Pernikahan Kedua Mantan Suamiku

Pernikahan Kedua Mantan Suamiku
Balas Dendam


__ADS_3

"B******* kamu Ashraf. Berani-beraninya kau mencium ku. Setelah kita sudah tidak lagi terikat menjadi pasangan suami istri." ujar Emily dengan mata memerah karena marah. Sambil mengusap bibirnya yang basah karena di cium oleh Ashraf secara paksa.


"Terima kasih untuk tamparannya Emily. Aku tidak akan pernah mundur untuk bisa memilikimu kembali." ucapan Ashraf kini sudah semakin seperti orang gila.


Dan tanpa Ashraf dan juga Emily sadari. Dari belakang, kalau itu Emily melihat ada seseorang wanita yang sudah sangat ia kenal. Dan tengah mengandung besar berdiri. Dengan tatapan nanar wanita itu berdiri beberapa meter dari tempat Emily dan Ashraf kala itu berada.


Emily nampak menyeringai melihat siapa yang sedang mengamati dirinya dan juga Ashraf kala itu.


Emily justru senang karena ternyata dia ada di sana.


Aku memang sudah jijik di cium oleh Ashraf barusan. Tapi aku berharap, kau tadi melihat saat suami tercinta mu ini mencium ku dan mengatakan masih cinta dengan ku.


Ucap Emily dalam hati. Ketika ia melihat Amanda telah berdiri di belakang mereka, berjarak beberapa meter saja.


Dengan sangat jelas Emily bisa melihat begitu nanarnya mata Amanda. Ketika mempergoki sang suami sedang bersama dengan dirinya saat itu.


Kini berganti Emily yang gila memanfaatkan situasi dan kondisi.

__ADS_1


Emily yang yakin saat itu Ashraf tidak mengetahui jika Amanda berada di tempat itu. Emily berniat sengaja memprovokasi keadaan.


"Kembalilah pulang, temui istrimu. Dan bermesraanlah dengannya. Karena dialah yang saat ini menjadi pasangan halal mu, bukan aku. Aku sudah menjadi mantanmu." ucap Emily, kembali memancing Ashraf agar dia mengeluarkan isi hatinya.


"Aku tidak pernah mencintai siapapun kecuali dirimu sayang ku Emily. Cinta ku hanya untuk mu. Sampai saat ini yang kucintai hanyalah kamu. Tidak ada wanita lain yang benar-benar aku cintai selain dirimu." ucap Ashraf jujur.


"Jangan bicara omong kosong. Bagaimana dengan Amanda? Bukankah kau juga mencintainya?" pancing Emily.


"Aku tidak sama sekali mencintainya. Aku justru tersiksa hidup bersama dengannya. Jika aku baik dengan dirinya saat ini. Itu hanya semata-mata bentuk tanggung jawabku terhadap dirinya sebagai suami. Tapi aku sama sekali tidak mencintainya. Aku tidak merasakan apapun pada Amanda. Kebaikanku kepada dia semata-mata hanya sebatas tanggung jawab. Dan aku sudah berniat akan segera menceraikannya. Jika sudah menemukan sebuah alasan yang tepat untuk bisa menggugat cerai dirinya." ujar Asraf.


"Aku tidak percaya dengan kata-katamu." ucap Emily sengaja mengucapkan kata bimbang.


"Lalu kenapa kau berselingkuh di saat kita masih bersama. Padahal saat itu kita sudah bahagia dengan kehidupan rumahtangga kita. Kita sempurna satu sama lain. Kita memiliki Jasmine dan kita saling menyayangi dan mencintai. Kita selalu bermesraan dan menghabiskan waktu bersama. Tetapi, kamu berkhianat. Dan satu hal itu membuat aku sakit hati. Di selingkuhi itu sakit Ashraf. Saat aku begitu mencintaimu tapi kau malah bersenang-senang dengan wanita lain, dan dia adalah tetangga sendiri."


Ashraf menunjukkan wajah penuh penyesalan. Kemudian ia mendekat lagi ke arah Emily. Tapi telapak tangan Emily menahan dada bidang Ashraf yang kala itu hendak memeluknya.


"Maafkan aku Emily. Aku salah, aku khilaf. Amanda menggodaku dengan bujuk rayuannya. Dengan cerita sedihnya. Siapa sih yang tidak terharu jika mendengar kisah hidupnya yang sangat menyedihkan. Itulah awal mula aku dan dia dekat. Dan dia semakin menggodaku."

__ADS_1


Mendengar itu Emily hanya tersenyum kecut.


"Dia yang menggoda atau kamu yang tergoda?" selidiki Emily.


"Dia yang menggoda ku. Dan aku juga khilaf. Karena pada saat itu kau sedang berada di luar kota 3 minggu. Di sanalah awal mula aku melakukan kesalahan itu."


"Saat menjalin hubungan dengannya, aku tidak pernah berhubungan badan dengan Amanda. Aku hanya mengobrol dengannya dan menghabiskan dengannya. Aku tidak pernah berzina dengannya. Jika Amanda menuntut ku untuk menikahinya. Itu semata-mata hanya kelicikan Amanda yang berdalih aku telah mengambil keuntungan darinya. Dan kamu tahu kan, aku tipe pria seperti apa. Aku tipe orang yang bertanggung jawab. Karena itulah aku menikahinya setelah kita bercerai." ucap Ashraf pajang lebar menjelaskan apa yang sebenarnya ia rasakan.


"Oh, jadi begitu ya mas. Baiklah, sekarang sudah jelas semuanya. Dan aku juga sudah tahu isi hatimu yang sebenarnya." Sebuah suara dari belakang tiba tiba menyahut.


Dan seketika langsung mengejutkan Ashraf. Karena ia sangat mengenali suara tersebut.


Ashraf kemudian berbalik ke arah ke belakang.


Ashraf semakin terperanjat ketika melihat sang istri Amanda, dengan perutnya yang membesar itu kini telah berlinang air mata berada beberapa meter darinya.


__ADS_1


Amanda.


__ADS_2