
Dengan mengenakan sebuah setelan jas yang sangat rapi. Ashraf berpamitan kepada Amanda untuk menghadiri acara kantor.
Dan Amanda pun percaya dengan ucapan Ashraf. Jika ia pergi karena ada urusan kantor. Maka Amanda tidak banyak bertanya lagi.
"Jangan pulang malam malam ya mas. Aku kan sedang hamil besar." ujar Amanda berpesan sebelum Ashraf pergi.
"Iya, aku akan segera kembali. Kamu tidur saja kalau dah mengantuk. Jangan menunggu ku." jawab Ashraf.
Setelah berpamitan, Ashraf langsung menaiki motor nya untuk menuju lokasi acara makan malam yang adakan kantornya.
Sesampainya di lokasi acara, pandang mata Ashraf langsung menyapu seluruh ruangan yang ada di restoran.
Ia mencari cari sosok yang sangat ingin liat dan dekati.
Saat pandangan mata Ashraf menangkap sosok sang mantan istri Emily ada di sisi konter sebuah makanan. Ashraf pun berjalan menuju ke arah Emily.
"Jangan banyak-banyak makan stik ikannya. Bukankah kamu punya riwayat alergi makanan see food." bisik Ashraf, yang kala itu sudah berdiri di sisi Emily
Daniel telah membooking semua menu restoran untuk bisa dinikmati sepuasnya oleh para tamu yang di undang.
Mengenali suara tersebut, Emily langsung menoleh ke samping. Saat ia menoleh, Emily melihat senyum khas Ashraf terukir di wajahnya. Tapi senyum itu bukan lagi miliknya.
__ADS_1
Emily pun kemudian mengubah expresi di wajahnya.
"Kau datang rupanya." celetuk Emily, bersikap tak acuh.
"Tentu saja aku datang." jawab Ashraf santai.
"Rapi dan juga wangi sekali kamu. Ngomong ngomong, mana pendamping mu?
Apa kau tidak mengajaknya?" sindir Emily, yang bersikap cuek terhadap sang mantan suami.
"Jangan membahas dia. Mana mungkin aku membawanya kemari. Ini kan acara kantor." sahut Ashraf.
"Andai saja Jasmine tidak sakit. Aku pasti sudah membawa Jasmine. Bukankah pak Daniel sudah berpesan, agar kita membawa serta keluarga. Kau punya dia, aku punya Jasmine. Yang lain juga membawa serta keluarga. Jadi seharusnya kau ajak dia kan. Karena aku sudah tidak punya suami, dan Jasmine juga lagi sakit. Makanya aku bawa diri sendiri." ucap Emily, sambil menyindir Ashraf.
Setelah meletakkan daging steak salmon di piringnya. Emily kemudian bergegas untuk mengambil minuman.
Setelah itu ia kembali duduk di sebuah meja khusus yang sudah disiapkan oleh Daniel untuk para staf khusus untuk bergabung dan duduk di sana.
Tidak ingin membuang-buang kesempatan, Ashraf kemudian mengambil makanan dan ikut duduk di meja di mana Emily juga duduk di sana.
"Andai saja Jasmine bisa datang. Kita bisa berkumpul seperti layaknya sebuah keluarga seperti dulu." bisik Ashraf ketika ia baru tiba dan duduk di sisi Emily.
__ADS_1
"Jangan bermimpi Ashraf. Bangunlah, kau yang sudah merusak semuanya. Tolong jangan bahas masa lalu. Aku bosan membahas nya. Terakhir kali aku ingatkan dirimu. Kita bukanlah sebuah keluarga lagi. Aku dan kamu sudah masing-masing. Dan hubungan kamu dengan Jasmine memang tidak bisa terputus. Karena kamu adalah Ayah biologinya. Hanya kamu yang punya hubungan dengan Jasmine. Tidak dengan ku." ucap Emily tegas.
"Dan sekali lagi aku mohon. Kamu jaga sikap ya. Aku tidak ingin mereka semua tahu jika kita pernah punya hubungan. Jika mereka tau, ini pasti akan menjadi gosip dan akan menggangguku kita. Bersikaplah profesional." imbuh Emily, yang terlebih dahulu memberikan peringatan kepada Ashraf perihal sikap dekat yang Ashraf lakukan pada Emily.
"Aku tau apa yang harus aku lakukan Emily. Aku bersikap seperti ini karena aku sudah mengenal mu. Aku hanya,"
Belum selesai Ashraf bicara datang Daniel bersama seorang pria bertubuh tinggi serta berwajah sangat tampan.
Mereka kemudian duduk di meja yang sama dengan Ashraf dan juga Emily.
Daniel kemudian mengenalkan partner bisnis nya pada Emily. Karena Emily merupakan salah satu orang penting yang di tunjuk oleh perusahaannya mengutus kerja sama dengan perusahaan milik Daniel.
"Bu Emily, kenalkan ini Pak Kendrick. Dia adalah salah satu investor kami." ucap Daniel, mengenalkan Kendrick pada Emily.
Untuk beberapa saat, Emily meleburkan diri dalam percakapan bersama Daniel dan juga Kendrick.
Dan hal itu membuat Ashraf merasa terabaikan.
Mata Ashraf tak teralihkan ketika ia memperhatikan Emily yang sedang mengobrol tentang bisnis dengan Kendrick.
Apalagi gaya Emily yang supel dan banyak tersenyum itu sepertinya sudah cukup membuat Kendrick nyaman mengobrol dengan Emily.
__ADS_1
Dan hal itu membuat Ashraf panas.