
Darren yg sudah selesai bekerja, meminta Leo untuk mengantar ke apartemen nya karena mereka ke butik berharap Darren akan melihat Zeffan tapi setelah sampai mereka tahu kalau butik sedang tutup.
Leo yg sudah tahu tidak mungkin mengatakannya dia takut Gery dan Darren akan curiga dengan nya.
''anda ingin bermalam disini, Tuan?'' tanya Gery yg mengekori Darren menuju lift setelah sampai
''tidak, lagian Papa ku akan tiba malam ini tolong sampaikan pada pengurus rumah untuk menyiapkan makan malam'' titah nya pada Gery dan Leo
Ketiga nya langsung masuk Leo yg posisi menyamping di sudut lift, terkejut kala ada tangan yg menghambat pintu lif yg hampir tertutup.
''Maaf'' ucap orang itu, Darren yg tadi nya sibuk dengan ponselnya mengangkat kepalanya melihat siapa yg bersuara
''Violine??'' ucap nya pelan tanpa suara
Tak lama disusul oleh Bible yg menggendong Zee
''Tuan Bible'' sapa Leo
''kalian?'' Bible masuk di dalam lift yg langsung tertutup itu
''selamat sore Tuan Darren'' sapa Bible sopan
Tapi mata Darren terkunci melihat ke arah Zee yg menatap nya dengan senyum
''Paman??'' Darren tersentak kala Zee menyapa nya, senyum tipis nya membalas sapaan Zee.
''kalian saling kenal, Bii?'' tanya Vio yg bingung
''ohh Vii, ini Tuan Darren dia salah satu kolega di perusahaan ku'' Vio menyambut tangan Darren yg mengarah ke arah nya.
''senang bertemu dengan anda Tuan, saya Violine'' senyum ramah Vio menarik perhatian Darren
Ehdem,, Gery sengaja berdehem
Darren yg sadar langsung melepaskan tangan nya
''senang bertemu dengan anda Nona''
''lalu, Zee??'' Vio memandang ke arah keduanya
''saya bertemu dengan Zee waktu sedang menjalankan meeting dengan Tuan muda Paolo'' balas Darren Vio tampak berpikir seperti tidak asing dengan suaranya
''anda bisa panggil saya Bible ketika di luar pekerjaan''
''baiklah Tuan Bible'' balas Darren
Di sisi lain ada orang yg menatap ke arah dinding lift dan berusaha menutupi wajah nya.
Setelah pintu terbuka, dengan langkah yg cepat Leo langsung berlari meninggalkan mereka yg memandang aneh ke arah nya.
''ada apa dengan Leo Tuan?'' tanya Bible heran
Namun Gery dan Darren hanya saling pandang
''apa Paman tinggal disini juga?'' tanya Zee
''emh, Paman tinggal disini tapi Paman jarang datang kemari''
''kenapa??'' Zee yg penasaran
" Zee?'' panggil Vio
''tidak apa-apa Nona, mungkin Zee hanya penasaran''
''maaf jika Zee banyak bertanya'' ucap Vio sungkan
Darren hanya mengangguk kan kepalanya mengerti
''saya baru tahu jika Tuan Darren berada di gedung ini''
''sepertinya mulai sekarang kita akan sering bertemu ''
Darren tahu jika Bible menatapnya curiga
''yasudah kalau begitu kami permisi dulu Tuan'' pamit Vio yg sopan, setelah mendapatkan jawaban Bible dan Vio yg berjalan ke arah unit mereka tiba-tiba Vio berhenti yg diikuti oleh Bible.
''ada apa Vii?''
''Tuan, bukankan kamu yg menolong ku malam itu?'' Vio yg berbalik ketika ingatan nya tergambar jelas
Darren yg masih ditempat nya tersenyum dan mengiyakan
''senang rasa nya jika saya tidak salah'' Vio kembali tersenyum
''terima kasih, ya buat malam itu Tuan''
''emh, sama-sama Nona'' Vio pun kembali berjalan
Darren masih berdiri sampai Bible dan Vio benar-benar tidak terlihat lagi.
''apa ini akan baik, Tuan?''
''aku sudah siap dengan semua konsekuensinya, Ger''
''baiklah Tuan''
__ADS_1
Darren yg berjalan ke arah tempat Leo merasa perasaan lebih baik ketika melihat Zee dan juga Vio, walaupun di dalam hatinya ada kekhawatiran yg besar pada nasibnya kedepan
''Tuan'' sapa Leo yg berdiri di depan pintu
''apa yg membuat mu kabut Leo?!!'' tanya Gery geram
''apa kau lupa, jika malam itu aku yg menculiknya bagaimana kalau nona Vio ingat wajahku!!'' jawab Leo tak mau kalah
''sudahlah, ayo masuk'' Darren yg melerai keduanya
''Vii?'' panggil Bible yg melihat Vio merenung di dapur
''ehh??''
''kamu melamun?''
''sedikit'' Vio berusaha menghindari tatapan penasaran Bible padanya
''ada yg ingin kamu sampaikan?''
''tidak ada, Bii'' Vio melanjutkan niat nya yg ingin memasak sesuatu untuk makan malam.
''Pa??'' panggil Zee yg sudah selesai mandi dengan menutupi tubuhnya dengan handuk
''aku akan membantu Zee pakai baju'' Bible walaupun masih penasaran meninggalkan Vio di dapur
Vio membuang nafas ketika Bible meninggalkan nya
''mungkin hanya perasaan mu saja Vii'' Vio mengelus lembut dada nya
''iya benar, hanya perasaan ku saja'' Vio melanjutkan niatnya ingin memasak
Bible dan Zee sudah duduk tenang di meja kecil yg biasa buat mereka makan jika bersama.
Vio meletakkan beberapa makanan untuk ketiganya, ada juga kukusan telur kesukaan Zee dan sup jamur kesukaan Bible.
''Papa tolong ambilkan'' pinta Zee dengan memberikan piring nya pada Bible
''Oke'' Bible pun dengan senang hati mengambil kan
''Zee harus makan yg banyak''
''oke, Pa'' anak itu dengan kedua tangan yg memegang sendok terlihat berbinar mata nya ketika Bible meletakkan makanan kesukaan nya didepannya.
''ayo makan'' ajak Bible pada Vio, ketiga nya makan dengan tenang dan sedikit candaan Zee yg terus saja meminta tambah.
''Tuan? Anda memanggil saya?'' Leo dan Gery datang kembali setelah tadi pergi karena Darren ingin sendiri
''Ger, bagaimana dengan distric kita yg di wangshinton?''
''baguslah, mulai sekarang aku ingin Leo yg bertanggung jawab disana'' titah nya tanpa melihat
''saya?? Tuan''
''benar, aku ingin menyerahkan nya pada mu''
''tapi Tuan, bagaimana jika mengecewakan??''
''Leo, kita bersama sudah lama selain Gery aku juga sangat mempercayai mu hubungan bukan hanya bawahan dan atasan tapi kalian juga sudah seperti temanku'' balas Darren dengan suara parau nya
''apa ada yg anda pikirkan, Tuan?'' tanya Gery yg merasa ada yg aneh dengan sikap Darren akhir-akhir ini
'' kalian tahu kalau distric dan juga juga koneksi yg aku gabung dengan pihak Force.co adalah milik ku pribadi tidak ada sangkut pautnya dengan Andreason''
''jadi anda ingin lepas kan tanggung jawab sebagai pewaris Andreason??'' Gery langsung menangkap apa yg coba di katakan oleh Darren
''sepertinya begitu'' Leo dan Gery saling lempar pandang
''ini tidak benar Tuan'' balas Leo
''jika ini tentang pernikahan anda dan Chelsea kami hampir mendapatkan semua bukti kejahatan mereka yg bisa membuat Tuan besar mundur dari janjinya'' jelas Leo
''lalu sampai kapan?!!'' Darren terlihat meracau
''sepertinya Tuan mabuk'' ucap pelan Leo pada Gery
''apa menurut kalian benar, jika anak ku tidak mengenalku jika gadis yg telah aku rusak kehidupan nya masih bisa memandangku dengan senyum nya'' Darren yg terduduk di lantai menjatuhkan air mata nya.
Leo dan Gery sudah bersama Darren sejak Darren usia dua belas tahun, balas Budi adalah alasan pertama mereka ingin mengabdi kan diri ke Darren. Tapi hari ini kedua nya di buat terkejut Darren yg dikenal tak memiliki hati dan juga selalu perfectionist hari ini menangis karena perasaan bersalah nya.
''Tuan, anda harus tenang'' Gery membantu Darren agar bangun
''tenang? Ha ha ha tenang mau sampai kapan hah!!'' Darren membanting botol wine yg seperti nya sudah diminum olehnya.
''kau tahu aku ini seorang pengecut, aku tidak bisa mengakui kesalahan yg aku buat di depan gadis dan juga anakku tapi kalian lihat mereka justru masih bisa tersenyum padaku!!''
''brengsek!!! Darren kau memang brengsek!!!'' Darren memukul-mukul dirinya sendiri
Leo dan Gery terus berusaha menenangkan Darren. Tapi pandangan mereka berbalik ketika ponsel milik Darren berdering.
''Nyonya besar??'' ucap Leo pada Gery
''katakan saja jika Tuan ada perjalanan bisnis mendadak ke luar negeri'' balas Gery Leo pun mengangguk dan keluar dari kamar akan bahaya jika Nyonya besar itu mendengar Darren yg meracau
''Tuan, ayo bangkit dulu'' ajak Gery yg berusaha memapah
__ADS_1
''Ger, bukankah aku orang yg buruk'' tanya nya lirih
''tidak Tuan, anda hanya berusaha menjaga mereka dan saya merasa sekarang ini apa yg anda lakukan sudah lebih baik'' Gery menenangkan Darren
''gawat!!! Ger'' Leo yg masuk dengan wajah panik
''ada apa??''
''Tuan besar berada dirumah sakit sekarang, seperti nya kesehatan Tuan terganggu'' Leo mengacak acak rambut nya
Mereka coba berpikir dengan cara mereka masing-masing
Tapi Darren yg mulai sedikit tenang, masih terus mengeluarkan air mata nya kesedihan jelas sekali tergambar dari raut wajah nya hati Leo dan Gery berdenyit melihat keadaan Darren sekarang.
''kita harus kesana, akan bahaya jika musuh keluarga Andreason tahu jika pemimpin nya sedang lemah'' Leo mengungkapkan perasaan nya
'' tapi kita juga tidak bisa meninggalkan Tuan Darren dalam keadaan yg seperti ini'' balas Gery frustasi
''aku sudah meminta para anak buah ku turun, seperti nya mereka sudah terbagi antara rumah utama dan juga rumah sakit, sebaiknya kau yg pergi menjaga Tuan besar aku akan disini terlebih dulu jika lebih baik aku akan menyusul mu'' Leo memberikan saran setelah menerima pesan dari ponselnya
''baiklah, sebaiknya begini saja dulu'' Gery beranjak bangun meninggalkan Darren yg terlihat lemah di sofa
''anda harus kembali kuat Tuan, jika anda lemah calon istri dan anak anda akan dalam bahaya '' ucap Gery sebelum pergi
Leo setelah membenarkan posisi tidur Darren yg diletakkan di kamar keluar ruangan, setelah berganti pakaian Leo yg saat ini di depan pintu dengan berbicara pada dua orang anak buah nya, tak melihat jika ada dua wanita yg bergerak ke arah nya.
''masalah apa lagi ini, Tuhan'' runtuk batinnya ketika melihat Vio yg bersama Bella ke arah nya
''kalian tetap berjaga'' titah nya pada kedua laki-laki yg memakai serba hitam didepannya, setelah memakai masker nya Leo baru berani membalik tubuh nya.
Mata nya dan mata Bella langsung bertemu dan saling menatap tajam.
''Nona Violine'' sapa nya sopan
''emh, begini apa Tuan Darren nya ada?''
''ada, ta-tapi keadaan nya sekarang tidak baik''
''ohh begitu, kalau begitu saya titip ini untuk Tuan Darren, saya baru tahu jika dia yg menolong Zee juga waktu ada dirumah sakit tolong sampaikan'' Vio memberikan paper bag
''No-'' ucapan Leo tersengkat ketika anak buah nya membisikkan sesuatu, pandangan matanya lalu berubah.
''baiklah, aku mengerti'' kedua pengawal itu pergi beberapa langkah meninggalkan ketiga nya.
Vio yg bingung sebentar menatap ke arah Bella yg masih saja melotot ke arah Leo yg bahkan belum lagi menatapnya.
Bella yg sempat merasa frustasi dengan pikiran nya sendiri sejak bertemu dengan Leo, memilih ingin bertemu dengan Vio mungkin bermain dengan Zee sebentar akan memperbaiki perasaan nya.
Tapi setelah sampai dan ingin masuk Bella malah bertemu dengan Vio dan juga Bible di lobi. Ternyata Vio mengantarkan Bible yg ingin pulang setelah hanya tinggal mereka berdua Vio memberi tahu jika ada orang yg menolong mereka tinggal di gedung sama setelah memutuskan untuk membalas Budi Vio menempatkan sup yg dia masak untuk Darren dan juga mengajak Bella agar menemani nya.
''ada apa, Tuan?''
''Nona, apa anda bisa menolong saya?'' tanya Leo
''ah??''
Leo yg mulai frustasi dengan keadaan terpaksa membawa Darren ke unit milik Vio, sedangkan Vio yg bingung bagaimana menolaknya terpaksa mengiyakan
Kini Darren yg ternyata demam sudah lemah berada di tempat Vio, sedangkan Leo dan anak buah nya setelah mengantar kan Darren mereka benar-benar pergi begitu saja
Vio pusing melihat keadaan nya sekarang di ruangan yg sama dengan laki-laki yg tak dia kenal, beruntung Zee sudah tidur sebelum Bible pulang
''oke, Vii anggap saja ini rasa kemanusiaan'' Vio menghembuskan nafas nya ke udara sebelum mengompres kepala Darren yg panas
''tunggu!!!'' Bella berlari mengejar langkah Leo yg lebih dulu berjalan
Dua pengawal yg berada di belakang Leo pun langsung menghentikan langkah Bella agar tidak mendekat.
''kalian tunggu aku di bawah!!'' suara Leo terdengar dingin
''tapi Tuan''
''lakukan!!''
''baik, Tuan'' kedua nya meninggalkan Leo
':aku tidak punya waktu sebaiknya cepat katakan!!'' Leo masuk dalam lift yg juga diikuti oleh Bella
Namun Bella malah diam mata nya menatap ke arah Leo dari bawah hingga atas.
'' jika tidak ada yg kau katakan, sebaiknya turunlah''
Leo baru akan menekan tombol lif, tapi dijegat oleh Bella
''siapa sebenarnya kamu?''
''hah??''
'' kenapa kamu selalu misterius, katakan siapa kamu sebenarnya?'' Bella yg masih memegang tangan Leo
''seperti yg kamu katakan aku bukan manusia '' Leo menarik tangan nya
''aku tidak bercanda!!'' Bella memutar malas mata nya
''apa kau pikir aku sedang bercanda'' Leo kembali mengunci Bella diantara dua tangan nya.
__ADS_1