
Mobil yg dikendarai Leo kini sampai di sebuah rumah menjulang besar.
''permisi'' ucap Leo pada seorang wanita setengah tua
''iya? Mau cari siapa ya Mas nya??''
''saya cari Bella, eh? Maksud saya Nona'' Bella'' Leo melihat sekeliling, hingga mata nya menangkap seorang gadis yg membuka tirai dari atas teras kamar.
''ada, mau saya panggilkan??'' tawar pelayan itu
''emh''mata Leo masih melihat ke arah atas, wanita tua itu langsung masuk ke dalam rumah. Sedangkan Leo dengan cekatan nya sebagai ketua pengawal tidak sulit baginya untuk melesat ke atas dengan mudah nya tanpa ada yg menyadari.
Terlihat gadis membelakangi nya, terdengar samar-samar berbicara sendiri dengan tangan memegang jaket milik Leo, dengan wajah licik nya berjalan pelan mendekat ke Bella.
''kamu sedang apa?'' tanya Leo pelan
''sssts, diamlah nanti ada yg tahu'' Bella menjawab tanpa sadar kehadiran orang lain
Leo melebarkan senyumnya, sejak tadi Leo berpikir akan ada keributan jika dia tiba-tiba hadir ke rumah Bella , namun siapa sangka jika Bella malah terlihat seperti anak polos tidak bisa membaca keadaan.
''menurutmu benda ini harus ku apa kan?'' tnya Bella tiba-tiba masih dengan posisi duduk nya, Leo naik perlahan ke ranjang dan berbaring disana.
''kamu bisa memulangkan nya pada pemiliknya''
'' kamu benar, tapi aku tidak tahu diamna akau harus men- ca aaaaaahhh!!!'' Bella yg berbalik kaget melihat Leo diranjang
Leo dengan sigap langsung menutup mulut Bella yg berontak
''diamlah!! Atau aku akan menembak mu?'' ancam Leo
Bella dengan mata membulat terdiam kaku dengna ancam Leo, bahkan benda yg sempat dipegang nya ntah sejak kapan tergeletak begitu saja di lantai.
''begini lebih baik'' Leo melepaskan Bella dna kembali duduk di tepi ranjang, sedangkan Bella yg merasa ketakutan mundur hingga punggung nya sekarang menempel pada pintu.
''tetap di tempat mu jika ingin aman'' Leo yg masih terlihat santai menatap ke arah Bella sambil menyimpangkan kaki nya.
''ka-kau mau a-apa?''
''tidak ada!'' jawaban acuh tak acuh Leo
''hah??''
''sebenarnya aku hanya ingin memulangkan ini'' Leo mengeluarkan ponsel milik Bella
'' ka-kau bisa meletakkan nya disana'' unjuk Bella ke arah nakas, Leo tersenyum tahu jika Bella menjaga jarak dengan nya dengan jalan perlahan Leo mendekat ke arah Bella
Tangan Bella yg sudah memegang pegangan pintu dibalik tubuh nya, sudah siap untuk kabur namun terlambat karena Leo bisa membaca nya.
'' ingin kabur?'' Leo sengaja menggoda nya dengan berbisik
''menjauhlah!!'' Bella mendorong nya
Ha ha ha ha
''kamu takut denganku?''
''kau pikir siapa yg tidak takut dengan mu?'' Bella menghindari kontak mata Leo
''tenanglah, aku tidak berniat melakukan apapun pada mu'' Leo menarik lengan Bella memberikan ponsel milik nya.
''lagian aku kemari hanya ingin mengambil benda itu'' unjuknya dengan kepalanya ke arah ponsel milik nya yg berada dinakas Bella, ''mungkin bagi orang lain itu hanya benda biasa tapi kalo benda itu hidup itu akan bahaya bagi yg memegang nya'' jelas Leo yg merapikan rambut Bella yg memang belum di sisir itu
Bella mengedipkan mata nya berulangkali, Leo menyungging kan senyumnya.
''ada data di dalam ponsel ku yg tidak bisa dibuka sembarangan orang, karena itu aku datang kemari untuk mengambilnya'' Leo menjelaskan nya kembali
''tapi kau bisa me- min''
Tok tok tok,,,
''Non???''
Suara bibik yg mengetuk pintu membuat Bella panik
''itu bibik'' wajahnya mulai panik, Leo menempel kan satu jari ke mulutnya Bella pun mengangguk
''Non?'' panggil bibik lagi di balik pintu
''i-iya bik?'' Bella menjawab tanpa membuka pintu
''bisa buka dulu Non?''
'ah i-ini tidak eh bik'' Bella yg bingung mengarah ke Leo yg berdiri tepat di depannya
''jawab lah dengan tenang atau mereka akan curiga'' Leo berbisik pelan di telinga Bella, membuat nya bergidik geli
Dengan mengngguk Bella membuka sedikit pintu
''ada apa Non? Apa ada sesuatu di kamar??'' bibik celingukan ke arah kamar yg hanya terbuka sedikit itu
''enggak kok bik,''
''bener Non?'' bibik yg masih penasaran
''iya bik, oh iya ada apa bik?'' Bella mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
''aduh'' bibik menepuk jidatnya ''bibik sampai lupa, itu Non di depan ada yg mengantar mobil Non cuma kata nya mau ketemu'' jelas bibik
Bella sedikit melirik ke arah Leo yg bersandar di pintu depan dengan pandangan aneh dan melipat tangannya.
''ada apa Non?''
''enggak, itu orang bengkel tolong bibik bilang saja ya saya lagi sibuk''
''bengkek??''
''iya bik'' Bella berusaha meyakinkan
''bukannya mobil Non itu masih baru??'' bibik menebak-nebak dengan wajah bingung nya.
''gadis bodoh, perkataan mu jelas saja terlihat berbohong apa lagi dari reaksi mu itu'' batin Leo yg mengejek reaksi Bella
''ah, pokok nya itu bibi tolong sampai kan saja ya''
''ta-tapi Non??''
Bruuuuk,,,,
Bella yg tertarik ke dalam karena Leo yg menarik nya dan langsung menutup pintu.
''Non???'' panggil bibik berulang karena bingung
''apa yg kamu lakukan!!??''
''menurutmu apa?''
''CK, begini Tuan bisakah kamu berprilaku seperti manusia pada umumnya??'' ucap lantang Bella
''apa menurut mu aku bukan manusia??'' Leo yg tersulut mendorong tubuh Bella hingga terhempas ke ranjang
''a-apa yg ingin kau lakukan?!''
''kenapa?? Kau takut sekarang?'' Leo mengunci tubuh Bella di bawah nya.
''jangan lakukan apapun, aku mohon'' Sura Bella mulai bergetar, setetes air mata lolos dari sudut matanya
''jangan takut Bella, kamu bisa teriak penjaga akan berlari kemari'' batinnya menguatkan
Keduanya sempat saling pandang, Bella merasa jantung nya berdetak kencang ketika hidung nya menangkap parfum khas Leo yg entah sejak kapan parfum itu dengan mudah menghipnotis pikiran nya.
''aish, sebaiknya aku pergi'' Leo bangkit dan memungut ponsel juga pistol yg sempat ada ditangan Bella.
Bella yg bingung duduk bersimpuh di tengah ranjangnya
''apa kamu akan tertangkap oleh mereka?'' tanya Bella yg melihat Leo berdiri membelakangi nya.
''bahkan tanpa seizin ku mereka tidak bisa melihat bayanganku '' ejek Leo memainkan alisnya
''kau mau loncat dari sana?'' Leo yg masih menggunakan topinya itu membuka masker nya terlihat ada senyuman tolipis yg dia lempar untuk Bella.
Tok tok tok tok,,,
Hanya beberapa detik saja mata Bella melihat pintu dan ketika berbalik Leo sudah menghilang begitu saja.
Bella berlari mendekat ke teras dan benar saja tidak ada siapa pun disana.
''apa benar dia manusia???'' Bella terus melihat ke bawah
''Non?''
''eh?? Bik''
''Non ngapain disana?''
''ohh,ini? Tidak ada''
''oh iya ada apa bik?''
''bukan, karena Non nya enggak nyaut jadi bibik langsung masuk aja''
''oh, mungkin saya enggak denger bik'' Bella cengengesan
''ini bibik cuma mau bilang Masnya yg ngantar mobil sudah pergi''
''bibik liat orangnya??''
''bisa di bilang iya, tapi bisa juga dibilang tidak Non'' wajah bibik terlihat bingung
''maksudnya Bik?''
''bibik gak liat wajah nya Non, orang tinggi tapi pakai masker sama topi barusan bibik juga tanyak penjaga mereka aja gak tahu kapan Mas nya keluar'' jelas bibik
''tidak ada yg melihatnya??'' pikir Bella
''ada apa Non?''
''enggak, bik yasudah yg penting kan orang nya dah pergi''
''iya Non''
''yasudah bibik lanjutkan saja pekerjaan bibik''
__ADS_1
''iya bibik permisi dulu ya Non'' bibi kembali keluar dengan menutup kembali pintu
''Vii?'' panggil seseorang
''Biben?'' sambut nya hangat
''sedang apa disini?'' Bible yg baru selesai dari kantor berniat mengunjungi Vio dan jug Zeffan tapi setelah dari parkiran Bible melihat Vio duduk di tepi taman tak jauh dari gedung apartemen.
''hanya menemani Zee main, lihat'' tunjuknya pada Zee
''sudah lebih baik?''
''sepertinya sudah, hanya memar nya yg hampir pudar''
Bible hanya mengangguk.
''sepertinya Zee belum sadar ada kamu''
''biar saja, melihat dia kembali aktif aku ikut senang''
''benar'' Vio kembali menatap ke arah Zee yg main ayunan dengan beberapa anak
''oh iya, Papa dan Mama akan datang malam ini''
''benarkah?''
''emh, mereka rindu dengan Zee jadi menyempatkan untuk singgah'' Bible memberikan paper bag pada Vio
''apa ini?'' aku tadi melakukan meeting di mall waktu lewat toko mainan aku tidak sengja membeli nya.
''tidak sengaja? Oke aku percaya '' Vio menggeleng heran
Sudah menjadi kebiasaan Bible yg membeli kan sesuatu untuk Zee, Vio sering melarang karena takut kebanyakan mainan hanya akan membuat Zee bingung menjaganya
Bible membelikan mainan yg bisa digantung dan ada lampunya.
''terima kasih ya'' ucap lembut Vio
''kamu tidak marah kan?''
''bahkan sekalipun hari ini aku marah besok kamu akan mengulangi nya lagi'' omel Vio ke arah Bible
Bible tertawa dengan menggaruk belakang lehernya yg tak gatal ''oke, kalau gitu aku akan main sebentar dengan Zee'' Bible menuka jas nya melempar asal ke arah Vio menggulung lengan kemeja nya dan berlari ke arah Zee.
''hais, mereka berdua sama saja'' ucap Vio yg tersenyum
Terdengar samar-samar suara ketawa Zee dan anak-anak yg bermain bersama Bible. Sedangkan ibu-ibu yg menunggu anak mereka main malah manatap terpesona ke arah Bible bnayk yg mengagumi ketampanan Bible, Vio juga mendengar mereka yg terus memuji Bible.
Lelah bermain kini Zee yg naik di atas pundak Bible dengan tangan yg berpegangan mereka berjalan ke arah Vio.
''sudah selesai??'' tanya Vio yg perhatian mengelap keringat di wajah Zee yg sudah duduk di sebelah nya.
''i-iya Ma'' suara mungil Zee yg Ngos-ngosan
''lihat, kamu sudah kotor ayo kita kembali dan mandi''
''bukan kah kotor itu baik'' goda Bible yg berjongkok di depan Zee
''benarkan Pa, Mama saja yg tidak tahu'' ejek Zee yg malah tertawa dengan Bible
''kamu mengajarkan yg tidak benar'' Vio menarik lembut telinga Bible
''auw,, auw'' Bible sengaja menggoda nya
''Mama jangan nanti telinga Papa bisa lepas'' Zee meniup- niup telinga Bible
''ohh, bahkan gigitan semut itu lebih sakit Zee'' Vio tak terima
''Mama tidak boleh tarik telinga Papa, tarik telinga Zee saja'' Zee mendekat kan kepalanya ke arah Vio.
''kamu sangat membela Papa mu'' Vio berpura-pura merajuk melihat ke arah lain dengan melipat tangan nya.
Zee malah cekikikan dengan Bible
'' I love you Mommy''
Cuup,,, Zee yg bangkit mencium pipi Vio yg spontan langsung tersenyum.
''Mama malu, ya'' anak itu tertawa renyah Vio yg gemas menggelitik nya hingga Zee melompat ke arah Bible dan berusaha bersembunyi
''kamu pandai menggoda ya'' Vio terus menusuk-nusuk lembut Zee yg menyembunyikan kepala nya di lengan Bible
Ha ha ha ha,, ''ampun,,, ampun ada Ratu marah'' teriak Zee menarik Beberapa orang yang ada ditaman.
''sudah-sudah, ayo kita pulang Zee harus mandi'' ucap Bible yg membopong anak itu seperti beras
Namun Zee masih saja terus tertawa mengejek ke Vio
''masih tertawa hah?, Anak nakal'' Bible yg ikut gemas menepuk bokong Zee dengan lembut
''kamu juga harus mandi'' balas Vio
''tapi aku tidak bau, yakan Zee?'' tanya Bible memastikan anak itu yg sudah di gendong oleh Bible dengan benar mencium pundak Bible.
''Papa tidak bau, Papa Zee harum sekali'' goda nya dengan memegang kedua pipi Bible dengan tangan mungilnya.
__ADS_1
''kamu pandai menggoda ya,, siapa yg mengajarkan hah??'' bibble menciumi leher Zee yg membuat nya berontak karena geli.
''ayo'' Vio berjalan lebih dulu meninggalkan kedua Papa dan anak yg saling tertawa itu.