Pesawat Kertas Zeffan Al'Bareck

Pesawat Kertas Zeffan Al'Bareck
Pertolongan Bible


__ADS_3

Malam semakin larut, Bella kini juga sudah berada di apartemen milik Bible menunggu Vio kembali.


''Bii? Belum bisa hubungi Vio?''


Langkah pelan yg mendekati Bible di balkon apartemen


Bible yg tak mampu lagu bersuara karena rasa khawatirnya, cuma bisa menggeleng pelan.


''apa Zeffan sudah tidur?''


''sudah, aku menempatkan nya di kamar Vio'' Bella seraya berdiri di samping Bible yg sibuk denga ponselnya.


''apa sudah dapat kabar?''


''belum, Wisnu juga belum mengabari ku''


''kamu pergilah, aku akan menjaga Zee disini'' Bella menepuk pundak Bible


''terimakasih'' Bible langsung menghilang dari pandangan Bella.


''Tuan?'' Wisnu dan Bible yg hampir bertabrak di lift


''dari mana saja kamu?!''


''maaf Tuan, tapi saya sudah mendapatkan kabar tentang Vio'' Bible yg bersemangat menarik kerah baju Wisnu


''silahkan Tuan lihat'' Wisnu memberikan tablet nya


''apa lagi ini?!!'' mata Bible membulat


''saya sudah sediakna mobil di bawah, anak buah kita juga sudah stand by di posisi nya masing-masing''


***


Gery yg sejak tadi kesusahan menghubungi Wisnu dan juga Bible meminta bawahan nya mengirim kan data CCTV penyerangan secepat mungkin.


Sedangkan Wisnu yg ditugaskan melacak Violine terkejut dengan pesan kilat yg dia terima lewat email.


''Lalu Vio bagaimana??'' tanya Bible yg sudah berada di mobil


''Violine sudah berada ditempat aman oleh Tuan Darren, untuk itu Tuan Darren ingi berbicara secara pribadi pada anda'' jelas Wisnu yg fokus pada kemudi nya.


Stelah sampai di salah satu hotel bintang lima yg Bible tahu milik Darren, mereka sudah disambut oleh anak buah Darren melewati lift khusus kini mereka berada di rooftop.


''Vio?'' Bible berlari ke arah gadis yg terduduk


''Kamu baik-baik saja?, Vii jawab aku'' Bible menggoyang kan paksa tubuh Vio yg terdiam.


''Bii?'' Vio menoleh ke arah suara


tubuh kecilnya memeluk tubuh Bible dan bersembunyi disana, Bible dapat merasakan tubuh gemetar Vio pikiran nya kini bercampur aduk, sebelum beralih memandang ke arah Darren yg berdiri di depannya.


''kamu tenang ya, aku disini oke'' Bible mengelus punggung Vio dengan lembut,


''apa yg terjadi sebenarnya??'' batin Bible


''dia ingin mengirimku'' perkataan Vio membuat bingung Bible ''bukan itu maksud ku, Vii?'' Darren memotong


''bukankah kamu tadi bilang aku harus pergi dengan anak buah mu!!''


Darren mengusap kasar wajahnya frustasi,,


''Bii?'' Vio mengangkat kepalanya


''antar aku pulang aku ingin bersama Zeffan'' Bible merangkup wajah nya dengan kedua tangannya.


''apa yg sebenarnya terjadi?''


''aku ingin pulang sekarang'' Vio tyg masih kekeh dengan permintaan nya


''Bii?? Aku tidak mau disini, mereka menyerang ku Bii'' mata Bible langsung terbelalak


''aku takut Bii, semuanya menakutkan untukku'' Bible menarik kembali tubuh Vio agar lebih tenang.


''Vii?'' panggil lembut Darren namun tidak dihiraukan


''ada apa sebenarnya ini, Tuan Darren?''


''keluarga Deralt sepertinya sudah mendapatkan petunjuk soal Vio''


''apa maksudmu?!!''


''mereka berusaha menakuti Vio dengan penyerangan mendadak dan beberapa tembakan, jika niat mereka membunuh seharusnya mereka tahu bahwa ini adalah tempatku tapi mereka hanya menggertak karena mereka tahu ada Vio di sekitar ku'' jelas Darren.


Bible menarik Vio memastikan bahwa tidak ada luka ditubuhnya.


''apa Deralt yg kalian maksud adalah keluarga Chelsea?'' Vio mengarahbke Bible


Bible hanya bisa mengangguk, meraa sudah tidak ada lagi yg bisa dia sembunyikan dari Vio.


Kini ketiganya hanya berdiri di tempat teratas dari salah satu hotel mewah milik keluarga Andreason.


''mulai sekarang kamu harus berani Vii, bukan hanya untuk kamu sendiri tapi juga untuk Zee'' Bible menengahi


''kenapa dia mencoba menakuti ku lagi, bukankah setelah kejadian lima tahun yg lalu membuat urusan ku dengan nya selesai ''


''maaf'' suara Darren ygenarik pandangan Vio

__ADS_1


''apa ini ada sangkut pautnya lagi dengan mu?'' Darren hany bisa mengambil nafas kasar.


''sebenarnya tepat pada hari lahirnya Zeffan'' Bible yg sudah tahu hanya membiarkan Darren sendiri yg menjelaskan nya.


''saat aku tahu kalau kandungan mu bermasalah, aku memilih untuk tinggal di New York agar aku lebih tahu tentang kalian secara langsung''


''tapi aku baru tahu kalau ada penyakit dari Papa ku yg sudah merusak salah satu ginjalnya. Tepat satu malam sebelum kelahiran Zeffan Papa ku harus menjalani transplantasi secepatnya waktu itu Mama dan juga beberapa orang-orang Papa kesulitan mencari pendonor,''


Darren menempatkan tubuhnya di depan Vio


''sampai akhirnya keluarga Deralt memberikan pertolongan, sejak itu Papa merasa memiliki hutang Budi dengan mereka. Hingga akhirnya mereka malah memanfaatkan Papa ku ''


''jadi? Ka-kamu adalah tunangan Chelsea yg belum pernah menunjukkan wajah nya di publi'' Vio menutup mulutnya


Chelsea yg terkenal di dunia mode, memudahkan orang lain untuk mengetahui beberapa gosip tentang nya..


''waktu itu mereka menolak beberapa bantuan dari keluarga ku, si Perth sendiri malah ingin ada perjodohan yg terjalin diantara kedua keluarga ini. Dan Papa ku tidak bisa menolak dengan berdalih hutang budi''


''tapi aku bersumpah, aku sama sekali belum pernah dekat apalagi bertemu dengannya hanya sekali ketika orangtua ku memperkenalkan nya pada malam kepulangan mubdan Zeffan ke Indonesia''


Vio berdiam dan mencerna semua penjelasan Darren, mengambil kesimpulan jika mungkin saja Chelsea tahu tentang Zeffan bahkan sebelum Vio menyadari jika Darren adalah ayah kandung Zeffan.


''Vii?'' Bible mencoba menyadarkan Vio yg terlihat termenung


''kamu baik-baik saja, Vio?''


Darre juga merasa tak enak hati dengan reaksi Vio.


''apa dia sekarang mengincar aku dan anakku?''


''Vii? Kamu tenang dulu oke? Chelsea tidak mungkinkan bisa melakukan apapun pada Zeffan'' celah Bible


''bagaimana kamu bisa katakan seperti itu Bii? Tabrakan yg kemarin juga salah satu ulah Chelsea kan? Dan aku tahu kalian merahasiakan nya dariku''


Darren dan Bible saling pandang kaku.


''Vii? Dengar aku bisa menjelaskan semuanya '' Bible memegang kedua tangannya.


''apa aku terlihat bodoh bagi kalian berdua?!''


''Vio? Tidak ada yg berpikir seperti itu '' elak Darren


''lalu? Seperti apa Tuan Darren?''


''Vii? Kami hanya ingin kalian hidup baik dan normal, untuk itu aku selalu menerima perlakuan Chelsea agar dia tidak menggangu kamu''


''konyol!!'' sentak Vio


''Vii?'' Bible yg merasa Vio mulai terlihat tidak tenang


''kamu dengarkan jelas dulu penjelasan Darren, ya?''


''aku yakin ini semua dia lakukan pasti ada pertimbangan, mungkin saat ini menjauh kan mu dari Chelsea adalah yg terbaik'' penjelasan lembut Bible


''dan menurut kalian jika aku lari Chelsea akan berhenti mengejarku. Tidak! Itu tidak berpengaruh sama sekali dengan nya baginya musuh adalah musuh? Dan aku tidak akan meninggalkan kehidupan ku disini hanya karena gertakan darinya''


Darren dan Bible dapat merasakan kalau Vio sebenarnya lebih kuat dari yg mereka kira.


''baiklah, kita akan pikir kan lagi ini nanti kita akan pulang dulu aku takut jika Zee terbangun dan tidak melihat mu perasaan nya tidak akan baik'' Bible menarik lengan Vio


†**


Beberapa kali Zee mengigau memanggil Mama nya Bella mulai panik tapi tetap tenang menyingkirkan perasaan risaunya adalah jalan yg terbaik sekarang. Beruntung Bella mampu membuat Zee agar kembali tenang dan akhirnya tertidur kembali.


''menginaplah disini, biar aku obati'' dulu luka mu'' cercah Bible pada Darren yg berdiri dibelakang nya.


Vio sampai tersadar jika waktu penyerangan tadi bahu Darren memang terluka karena tembakan, beruntung puluru itu tidak bersarang ditubuhnya.


''ini hanya luka kecil''


''masuklah, aku tahu kamu kuat tapi tubuhmu juga butuh istirahat '' Vio membuka pintu apartemen nya .


Suasana gelap menandakan jika Zee dan Bella sudah tertidur


''Vii?'' Bella berlari kecil memeluknya ''kamu baik-baik saja kan? Kamu darimana saja kamu tahu aku sangat khawatir terlebih lagi Zee'' Bella memutar putar tubuh Vio memastikan tidak ada luka disana.


''Bell? Aku baik tidak ada luka sama sekali'' lengan Vio menghentikan nya.


''aku tadi hanya terjebak masalah sedikit, maaf tidak membantu pekerjaan mu hari ini''


Plakk,,


''auw!!'' Vio meringis ketika Bella memukul pundaknya


''apa sekarang waktunya membahas pekerjaan, hah!!''


''kamu kasar sekali, sini'' Vio menarik memeluk tubuh Bella


''Zee sudah tidur Bell?'' tanya Bible


''sudah, dia sempat terbangun tapi tertidur kembali'' Bella menggiring mereka semua nya duduk kecuali Gery dan Wisnu


''kamu bersihkan dulu diri kamu, ada yg ingin aku katakan pada Darren'' pinta Bible ke arah Vio


''emh'' Vio mengangguk ''kalau gitu aku masuk dulu


''ayo? Aku temankan'' Bella jjuga masuk ke kamar tempat dimana Zeffan tertidur disana.

__ADS_1


''sepertinya ini tidak bisa kita kendalikan lagi'' keluh Darren


''apa kau yakin jika ini semua kelakuan Chelsea?''


''aku sudah meminta anak buah ku memeriksa rekap ulang CCTV yg berada di sekitar kantorku''


''dan ini?'' fdarren menyerahkan beberapa gambar dan video lengkap dari tabletnya.


''apa menurutmu dia tahu jika Vio ada hubungan nya denganmu?'' Bible mengeluarkan pemikiran nya


''aku tidak terlalu yakin, tapi jika kita hubungkan kembali seharusnya dia sudah lebih dulu mengetahui nya''


''lalu? Apa langkah yg harus kau ambil sekarang?''


''itu juga yg membingungkan ku''


''maksudmu?''


''sekarang Perth menyerang gudang amunisi ku, jika kekacauan ini terus berlanjut aku takut itu akan mengundang beberapa musuh yg juga akan turun tangan''


''jadi ini yg membuat mu harus ke Washington secepatnya?"


"Kamu benar, bahkan saat ini Leo terluka parah seperti nya kali ini ada orang dalam yg membantu Perth masuk dengan mudah ke tempatku''


''menurutmu? Untuk apa dia melakukan ini buaknkah Paman Balgas sangat melindungi nya?''


''aku yakin ini akal-akalan Perth agar aku keluar dulu ke dari Indonesia sehingga mudah bagi Chelsea untuk melanjutkan niat nya kepada Vio sebenarnya aku sudah curiga sejak rencana tabrakan untuk Zeffan''


''berarti pencarian tentang siapa latar belakang Zeffan Chelsea sudah mengetahui nya'' timbal Bible


''sepertinya begitu, aku sangat tahu jika Chelsea sangat mudah terobsesi pada sesuatu jika tidak dia tidak mungki membunuh gadis yg tak bersalah hanya karena berpikir kami memiliki hubungan'' jelas Darren


''jadi rencanamu?''


''aku harus pergi memeriksa keadaan Washington, tapi aku juga tahu kalau kau harus pulang juga ke rumah orangtua mu buaknkah kesehatan Paman Zakir sedang menurun saat ini ''


''kau mengetahui nya??''


''emh, orang-orang ku yg melaporkan nya ketika mereka membawa Paman Zakir ke rumah sakit''


''jangan bicarakan ini dulu, aku takut Vio akan mendengar nya aku belum memberi tahu nya''


''kalu begitu kita harus membuat kekacauan untuk membuat Chelsea berhenti beberapa hari saja untuk mengganggu Vio dan Zee sebelum kita meratakan keluarga Deralt itu''


''aku tidak tahu ini berguna atau tidak, tadi nya aku ingin menggunakan nya untuk mengancam nya secara pribadi tapi aku pikir sekarang kau yg lebih membutuhkan nya''


Bible memberikan plasdisk pada Darren, Gery yg paham kemudian mengambil laptop dan meletakkan nya di depa Darren. Wisnu yg sudah tahu hanya ikut duduk tak jauh dari Bible


''i-ini?'' Darren merasa tak percaya


''aku tidak sengaja melihat mereka waktu perjalanan bisnis di Singapore, berhubung itu adalah hotel milik keluarga Paolo memudahkan ku untuk mengakses semua rekaman CCTV''


''Ger?''


''iya, Tuan?''


''buaknkah Chelsea masih memiliki kontrak di beberapa merk?''


''seharusnya benar Tuan, bahkan saat ini Nona Chelsea sedang mengikuti audisi untuk ikut peran disebuah film yg tidak sengaja anda sponsori''


''bukankah, seharusnya ini bagus Tuan?'' potong Wisnu


Darren dam Bible saling lempar pandang yg diikuti juga oleh Gery.


''anda dapat melihatnya'' Wisnu memutar laptopnya


''saat ini Chelsea sedang trend disalah satu media, jika kita merilis video ini otomatis ini akan berpengaruh ke semua popularitas nya. Dan sudah dipastikan Nona Chelsea tidak bisa keluar terlebih dahulu menghadapi media sampai menejemen nya sendiri memberikan klarifikasi''


''ini masuk akal juga Tuan,'' tambah Gery


''Jadi maksud kalian ini akan memberikan waktu bagi kita untuk menjauh kan sementara Chelsea dari Vio dan Zee" tebak Darren.


''benar Tuan, anda bisa ke Washington dan menyelesaikan disana, dan Tuan Bible juga bisa menjenguk orangtua nya setelah itu kita akan menjerat mereka di satu jaring''


''seperti yg anda tahu jika Perth selalu memastikan karir Nona Chelsea baik, jika ini menjadi trending di media otomatis Perth juga akan ikut muncul disaat seperti ini''


''kalian benar, buat beberapa certia tambahan agar kebusukan dari Chelsea lebih terlihat. Selanjutnya besok pagi kita terbang ke Washington'' perintah Darren


''baik Tuan?''


''dan kau Wis''? Tetaplah disini temani Vio dan Zee aku akan berangkat sendiri, aku juga harus memeriksa beberapa Dokter untuk Papa ku''


"Tidak perlu!''


''apa maksudmu?''


'' aku sudah mengirimkan Dokter Steve kesana, jika kamu mengizinkan biarkan Paman Zakir dirawat olehnya''


''kamu sudah lebih dulu melakukan nya?''


''aku belum memberikan nya izin apapun, aku hanya mengirimkan nya kesana selebihnya aku menyerahkan nya padamu''


''dan juga aku tidak perlu menjelaskan seberapa baiknya perawatan Dokter Steve, karena dia juga Dokter yg mewawancarai mu sebelum kelulusan mu kan?''


Bible memeriksa beberapa info dari anak buah nya yg ada di NY, dan mereka membenarkan semua sama seperti yg Darren katakan.


''baiklah, terima kasih''

__ADS_1


''jangan begitu, aku berhutang banyak padamu'' sahut Darren


__ADS_2