Pernikahan Kedua Mantan Suamiku

Pernikahan Kedua Mantan Suamiku
Emosional perasaan Ayah dan anak


__ADS_3

"Jasmine ada apa nak. Kenapa kamu menangis sayang." Tanya Emily begitu penasaran. Karena tiba-tiba saja putrinya menangis.


Tapi Jasmine tak kunjung memberitahu pada Emily jika ia bertemu dengan ayahnya Ashraf.


Semakin penasaran dengan keadaan putrinya. Emily kemudian nampak mengamati sekitar area supermarket.


Barangkali ada seseorang yang menyakiti putrinya.


Dan tidak sengaja, Emily menangkap sosok Ashraf tengah berdiri tak jauh dari ia saat ini berada.


Dan kini Emily paham. Kenapa putrinya menangis.


Ternyata ia bertemu dengan ayahnya Ashraf


Dengan tatapan mata tajam. Emily memandang ke arah Ashraf dengan tatapan menuduh.


Perasaan kesal itu kini kembali melingkupi hati Emily. Apalagi jika sudah berhubungan dengan Jasmine. Emily tidak terima, jika anaknya di buat sedih.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Emily, beri aku kesempatan untuk berbicara dengan Jasmine. Aku adalah ayahnya. Aku punya hak untuk berbicara dengannya." tutur Ashraf ketika ia mengejar Emily dan juga Jasmine.


"Apa kau lupa, Jasmine mengalami trauma karena diri mu. Kondisinya saat ini belum memungkinkan untuk bicara denganmu."


"Aku tidak peduli teori itu. Aku adalah Ayahnya. aku berhak untuk berbicara dengannya." tuntut Ashraf.


"Jangan memaksa Ashraf. Jangan memaksakan kehendak mu. Aku tidak ingin kondisi Jasmine menjadi lebih buruk setelah bertemu dengan mu."

__ADS_1


"Dia sudah bertemu dengan ku Emily. Sampai kapan aku harus menunggu. Sudah 6 bulan lebih aku tidak bertemu dengannya. Sampai kapan aku harus menunggu lagi. Aku tidak peduli dengan kata psikolog. Aku adalah ayahnya, aku hanya ingin bicara dengannya. Aku akan memberikan pengertian kepada dirinya. Aku merindukan anak ku. Aku berhak untuk bicara dengan Jasmine. Meskipun kau adalah ibunya, kau tidak bisa melarang ku. Aku punya hak berbicara dengannya." tutur Ashraf sedikit tegas kepada Emily.


"Apa sekarang kau ingin melawanku. Aku ibunya, aku tahu apa yang terbaik buat anakku."


"Kau pikir aku sejahat itu Emily. Kau pikir aku seorang ayah yang jahat. Yang ingin anakku terpuruk dalam keadaan trauma seperti itu. Aku hanya ingin meminta maaf kepada Emily. Aku hanya ingin menjelaskan kepada Jasmine tentang semuanya. Kamu tidak akan tahu seberapa kuat ikatan batinku dengan Jasmine. Ikatan seorang ayah kepada anaknya mungkin sedikit berbeda dengan kekuatan batin pada ibunya. Tapi aku juga punya ikatan pada Jasmine."


"Aku tetap tidak mengizinkan kamu untuk bertemu dengan Jasmine."


"Tidak ada larangan bagi ku untuk menemuinya Emily. Aku sudah bersabar sejauh ini. Aku adalah ayahnya. Aku juga punya keinginan untuk dekat dengan putri ku. Ada banyak hal yang harus aku perbaiki dengannya."


Emily nampak membeku ketika Ashraf sudah bicara soal hak nya.


Ashraf dan Emily saling bicara serius di halaman parkir di supermarket.


Sedangkan Jasmine oleh Emily di suruh masuk ke mobil.


"Izinkan aku bertemu dengannya Emily. Aku ingin memperbaiki hubungan ku dengannya. Jika setelah aku bicara dengannya Jasmine lebih parah traumanya. Oke, aku tidak akan memaksakan diri untuk menemuinya." tutur Ashraf, masih berusaha untuk meyakinkan Emily.


Emily akhirnya memberikan kesempatan kepada Ashraf untuk berbicara dengan sang putri. Yang saat itu masih berada di mobil.


Setelah diberi oleh Emily, Ashraf kemudian berjalan menuju mobil. Dan ia kemudian masuk ke mobil


Saat Ashraf masuk, ia melihat sang putri tengah duduk di kursi belakang dengan wajah sendu.


Sejenak, mata Ashraf dan mata sang putri bertemu. Dua iris mata yang familiar itu saling menatap.


Masih bisa Ashraf liat dengan jelas kedua mata putrinya nampak sembab.

__ADS_1


Dengan sikap lembut, Ashraf kemudian duduk di sebelah Jasmine.


Kemudian Ashraf menutup pintu mobil agar mereka punya privasi untuk berbicara.


Keinginan Ashraf saat itu hanya ingin berbicara dari hati ke hati dengan putrinya.


Ashraf ingin memberitahu Jasmine apa adanya tentang semua hal yang sudah terjadi. Tentu dengan bahasa yang bisa di mengerti oleh Jasmine.


"Sayang, apa kabar. Ayah merindukan mu. Ayah sangat ingin bertemu denganmu. Tidakkah Jasmine kangen sama ayah?" tutur Ashraf, dengan nada suara lembut.


Saat itu, Ashraf sudah duduk manis di samping Jasmine di kursi belakang.


"Jasmine, maafkan ayah ya sayang. Ayah salah. Ayah minta maaf sama kamu, dan ayah juga minta maaf sama mama. Jasmine jangan takut, ayah selalu ada untuk Jasmine. Ayah tidak kemana mana. Ayah menjaga Jasmine dari jauh selama ini."


Jasmine masih diam seribu bahasa.


Dengan perlahan, Ashraf kemudian mengulurkan tangannya dan ia berusaha untuk memegang tangan Jasmine.


Tetapi Jasmine menepis.


Sakit rasanya saat tangannya di tepis oleh darah dagingnya sendiri.


Perasaan bersalah itu pun kemudian menyeruak dari dalam hati Ashraf.


"Jasmine," seru Ashraf, yang sudah tidak tahan lagi untuk tidak memeluk putrinya.


Dengan gerakan cepat, Ashraf langsung meraih tubuh sang putri dan memeluknya dengan erat.

__ADS_1


Dengan sambil menitikkan air matanya. Ashraf terus memeluk tubuh Jasmine. Sedangkan Jasmine sendiri juga kini menangis tersedu-sedu.


Ayah dan anak itu nampak saling mengharu biru. Meluapkan emosi dan kerinduan yang selama ini tertahan.


__ADS_2