
Perasaan Asraf sedikit galau seusai ia selesai rapat pada siang itu.
Dua perusahaan tempat ia bekerja dan juga perusahaan tempat Emily bekerja sedang akan melakukan makan malam bersama untuk merayakan suksesnya kerjasama antara kedua perusahaan.
Dan rencananya, acara makan malam sepesial tersebut akan di adakan di sebuah hotel berbintang dengan jamuan makan malam super spesial untuk pada staf yang sudah berjasa.
Dua pemimpin perusahaan memerintahkan seluruh staf penting di kantor yang memiliki wewenang khusus dalam proyek kerjasama diundang secara khusus untuk makan malam spesial bersama petinggi perusahaan.
Emily dan juga Ashraf adalah dua orang yang spesial bagi perusahaan tempat mereka bekerja.
Keduanya diundang secara khusus oleh big bos mereka untuk datang di acara makan malam tersebut dengan membawa serta keluarga masingmasing.
Tidak hanya Ashraf dan Emily. Beberapa staf yang lain pun juga diundang dalam acara makan malam spesial tersebut. Untuk merayakan suksesnya kerjasama diantara dua perusahaan.
Tapi, Ashraf justru kini diambang kekhawatiran dan juga kegelisahan.
Karena tidak mungkin dia membawa serta sang istri Amanda di dalam acara makan malam spesial tersebut.
Karena Emily dan Amanda pasti akan bertemu. Sedangkan hal itu sangat Asharf ingin hindari.
Jika Emily datang. Dia kemungkinan akan membawa serta Jasmine. Oleh sebab itu Asharf ingin menghindari serangkaian rencana tersebut.
Saat Ashraf baru saja ingin mengungkapkan niatnya untuk memberi tau atasan perihal ia tidak dapat mengikuti makan malam spesial tersebut. Ternyata Daniel, sang atasan lebih dulu mengutarakan pesannya terhadap Ashraf untuk dan wajib mengikuti acara makan tersebut.
__ADS_1
Karena Daniel merasa Ashraf memiliki kinerja yang sangat bagus dan juga memiliki andil besar dalam kesuksesan kerjasama perusahaan.
Sehingga Daniel sangat ingin Ashraf datang di acara makan malam nanti.
Dan akhirnya, mau tidak mau, Ashraf hanya bisa pasrah untuk mengikuti kemauan bos nya.
Sedangkan Emily sendiri yang saat itu masih ada di ruang rapat. Wajahnya terlihat biasa saja. Tidak ada raut wajah gelisah seperti yang kini sedang di melanda Ashraf.
Bagaimana jadinya nanti, jika Emily bertemu Amanda. Aku harus cari alasan agar Amanda tidak ikut datang di acara makan malam nanti. Bagaimanapun caranya aku tidak mantan istri ku dan istri ku bertemu. Apalagi Amanda sedang hamil. Guman Ashraf dalam hati menyusun rencana.
Wajar jika Emily tidak bingung saat ini. Karena dia tidak ada beban pikiran seperti diriku. Guman Ashraf lagi.
"Ashraf, jangan lupa bawa serta istri mu ya. Ini adalah acara makan spesial perusahaan. Aku ingin istri mu juga bangga dengan mu. Karena kamu sudah bekerja dengan keras dan sangat baik. Dan untuk staf lainnya juga sama. Mereka boleh bawa keluarga. Kita akan sama sama menikmati makan malam spesial ini sebagai perayaan suksesnya kerjasama perusahaan." ujar Daniel pada Ashraf.
Percakapan Daniel dan Ashraf pun terdengar oleh Emily.
Karena pada saat itu ia masih membereskan beberapa file dokumen yang masih berserakan di atas meja rapat.
"Saya cabut dulu ya Pak Daniel, Pak Ashraf." ucap Emily beberapa saat kemudian, ketika Emily telah selesai membereskan berkas-berkasnya.
"Silahkan Bu Emily, hati hati. Jangan lupa datang nanti malam." pesan Daniel.
"Tentu saya akan datang sebagai wakil perusahaan Pak Daniel." jawab Emily tegas dan sambil tersenyum.
__ADS_1
Saat Emily keluar dari ruang rapat. Ashraf pun ikutan untuk pamitan.
Ashraf kemudian mengejar Emily, yang ketika itu ia baru saja hendak masuk kedalam lift. Dengan buru buru, Ashraf ikut masuk ke dalam lift.
"Emily tunggu." seru Ashraf.
Kini hanya ada mereka berdua di dalam lift.
"Apa nanti malam kamu akan datang ke acara makan malam?"
"Tentu saja."
"Kamu akan ajak Jasmine?"
"Bisa jadi aku akan ajak dia. Biar dia bangga pada mamanya. Jika mamanya jiga bisa hebat. Seperti Pak Daniel." sahut Emily dengan santai. Berucap tanpa sedikitpun menoleh ke arah Ashraf.
"Kalau kamu datang bersama Jasmine. Aku lebih baik tidak datang di acara nanti malam." ujar Ashraf.
"Kenapa, takut. Jika Jasmine melihat ayahnya bersama wanita lain." jawab Emily telak. Ashraf pun hanya menunduk diam tak bisa menjawab. Karena hal itu memang benar. Tentang sergahan Emily.
"Aku hanya ingin menjaga perasaan Jasmine." jawab Ashraf diplomatis.
"Aku tidak peduli dengan mu. Kau mau datang atau tidak. Yang jelas aku akan datang karena aku adalah wakil perusahaan." ucap Emily, yang kemudian langsung melangkah keluar dari lift begitu pintu lift terbuka.
__ADS_1
Dengan langkah pajang, Emily segera berjalan menjauh dari Ashraf.