Pernikahan Kedua Mantan Suamiku

Pernikahan Kedua Mantan Suamiku
Hubungan penuh kebohongan


__ADS_3

Tidur miring di atas tempat tidur. Perasaan Amanda begitu hancur lebur dan sakit.


Apalagi saat itu Amanda juga melihat Ashraf mencium dengan paksa bibir Emily. Dan mengatakan bahwa ia masih mencintai mantan istri itu.


Ungkapan perasaan Ashraf yang begitu murni dan jelas yang Ashraf katakan pada Emily sungguh mengoreskan luka di hatinya. Tidak hanya itu. Amanda juga mendengar bahwa Ashraf punya keinginan untuk menceraikan dirinya.


Dari sana Amanda berpikir. Bagaimana dengan nasibnya. Setelah anak yang ia kandung lahir. Jika benar Ashraf ingin bercerai darinya.


Bagaimana dengan nasib anaknya nanti. Apakah anaknya yang akan tumbuh tanpa kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya.


Amanda semakin kalut memikirkan itu.


Ashraf yang baru saja masuk ke dalam rumah. Ia langsung berjalan menuju kamar.


Sesaat, ia mengintip Amanda yang saat itu sedang tiduran di atas tempat tidur dengan posisi miring.


Ashraf paham, jika saat ini Amanda marah pada dirinya.


Tidak ingin kembali mengungkit dan membahas semua yang sudah terjadi di restoran beberapa saat lalu. Membuat Ashraf memilih untuk diam dan tidak berbicara dengan Amanda.


Sebab dalam kondisi Amanda yang saat ini tengah hamil besar. Ia tidak ingin membuat Amanda memikirkan apa yang sudah terjadi di antara dirinya, Emily dan juga Amanda sendiri.


Meskipun Ashraf pemilih diam dan tidak berbicara dengan Amanda. Malam itu Ashraf memilih untuk tidur satu ranjang dengan Amanda.


Malam itu mereka sama sama berada di atas ranjang dengan saling membisu. Tidak ada percakapan dan tidak ada pembahasan apapun.

__ADS_1


Baik Amanda dan juga Ashraf sama-sama saling terdiam.


Mereka sama-sama sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.


Ashraf sendiri, setelah ia memahami semuanya. Ia sangat merasa bersalah dengan Amanda. Karena apa yang sudah ia katakan terhadap Emily. Dan Ashraf juga yakin. Bahwa Amanda kala itu pasti juga mendengar semuanya. Ashraf menyadari jika ungkapan hatinya pada Emily kala itu sangat menyakiti hati Amanda.


Hal itulah yang membuat Ashraf merasa bersalah kepada sang istri Amanda.


Dan Ashraf pun mengakui. Jika saat ini dirinya benar-benar menjadi seorang pria dan suami yang sangat buruk.


Sudah menikah dengan Amanda pun ia tetap menyakiti istrinya sendiri dengan keegoisannya.


Waktu pun bergulir dan pagi pun datang.


Saat Ashraf terbangun dari tidurnya. Mata Ashraf langsung terbuka lebar ketika ia sudah tidak mendapati Amanda berada di sampingnya.


Dalam keadaan marah dan hati yang galau. Amanda ternyata tetap menyiapkan sarapan untuknya. Pikir Ashraf.


Dan apa yang di lakukan oleh Amanda. Cukup menyentuh hati Ashraf.


Dalam keadaan hati yang terluka. Perempuan itu ternyata masih memperhatikan dirinya. Dan tetap melakukan kewajibannya untuk menjadi seorang istri yang baik.


Lagu lagi, perasaan bersalah mendera hati Ashraf.


Ia merasa hina menjadi seorang laki-laki. Tidak hanya menyakiti Emily, ia juga menyakiti Amanda.

__ADS_1


Tidak ingin mengganggu konsentrasi Amanda memasak. Ashraf memilih untuk membiarkan Amanda untuk melakukan segala hal yang ia ingin lakukan. Dan Ashraf memilih untuk bersiap-siap pergi ke kantor.


Ketika Ashraf sudah siap. Dan kini ia sudah berada di ruang makan. Ashraf kemudian mencari cari Amanda. Karena Amanda tidak ada di sana. Padahal makanan sudah siap tersaji di meja makan.


Karena tidak mendapati sang istri. Ashraf kemudian mencari Amanda. Dan mendapati Amanda tengah duduk di teras di depan rumah.


"Amanda, kamu kok malah duduk di sini. Ayo kita makan sama sama. Pasti kamu juga sudah lapar kan. Lagi pula kenapa kamu tadi sibuk-sibuk memasak segala. Kita kan bisa beli sarapan di luar." ujar Ashraf bersuara.


"Aku hanya cari angin segar. Setelah masak. Mas sarapan saja. Aku sudah siapkan semua di meja makan." tukas Amanda lembut.


"Kalau gitu kita sarapan sama sama ya. Ayo." ajak Ashraf.


"Mas makan saja. Aku masih cari angin segar. Tidak apa-apa masak. Selagi aku masih bisa menyediakan makanan untukmu, aku akan lakukan tugasku. Aku kan sudah janji untuk menjadi istri yang baik untuk mas." jawab Amanda.


Jawaban sang istri sedikit membuat Ashraf terkesiap. Ketika Ashraf mendengar kalimat kata kata Amanda yang menggelitik hatinya (selagi aku masih bisa menyediakan makanan untukmu, aku akan lakukan tugasku. Aku kan sudah janji untuk menjadi istri yang baik untuk mas).


Tidak ingin hanya membujuk Amanda agar mau bersarapan dengannya dengan kata-kata. Ashraf kemudian berjalan mendekati Amanda dan ia duduk tepat di samping Amanda.


Dan untuk pertama kalinya. Saat itu Ashraf meraih kedua pundak Amanda dengan ke-dua tangannya. Seperti seseorang yang sedang merayu.


"Temenin aku makan. Kalau kamu tidak bersedia untuk menemani aku makan. Aku tidak akan makan." ucap Ashraf, dengan kata-kata yang lembut. Bahkan saat ini Ashraf menambahkan satu kecupan ke kepala Amanda.


Dalam hati Amanda seperti ingin menangis. Tapi rasanya itu hanya tangis yang sia sia. Karena apa yang Ashraf lakukan pada dirinya saat itu bukan karena Ashraf cinta. Tapi ia hanya merayunya dan hanya karena Ashraf ingin bersikap baik padanya.


Bahkan semenjak mereka menikah. Perlakuan manis seperti itu baru pertama kali Ashraf lalukan. Selama delapan bulan mereka menikah.

__ADS_1


Amanda tau, jika apa yang Ashraf lakukan itu hanyalah sebuah kamuflase. Hanyalah sebuah tindakan membujuk kan Ashraf terhadap dirinya.


__ADS_2