Pesawat Kertas Zeffan Al'Bareck

Pesawat Kertas Zeffan Al'Bareck
Balas dendam Darren


__ADS_3

***


Washington,,,


Ketegangan terjadi saat rombongan Darren telah sampai di salah satu kediaman nya yg berada di sudut kota Washington.


Rumah yg hampir setiap sudut nya memiliki pohon besar, untuk itu Darren menyebutkan nya rumah hutan


"Selamat malam Tuan?" Sapa beberapa pengawal


"Selamat malam Tuan Darren, saya Dokter yg dikirim langsung oleh Dokter Steve" sapa seorang pria muda dengan pakaian serba putih.


"Bagaimana keadaan nya?" Darren melewati nya begitu saja


"Saat ini tidak bisa di bilang baik Tuan, Leo masih belum sadarkan diri dari luka nya" jelas Dokter


"Apa maksudmu?" Hardik Darren yg tak senang sambil berbalik


"Maaf Tuan, tapi selain luka sobek di punggung belakang nya Leo juga tertembak di bagian dada dan hampir mengenai jantung nya" mata Darren terbelalak


"Untuk itu kami harus melakukan operasi mendadak untuk menyelamatkan nyawa Leo, kami harus melakukan secepatnya tanpa menunggu persetujuan anda. Saya minta maaf Tuan" dokter itu menunduk takut


"Dan sekarang kalian baru memberi tahu ku!!''


"Tuan? Biarkan Dokter menjelaskan dulu" Gery menarik lengan Darren yg sudah mencengkram di kerah baju Dokter tersebut.


"Damn it!!!!" Runtuk Darren


"Tuan, peluru itu tidak hanya satu tapi ada tiga buah, jika kami menunggu anda saya takut nyawa Leo akan terlewat kan begitu saja"


"Setelah pengoperasian, kondisi Leo sempat kritis tapi beberapa menit yg lalu kondisi mulai membaik, kita hanya perlu menunggu nya sadar"


"Jika terjadi sesuatu pada nya, kepala kalian semua yg akan jadi taruhannya!!!'' ancam Darren dengan menunjuk ke arah perawat dan Dokter


"Tuan? Mari kita lihat Leo dulu" Gery berusaha membuat suasana sedikit lebih tenang


Masuk ke dalam ruangan mata Darren menatap nanar ke arah pria yg terhubung dengan tabung oksigen, dan balutan perban di sebagian tubuhnya.


"Bagaimana dengan luka sobekan nya??''


"Sebenarnya luka sobek di punggung Leo tidak bisa menampung berat badannya, tapi kami juga tidak bisa membalik tubuh Leo untuk beberapa saat karena luka didada nya yg akan lebih bahaya jika luka itu tertindih, Tuan"


"Berikan obat terbaik! Apapun yg terjadi pastikan jika luka itu harus secepatnya pulih!!"


''baik Tuan"


Darren berjalan mendekati ranjang dan duduk disana.


"Aku tahu tentang pertahananu dalam bertarung, tapi kali ini kenapa bisa separah ini, Leo?" Tatapan Darren terlihat kosong


Darren, Gery dan juga Leo sudah bersama sejak remaja dan mengendalikan senjata sudah biasa bagi mereka.


Terlebih lagi Leo yg merupakan murid terbaik mempelajari Yakuza, jika keahlian Gery dan Darren adalah ahli tembak berbeda dengan Leo yg lebih menguasai teknik senjata tajam.


"Gery ikut aku!'' Darren meninggalkan ruangan Leo


"Perketat keamanan, jika ada yg buat masalah ledakkan kepalanya!!" Ancam Darren


"Baik Tuan" pengawal menunduk saat Darren melewati mereka.


Diruangan yg cukup redup Darren membuka satu persatu pakaian nya, dan mengambil beberapa stelan yg sering Leo gunakan..


Dengan berganti celana jeans, kaos dan juga jaket Darren memasukkan beberapa senjata di setiap bagian tubuhnya.


"Ger?" Darren berbalik


"Aku yakin kau sudah bisa menjelaskan nya?''


"Tuan? Seperti dugaan anda selama ini, Perth adalah dalang dari setiap masalah anda"


"Apa maksudmu?"


"Mata-mata kita menyampaikan jika penyerangan yg terjadi pada Leo, sepertinya sudah direncanakan dengan matang"


"Kita tahu jika Leo adalah ahli pedang sejak ikut anda sekolah ilmu beladiri di Jepang, dan saingan Leo yg tidak bisa di tandingi adalah Airen"


Darren mencerna penjelasan Gery,,,


"Sudah dipastikan Perth sengaja membakar gudang anda sebelum menemukan Airen dengan Leo. Kebakaran gudang itu hanya dalih agar fokus Leo terbagi"


"Jadi ini juga bisa digabungkan dengan Perth yg menunda kepulangan nya meskipun tahu jika Chelsea sedang bermasalah dengan karir nya saat ini" tebak Darren


"Sepertinya begitu Tuan, tapi untuk ahli tembak yg menembak Leo saat ini anak buah kita sedang memeriksa nya"


"Tidak perlu!''


"Maksud anda?''


"Itu pasti hasil kerja Demart!''


"Demart?'' Gery mengernyit kan keningnya


"Dengan sasaran tepat seperti itu, aku hanya yakin itu pekerjaan Demart. Aku cukup mengenal dengan tembakan nya"


"Tapi bukankah dia sudah ma-?'' Gery mengingat sesuatu dikepalanya "jadi?? maksud anda selama ini kita sudah di permainkan dengan kabar kematian Demart?''


"Aku sudah katakan padamu, manusia licik seperti mereka tidak akan mudah mati"


Gery memendam kekesalannya, gigi nya kini merapat menahan amarahnya.


"Lalu? Apa rencana anda selanjutnya Tuan?''


"Aku ingin kau membawa beberapa anak buah mu untuk masuk ke markas mereka dengan menggantikan aku"


"Aku sudah membuat desus jika aku akan datang ke Washington, dengan begitu para musuh akan mulai menampakkan diri mereka satu persatu, apa lagi setelah mereka tahu jika Leo saat ini sedang terluka"


"Lalu bagaimana dengan Anda?"

__ADS_1


"Aku akan mengejar seseorang yg mungkin akan lari setelah tahu kedatanganku"


Gery berpikir bingung.


"Malam ini akan jadi amalm yg panjang untukku, pilihan nya hanya satu selesai kan sekarang. Atau biarkan masalah ini hingga aku harus kehilangan orang ku satu persatu"


Darren menepuk pundak Gery yg masih berdiam.


"Aku akan menyelinap ke pelabuhan, karena aku tahu Perth pasti akan kabur dari sana, dia akan menggunakan transaksi Airen sebagai dalih untuk nya kabur"


"Dia salah! Aku bisa mebaca setiap pergerakan nya dan aku ingin malam ini kita menyelesaikan semuanya.''


"Tapi cukup bahaya jika anda pergi kesan sendirian Tuan"


"Aku hanya harus memastikan malam ini aku yg mati atau mereka yg mati di ditangan ku"


Tapi baru akan berjalan keluar, Gery mencekat tangan Darren untuk menghalangi nya.


"Kita tidak bisa mengambil resiko dengan pergi tanpa ada persiapan, Tuan?"


"Anggap saja malam ini adalah penebusan dosaku, Ger? Lakukan sesuai yg aku katakan aku ingin semuanya selesai malam ini dan aku juga tidak mau jika balas dendam yg tak berarah ini akan melibatkan orang lain di masa depan"


"Kalau begitu anda harus membawa beberapa orang untuk membantu anda"


"Apa kau meragukan kemampuan ku?''


Gery langsung melepaskan tangannya


"Aku yakin orang yg ingin membunuh ku saat ini, sedang berkumpul di markas milik mereka. Dan Perth sendiri tidak akan pernah mengira jika aku akan datang ke pelabuhan"


"Untuk itu aku mempercayai mu,"


"Baiklah, sesuai perintah anda"


Geri terpaksa membiarkan Darren pergi sendiri, dan melanjutkan misi nya sesuai yg Darren minta.


Darren melangkah keluar melewati jalur khusus yg hanya dia Gery dan Leo yg tahu jalan itu. Berlari secepat nya hingga da mobil yg menunggu nya di depan.


"Antarkan aku ke arah Utara pelabuhan, setelah itu kalian pantau Gery dan anak buah nya. Jika terjadi sesuatu yg mendesak rata kan tempat itu" titah nya pada dia orang yg duduk di depan.


''baik Tuan"


Mobil pun melesat melewati jalur hutan agar kedatangan mereka tidak mengundang kecurigaan siapa pun


Setelah sampai Darren yg memakai masker dan topi nya melompat pagar dengan mudah, hingga membuat kini sudah ada di dalam gudang yg terletak di pelabuhan tempat biaa menjadi pengiriman ilegal bahan penyelundupan.


Satu persatu anak buah Airen yg berjaga dilumpuhkan oleh Darren menggunakan sentaja yg sudah dipasang anti radap.


Sesuai dengan prediksi nya tempat ini tidak terlalu banya yg berjaga, hanya beberapa orang di setiap sudut yg dengan mudah Darren lumpuhkan. Kali ini tujuan nya adalah Perth dan juga Airen.


***


"Pastikan semua sesuai rencana, setelah kita masuk ambil posisi kalian masing-masing. Kali ini incaran kita adalah Demart" titah Gery yg sudah diperjalanan menuju markas


Sesampainya di sana wajah Darren yg tidak banyak orang familiar dengannya memudahkan Gery untuk masuk setelah menunjukkan kartu anggota VVIP milik Darren.


Kartu Black milik Darren hanya ada dua dipegang oleh Darren dan juga Airen jadi mudah bagi penjaga untuk tahu siapa pemilik nya meskipun belum pernah melihat wajahnya.


Di arahkan ke tempat yg memang khusus untuk Darren, rombongan Gery sudah disambut oleh wanita seksi dengan membawa minuman.


"Letakkan!!'' tolak anak buah Gery


"Tapi Tuan saya ingin melayani Tuan Darren" pintanya dengan suara jenaka


"Tuan Darren saat ini sedang tidak ingin diganggu"


Lalu wanita itu pun pergi dengan wajah kesalnya


"Tuan? Sesuai yg anda minta kita sudah menempel kan beberapa bahan peledak di setiap sudut PUB ini" bisik anak buah Gery dari belakang


"Bagus!!" Gery tersenyum tipis


"Lakukan semuanya secara perlahan agar tidak membangun kecurigaan mereka" pengawal itu pun mengangguk


"Tuan??" Panggil pengawal yg mulai panik


"Ada apa??!''


"Beberapa orang kita sudah terluka akibat serangan tak terlihat, sebaiknya anda harus segera pergi Tuan!''


Gery membulat kan mata nya, dan melihat sekeliling memang sudah berubah suasana.


"Cepat bawa yg terluka, aku akan menghapus data kedatangan Tuan Darren setelah aba-aba dari ku ratakan tempat ini" Gery bangkit dari duduk nya


Dan hanya tersisa tiga orang saja mereka mengambil jalan masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan mereka. Namun saat akan melangkah ke sebuah ruangan pundak Gery tersa di cekat seseorang.


Bruuk,,,,


Dengan sigap Gery menariknya hingga orang itu terpental di depannya.


"Demart!!!''


"Kau masih hidup??'' umpat Gery


"Selamat datang Gery" sambutnya dengna mengeluarkan senjata


Dor Dor dor,,,,


Tidak satupun peluru mampu mengenai Gery, dengan cekatan Gery mengambil sebuah kursi yg tak jauh darinya dan.


Bruuk,,,, tepat mendarat di kepala Demart


"Hanya segini kemampuan mu, hah!!!'''


Dor,,,,, tembakan dari senjata Gery menembus dada Demart dengan mudahnya.


Demart yg sudah terlanjur mabuk karena ulah anak buah Gery, memudahkan Gery untuk menjatuhkan nya

__ADS_1


"Dalam hitungan tiga puluh detik ratakan tempat ini!!'' perintah Gery dari alat ditelinganya.


Gery berusaha keluar dari tempat yg sudah hampir penuh asap karena ulahnya yg ingin memanipulasi layar monitor CCTV, tapi akibat kesalahan kabel membuat ada tegangan listrik yg rusak.


Uhhuuk uhhuuk,,


"Dimana pintunya??'' surah serak Gery yg menahan sesak didada nya


Gap,,,


Bruuk,,,, seseorang menindih Gery setelah terhempas keluar


Duaaarr,,,, ledakan pertama dan disusul yg lain nya membuat tempat itu menjadi cahaya merah karena apa yg menyambar


"Anda tidak Apa-apa, Tuan?"


"Terimakasih" balas Gery dengan mengatur nafasnya


"Kita harus cepat eprgi dari tempat ini, Tuan kalau tidak polisi akan lebih dulu menemukan kita disini"


Dengan langkah yg gontai Gery berusaha bangun dengan dipapah oleh anak buah nya ke arah mobil.


"Minumlah, Tuan" ucap pria lain dengan memberikan botol


Dengan cepat Gery membasahi tenggorokan nya yg sudah terasa kering.


"Kita harus ke pelabuhan, Tuan Darren disana kita tidak tahu apa yg akan terjadi nanti" pengawal itu langsung masuk ke mobil dan kemudian melesat secepatnya.


Darren yg masih mengawasi pergerakan Airen dan Perth, mulai merasa curiga tidak ada penjagaan sama sekali hanya beberapa orang disekitar mereka dengan sebuah kapal yg hampir berangkat.


"Aku yakin ada yg tidak beres!!'' gumamnya


Baru akan bergerak tangan Darren


Sraaas,,, sebuah lemparan belati mengenai tangan atas Darren.


"Kau!!" Belum sempat bicara Tubuh Darren sudah ditarik dari samping


Bruuk,,,


"Darren, Darren kau pikir aku tidak mengetahui pergerakan mu, hah!!"


"Airen? Akhirnya aku bisa melihat mu langsung!!'' balas Darren tak kalah sengit


"Selamat malam Tuan Perth,?" Aura dingin Darren melihat Perth yg hanya bisa berdiam di belakang Airen.


Dor Dor,,, tembakan Darren mengenai anak buah Airen yg hampir menyerang nya dari belakang


Ha ha ha,,,


"Kemampuan mu ternyata boleh juga" sinis Airen


"Aku sudah menyiapkan nya sebelum bertemu dengan mu!!" Belum sempat Darren menyelesaikan kata-katanya Airen sudah menyerang nya.


Dug,,,


Darren bisa menghindari serangan Airen, hingga tangan nya ingin melepaskan samurai dipunggung nya.


Bruuk!!,, Darren lebih dulu menguncinya


"Turunkan senjata kalian!!!!" Bentak Darren yg sudah mencengkram leher Airen dari belakang dengan pedang Laras panjang itu.


"Kenapa kalian takut? Serang di-dia!!" Perintah Perth


Sedangkan para anak buah Airen hanya memegang senjata mereka tanpa berani mengangkat


"Sialan, kau Perth!!!!" Umpat Airen yg sadar kondisi nya saat ini tidak menguntungkan.


"Kau berteman dengan ular, seharusnya kau tahu apa yg terjadi jika kau lupa memberikan dia makan!" Ucap Darren


Dug!!,,


Darren memblokir pergerakan Airen dengan tendangan di kaki nya kini Airen bersimpuh dilantai.


Senjata tajam milik Airen sudah lepas dari tempatnya dan ujungnya kini sudah menempel pada leher Airen.


"Apa benda ini juga yg membuat Leo tak sadarkan diri!!'' tanya Darren dengan tekanan


Ha ha ha,,, Airen malah tertawa


"Jadi kau disini untuk membalas pria yg kemampuannya melemah itu?" Ejek Airen


"Berani sekali kau!!!"


Sraaas!!!,,,,, Satu tebasan memisahkan tangan kiri Airen dari tubuhnya.


Aaaahhhhh,,,, teriak Airen menahan sakit. Tanah yg tadi berwarna hitam kini sudah Bermandi kan darah.


Bruuk,,, Darren menendang tubuh Airen


Dor Dor Dor,,,,,


tembakan bertubi-tubi Darren dengan sigap menjatuh kan anak buah Airen dan Perth.


"Kau!!! Bunuh aku sekarang seperti kau membunuh adikku!!" Teriak Airen dengan Sisa tenaganya


"Sudah aku katakan dari dulu aku tidak membunuh siapapun, apa lagi seorang wanita!!" Penekanan Darren


"Haha!!! Lalu kau pikir aku akan percaya adikku mati setelah kau membawa nya kau pikir aku akan percaya dengan tabrakan yg tak berujung itu, Darren!''


"Kenapa tidak kau tnyakan pada orang tua ini, apa yg dilakukan nya pada Jessica?'' wajah dingin Darren menatap tajam ke Perth yg sudah mundur beberapa langkah


"Ti-tidak" tanpa Darren sadari di balik punggung nya Perth sudah siap menarik pelatuknya


"Jangan libatkan orang lain atas kesalahan mu Darren, kau adalah pembunuh dan jangan harap kau bisa hidup tennag dengan wanita dan anaknya itu" Airen masih menatap nya tajam dengan berusaha bangun.


"Aku sudah tahu jika selama ini kalian bekerja sam untuk melukai mereka!!"

__ADS_1


"Itu masih permainan kecil Darren, masih banyak yg menunggu mereka" wajah Darren saat ini sudah tidak bisa diartikan lagi


__ADS_2