
Pagi ini Vio yg terbangun, menatap heran dengan sekitarnya karena seingat nya dia tertidur di sofa. Namun pikiran itu tidak dihiraukan nya ketika mendengar Bible dan Zee yg sudah buat keributan di luar kamar nya.
Langkah santai nya membawa Vio ke dapur menyiapkan sarapan untuk nya dan semua orang. Dan seperti biasa buat bekal untuk Zeffan di sekolah.
''Bay,,, Pa Babay Ma''
Ucap manja Zee pada dua orang di depannya dengan mencium pipi Bible dan Vio.
***
Dua Minggu kemudian,,,
Darren yg cukup sibuk dengan pekerjaan nya, dan juga kerja sama nya membuat dirinya sering bertemu dengan Bible keduanya pun mulai terlihat akrab walaupun Darren tidak lagi melihat Bible membawa Zee saat pertemuan nya meskipun itu diluar jam kantor.
Dibutik milik Bella pun terlihat tak kalah sibuk juga..
''Vii?'' panggil Bella di pintu yg setengah terbuka itu
''eh, Bell'' Vio hanya menoleh sebentar
''kamu belum pergi jemput Zee?''
''oh, ya ampun'' Vio yg panik tak sengaja menjatuhkan jarum dari tempat nya, banyak pesanan saat ini Vio yg sedang mendesain kain-kain di manekin menjadi panik ketika melihat jam tangan nya.
''Vii?,,Vii tenang dulu'' Bella menghentikan Vio
''kamu lanjutkan saja pekerjaan mu, aku yg akan menjemput Zee, oke'' Vii hanya mengangguk pasrah
''kalau begitu aku pergi sekarang ya''
''terima kasih Bell'' Bella dengan mengait tas nya melangkah keluar butik beruntung sekolah Zee tidak terlalu jauh dari butik jadi hanya beberapa menit dengan berjalan kaki Bella sudah sampai di depan sekolah Zee.
''Zee??'' panggil Bella ketika melihat bocah kecil sedang duduk diam di samping satpam sekolah nya.
''Aunty?'' Zee langsung berlari menabrak nya
''pelan-pelan'' ucap lembut Bella
''mana Mama Aunty?''
''Mama sedang sibuk jadi Aunty yg jemput''
''ohh'' anak itu membenarkan tali tas yg merosot itu
Zee menggandeng lengan Bella dan berjalan bersama.
''Zee mau makan apa?'' tanya Bella yg celingukan mencari tempat makan sembari jalan kembali ke butik.
''burger boleh?'' mata Zee yg berbinar mengarah ke Bella
''boleh, kalau Zee mau cium Aunty'' Bella berjongkok dan menggembungkan sebelah pipinya ke arah Zee.
Cup,,,
''terima kasih, ayo''
Zee yg senang pun menggoyang-goyangkan tangan nya yg bergandengan dengan Bella.
Tok tok tok,,
''masuk'' balas Vio tanpa melihat ke arah pintu
''maaf, buk ada yg mencari?'' ucap sopan salah satu pegawai
''iya, suruh masuk saja'' Vio masih sibuk dengan kain-kainnya
Pegawai pun yg mendapatkan izin meninggalkan seorang wanita yg mencari Vio di depan ruangan Vio.
''VIOLINE AL'BARECK!!!''
Vio langsung menoleh kaget, mendengar suara yg familiar
''Chelsea?'' mata nya melotot kaget
''apa ini penyambutan untuk teman lama!!'' ucap angkuh Chelsea dengan langsung duduk meski tak ada yg mempersilahkan nya.
''untuk apa kamu kemari??''
''he, sambutan yg hangat'' hardik malas Chelsea
Namun Vio hanya menatap ke arah nya, dengan tatapan yg tidak suka.
''ku pikir hidup anak panti seperti mu hanya akan jadi sampah, tapi siapa yg mengira hidup mu sekarang jauh lebih baik'' Chelsea berjalan mengelilingi ruangan yg tidak terlalu besar itu dengan wajah angkuh nya dan melipat tanga di depan dada nya.
Vio yg bersandar di meja nya hanya menatap kemana setiap Chelsea bergerak.
''di mana anak mu??'' tanya Chelsea tiba-tiba
Vio yg kaget mengepal kan kedua tangan nya, namun Chelsea yg menyukai reaksi Vio melangkah dekat mendekati nya.
''ada apa?? Wajah mu sangat tidak ramah'' Chelsea merangkup rahang Vio dan membuang nya asal
''pergilah dari sini, aku tidak ada urusan nya denganmu!!''
Ha ha ha
''Vio,, Vio sejak kamu mendekati Anan kamu akan selalu berurusan dengan ku'' balas cetus Chelsea
''tapi aku dan Ka Anan sudah tidak bersama''
''aku tahu, karena kamu anak tanpa identitas siapa yg akan menginginkan mu'' ejek Chelsea
Vio hanya sebentar menutup mata nya, dan menarik nafas
''pergilah, disini bukan tempat kamu mencari keributan ''
Vio melihat dari dinding kaca ruangan nya terlihat beberapa pegawai dan pengunjung yg melihat ke arah nya. Tentu saja ruangan yg tidak kedap suara itu akan menarik perhatian orang disekitarnya.
''aku akan pergi jika urusan ku sudah selesai''
''lalu, apa mau mu sekarang?''
__ADS_1
''kenapa? Seperti nya kamu tidak senang jika aku menemui mu'' Chelsea terus saja mencari alasan agar Vio marah
''Chelsea!!!''' Vio menaikkan note suara nya
Ha ha ha
''ternyata kamu bisa juga marah ya??''
''aku bukan Vio yg dulu yg hanya diam dengan semua perlakuan mu'' sorot tajam Vio berlawanan dengan pandangan Chelsea.
''aku hanya ingin memastikan anak yg bersama mu waktu di bandara'' Chelsea berdiri tepat di depan Vio
''bandara?''
''ya, aku melihat mu dengan seorang bocah laki-laki di bandara. Lalu dimana dia?''
''Chelsea melihat Zee??'' batin Vio
''itu bukan urusan mu, siapapun dia kamu tidak punyak hak untuk bertemu dengan nya'' Vio penuh penekanan
''kenapa?? Apa dia juga anak tanpa identitas seperti kamu??''
Chelsea berbisik tepat di telinga Vio
Vio yg reflek mendorong tubuh Chelsea hingga mundur.
''jaga ucapan mu!!''
''melihat reaksi mu seharusnya aku benar''
''sebaiknya kamu pergi sekarang'' Vio menarik paksa tangan Chelsea agar keluar dari ruangan nya.
Namun belum sempat keluar, pintu lebih dulu terbuka
''Mama??'' panggil Zee dengan tangan yg memegang makanan, Chelsea menatap anak yg dicari nya
''benar-benar mirip'' pikirnya terdiam melihat Zeffan
''Mama? ini si-''
'mau apa kamu kemari??!!'' ucap ketus Bella yg menarik Zee agar dibelakang tubuh nya.
''melihat reaksi kalian seharusnya anak ini spesial ''
Chelsea melepaskan paksa tangan nya dari genggaman Vio
''Mina???''' teriak Bella tiba-tiba
''iya buk?'' ucap takut pegawai wanita itu
''tolong kamu bawa Zee ke market dekat sini dan beli semua apa yg dia mau!!'' titah nya
''baik buk'' wanita itu melepaskan ransel Zee dan meletakkan asal bungkus makanan milik Zee.
''ayo Zee ikut Tante''
Zee hanya mengangguk ikut, meskipun sesekali mata nya melihat ke belakang ke arah Mama nya yg terlihat berbeda.
''katakan apa mau mu,?'' ucap ulang Vio
''aku tidak akan basa-basi, siapa ayah nya??!''
''untuk apa kau mencari tahu?''
''katakan saja!!''
''itu bukan urusan mu''
''jika kalian tidak bisa menyebutkan kan nama ayah nya, lalu apa dia anak haram?''
Plaaaaakkkkk...
''kamu!!!'' Chelsea menunjuk ke arah wajah Vio
''kamu boleh hina aku, bahkan mencaci aku tapi tidak dengan anak ku!!'' Vio menurun kan paksa jari Chelsea yg bertepat di depan wajah nya.
Dengan sorot mata tajam dan tanpa arti itu, Bella tahu jika Vio menahan amarah nya.
''kurang ajar'' belum sempat Chelsea membalas tamparan Vio tangan nya sudah lebih dulu tertangkap Vio.
''jangan berani sentuh wajah ku dengan tangan kotor mu!!!''
''Vio? Kamu berurusan dengan orang salah!'' Chelsea menyunggingkan bibirnya
''bahkan dari awal mengenal mu, aku tahu kamu adalah orang yg salah'' balas Vio yg tak kalah sengit
''kita lihat saja!!'' ancam Chelsea yg langsung berjalan keluar.
Vio langsung ambruk terduduk lemas dilantai, dan menangis sejadi-jadinya Bella berusaha menenangkan nya dengan memeluk nya.
''tenang oke, yg kamu lakukan sudah benar'' ucap Bella menenangkan dengan mengelus lembut punggung Vio
Bella yg khawatir membawa Vio keluar butik dan mencari udara segar duduk di taman yg tak jauh dari butik.
'' Bell? Bagaimana dengan Zeffan??'' terlihat wajah risau Vio
''kamu tenang, oke kita akan menjaga nya ada aku, kamu dan Bible kita pasti bisa melindungi Zee''
Hiks hiks hiks
Bella hanya bisa menepuk-nepuk pelan pundak Vio.
''Zee mau sesuatu??'' tanya wanita yg membawa Zee, namun Zee hanya menggeleng kan kepalanya dengan wajah yg di tekuk.
Daritadi Zee hanya berkeliling di antara rak-rak yg ada di supermarket tanpa ada satupun barang yg diambilnya.
''Tante? Apa Mama ku akan baik-baik saja??''
''tentu saja, memang nya Mama kenapa?'' tanya wanita yg menurun kan tubuhnya di depan Zee
''Mama terlihat sedih Tante?'' mata nya kini berkaca-kaca
__ADS_1
''mungkin hanya lelah, Zee tau kan kalau beberapa hari ini Mama dan Aunty sedang sibuk'' jelas wanita itu lembut
''apa yg tadi itu teman Mama, Tante?'' tanya nya menatap
''Tanya juga tidak tahu, bagaimana kalau nanti kita tanya Mama?'' tawarnya
''emh,'' Zee hanya patuh dan kembali menggandeng tangan orang yg membawa nya.
''Tante, kita beli ini saja ya?''
''yogurt?''
''iya, Mama menyukai nya''
''baiklah, ayo kita bayar lalu kembali''
Keduanya pun keluar dari supermarket Mina masih tetap membawa Zee dengan tangan nya, sudah hampir sampai tapi mata Zee mengarah ke sebrang terlihat dua wanita yg dikenal nya sedang duduk.
''Mama??'' Zee melepaskan pegangan tangan Mina dan berlari ke arah Vio dan Bella yg sedang duduk membelakangi nya. Vio yg merasa ada yg memanggilnya menoleh ke belakang.
''Zee??'' tapi begitu melihat sekitarnya Vio yg bangun dan melihat ke jalan ada sebuah mobil yg mengarah ke anak nya.
''Zeee!!!! Awassss!!???''
Vio berteriak histeris yg diikuti oleh Bella
''Zeffaaaaann,!!!''' tubuh laki-laki itu berlari cepat ke arah anak yg hampir tertabrak itu.
Bruuuuk,,,,
''Zeffaaaan!!???'' tenggorokan Vio terasa ingin lepas memanggil anak nya yg berada dalam bahaya itu.
Beruntung lelaki itu berhasil menyelamatkan Zee dengan menghempaskan tubuh mereka ke trotoar, Zee yg berada dalam pelukan pria itu bergetar hebat karena kejadian yg hampir menimpa nya.
''Zee?? Zeee lihat Mama??'' panggil Vio yg panik
Laki-laki itu melepaskan eratan nya pada Zee dan berusaha bangun.
Aiiiiiish... Rintih merasa sakit di bagian lengan
''kamu baik-baik saja??'' tanya nya melihat keadaan Zee yg menangis dalam diam dengan tubuh gemetaran.
Vio yg menangis memeluk erat Putranya, jantung nya berdetak tidak karuan, Bella dan Mina pun tak kalah shock nya dengan Vio.
Bella menarik ibu dan anak itu agar sedikit menjauh dari jalan. Dan melirik sebentar ke arah pria yg memakai masker dan topi serba hitam ini.
''kalian lacak mobil tadi, bawa orang nya ketempat ku!!''
Titahnya lewat sambungan telpon ditelinga nya.
''Vii? Ayo bawa Zee ke butik dulu dia masih shock'' ucap pelan Bella, Vio pun melepaskan pelukan nya namun ketika akan mengangkat tubuh kecil itu tenaga Vio seperti menghilang begitu saja karena kejadian tadi.
''biar aku saja'' ucap suara pri yg menolong Zee dengan suara bariton nya, Vio hanya mengangguk pasrah Vio yg dipapah oleh Bella berjalan perlahan ke butik dan mengistirahatkan tubuh dan pikirannya, namun tangan nya masih tetap setiap memeluk anak yg masih tak bersuara itu.
''biarkan saja mereka dulu'' Bella menarik pelan lengan pria yg melihat ke arah ibu dan anak itu.
''Mina, tolong ambilkan aku kotak obat''
''iya buk'' Bella mengajak nya duduk di sofa ruangan nya
''bukalah jaket mu'' pria itu malah terkejut terlihat dari mata nya meski topi dan masker hitam itu masih terpasang.
Leo, yg tidak ada pekerjaan di kantor dan hanya mondar-mandir memutuskan mengikuti langkah anak buah nya untuk menjaga Zeffan. Tingkah lucu Zeffan sejak pertemuan mereka dua Minggu yg lalu menarik ingatan Leo kalau anak itu lucu,
Kini Leo yg bersandar di mobil BMW milik pribadi nya menatap lekat ke arah butik yg tak jauh dari pandangan nya , namun baru akan menyesap sebatang rokok di tangan nya Leo mengarah ke sudut jalan terlihat bocah yg ingin dilihat nya sedang berjalan dengan seorang wanita yg sedikit lebih muda dari nya. Leo kembali memasukkan rokok nya dan mata nya kini tertuju ke arah Zeffan bola mata mengagumi itu tiba-tiba berubah terbelalak ketika melihat Zee malah lari kejalan tanpa melihat sekitarnya.
Dengan langkah paling cepat Leo berlari mengarah ke Zeffan, dan beruntung tangan Leo dengan cepat menarik tubuh kecil itu dalam dekapan nya, dan menjatuhkan tubuh mereka ke samping jalan..
''terima kasih sudah menyelamatkan anak kamu'' ucap Bella tanpa melihat ke arah lelaki yg kini hanya memakai kaos lengan pendek yg menampakan seluruh otot tangan nya.
''emh'' jawab Leo santai ada senyum yg tersungging di balik masker itu, ketika mata itu melihat sosok wanita di depannya
''Cantiik'' setidaknya itulah yg ada dipikiran Leo
''luka nya cukup lebar, sebaiknya bawa ke dokter saja''
''emh''
''dan kalau bisa jangan terkena air dulu''
''emh''
Bella memutar malas mata nya kini menatap tajam ke Leo
''apa kau bisu, tidak bisa kah bicara yg lebih?'' tanyanya kesal
''tidak!!'' jawab tukas Leo
Bella pun yg malas berbicara lagi hanya diam sambil memasang perban pada lengan Leo.
''tersenyumlah ketika menolong orang lain'' Leo menggoda Bella yg mengerucut kan bibirnya
''ku pikir kau tidak mengerti bahasa'' ketus nya
''terima kasih''
''emh, sudah selesai'' Bella membersihkan sisa kapan yg kotor terkena darah.
''dimana tempat tinggal mu? Aku akan mengantar''
Leo mengernyit kan keningnya
''ada apa? Aku hanya berterima kasih karena kamu menolong anak kami'' ucap Bella menjelaskan
''bukannya ibu anak itu ada didalam?'' unjuk Leo menggunakan kepala nya ke arah ruangan Vio
''aku juga ibu nya!'' balas Bella tak terima
''oke, kalau begitu ayo'' Leo berjalan lebih dulu dengan Bella yg di belakang mengekorinya
''aahhh!!! Jeritan Bella yg tiba-tiba Leo berbalik menyenggol lengan nya, dengan santai Leo mengambil alih kunci mobil yg sempat melayang ke udara
__ADS_1
Para pegawai menatap ke arah mereka malu-malu, selain mereka terpana oleh sosok Leo yg memiliki tubuh tegap dan tinggi meskipun tertutup oleh masker dan topi.