
''rumah sakit nya cukup besar''
Vio yg mengedarkan pandangan nya
''emh, ini juga termasuk rumah sakit terbaik''
''apa tidak lelah? Jika harus belajar sambil bekerja??''
''tidak juga Vii, menjadi Dokter adalah cita-cita ku dan belajar bisnis adalah juga tanggung jawab ku'' jawab Bible singkat
''apa kamu juga akan menggantikan Paman?''
''tebtu saja Vii, tapi setelah aku merasa puas menjadi Dokter menerima banyak kata terima kasih dari orang lain'' Bible tersenyum dengan pandangan ke depan nya.
Mereka berjalan menyusuri lorong Bible yg menggandeng tangan Vio menuju subuah ruangan.
Tok,,tok
''masuk''
Bible menongolkan kepala nya terlebih dahulu sebelum benar-benar masuk melewati pintu..
''sudah ku duga!!'' ketus seorang Dokter wanita
''jangan ketus begitu, lihat aku membawa seseorang''
Dokter wanita itu mengangkat kepala nya melihat ke arah Vio yg tersenyum kaku pada nya.
''ohh,, hay'' wajah nya yg tadi terlihat ketat tiba-tiba menjadi senyum ramah. Wanita cantik dan rambut hitam pekat dengan potongan Bob nya kini menyodorkan tangan nya ke arah Vio.
''aku Megan'' ucap nya dengan suara yg jauh berbeda lebih terdengar lembut
''Violine, atau bisa panggil Vio'' balas nya
Dokter itu berjalan mendekati Vio mengajak nya duduk di sofa kecil yg tak jauh dari meja nya.
''jangan terlalu kaku, aku sudah tahu tentang mu dari dia''
Menunjuk Bible yg berdiri dengan bersandarkan punggung nya di meja kerja Megan.
''ahh,, begitu'' Vio masih saja dengan senyum kaku nya
''apa dia sudah benar-benar menyiapkan nya sejauh ini?''
Batin Vio yg sesekali memandang ke arah Bible
''ok,'' Bible berdiri tegak mendekat ke arah mereka
''Vii, ini Megan dan Megan ini gadis yg aku ceritakan''
Kedua nya mengangguk tanpa ada yg bersuara satupun
''Vii? Megan adalah Dokter obgyn jadi aku lebih percaya pemeriksaan yg akan kamu jalani kedepannya ditangani oleh Megan'' jelas Bible
''ta-tapi apa tidak akan merepotkan kan??''
''apa nya yg merepotkan itu memang tugasku''
''kalau begitu, salam kenal Dokter Megan''
''jangan kaku, panggil saja aku Megan saat tidak ada siapapun mungkin kedepannya kita bisa jadi teman, ok'' Megan menepuk-nepuk pelan pundak Vio
''emh, kalau begitu aku harus pulang sekarang kasihan Nani yg sudah menunggu di bawah'' ucap Vio ragu-ragu dengan melihat ke arah Bible
''yasudah, ayo aku antar ke bawah''
''eh!!, Hari ini tidak melakukan pemeriksaan??''
''sebelum berangkat kesini saya sudah melakukan nya, Dok''
''benarkah?? Kenapa tidak bilang Vii??'' Tanya Bible
''aku ingin memberi tahu semuanya kepada Bella dan Tasya jadi mereka yg menemani ku melakukan pemeriksaan'' jelas Vio
''oh,, ok ok bagaimana dengan hasilnya??'' potong Megan
''ini'' Vio memberikan kertas hasil pemeriksaan nya tmyg kebetulan masih di dalam tas nya.
Megan membawa nya ke meja kerjanya duduk dengan wajah serius memeriksa semua hasil keterangan agar tidak ada yg terlewat. Wajah Vio gugup ketika melihat Megan mengernyit kan keningnya.
''tenanglah,, ok'' Bible menenangkan nya
''bagaimana?? Meg''
''sepertinya semua nya baik, tapi ini baru memasuki tiga Minggu, apa kamu masih meminum vitamin nya?''
Yg hanya di jawab anggukan oleh Vio
''kalau begitu dua Minggu lagi saja kita melakukan pemeriksaan ya? Janin akan lebih terlihat''
Setelah mendapatkan jawaban Bible membawa Vio untuk mengantarkan nya ke bawah.
'' kalian hati-hati ya''
''iya, Tuan'' jawab Nani
''babay,, Biben''
Bible hanya melambaikan tangan nya melihat ke arah mobil yg sudah keluar dari perkarangan rumah sakit.
Beberapa bulan kemudian,,
__ADS_1
Kehidan Vio sudah membaik satu persatu, melanjutkan kuliah nya yg di bantu Zakir dan Bible yg sudah mendapatkan gelar nya kini kesibukannya bertambah karena mulai membantu Zakir di perusahaan nya. Banyak yg penasaran dengan status Vio dan tak banyak yg mengira Vio adalah istri dari Bible dengan tubuh yg kecil dan kandungan yg sudah memasuki tujuh bulan, seperti hari ini Vio ditemani oleh Luci untuk memeriksa kan kembali kandungan nya dan hari ini mereka ingin tahu jenis kelamin nya, biasanya sesibuk apa pun Bible yg akan menemani nya tapi kali ini Luci yg menyempatkan menggantikan Bible.
Luci yg harap-harap cemas, dengan matanya yg fokus ke arah monitor.
''selamat ya Vii, anak mu jenis kelamin nya laki-laki ''
Vio menetes kan air mata nya, yg langsung dipeluk oleh Luci
''selamat ya Sayang'' ucapnya haru
''terima kasih, Bibi''
''harus tetap hati-hati ya Vii, jangan melakukan gerakan yg membahayakan kandungan mu kemungkinan kaki mu akan mudah bengkak kedepannya jadi kurangi berjalan yg lama''
Megan menjelaskan dengan wajah gusar nya .
''Megan??'' Vio yg juga merasakannya
''tidak, apa-apa semua nya baik jangan khawatir ''
Megan menatap Luci sebentar lalu tersenyum ke arah Vio.
''ini vitamin, harus minum ya jangan sampai lupa ok''
''baiklah Tante Dokter'' ucap Vio ramah dengan mengelus perut nya yg mulai besar itu.
''Vii, boleh aku memegang?''
''tentu, kemarilah''
Megan berjongkok di depan perut buncit itu mengelus nya lembut Vio yg menunduk sesekali kesusahan dengan rambut nya yg selalu jatuh ke depan kini Luci yg membantu merapikan nya.
''terima kasih, Bibi'' Luci hanya mengangguk
''hay? Boy kamu baik-baik ya didalam sana kamu juga harus kuat seperti ibu mu. Ok'' Megan tanpa sadar menetes kan air mata nya dengan cepat dia menghapus nya agar tidak terlihat oleh Vio tapi Luci yg berada di belakang Vio bisa melihat jika Megan menetes kan air matanya.
''baiklah, terima kasih Vii karna mengizinkan aku berbicara dengan nya''
''emh, Bible juga sering melakukan nya''
''itu bagus buat perkembangan calon bayi''
''kamu benar, apa lagi kalau dia terlalu banyak bergerak hanya sentuhan Bible dengan berbicara pada nya dia akan langsung tenang''jelas Vio bangganya
''sudah mendekati lahiran sebaik nya kamu banyak melakukan kegiatan sebaiknya dirumah saja''
''aku juga tidak sering ke kampus, hanya sesekali dalam seminggu kebanyakan aku mengerjakan pelajaran ku dari rumah hanya sedikit lagi hingga aku lulus'' ucap Vio yg menenangkan karna dia tahu selain Megan Luci juga selalu mengkhawatirkan nya.
Setelah selesai kedua nya pun langsung ingin kembali, tapi tak lupa Luci akan membawa Vio untuk makan dulu karna selama fase kehamilan Vio miliki seleranya makan yg tinggi.
Bruuuk,,
''apa kalian tidak bisa melacak nya,??''
''maafkan kami Tuan, kita tidak ada yg tahu siapa orang di balik nya karena semua akses nya ditutup rapat setelah keberangkatan nya semua ditarik seolah-olah gadis itu ditelan bumi'' jelas pengawal yg ketakutan
''aku membayar kalian hanya untuk omong kosong ini!!!''
Umpat nya lagi-lagi sedangkan di sudut ruangan Gery dan Leo hanya berdiam.
Sejak tahu tempat tinggal Violine Darren mendaftar namanya menjadi Donatur tetap di panti tempat yg membesarkan nya namun setelah seminggu kemudian Darren baru tahu kalau gadis yg ingin didapatkan nya judmstru tidak lagi tinggal disana, dia hanya tahu kalau gadis sudah pindah ke NY tapi anak buah nya tidak dapat melacak nya begitu banyak nama Violine yg mereka dapatkan tapi tidak ada satupun dari mereka yg mempunyai nama belakang Al'bareck. Darren yg makin frustasi terus saja mencerca para bawahan nya.
''Tuan? Apa mungkin ada keluarga yg mengadopsi nya dan mengganti nama belakang nya??'' potong Gery
Darren yg sudah kesal itu hanya duduk diam dengan memijit kening nya, ingin sekali dia mengobrak seluruh kota ini.
''Ger? Keluarga bodoh mana yg ingin mengadopsi anak yg sudah memiliki usia dua puluh tahun hah!!!'' umpatnya kembali dengan menggeleng kan kepala nya kesal
''saya juga sempat mengikuti kedua teman yg pernah sekolah di tempat yg sama dengan gadis itu Tuan, tapi tidak ada satupun yg menunjukkan kalau mereka itu ada interaksi bahkan kedua gadis itu belum pernah melakukan perjalanan ke NY'' Leo memberanikan diri dengan keringat bercucuran
''tidak ada cara lain'' Darren bangun dari kursinya
''ada apa lagi ini??'' bisik Leo pada Gery yg juga bingung
''Gery??''
''ya, Tuan?''
''sebarkan foto gadis itu, berikan apa pun yg mereka mau jika ada yg tahu keberadaan nya'' tatapan tajam Darren dengan menggenggam erat ponselnya.
''ta-tapi Tuan, kita tidak bisa melakukan nya '' tolak Gery
Yg mendapatkan tatapan tidak suka langsung dari Darren
''Tuan, seperti yg anda tahu Tuan besar sudah mengatur semua pertunangan anda dengan Nona Chelsea jika kita membuat masalah sekarang saya yakin Tuan bermsar tidak akan tinggal diam''
''persetan dengan pertunangan itu!!!''
''ta-tapi Tuan??'' potong Gery lagi
''saya yakin anda bisa menghadapi Tuan besar, tapi Tuan kita juga tidak bisa mengesampingkan kesehatan Tuan besar seperti yg anda tahu jika kita membuat masalah dengan menyebarkan foto gadis itu saya yakin anggaran saham keluarga Andreason akan terganggu karena banyak yg penasaran akan menjadi menantu Andreason sedangkan Perth sendiri sudah membuka wawancara kalau putri mereka akan menjadi menantu Andreason'' Darren tampak berpikir
''kita juga tahu Tuan, kalau Tuan besar sangat menjaga martabat keluarga Andreason dan saya yakin anda juga paham selicik apa Perth aja memanipulasi perasaan Tuan besar dengan berdalih soal perjanjian mereka dulu'' Darren merasa putus asa perasaan kacau jelas terlihat di wajah nya tapi perasaan untuk mengejar Violine sungguh besar sampai menghilangkan rasa rasional nya.
Darren yg frustasi mengacak-acak rambut nya.
''Tuan, tunggu sampai saya mendapatkan celah untuk anda agar kita bisa memegang kunci untuk menjatuhkan Perth karna jika kita sering membahas gadis itu sekarang saya takut berita ini nanti justru akan mencelakai gadis itu'' Leo yg mengerti perasaan Darren mencoba menganalisis kan.
''kita lupakan tentang Violine dulu, tapi Leo tetap minta mata-mata kita mencari nya dan mulai sekarang selain dirumah ku jangan bahas dia dimana pun!!'' titah nya
''baik, Tuan'' serempak semua nya
__ADS_1
'' kalau begitu saya akan memberikan waktu satu jam untuk anda istirahat Tuan, setelah itu kita akan berang ke distrik delapan untuk memeriksa beberapa projects yg akan kita keluarkan bulan depan'' ucap Gery tanpa mendapatkan jawaban Gery memandang semua pengawal yg ada di dalam agar keluar meninggalkan Darren Sendiri.
''bukankah seharusnya kita mengatakan yg sebenarnya Ger?''
Ucap Leo setelah jauh dari ruangan Darren dan hanya berdua dengan Gery.
''lalu? Apa kita harus katakan jika gadis itu sudah menikah!''
''belum ada bukti yg mengatakan gadis itu sudah menikah''
''tapi dia sudah hamil sekarang??'' ucap Gery pelan
''apa kau lupa, Tuan Darren yg menyentuh nya pertama kali''
''aku tidak lupa, tapi sebelum semuanya jelas aku harap kau akan diam!!'' ancam Gery yg mendapatka balasan senyum licik Leo.
''kau menyuruh ku diam!!, Lalu jika itu anak Tuan Darren apa yg akan kau lakukan Hah!!'' Leo menarik keras kerah baju Gery sampai tak ada jarak di antara mereka
''aku yg akan menanggung nya, dengan pasrah aku akan menyerahkan kepala ku'' kata-kata Gery pelan tapi menusuk
Keduanya saling melempar kan pandangan tajam nya masing-masing beberapa bawahan yg melihat ke mereka hanya memandang heran tanpa ada yg berani mendekat.
''aku tidak pernah mengkhianati Tuan, aku melakukan ini hanya demi Tuan'' jelas Gery
'' dengan menyembunyikan kan nya??'' sartakis Leo
''kalau kau lupa biar ku ingatkan, bahkan di usia muda Chelsea itu sudah ikut campur dalam pembunuhan berencana yg diatur oleh Perth, lalu kau ingin aku membuka tentang gadis itu disaat kondisi seperti ini?? Jika terjadi sesuatu dengan nya apa kau bisa tanggung jawab!??''
''aku yakin Tuan Darren akan melindungi nya!!'' Leo masih kekeh dengan pikirannya.
Gery melepaskan cengkraman Leo di kerah nya dengan kasar
''kau ingin aku mengatakan, ok aku akan mengatakan nya sekarang'' Gery melewati Leo namun berhenti di dua langkah
''tapi kita juga tahu kalau gadis itu hanya anak yatim piatu, setelah aku mengatakan nya ku harap kau bisa menjaga nya seperti yg kau katakan jika tidak kau berhutang dua nyawa''
Gery mengatakan nya dengan nada terendah, yg membuat Leo tersadar tentang sesuatu.
''tunggu!!''
Leo menghentikan Gery yg hampir membuka pintu ruangan
''kenapa??, Bukannya ini kau harapkan?'' gamery tanpa melihat ke arah Leo keduanya kini hanya melihat ke arah masing-masing.
''baiklah, aku ikuti cara mu'' Gery melepaskan pegangan pintu nya dan berbalik dengan mata sipitnya.
''kenapa berubah?? Bukannya kau yg ingin sekali mengatakan nya tadi?'' hardik Gery
''aku hanya-ha''
''Leo?, Aku tahu maksud mu tapi disini bukan hanya tentang perasaan Tuan saja tapi ada nyawa lain aku hanya tidak ingin ada Anne kedua'' jelas Gery lagi-lagi
''emh, aku paham awalnya aku hanya memikirkan bagaimana nasib nya diusia muda harus mengurus anaknya''
''aku yakin gadis itu akan baik-baik saja, untuk sekarang kondisi sekitarnya jauh lebih baik dari pada disini kau juga tahu itu''
''aku tidak akan membahas nya lagi''
''sebaiknya seperti itu, yg harus kita lakukan sekarang adalah memikirkan bagaimana cara nya agar kartu AS yg dimiliki Perth kita dapatkan lagi''
''ok, lalu aku akan menenangkan diriku dulu'' Leo pergi tanpa ingin ada yg mengikuti nya. Gery hanya memandang sampai Leo menghilang..
''Ma?'' sapa Bible yg baru kembali dengan Zakir di belakang nya yg terus memeluk istrinya.
''kalian pulang hingga larut lagi??'' protes nya
''banyak yg harus di urus, sebelum besok acara aku akan menyerahkan semua nya pada anak ku ibu'' ucap bangga Zakir dengan memeluk pundak pria yg postur nya lebih tinggi dari nya ini.
''dia bukan hanya anak mu, tapi juga anak ku'' Luci juga yg tak mau kalah memeluk Putra nya. Ketidmga nya pun langsung tertawa.
''Vio dimana ma?''
Bible melihat sekitar namun tak melihat orang lain lagi
''tadi dia ingin menunggu tapi Mama menyuruh nya naik''
''bagaimana pemeriksaan nya hari ini, Ma?''
''semua nya baik, tapi tadi Megan pesan ingin mengatakan sesuatu padamu tapi dia minta ini jangan sampai Vio tahu'' ucapnya cemas-cemas
Zakir pindah berdiri disamping istrinya memegang pundaknya
''apa kamu yakin Ma, semuanya baik-baik saja?''
''Mama juga kurang tahu Pah? Megan tidak mengatakan apa pun'' Luci memandang Putra di depannya
''Mama, Papa jangan khawatir ya semuanya pasti baik-baik saja besok kalau senggang Bible akan menemui Megan'' Bible menenangkan kedua Orangtua nya yg terlihat panik
''jangan beritahu ini dulu ke Vio ya Ma,''
Luci hanya mengangguk mengiyakan permintaan anaknya
''yasudah Bible naik dulu ya, selamat malam Pah, Mah''
'' selamat malam Sayang''
Bible dengan langkah cepat naik menyusuri tangga hingga sampai di deoan pintamu kamar Vio Bible mengurung kan niatnya. Dengan menghembuskan nafas nya Bible yg tak jadi masuk memilih masuk dalam kamar nya lebih dulu.
''sebaiknya membersihkan diri dulu''
Ucapnya pelan dan masuk dalam kamar nya sendiri
__ADS_1