
"Jasmine," seru Ashraf, yang sudah tidak tahan lagi untuk tidak memeluk putrinya.
Dengan gerakan cepat, Ashraf langsung meraih tubuh sang putri dan memeluknya dengan erat.
Dengan sambil menitikkan air matanya. Ashraf terus memeluk tubuh Jasmine. Sedangkan Jasmine sendiri juga kini menangis tersedu-sedu.
Ayah dan anak itu nampak saling mengharu biru. Meluapkan emosi dan kerinduan yang selama ini tertahan.
Kurang lebih sepuluh menit, baik Ashraf maupun Jasmine masih saling berpelukan dengan masih berurai air mata. Meluapkan emosi serta kerinduan yang sama sama mereka pendam selama ini.
Jasmine yang sudah beberapa bulan ini merasakan trauma bertemu sang ayah. Seolah-olah, dia kini kembali kasih sayang dari ayah biologisnya. Seorang ayah yang sebenarnya sangat ia rindukan kehadirannya. Seorang ayah yang selalu ia rindukan kebersamaannya. Tapi pada suatu waktu, seorang ayah yang sangat ia cintai tiba tiba menghilang pergi begitu saja.
Sedangkan Jasmine kala itu tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi dengan ke-dua orang tuanya.
Kemarahan Jasmine pada sang ayah bermula saat Emily tidak punya cara lagi untuk menjelaskan kenapa Jasmine tetangga kepergian ayahnya Ashraf. Yang memang pada saat itu Ashraf harus meninggalkan rumah karena mereka sudah resmi bercerai.
Emily menjelaskan dengan jujur pada sang putri tentang apa yang terjadi.
__ADS_1
Emily menjelaskan semuanya pada Jasmine yang sebenar-benarnya. Jika ayahnya saat ini telah mendua. Telah berselingkuh dengan tetangga sebelah rumah mereka yang bernama Amanda.
Dan sejak saat itulah, Jasmine memendam sebuah kemarahan kepada sang ayah.
Hingga pada akhirnya, Jasmine sama sekali tidak mau bertemu dengan Ashraf.
Karena rasa kemarahan yang ada di dalam dirinya telah menguasai hati Jasmine.
Padahal di sisi lain, Jasmine sangat merindukan ayahnya. Dan sama sekali tidak siap untuk kehilangan seorang ayah yang selama ini dekat dengannya.
Dengan masih menangis sesenggukan. Jasmine seperti tak mau melepaskan pelukannya pada Ashraf.
"Jasmine, dengarkan ayah ya sayang. Ayah tidak pernah meninggalkanmu. Ayah selalu ada di sisimu. Hanya saja sekarang, ayah tidak bisa satu rumah denganmu dan juga mama. Karena kamu pasti sudah tahu kan, jika ayah dan mama sudah berpisah. Ada beberapa hal yang ayah tidak bisa jelaskan kepadamu Jasmine."
"Ayah kenapa menghianati mama? Ayah kenapa menyakiti mama?" tanya Jasmine.
Pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulut Jasmine.
__ADS_1
Ashraf hanya bisa menundukkan wajahnya. ia merasa malu terhadap putrinya untuk sebuah kesalahan hina yang sudah ia lakukan.
"Maafkan ayah ya sayang. Ayah salah, ayah sangat salah di sini. Ayah sudah berusaha untuk memperbaikinya sayang. Semua karena salah ayah, dan sekarang ayah menanggung semua ini. Meskipun begitu, rasa sayang dan cinta ayah sama Jasmine tidak berubah."
"Kenapa ayah bersama wanita itu, jika ayah sudah menyakiti mama. Mama tidak bisa memaafkan ayah karena ayah bersama dia. Seharusnya ayah tidak bersama wanita itu." cecar Jasmine pada Ashraf. Meluapkan inti kekesalannya.
Mendengar itu, Ashraf sepertinya hilang kata kata untuk bisa menjelaskan pada putrinya.
Karena hal itu sudah mengenai permasalahan orang dewasa. Dan Jasmine tidak perlu tahu untuk hal semacam itu.
"Sayang, yang terpenting saat ini adalah ayah sangat mencintaimu. Ayah selalu akan menyayangimu. Mulai sekarang, jangan lagi takut untuk bertemu ayah ya. Ayah juga tersiksa dengan rasa rindu yang ayah rasakan sama Jasmine. Jika Jasmine ingin bertemu dengan ayah, katakan saja. Bahwa Jasmine ingin bertemu ayah. Ayah pasti akan mendatangimu sayang. Ayah tidak ingin kehilangan kesempatan untuk berada dekat denganmu. Meskipun sekarang kita tidak tinggal satu rumah."
"Aku tidak tahu ayah. Aku masih belajar untuk bisa mengatasi rasa kekecewaan ku sama ayah. Dan mungkin mulai saat ini Jasmine akan berusaha untuk bisa menerima ayah kembali. Tapi mungkin Mama akan melarang Jasmine untuk bertemu ayah."
"Nanti ayah akan bicara sama mama soal itu. Asalkan Jasmine sudah tidak benci sama ayah." ujar Ashraf, sambil membelai pipi sang putri.
Jasmine pun kini menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Terima kasih sayang, untuk kebaikan mu yang sudah mau bertemu ayah. Ayah berjanji, ayah akan selalu memperhatikan Jasmine. Ayah akan selalu ingat Jasmine. Mulai sekarang, simpan lagi nomor ponsel ayahnya. Jangan di blok. Jadi kita bisa berkomunikasi melalui ponsel. Jasmine bisa hubungi ayah kapan saja." ucap Ashraf penuh pengharapan, agar hubungannya dengan sang putri kembali terjalin dengan baik.