurkan.


Seperti halnya dulu saat ia masih menjadi suami Emily. Amanda pun juga terlihat menggiurkan dan menggairahkan.


Tapi setelah ia menikahi Amanda. Rasanya justru berbanding terbalik.


Rasanya kini Ashraf ingin berselingkuh dengan Emily.

__ADS_1


Sungguh, semua hal itu membuat Asharf menjadi sangat frustasi.


__ADS_2