Pesawat Kertas Zeffan Al'Bareck

Pesawat Kertas Zeffan Al'Bareck
Aku ayahnya??


__ADS_3

''Maafkan aku,, aku mohon maafkan aku'' rintihan Darren dengan memeluk dirinya sendiri.


Air nya terus mengalir,Vio yg sedari tadi mengompres Darren dengan mata yg mulai ngantuk tiba-tiba terkejut karena Darren menarik tangan nya yg tak sengaja berada di atas tangan Darren.


''apa yg kamu lakukan sebenarnya??'' gerutu Vio


Vio yg merasa iba mengelus lembut rambut Darren agar sedikit lebih tanang, dan benar saja dengan memeluk tangan Vio satu nya Darren mulai terlihat tenang meskipun tubuh nya sudah mandi keringat.


''aku tidak tahu apa yg telah kamu lakukan, tapi jika mungkin sebaiknya minta lah dengan tulus aku yakin dia akan memaafkan mu walaupun tidak sepenuhnya.'' Vio mengucapkan nya pelan ada senyum tipis di wajah nya.


''Ma??'' panggil suara bocah kecil yg terbangun


''Zee? Ada apa Sayang??'' Vio mendekati anaknya


''Zee mimpi buruk'' Zee memeluk leher Vio yg bersimpuh di depannya.


''Mama disini, jadi Zee gak boleh takut'' Vio mengelus lembut punggung kecil itu


''Papa mana, Ma?'' tanya zee tanpa melepaskan pelukannya


''Papa sudah pulang, Zee mau lihat Popa dan Moma kan?''


Zee yg merenggangkan pelukan nya mengangguk kepalanya


''iya Zee mau Ma, Zee rindu Popa dan Moma''


''kalau gitu kita tidur lagi ya, besok kita baru ketemu PopA dan Moma oke'' Vio menggendong Zee dan membawa nya kembali ke kamar.


Dan biarkan Darren yg mulai tenang tidur di sofa, dengan selimut yg Vio berikan


''kita tidak harus berdekatan'' Bella tidak mau menatap ke arah Leo yg menguncinya


Tapi ketika Leo membuka maskernya mata Bella langsung memutar memandang nya.


''kau tidak suka melihat ku pakai masker?" Suara lembut Leo menyadarkan Bella yg menatap nya kagum


Thiiiing,,,


Pintu lift terbuka Leo dan Bella pun melangkah keluar tepat di parkiran VVIP.


''aku harus pergi, kamu kembalilah'' baru akan berbalik Leo berhenti ketika jaketnya ada yg menarik


''ada apa?''


''parfum apa yg kamu pakai?''


''parfum??'' Leo menciumi tubuhnya dengan wajah aneh nya Bella hanya mengangguk


''jadi kau hanya mengejar ku untuk bertanya ini?'' Leo tak habis pikir Bella yg terlihat lugu hanya mengejar nya untuk bertanya soal parfum.


''ambillah, mungkin kau membutuhkan nya'' Leo melempar kan jaket nya ke arah Bella


''sekarang kembali lah, aku akan memberitahu mu jika pekerjaan ku selesai '' Leo langsung pergi dan masuk mobil yg sudah ada bawahan yg menunggu nya.


''Bella!!!'' Bella yg salah tingkah memegang kepalanya


''kenapa malah bertanya parfum sih'' dia menghentak hentakkan kaki nya


Tapi begitu berbalik senyum nya langsung melebar dan berulang kali menciumi jaket milik Leo yg ada ditangan nya.


Leo yg masih bisa melihat dari spion mobilnya menyungging kan senyumnya, merasa tak percaya dengan apa yg Bella lakukan


''apa itu wanita anda Tuan??''


Leo tersadar dan kembali memasang wajah datar nya


''jangan beritahu ini pada siapa pun jika kalian masih ingin kepala kalian ditempat nya'' macam Leo


Pengawal itu hanya bisa menelan kasar Saliva, merasa seperti salah menanyakan sesuatu.


Hari sudah menjelang subuh, Darren terbangun dari tidur nya walaupun terasa pusing Darren dapat merasa ntah sejak kapan dia bisa tertidur nyenyak seperti ini.


''dimana ini??'' tanya nya melihat sekitarnya dengan tangan memegang kepalanya yg terasa berat


''ini di tempatku, Tuan'' suara Vio membuat Darren membalik ke belakang


''Vio?, Ah maksudnya Nona Violine ''


''kamu bisa panggil aku Vio''


Vio memberikan bubur di depan Darren dan beberapa obat


''apa ini?''


''makanlah, anda demam tadi malam jadi saya membuat nya untuk anda makan setelah bangun''

__ADS_1


Darren terpesona ketika mendengar suara Vio yg lembut dan juga melihat langsung wajah cantik yg selalu dilihat nya dari sebuah foto.


''Tuan??'' Vio menggoyang kan tangan nya di depan wajah Darren yg terlihat bengong


''ah?? Maaf kan saya''ucap Darren sopan


''apa masih demam?'' Vio menempel kan punggung lengan nya di kening Darren yg membuat nya terpaku


''masih demam, kalau begitu makanlah jika selesai anda bisa minum obat dan kembali istirahat '' Darren hanya mengangguk kecil


Vio duduk di sekitar nya, memastikan Darren menghabiskan makanan nya dan meminum obatnya


Setelah selesai Darren yg bangkit mengagetkan Vio.


''mau kemana!?''


''saya harus kembali ke ruangan saya''


''tidak bisa,'' cegat Vio


Darren memasang wajah bingung nya pada Vio


''begini, Tuan Leo bilang anda akan kejang-kejang jika sakit dan saat ini Tuan Leo sedang ada urusan, bisakah anda kembali setelah Leo pulang?''


''apa yg sebenarnya Leo katakan, dan sejak kapan aku suka kejang-kejang!!''batin Darren yg tak terima


''istirahatlah, jika anda tidak nyaman karena ada saya, saya bisa masuk ke kamar sekarang '' Vio terduduk kembali ketika tangan kekar milik Darren menariknya


''tidak apa-apa, kamu boleh disini aku hanya merasa merepotkan saja'' ucap Darren suaranya terdengar serak


''apa yg anda katakan Tuan, anda pernah menolong saya jadi anggap saja kita impas'' balas Vio ramah


''impas, jika kamu tahu yg sebenarnya apa kami masih bisa tersenyum padaku dan berkata impas'' hatinya berdenyut mendengar ucapan Vio


''boleh bertanya sesuatu'' ucap Darren di suasana canggung


''emh''


''apa hubungan mu dengan Tuan Bible?'' Vio memasang wajah bingung


''maksud ku begini, aku disini dan kamu merawat ku aku hanya ingin memberikan alasan yg tepat jika Tuan Bible menemukan ku disini'' alasan Darren


''aku tidak tahu harus menjelaskan nya atau tidak, tapi hubungan kami cukup spesial ''


''special??kenapa begitu sakit mendengar nya'' batin Darren


''tidak apa-apa Tuan''


''kamu bisa panggil aku Darren, dengan memanggil ku Tuan aku seperti sedang menindas mu disini.''


''baiklah Darren''


Darren yg berbaring sengaja memejamkan matanya, meskipun dia tidak tidur Vio yg merasa Darren tertidur menyandarkan tubuh nya di sofa matanya sebenarnya sudah mengantuk sedari tadi tapi ditahan karena takut terjadi sesuatu seperti yg Leo ucapkan.


Mendengan suara nafas yg mulai teratur Darren membuka mata nya, dan benar saja Vio Suad tertidur dengan posisi yg kurang nyaman


Dengan perlahan Darren mengangkat tubuh Vio agar tidur di tempat nya menutupi tubuh nya dengan selimut sampai ke dada.


''aku tidak tahu kamu ini malaikat atau apa, tapi setiap melihat mu seperti ada ketenangan dalam diriku'' Darren mengucap pelan dengan merapikan rambut Vio


Wajah cantik itu masih tampak cantik dan teduh nya meski tanpa olesan makeup,


''jika saat nya tiba aku akan bersujud memohon maaf padamu, untuk sekarang aku hanya bisa menjaga kalian dari jauh dan jika saat itu tiba meskipun kamu tidak memaafkan ku, aku hanya minta tetaplah selalu bahagia seperti ini''


Darren mengecup lembut puncak kepala Vio, memegang tangan nya sebentar seperti meminta tenaga dan setelah itu bangkit ingin pergi.


Tapi langkah nya terhenti kala melihat kamar yg terbuka, perlahan Darren masuk dan benar saja, kamar yg memiliki suasana galaxy ini adalah kamar milik Zeffan, Darren dapat melihat banyak mainan yg hampir semua nya berbentuk pesawat bahkan ada lemari kaca disudut dengan jejeran pesawat kecil dari berbagai merek.


''pangeran kecil, kamu harus tumbuh kuat dan juga bahagia maaf jika aku begitu pengecut untuk meminta maaf padamu cepatlah tumbuh besar dan hukum aku'' Darren mengecup lengan mungil yg memegang botol susu itu


Darren mengeluarkan sesuatu yg selalu di pakai nya, kalung berbentuk pesawat berbatu zamrud berwarna hijau pekat dan ada inisial 'Z' disana


Dipakai kan nya pelan-pelan pada Zee agar anak itu tidak terbangun, setelah itu Darren benar-benar keluar dari tempat Vio dan mengarah ke basecamp tempat mobilnya berada.


Rumah sakit terlihat sibuk dan dijaga ketat sejak tadi malam, hanya ada Gery yg mencoba menenangkan nyonya Silvia di depan ruang UGD,


''Mama??'' Darren berlari kecil ke arah Mama nya


Para bawahan menunduk hormat pada nya yg berlari


''Darren? Papa mu nak'' tangisan Silvia pecah di pelukan Darren


''siapa yg memeriksa didalam Ger?''


''di dalam sudah ada Dokter Steve dan juga Tuan Bible''

__ADS_1


Gery memelankan ketika menyebut nama Bible


''Bible? Tuan muda Paolo?'' tanya Darren memastikan


''benar Tuan'' Gery menunduk


''apa kamu Tidak tahu jika dulu waktu Papa mu transplantasi Dokter Bible juga ikut dalam operasi itu'' jelas Silvia


Darren tampak berpikir, tapi dia akan mencari tahu semua nya setelah keadaan lebih baik nanti.


Sudah hampir dua jam Darren dan Mama nya menunggu, hingga pintu terbuka dan sudah ada Dokter Steve dan juga beberapa perawat yg mendorong brankar Tuan Balgas.


''Tuan muda, Nyonya ayo ikut saya'' ajak Dokter


Namun mata Darren melihat ke arah dalam tampak Bible yg sedang merapikan pakaian nya.


''Bible?'' panggil Darren


Bible melangkah mendekati ke arah Darren


''silahkan Tuan, Dokter Steve yg akan menjelaskan nya'' tapi tau wajah Bible menatap tajam ke arah Darren.


''apa ada yg aku tidak tahu disini?'' tanya Darren


''bukankan setiap orang memiliki rahasianya masing-masing Tuan'' tatapan Bible mulai berubah bahkan Darren sadar itu


''Tuan, ayo'' Gery mengajak Darren ke ruangan Dokter yg sudah ditunggu oleh Silvia dan Steve


Bible hanya mengayunkan tangan nya seperti mempersilahkan, dan Darren tidak menyukai sikap Bible yg seperti acuh tak acuh pada nya.


Setelah selesai dari ruangan Dokter Darren membawa Mama nya ke tempat di mana Papa nya dirawat, ada beberapa pengawak yg berjaga ketat di depan pintu nya


''Ma, Darren harus pergi nanti Darren akan kembali ''


''kamu tidak mau menemani Mama Ren?''


''Ma, ada pekerjaan yg penting Darren akan minta Maid untuk disini menemani Mama oke,''


Darren pun keluar yg di ekori oleh Gery, namun baru berjalan di koridor ada sosok laki-laki yg menunggu nya di ujung.


''kalian tunggu aku di mobil,!!''


''tapi Tuan?''


''Ger, aku ingin menyelesaikan nya kau tunggu aku dan jangan muncul sebelum aku memanggilmu!!!'' titah nya dengan nada yg tak mau di bantah.


''sepertinya ada yg menunggu ku?'' ucap Darren santai


''hah!! Aku menunggu dan kau yg sepertinya harus menjelaskan beberapa hal pada ku''


Kedua nya kini saling menatap dengan tatapan tajam, Darren membawa Bible ke atap rumah sakit tanpa satu pengawal pun yg menemani nya.


Kedua nya sempat berdiam beberapa saat, bahkan Darren sendiri sedang mengatur nafas nya Bible terlihat tenang meskipun wajah nya tidak menunjukkan ketenangan.


''aku yg mulai bertanya? Atau kau yg ingin menjelaskan nya lebih dulu??'' tanpa basa-basi Bible langsung mengarah ke Darren.


''apa yg ingin kau tahu lebih dulu?''


''he? Apa yg ingin aku tahu lebih dulu, oke bagaimana dengan hal yg sederhana dulu'' Bible melempar ponsel nya ke arah Darren


Darren dengan tenang menangkapnya dan melihat, rekaman CCTV apartment milik Vio disitu terlihat jelas apa saja yg Darren lakukan pada Vio dan Zee.


''bagaimana??'' Bible yg makin penasaran


''jika aku bilang aku menyukai mereka, apa kau akan percaya??''


Ha ha ha ha,,,,


''Darren,, Darren eits salah maksud ku Tuan Darren Andreason.''


''bukan hal tabu lagi memiliki sikap dingin, arogan, perfectionist, lulusan terbaik Harvard, dan juga menjadi pewaris tunggal keluarga Andreason, dan sudah bertunangan dengan Chelsea Deralt, apa menurut mu aku akan percaya dengan lelucon mu!!''


''he, sepertinya kau tahu lebih banyak dari yg aku kira''


''orang seperti mu, menyukai Vio dan akan menerima Zee apa menurut mu aku harus percaya, dan jangan kira aku selama ini tidak tahu dengan semua yg selalu kau lakukan untuk mereka!!''


Darren melepaskan dasi yg terasa ketat di lehernya, wajah nya mulai terlihat frustasi.


''ada apa ini Darren, jika aku tidak mendapatkan jawaban nya hari ini jangan salah kan aku jika kau tidak lagi bisa melihat mereka!!'' ancam Bible dengan tegas


Mata Darren membulat dengan pikiran yg tak percaya dengan apa yg di dengarnya. Wajah Bible yg biasa nya akan murah senyum dan selalu sopan dengan nada bicaranya kini tiba-tiba seperti orang yg tak tersentuh.


''baik jika ini yg kau mau dengar''


''aku ayah kandung Zeffan!!''

__ADS_1


Bible tak bisa menjaga keseimbangan nya, kepala nya terasa penuh tiba-tiba Bible berusaha menyusun kembali kata-kata Darren.


Bruuuuk!!!!!,,,,,,,


__ADS_2