
Dengan baju yang masih bersimbah darah. Ashraf nampak terlihat mondar-mandir di lorong rumah sakit. Karena sang istri saat ini tengah ditangani oleh dokter di UGD. Amanda tengah mengalami pendarahan hebat.
"Jangan biarkan sesuatu yang buruk terjadi dengan Amanda ya Tuhan. Semoga tidak terjadi sesuatu dengan anakku. Jika terjadi sesuatu dengan mereka. Akulah orang pertama yang bersalah. Karena aku telah lalai menjaga mereka." ucap Ashraf dalam hati.
Yang kini baru tumbuh perasaan bersalah dan menyesal. Ketika ia tadi mendapati Amanda yang sudah tergeletak di kamar mandi dengan sudah mengeluarkan darah yang begitu banyak dari ***********.
Padahal dulu, ketika Emily hamil anaknya Jasmine. Ashraf begitu protektif dan sangat menjaga Emily.
Ashraf selalu menemani Emily jika Emily ingin ke kamar mandi. Ketika usia kehamilan Emily mendekati melahirkan.
Karena Ashraf tidak ingin terjadi sesuatu dengan Emily dan juga bayinya kala itu.
Tapi kini, kejadian buruk menimpa Amanda.
Sedangkan dirinya malah tiduran di ruang tamu. Dan tidak tahu menahu tentang kejadian yang menimpa Amanda.
Padahal seharusnya ia ada bersama Amanda. Menjaga di setiap waktu. Apalagi saat ini Amanda sudah dalam fase-fase hendak melahirkan. Dengan usia kehamilan yang sudah tua.
Ashraf kini diliputi penyesalan dan merasa sangat bersalah.
__ADS_1
Sambil mondar-mandir tidak tenang. Ashraf tidak berhenti untuk berdoa. Agar bayinya selamat.
Setelah hampir satu setengah jam Amanda berada di ruang instalasi gawat darurat. Seorang dokter kemudian mendatangi Ashraf.
"Suami Bu Amanda?" terka seorang dokter kepada Ashraf.
"Ia dokter, saya suaminya."
"Bisa ke ruangan saya sebentar. Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan penting dengan anda." ucap sang dokter.
Ashraf kemudian langsung mengikuti langkah sang dokter untuk menuju ke ruangannya.
"Bu Amanda mengalami pendarahan. Dan Alhamdulillah, kami sudah berhasil untuk menghentikan pendarahan yang di alami Bu Amanda. Jika saja anda tadi tidak cepat membawa pasien ke mari. Pendarahan itu bisa berakibat fatal. Meskipun pendarahannya sudah berhasil kami atasi. Melihat kondisi dan situasi yang saat ini sedang dialami ibu Amanda. Kami menyarankan untuk segera di lakukan tindakan operasi caesar kepada Bu Amanda. Karena kondisi janin yang ada di kandungan Ibu Amanda sepertinya mengalami sedikit masalah. Dan agar masalahnya tidak semakin memburuk. Dan juga agar tidak membahayakan bagi bayi itu sendiri, serta bu Amanda. Maka kami tim dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar. Untuk melakukan tindakan tersebut saya minta persetujuan anda terlebih dahulu. Karena anda sebagai suami dan yang bertanggung jawab untuk memberikan persetujuan dilakukan tindakan operasi ini." ucap sang dokter menjelaskan secara detail pada Ashraf.
"Lakukan saja apa yang terbaik dokter. Tapi bukankah usia kandungan istri saya belum genap sembilan bulan. Hari prediksi lahirnya masih 3 minggu lagi dokter. Apa tidak masalah jika dilakukan operasi Caesar sekarang?" tanya Ashraf kawatir.
"Justru itulah yang kami khawatirkan pak. Karena saat ini kondisi janin sudah berada di sisi panggul Ibu Amanda. Semua itu karena mungkin jatuhnya Bu Amanda begitu serius di kamar mandi. Jika tidak dilakukan operasi caesar sekarang. Itu akan mengancam keselamatan bayi maupun Bu Amanda sendiri."
Sedikit berpikir, Ashraf kemudian memberikan persetujuannya untuk dilakukan operasi Caesar pada Amanda.
__ADS_1
"Saya hanya ingin yang terbaik untuk anak dan istri saya dokter. Saya ingin kedua-duanya selamat. Terutamanya bayi saya."
"Karena sudah mendapatkan persetujuan dari anda. Maka operasinya akan segera kami lakukan. Dan silahkan ke konter administrasi untuk di lakukan penandatanganan berkas-berkasnya."
Tubuh Ashraf terasa begitu lemas ketika menyadari jika bayi yang ada di kandungan Amanda harus dikeluarkan secara paksa.
Padahal usia kandungan Amanda saat ini baru masuk 8 bulan. Padahal Amanda berkeinginan melahirkan bayinya secara normal.
Tapi apa boleh buat. Dengan situasi yang mendesak seperti ini. Ashraf hanya bisa pasrah. Dan menyerahkan semuanya pada tim dokter untuk dilakukan tindakan terbaik untuk Amanda dan juga bayinya.
Kini setelah Ashraf memberikan persetujuan untuk dilakukan tindakan operasi Caesar untuk menyelamatkan bayinya.
Ashraf juga dihadapkan pada kondisi keuangan yang serba kurang.
Biaya yang harus ia siapkan demi menyelamatkan bayinya dan juga Amanda tidaklah sedikit. Ashraf membutuhkan puluhan juta untuk operasi caesar itu.
Sedangkan saat ini Ashraf tidak memiliki uang sebanyak yang harus ia keluarkan untuk membayarnya. Tapi karena ia sudah tanda tangan. Mau tak mau ia harus siapkan uangnya.
Dan kini Ashraf sedang berpikir untuk pinjaman uang. Demi bisa membayar biaya rumah sakit yang harus ia keluarkan.
__ADS_1