
Burgh,, burgh
''ini untuk mereka!!!'' Bible memukul Darren membabi-buta, namun tak ada pembalasan sedikit pun dari Darren.
Bible terus melampiaskan amarah nya dengan Darren di bawah Kungkungan nya, air mata kedua nya jatuh bersama ketika pukulan terakhir Bible mendarat di pipinya Darren.
Uhhuuk uhhuuk,,,,
Darren masih berusaha bangun, sedangkan Bible tergeletak begitu saja menutup mata dengan tangan nya nafas nya tidak beraturan.
Darren dengan wajah lebam nya duduk memeluk kedua kaki nya perasaan nya kini bercampur aduk, dengan tubuh yg sakit karena pukulan Bible Darren berusaha mengatur nafas nya bukan tidak bisa melawan tapi saat ini Darren menyadari dia lah pelakunya.
***
''Gery?'' panggil Leo yg terburu-buru keluar dari mobil
''Leo?''
''dimana Tuan Darren?'' Leo melihat sekeliling hanya ada bawahan.
''Tuan sedang bicara dengan Tuan Bible'' Gery terus menatap lift berharap Darren akan keluar dari sana.
''apa!!??''
''gawat! Kita harus menghentikan nya'' Leo langsung berlari ke arah lift yg dikejar oleh Gery
''apa maksud mu??''
''kau akan tahu jika sekarang kita melihat Tuan Darren!''
Leo terus memencet tombol lift agar kotak itu cepat tertutup
''Leo! Aku bingung sekarang sebenarnya apa yg terjadi??''
''aku akan bertanya dulu'' Leo melihat ke arah Gery
''bagaimana bisa kau meninggalkan Tuan Darren bersama Bible?''
''Tuan Darren yg meminta nya lalu aku harus apa?!'' Gery mulai tersulut emosi akibat tatapan tajam Darren
''shiitt!!! GeEr kau gak tahu ya Tuan Bible sudah tahu siapa Tuan Darren sebenarnya!!!'' Hentak Leo yg frustasi
Pintu lift terbuka Leo langsung berlari begitu tahu kalau Darren dan Bible saat ini berada di atap.
''jadi apa mau mu sekarang, hah!!!'' teriak Bible yg kini memposisikan dirinya berhadapan dengan Darren.
''aku hanya ingin menjaga mereka''
''menjaga? Kau pikir aku Zeffan yg akan percaya omong kosong mu itu??!''
Darren mengatur nafas nya, bohong jika dia sekarang tidak merasakan sakit di tubuhnya tapi saat ini menjelaskan kepada Bible lebih penting daripada sakit nya.
''kelulusan Vio, hilangnya isu yg menjelekkan nama nya karena hamil, dan juga Dokter yg menangani nya di fase melahirkan hingga menjalani terapi karena baby blues nya itu semua ada campur tangan mu kan?''
Darren hanya mengangguk,
''sudah ku duga'' Bible tertawa dibalik rasa sakit nya
''maaf jika aku terlalu pengecut saat itu bahkan sampai saat ini'' Darren menatap kembali ke arah Bible agar melihat ketulusan nya.
''lalu kerja sama antara Global word.co dan Force co. Ini juga untuk menutupi kesalahan mu?''
''itu tidak ada kaitan nya'' Darren membantah
''kau pikir aku akan percaya, bukan kah ini cara mu hidup merata kan semua lewat uang!!'' Bible menarik paksa kerah baju Darren agar lebih mendekat
''Tuan!!!'' Gery dan Leo yg juga tiba di atap, tapi begitu akan maju Darren mengangkat satu tangan nya agar Gery dan Leo serta anak buah nya tetap pada tempatnya.
''ikuti apa kata Tuan Darren'' titah Gery
''apa kau gila Ger?'' bentak Leo tak terima namun Gery hanya diam.
''kenapa menghentikan mereka, biarkan mereka melakukan tugasnya seperti kebiasaan anda Tuan Darren Andreason!''
''dengarkan aku Bible, aku tidak pernah melakukan apa pun jika bukan pada musuhku!''
''lalu bagaimana dengan Vio, hah!! Sejak kapan gadis yatim piatu itu menjadi musuh mu??'' Darren dapat melihat air mata Bible dari situ Darren dapat melihat langsung jika Vio begitu berharganya bagi Bible.
''jika kamu terus menggunakan amarah mu, bagaimana aku bisa menjelaskan semua nya!!'' ucap Darren pelan
''lalu aku harus apa, apa aku harus memuji mu hah!!''
''berengs*k!!'' burgh,,, Bible melayang kan lagi tinjunya
Leo berusaha maju tapi tangan Gery menghentikan nya
''apa-apaan denganmu Ger!'' emosi Leo
''Tuan sedang mengakui kesalahannya, biarkan Tuan Darren melakukan nya'' balas Gery penuh penekanan pada Leo yg tidak sabaran.
''pukul!! Pukul aku tapi jika selesai aku hanya ingin mengatakan yg sebenarnya '' Darren yg mulai tak bisa menahan perasaan nya menarik baju Bible
''kenapa?? Kenapa harus Vio yg menjadi korbannya?'' Bible duduk menutupi wajah nya kini hanya terlihat sosok lelaki yg lemah
Darren mengacak rambut nya frustasi, perasaan bersalah itu kini seolah makin menggerogoti nya.
''waktu itu aku sedang mengundang wanita, tapi bawahan ku membawa wanita yg salah emosi dan juga perasaan ku malam itu tidak baik, sehingga aku tidak dapat mengontrol nya'' Darren membelakangi Bible
''setelah aku tahu kebenarannya, aku meminta mereka mencari tahu siapa gadis itu tapi aku sedikit terlambat karena Papa ku harus dirawat lagi di rumah sakit karena komplikasi nya'' Darren mengatur nafas nya
''ketika aku kembali fokus mencari nya saat itu aku tahu dia gadis yatim piatu, yg aku ingin lakukan saat itu hanyalah tanggung jawab sampai aku meminta anak cabang perusahaan ku untuk menjadi Donatur tetap di panti''
Darren duduk di sebelah Bible yg hanya terdiam.
''setelah satu Minggu aku baru tahu kalau dia hamil, aku berpikir apa yg bisa dilakukan gadis hamil di saat usia muda aku terus mencari tentang nya hingga ke universitas nya tapi begitu banyak cemoohan orang tentang nya karena berita kehamilan nya menyebar''
''dan soal beasiswa itu?'' suara parau Bible
''beasiswa? Papa ku adalah tamu penting di setiap peluncuran ilmu pendidikan saat itu aku memberikan data Vio pada nya agar beliau menimbang kan posisi beasiswa nya tapi saat itu aku belum mengungkit siapa Vio kenapa aku mau menolong nya.''
''sampai aku tahu kalau dia akan pindah ke New York aku meminta semua orang ku untuk mempermudah nya'' air mata Darren tak tahu sejak kapan sudah lolos begitu saja
''kenapa kau tidak hadir di depannya?''
''sudah ku katakan saat itu bahkan sampai saat ini aku masih takut melihat nya''
__ADS_1
''niat ku adalah membantu nya untuk bangkit dari rasa sakit yg telah ku perbuat '' Darren menatap langit yg saat ini terlihat tidak terlalu cerah
''aku sudah merusak impian nya yg mungkin ingin menikah dan mendapatkan laki-laki yg dia mau, jadi aku berusaha membuat mimpi nya yg lain terwujud hanya itu yg bisa aku lakukan mungkin tidak bisa menghapus dosaku pada nya tapi setidaknya aku ingin dia hidup dengan apa yg dia mau''
Ucapan Darren membuat Bible mengarah pada nya.
''selama ini aku hanya bisa menjaga Vio dari belakang, tapi ketika aku melihat Zeffan ada rasa egois dari ku yg ingin memiliki nya'' Darren menunduk
''ayo kita pergi, biarkan Tuan berbicara secara pribadi ''
Gery berbalik yg diikuti oleh yg lainnya, Leo yg awalnya berat terpaksa mengikuti langkah Gery.
''kapan pertama kali kau bertemu dengan mereka?''
''aku pertama kali bertemu dengan Vio di bandara mungkin saat itu seharusnya dia sedang hamil tapi aku belum menyadari nya'' Bible menatap heran
''hari itu seharusnya Vio mengantar kau dan orangtua mu berangkat sebelum dua Minggu kemudian ibumu yg menjemputnya''
''bagaimana dengan Zee?''
''bayi kecil itu, bahkan beberapa jam setelah kelahiran nya aku ada disana''
Ha ha ha,, Bible tertawa getir
''tapi aku mengakui jika kamu adalah sosok Papa yg tepat untuk Zee '' Darren membalas tatapan Bible
''dan ka-'' dering telpon milik Bible menghentikan pembicaraan mereka
''Zee?'' Darren pun dapat melihat siapa yg memanggil Bible lewat nama yg tertera di sana
''Papa!!!''' teriak suara kecil itu dengan ponsel yg sengaja di perbesar suaranya
''ya'' jawab Bible sentral mungkin
''kapan Papa kembali, Popa dan Moma'' sudah datang '' Darren tersenyum mendengar suara Zee walaupun ada sakit sedikit dihatinya karena panggilan itu bukan untuknya
''Papa akan kembali jika pekerjaan Papa sudah selesai''
''yaah PApa'' Zee terdengar merajuk
''Bii? Kamu ada dimana?'' Vio mengambil alih
''emh ini? Aku? Di oh di rumah sakit''
''Biben? Kamu baik-baik saja kan?''
''iya aku baik, sangat baik'' Bible menundukkan kepalanya
''aku tidak tahu apa yg terjadi, tapi jika mungkin kamu cepat datang ya Zee sedang menunggu Papanya'' tak lama Vio menutup sepihak telpon nya.
Darren yg mendengar hati nya semakin sakit, dia cemburu bahkan sangat cemburu karena Vio dan Zeffan lebih menunggu Bible bukan dirinya.
''kenapa aku harus kecewa'' batinnya berusaha tenang
''kita akan bicara lagi, pulanglah jika kau terlambat Zee akan marah padamu'' ucap Darren
''apa kau tidak ingin posisi ini?''
''heh, bohong jika aku bilang jika aku tidak mau bahkan jika sekarang kau ingin aku jujur aku sangat iri padamu'' Darren merebahkan tubuh nya tenaga nya seperti habis semua terlepas dari tubuh nya.
''aku tidak tahu harus berkata apa, tapi yg aku mau bilang adalah jika ingin hidup mu lebih baik dan tenang katakan semua pada Vio dan jangan hanya bersembunyi di balik Tuan tanpa Mama'' Bible berdiri yg di ikuti oleh Darren
Bible yg sudah berapa langkah di depan Darren berhenti
''aku tidak pernah melarang siapa pun mendekati mereka, tapi jika mereka terganggu maka jangan salah kan aku jika aku membuat mu tidak bisa menyentuh mereka meskipun hanya bayangan nya saja'' ancam Bible
''aku akan perbaiki kesalahan ku, tapi tidak sekarang'' perkataan Darren membuat Bible menatap heran
''saat ini aku sedang terjebak dengan keluarga Deralt, hutang Budi adalah alasan satu-satunya yg buat aku sulit untuk menghindari mereka''
''maksud mu tentang pertunangan mu dengan Chelsea Deralt?'' tebakan Bible yg dapat anggukan dari Darren
'' seperti yg kamu tahu jika Papa ku mendapatkan transplantasi ginjal dari keluarga Deralt sejak itu mereka membuat perjanjian jika hubungan ini akan diperpanjang dengan ikatan pernikahan'' jelas Darren
''tapi yg aku tahu mereka hanya penanggung jawab dari pihak keluarga pendonor bukan menjadi salah satu pendonor'' ucapan telak Bible membuat Darren terkejut
''kau tidak mengetahui nya??'' tebak Bible lagi
''yg aku tahu kalau keluarga Deralt lah yg menolong Papa ku''
''sebaiknya kamu periksa kembali, aku tidak bisa mengakses nya karena keluarga Andreason telah menutup kasus tentang operasi itu bahkan aku baru mengetahui jika Tuan Balgas adalah kepala keluarga Andreason hari ini'' terang Bible
''tapi aku akan memberi tahu mu, ntah kau sudah mengetahui nya atau tidak tapi Chelsea adalah satu-satunya orang yg selalu menganggap Vio adalah musuh nya''
''dan jika mungkin jangan biarkan Chelsea membalas apapun pada Vio, selain tabrakan berencana itu''
''kau sudah tahu?''
''apa kau lupa selain kau, aku juga selalu memantau keselamatan Vio dan Zee dan karena itu juga aku tahu kalau kamu selalu menempatkan orang-orang mu di sekitar mereka '' hardik Bible
''kali ini aku akan meminta bantuan mu untuk menyingkirkan Chelsea '' ucap Darren yakin
''kita bukan teman untuk saling membantu, dan lagi pula aku masih belum memaafkan kesalahan mu'' Bible berjalan meninggalkan Darren
''dan satu lagi,''darren melihat ke arah suara
''jangan berikan Zee gula-gula, biarpun dia anak yg cerdas tapi imunitas nya rendah tidak perlu ku ingat kan kau juga tahu kalau Zee lahir prematur jika kau memberikan makanan terlalu manis dia akan mudah melemah'' peringatan Bible tanpa melihat
Setelah itu Bible pergi meninggalkan Darren yg masih pada tempatnya.
''sepertinya aku terlalu meremehkan diam mu kan?'' ucap Darren setelah Bible menghilang
Bella dan Vio saat ini sedang menikmati makan siang bersama Zakir dan juga Luci, Zee yg merindukan orang tua yg di panggil nya Popa dan Moma itu terlihat bahagia sekali apa lagi ketika Zakir memberikan hadiah pada nya.
''kalian sudah berkumpul'' suara Bible yg telah sampai dan ada Wisnu dibelakang nya.
''Papa?'' Zee merosot dari pangkuan Zakir berlari memeluk Bible
''kamu kangen Papa iya'' Bible berusaha menetralkan kembali perasaan nya meskipun menyadari jika Vio menatap nya tajam
''Ma, Pa'' Bible mencium pipi keduanya
''lama sekali, kami merindukan mu'' Bible pun duduk dengan kepala yg bersandar di pangkuan Luci
''ada apa Bii?''
__ADS_1
''tidak ada Ma'' balas Bible tanpa melihat
Tapi mata Vio menangkap lengan Bible yg memar
''ada apa dengannya:''batin Vio
''Vii, nanti malam kamu ada acara gak?'' tanya Bella di sela-sela pekerjaan nya yg saat ini dengan Vio
''emh? Kek nya enggak deh,'' Vio yg berbalik
''temenin ya'' wajah Bella terlihat memelas
''kemana??''
''aku mau cari hadiah'' Bella berjalan ke arah Vio dan menggandeng tangan nya.
''hadiah??'' Vio masih terlihat bingung
''iya? Kamu tahu Papa aku nyuruh buat aku gantikan mereka untuk hadir di acara ulang tahun salah satu kolega nya''
Bella membuka bungkus permen dan bersandar di meja Vio
''bukannya kamu lagi diet, jangan makan manis dulu'' Vio menyambar permen yg ditangan Bella.
''pelit banget!! Cuma satu ini'' Bella mengambil paksa lagi permen yg sudah hampir terbuka itu
''kamu tuh ya, dah sama kek Zee tau gak?'' omel Vio
''nama nya aku Aunty nya'' ledek Bella dengan wajah nya
Vio hanya memutar malas mata nya.
''Vio?''
''eh, iya Bibi??''
''kamu masih bekerja kan?''
''benar'' Vio mengangguk pada Luci yg berdiri di ambang pintu
''kalau begitu Bibi dan Paman minta izin ya bawa Zee buat jalan-jalan sekalian lepas kangen''
''boleh, asal Paman dan Bibi tidak repot'' Vio melebarkan senyumnya pada wanita paru baya yg sudah seperti ibu nya itu.
''kamu bicara apa, Zee sudah menjadi Cucu ku dan kamu juga Anak ku apa yg merepotkan nya'' lucu yg gemas menarik pipi Vio yg tersenyum jenaka pada nya.
''lalu bagaimana denganku Tante?'' Bella menunjuk dirinya sendiri merasa tak ada yg perduli dengan nya.
Ha ha ha,,,
''kamu juga Putri ku'' Luci mengelus pipi nya
''kalau gitu Bibi pergi ya, nanti setelah selesai kami akan antar Zee ke apartemen'' setelah pamit Luci pergi keluar yg sudah ada Zee dan Zakir yg menunggu nya di mobil.
''Zee tidak pamit pada kita Vii??''
''pikirannya sudah teralih kan oleh mainan baru nya, setelah sadar kita tidak ada dia akan mencarinya'' balas Vio yg sudah tahu watak anak nya.
Zee anak yg selalu fokus pada apa yg dia suka, hingga fokus nya sering kali membuatnya lupa akan keadaan, terakhir kali saat berada di taman bermain karena mainan baru Zee yg tidak sadar berjalan lurus tanpa Vio hingga naik ke angkutan umum.
Sejak itu Bible melarang nya membawa mainan keluar dari tempat nya atau berbicara pada orang asing.
''oh iya, sebentar!!'' Vio teringat sesuatu berlari kecil meninggalkan Bella.
''Vii? Ada apa ??''
Namun Vio sudah menghilang, Vio berlari keluar melihat mobil Zakir yg hampir pergi.
''Vii? Ada apa nak?'' tanya Zakir yg terkejut Vio mengetuk pintu mobil.
''Paman? Bible dimana?''
''Bible?''
''iya''
''Tuan Bible ada urusan mendadak di kantor Nona jadi tadi Tuan pergi lebih dulu'' potong Wisnu yg menjadi supir Zakir dan Luci
''ada apa Vii?'' tanya Luci khawatir
''oh, tidak apa-apa Bi, hanya ingin berbicara pada nya''
''baguslah, tolong bicara pada nya ya ada apa sedari tadi Bibi lihat dia terlihat murung'' Luci memegang tangan Vio yg berada di pintu mobil
''iya Bi, Zee jangan nakal ya dengan Popa dan Moma?'' pinta nya pada anak kecil yg sibuk dengan mainan nya
''iya Ma, nanti Mama jemput Zee kan?''
''iya''
Setelah pamit mobil Zakir dan rombongan akhir nya pun pergi dari butik, Vio kembali masuk namun tak menemukan Bella
''Mina??''
''iya buk?''
''Bella mana?''
''oh, buk Bella naik ke atas buk tadi saya lihat'' Vio memandang sebentar tangga yg bisa menghubungkan toko butiq tiga lantai ini.
''baiklah, terima kasih ya'' namun Vio memilih masuk dalam ruangan nya untuk melanjutkan pekerjaannya
Darren setelah mengobati lebam diwajah nya akibat pukulan Bible, merasa tarik ulir ingin keruangan di mana Papa nya dirawat.
''anda tidak masuk, Tuan?'' tanya Gery yg berdiri di belakang Darren
''Leo?''
''iya Tuan'' lelaki itu langsung berdiri di samping Darren
''tolong kamua lacak dimana seluruh keluarga Deralt, dan aku ingin hasilnya malam ini''
''baik Tuan'' Leo langsung bergegas pergi membawa beberapa pengawal nya.
''sepertinya anda sudah tahu apa yg ingin anda lakukan, Tuan'' tebak Gery yg melihat raut wajah Darren
__ADS_1
Sebenarnya setelah peraduan sengit nya dengan Bible, Gery dan Leo yg melihat Bible sudah pergi menghampiri Darren dan ternyata kondisi nya sudah lemas, mereka dengan cepat membawa Darren turun untuk dirawat setelah merasa lebih baik Darren menceritakan semua yg dia tahu dari Bible.
Menurutnya jika benar keluarga Deralt berusaha memainkan keluarga nya Darren mulai sekarang tidak akan segan-segan untuk merata kan keluarga yg sesungguhnya derajatnya di bawah keluarga Andreason.