Pesawat Kertas Zeffan Al'Bareck

Pesawat Kertas Zeffan Al'Bareck
Kecurigaan mulai berawal


__ADS_3

Setelah sekertaris membawakan kopi untuk Darren dan Gery kini hanya tinggal mereka berempat di ruangan yg tak kalah besar dengan milik Darren.


''kenapa tidak mengantarkan nya ke butik?'' Bible mengelus pipi Zee yg tertidur di sebelah tempat duduk nya


''aku ingin mengantarkan nya kesana tapi Zee meminta ku untuk mengantarkannya kesini''


Bible dapat melihat jika Darren ingin berbicara dengan nya


''Wis, aku titip Zee sebentar '' Bible pun bangun dan mengajak Darren keluar ruangan nya


Di tempat yg sedikit terbuka Bible membiarkan angin menembus ke tubuhnya.


''kenapa kalian membiarkan Zee mendengarkan percakapan mu dan Violine?'' ucapan Darren membuat Bible membuka matanya


''apa maksudmu?''


''jadi kau tidak tahu?'' Bible hanya menggeleng


'' tadi Zee bertanya padaku tentang arti kandung dan dia mendengar itu ketika kamu dan Vio berbicara''


''Tapi malam itu, aku sudah me- apa Zee terbangun?'' Bible mengingat malam ketika dia berbicara pada Vio


''Damn!!!'' Bible mengepal tangannya


''seharusnya kamu lebih hati-hati, aku datang bukan untuk mengambil siapapun dari sini aku hanya ingin memperbaiki kesalahanku'' ucap keras Darren


''aku juga tidak tahu kalau Zee mendengarnya malam itu''


''dan setelah tahu, apa yg akan kau lakukan?''


Bible terdiam dan tampak nafas nya tak beraturan


''apa kau bisa menjaga mereka jika aku memberikan mereka padamu?'' ucapan Bible membuat Darren terkejut dengan apa yang didengarnya


''coba lah buka pikiranmu, aku tahu kau yg sudah mengurus mereka dengan baik selama ini dan kamu sudah memberikan aku izin mendekati mereka saja itu sudah cukup''


''cukup??'' Bible tertawa sinis ''jangan bohong Tuan Darren aku jelas tahu apa yg kau pikirkan tentang mereka'' Bible meraih kerah baju Darren


''mereka sudah sebagian hidupku, aku hanya persiapkan diri jika suatu hari kau akan menunjukkan wajah mu dan mengambil mereka'' ucap dingin Bible


''berapa kali aku katakan meskipun aku ayah kandung nya aku tidak pernah niat memisahkan kalian!!'' Darren melepas paksa tangan Bible


''sama seperti mu yg menjaga mereka, aku juga ingin menempatkan posisi ku untuk menjaga mereka meskipun mereka tidak pernah tahu aku''


''lalu mau sampai kapan?'' tanya sinis Bible


''hah!!! Mau sampai kapan?? Apa sampai Zeffan menyalahkan aku ketika dia tahu aku bukanlah Papa kandungnya''


''Papa kandung atau bukan, apa kau tidak melihat jika Zee lebih membutuhkan mu, dan hanya karena ingin membuatmu senang dia membiarkan mu meninggalkan nya dengan ku tidaka da penolakan sama sekali dari mulut kecil nya tapi apa kau tahu kesedihanku saat dia mohon untuk jangan ambil dia dari Papa nya'' mata Darren berkaca-kaca


''aku bisa berikan apapun untuknya, dan akan dengan senang hati aku akan menyerahkan nya tapi kenapa dengan permintaan kecil ini hatiku begitu sakit mendengarnya'' Darren memukul mukul dada nya.


Bible menggosok gusar wajahnya. Pukulan kerasnya dilampiaskannya ke penyanggah besi tempatnya bersandar


''jangan lakukan ini lagi, ini hanya akan melukai hati Zee'' Darren menunduk dengan memejam kan matanya


''sudah aku katakan aku melakukan semua ini, menjaga mereka hanya untuk memperbaiki kesalahanku dan menyangkut kerja sama itu sama sekali tidak ada hubungan nya dengan mereka''


''hatiku sudah cukup senang dengan ada mu disisi mereka, kau lebih bisa menjaga mereka dibanding denganku'' Bible hanya mendengarkan perkataan Darren


''apa kau tidak ingin di panggil ayah oleh Zee, apa menurutmu di panggil Paman saja sudah membuat mu puas?'' Bible memicingkan matanya


''he'' Darren tertawa kecut ''lalu aku harus bagaimana jika aku mengatakan aku sedih ketika anakku justru memanggilku Paman, apakah aku harus mengatakan pada anak yg belum genap lima tahun itu untuk memanggilku ayah?''


Keduanya membuang nafas kasar, dan kembali diam dengan pikirannya masing-masing.

__ADS_1


''aku sudah mengatakan tentang mu pada Vio''


''apa dia baik-baik saja?''


''untuk sekarang karena dia tidak tahu orang nya kau, seharusnya dia baik-baik saja'' Bible memutar tubuhnya agar berhadapan dengan Darren.


''selanjutnya, aku menyerahkan nya padamu untuk menjelaskan nya''


''beri aku waktu sedikit lagi'' ucap Darren pelan


''untuk apa?''


''aku ingin menyelesaikan masalahku dengan keluarga Deralt lebih dulu, aku curiga jika yg mendonorkan ginjal waktu itu bukanlah keluarga Deralt''


''maksud mu soal operasi lima tahun yg lalu?''


''benar'' sahut Darren


''bukankah kasus operasi itu ditutup oleh ayahmu sendiri''


''apa maksudmu??''


''waktu itu aku membantu jalan operasi itu dengan beberapa dokter terbaik dari New York, aku jelas tahu setelah operasi itu dinyatakan berhasil keluarga Andreason menutup kasus itu agar tidak ada berita yg mengetahui tentang pendonoran ginjal itu'' jelas Bible


''tapi Papa ku tidak pernah melakukan nya, bahkan kami tidak tahu pasti siapa yg memberikan donor waktu itu selain Perth mengatakan kalau ayahnya lah yg memberikan ginjalnya''


''tidak mungkin, aku tahu pasti jika waktu itu pendonor harusnya usianya tidak jauh dari kita'' sahut Bible


''sudah ku duga? Ini pasti permainan Deralt''


''berarti ini ada sangkut pautnya dengan kematian para Dokter yg melakukan operasi waktu itu?'' hardik Bible


''sepertinya iya, aku sudah menyuruh Leo untuk menyelidiki nya tapi anak buahnya mengatakan kalau orang mu lebih dulu mengambil bukti''


''sebenarnya aku hanya menutup rasa penasaran ku, kenapa yg ikut serta operasi itu semua nya mati secara tidak normal untuk itu aku menumpulkan bukti-buktinya, tapi aku baru tahu jika kau juga mencari nya.''


''bukankah Paman Balgas bisa saja memutuskan nya?''


''Papa ku selalu menjunjung tinggi tentang balas Budi, karena itu juga Perth memanfaatkan nya dan terus menjadi benalu di sekitar Papa ku''


''bukti yg aku kumpulkan ada di rumahku, kau bisa mengambilnya jika kau ingin''


''untuk sekarang kau pegang saja dulu, aku masih harus terbang ke Washington Chelsea mencoba membuat ulah disana''


''gadis itu tidak bisa disepelekan, aku hanya takut jika dia akan menargetkan Vio jika dia tahu tentang ini''


''kau benar, untuk itu aku selalu menjaga jarak dengan Zee aku takut dia akan curiga dan tidak segan mengacaukan kembali hidup Vio seperti kemarin''


''maksudmu tentang percobaan tabrak lari untuk Zee?'' tebak Bible


''kau sudah tahu dia pelakunya?'' sahut Darren


''sudah ku bilang tidak ada satupun yang terlewat begitu saja dari pandanganku''


Keduanya pun kembali ke ruangan Bible dengan Darren berjalam di belakang.


''Vii?'' panggil Bible yg dilihat juga oleh Darren


''hay'' suara Vio terdengar canggung


''kamu sudah daritadi?'' Bible mendekat


''emh, aku tdi nya khawatir dengan kalian aku sudah menelpon beberapa kali tapi tidak ada jawaban jadi aku memutuskan kemari'' jelas Vio


''aku akan pulang sekarang, Bella sudah menunggu ku di bawah'' Vio ingin menggendong Zeffan

__ADS_1


''aku juga akan turun, biar aku antar kalian ke mobil'' tawar Darren


''tidak usah, aku bisa membawa Putra ku sendiri?'' Vio menghindari kontak mata dari Bible


''kamu yakin, Vii?''


''kalau begitu biar aku saja yg mengantar'' Bible menghalangi tangan Vio


''Vio?'' Bible terpaksa menegur karena Vio tidak memberikan nya jalan agar menggendong Zeffan


Hingga di dalam lift pun pandangan Vio menghindari orang yg memandang nya.


''kalian hati-hati lah'' kata Bible setelah memasukkan Zee ke mobil Bella


''Vii? Kamu kenapa?'' Bible menarik tangannya


''aku gak papa, kok'' Vio tersenyum paksa ke arah Bible


''aku pergi sekarang ya Bii, Tuan Darren'' Vio menyapa semua nya sebelum masuk ke dalam mobil Bella.


''ada apa dengannya?'' Bible yg bingung


''mungkin hanya mood nya saja'' sahut Darren


***


''ada apa Vii?'' tanya Bella yg melihat Vio hanya diam


''Bell? Apa menurut mu Bible apa mungkin membohongi ku?'' Vio masih melihat keluar jendela


''Bible berbohong? Aku rasa tidak mungkin Vii ''


''iyakan, aku juga merasa seperti itu''


''sebenarnya ada apa sih? Kamu tahu sesuatu??'' curiga Bella ygelihat sikap Vio


''tidaka ada, mungkin hanya perasaan ku saja'' Vio tersenyum tipis.


''baiklah, katakan padaku jika ada sesuatu, oke'' Bella membulatkan kedua jari nya ke arah Vio.


Keduanya kembali diam dengan sesekali melihat dari kaca Zee yg tertidur di kursi penumpang.


Setelah sampai Vio membangunkan Zee dan mengganti dengan pakaian yg dia sengaja bawa untuk Zee.


''apa kita akan makan disini, Ma?''


''bukan Sayang, Mama dan Aunty mau cari barang untuk bekerja ''jelas Vio memegang tangan Zee yg berjalan disisi tengah mereka


''Zee? Mau makan sesuatu?'' tanya Bella


''emh, ice cream?''


''boleh'' sahut Bella


''beneran boleh, Ma?''


''emh??'' Vio pura-pura berpikir


''Mama??'' mata Zee kini berkedip-kedip ke arah Vio


''baiklah''


Yeyyyy,,,,, Zee melompat-lompat riang


****

__ADS_1


''apa yg harus aku katakan pada Zeffan jika yg aku dengar itu benar'' batin Vio berpikir


__ADS_2