Pesawat Kertas Zeffan Al'Bareck

Pesawat Kertas Zeffan Al'Bareck
Leo vs Bella


__ADS_3

Vio yg mulai terlihat tenang dengan perlahan menurunkan Zee dari pangkuan nya, anak yg masih tak bersuara itu kini tertidur setelah diberi susu oleh Vio.


''apa kamu tahu, kamu membuat ku hampir mati''


Lirih nya dengan menatap nanar anak yg tertidur itu mengecup kening nya beberapa kali Vio menempel kan kening ke kening Zee.


Sedangkan Bella yg mati ketakutan di dalam mobil.


''ka-kamu bisa pelan sedikit tidak?'' ucap nya yg ketakutan dengan cara Leo menyetir.


Sejak keluar dari butik Leo mengambil alih mobilnya dan duduk santai di belakang setir, sedangkan Bella mau tak mau harus duduk disebelah orang yg baru dikenal nya beberapa menit yg lalu. Namun baru beberapa meter Leo langsung menancap gas mobil sudah melesat dijalan raya.


''apa kamu takut?'' lagi-lagi suara berat itu membuat Bella makin kesal dengan tingkah nya.


''menurutmu? Apa benar membawa mobil seperti ini'' Bella memegang erat sabung pengaman nya.


''lagian bukan nya tangan mu terluka??'' tanya Bella gemetar


''tangan ku luka bukan patah!!'' hardik Leo


''seharusnya aku mematahkan lengan mu saja''


''kalau begitu lain kali aku akan memberi mu kesempatan''


Ejek Leo dengan memainkan alis nya ke arah Bella


Namun mobil yg mereka tumpangi bulan berkurang malah menambah kecepatan nya.


Aaaahhhhhh!!!!!,,, Bella hanya bisa berteriak pasrah


''a a-apa kamu tahu beruntung ini jantung ciptaan tuhan, kalau ini ciptaan manusia aku sudah mati dari tadi'' omel nya sepanjang jalan tanpa membuka mata nya.


''sabarlah, kita hampir sampai'' Leo mengusap kepala Bella karena rasa penasaran Bella pun membuka sebelah mata nya, tapi kembali terbelalak ketika melihat jalan yg tak familiar baginya,


''i-ini kita diman??'' Bella melihat jalanan dari kaca mobil yg mulai berjalan pelan dan melewati banyak pepohonan rindang.


''sebenarnya, siapa kamu??'' Bella mulai ketakutan


''bukannya kamu yg ingin mengantar ku'' goda Leo yg melihat Bella salah tingkah dengan duduk nya.


''aku hanya ingin berterimakasih, tapi kemana kau membawa ku'' Bella mulai panik wajah nya memerah ketakutan


Namun Leo hanya diam dan menyembunyikan senyum licik nya di balik masker tanpa bisa terlihat oleh Bella.


''apa aku akan mati sekarang, Tuhan hiks hiks '' lirih nya batinnya melihat sekeliling.


''bodoh! Kamu Leo kenapa bisa melupakan nya'' umpat Leo dalam hati mencari ponselnya namun tidak ada dalam saku celananya.


''apa kau membawa ponsel??''


''po-ponsel aku bawa, Tu-tuan kau boleh ambil ponsel dan juga mobil ku tapi turun kan aku disini ya'' pinta Bella dengan mengatup kan kedua tangan nya, Leo juga dapat melihat air mata nya yg mengalir.


''sebenarnya apa yg dipikirkan gadis ini?!!'' batin Leo heran


''aku akan memikirkan nya, kemari kan saja ponsel mu cepat!''


Leo melihat fokus ke jalan dan sesekali melirik ke spion berharap tidak ada yg mengikuti nya.


''i-ini,'' Bella memberikan ponselnya takut-takut


''ponselmu memang tidak pakai sandi?'' Bella hanya menggeleng


''gadis apa yg tidak menggunakan sandi, apa kau tidak punya privasi?'' ejek Leo sambil mengotak-atik ponsel Bella menghubungi seseorang.


''bo-boleh aku turun?'' suara Bella terdengar pelan


Sssssutt,, Leo menutup mulut Bella


Ponsel di biarkan di atas dasboard dengan speaker..


Drrrt drrrt


''Halo??'' sapa seorang pria dengan suara tak kalah berat


Leo dapat merasakan air mata Bella mengenai tangan nya.


''ini aku'' balas Leo dengan nada yg cukup tegas di telinga Bella, tapi Bella adalah anak yg cukup tenang dalam keadaan seperti ini tentu saja membuat nya mati ketakutan.


''Tuan?''


''ya, buka gerbang lima menit lagi aku sampai''


''tapi itu bukan mobil milik Tuan?''


''kamu benar'' Leo mengarah ke Bella dengan tatapan tajam


''aku memiliki mangsa baru'' balas nya sinis, tubuh Bella makin gemetar pikirannya terasa lepas dari tubuh nya.


''siapkan semua nya aku hampir sampai!''


''siap Tuan''


Tutt tutt tutt,,,


Sambungan telpon pun kini terputus begitu saja, Leo masih melihat sisi belakang mobilnya. Tangan nya yg melepas dari wajah Bella kini tertarik lagi oleh Bella.


''aku mohon lepaskan aku'' pinta nya lirih dengan air mata


''sudah ku bilang aku akan memikirkan nya!''


Hiks hiks hiks


''aku akan berikan apapun, Tuan tapi lepaskan aku'' Bella mengatup kedua tangan nya, Leo langsung menghentikan mobil tiba-tiba.


Aaahhh!!!


Beruntung tangan nya yg tanggap menangkap kepala Bella.

__ADS_1


''Tuan, kau tidak berniat membuang ku disini kan??''


''diamlah?'' Bella masih saja dipenuhi rasa takut nya


''tenang dan ikuti instruksi ku, mengerti?''


Bella hanya bisa mengangguk pasrah, Leo melepaskan sabuk nya kini mobil berhenti di jalanan yg penuh dengan pohon Leo mendekat ke arah Bella yg menatap nya takut.


''berkerja sama lah dengan ku?'' bisik nya pelan, Leo membuka topinya dan sesekali melirik kebelakang dan benar saja ada dua orang dengan motor mengikuti mereka.


''a-apa yg ingin Tuan lakukan??''


''aku bilang diam!, Jika kau ingin pulang dengan selamat'' ancaman Leo yg pelan tepat di depan wajah Bella


Meskipun masih memakai masker nya, Bella dapat merasakan nafas Leo yg hanya berjarak beberapa Senti dari nya. Rambut hitam yg sedikit terikat ke atas itu menarik perhatian Bella.


Harum maskulin dari tubuh Leo langsung masuk ke rongga penciuman Bella,


''aku tidak akan melakukan apapun padamu, jika kau menurut'' Bella hanya mengangguk lagi


''naiklah''


''apa maksud mu??''


''naiklah kesini!!'' Leo menepuk paha nya agar Bella mengerti


Namun Bella yg paham akan situasi nya saat ini dia tidak bisa melawan, tanpa menjawab Bella langsung naik meskipun terlihat canggung.


''jangan berpikir buruk, aku hanya ingin mereka pergi dan tidak mengikuti kita lagi'' bisik Leo yg kini kepalanya berada di leher Bella


Namun mata nya masih mengarah ke arah spion untuk melihat dua orang yg dipastikan membawa senjata mendekat ke arah mobil.


''buang rasa gugupmu, atau kau bisa menggigit pundak ku tapi ingat jangan manarik perhatian mereka?''


Leo kini membuka masker nya, Bella yg sempat melihat kedua lelaki yg mendekati mobil dengan masing-masing dari mereka membawa pistol.


''itu, mereka membawa senjata!!'' ucap Bella


''ssut, aku tahu untuk itu ikuti apa yg aku katakan!''


Bella hanya mengangguk dapat dilihat oleh Leo Bella ketakutan dari mata nya.


''kamu cukup tenang, maka semua aman'' bisik Leo ke telinga Bella karena tahu mereka semakin dekat.


Bella memeluk erat leher Leo, dengan kondisi seperti ini adrenalin Leo sebagai lelaki normal mulai goyah Bella yg terlihat erotis dengan duduk di atas nya dan memeluk nya erat Leo dapat merasa benda kembar kenyal itu menempel di dadanya.


''astaga!! Leo hentikan pikiran kotormu, sekarang!!''


Umpat batinnya pada diri sendiri.


''mereka semakin mendekat'' suara Bella terdengar gemetar


''aku tahu, kamu bisa menggigit ku, tapi ingat jangan memancing curiga mereka!'' ancam Leo lagi


Leo sengaja menurunkan sedikit kaca mobil, saat mereka sudah dekat Leo membuat seolah mereka adalah pasangan muda-mudi yg sedang menikmati kebersamaan. Dengan bersembunyi di balik leher jenjang milik Bella dua orang yg mengintip mereka tidak akan mengenali Leo.


Kedua orang yg membawa senjata itu pun berjalan pergi meninggalkan mereka, setelah berpikir kalau mereka salah orang. Leo sudah tahu jika mereka sudah pergi tapi Bella yg masih belum menyadari keadaan masih memeluk erat Leo.


Senyum kemenangan tersungging di wajah yg biasa terlihat dingin itu, Leo sengaja menikmati momen nya ini entahlah sejak kapan Leo tidak biasa ada wanita disekitarnya wajah tampan yg memiliki aura sangar itu terbiasa dengan dunia gelapnya sampai lupa jika di Dunia ini ada yg namanya wanita.


''apa mereka sudah pergi??''


''belum!'' Leo ucap ngasal dengan bersandar santai di kursi mobil, sesekali tangan nakal nya menyibak rambut Bella yg mengenai wajahnya.


''apa kau yakin? Tuan coba lihat lagi?''


''belum, jika kau ingin tahu kenapa tidak lihat sendiri''


Leo sengaja mendorong tubuh Bella yg menempel agar terlepas


''tidak,, tidak aku tidak mau!!'' Bella kembali menangis


''apa kau selalu menangis?''


''menurutmu disaat seperti ini apa aku harus tertawa?''


Bella yg kesal terus menjawab meski tanpa melihat kan wajah nya.


Leo tertawa kecil, Bella yg sadar sedang dikerjain mengangkat kepalanya, dan benar saja orang tadi sudah pergi.


''kamu mengerjai ku??!!'' pukulan tangan Bella mendarat di dada Leo


Ha ha ha


''aku mana tahu kau akan setakut itu, hah??''


''kau masih bisa tertawa disaat seperti ini? Bella yg makin kesal mengusap kasar bekas air mata di wajahnya.


''pelan-pelan, nanti wajah mu akan tambah merah'' Leo menarik tangan yg mengusap wajah nya sendiri itu


''aku mau pulang?'' hiks hiks hiks


''oke-oke, aku akan mengantarmu tapi kita harus ke tempat ku dulu''


''kau saja sudah menakutkan, ditambah lagi dua orang tadi yg membawa senjata dan sekarang kau ingin membawa ku ketempat mu, apa aku akan mati disini hari ini'' Bella terus mengomel dengan memukul pundak Leo


''aku tidak akan membunuh mu jika kamu menurut!!''


Suara dingin itu mendapat tatapan tajam dari Bella


''jadi kau berniat membunuh ku?"


''aku masih memikirkan nya!!'' balas malas Leo


Bella turun paksa dari pangkuan Leo, mengeluarkan beberapa uang kertas dari tasnya.


''begini, aku hanya punya uang dan ini kau ambil saja Kau tidak memiliki ponsel kan'' Bella memberikan ponsel dan uang yg di tumpuk nya di atas tangan Leo secara paksa. ''dan juga kau ambil saja mobil ini, aku yakin di jual ini akan mahal''

__ADS_1


''apa dia pikir aku segitu miskinnya??'' batin Leo bingung


''oh ya, jika kurang kau bisa datang ke butik aku akan memberi kan semua nya, dan aku janji tidak akan melapor atau memberi tahu orang lain'' cerocos Bella terus menerus dan terakhir menutup rapat mulut nya dengan dua jari seolah ada kancing dimulut nya.


''aku bisa pergi sekarang kan?'' Bella langsung ingin kabur dan membuka pintu mobilnya, tapi belum sempat turun tubuh kembali menatap ke arah Leo yg menarik nya.


''aku tidak mau semua ini!!''


''apa kurang??'' Bella yg bingung Leo memasukkan kembali barang nya ke dalam tas milik nya.


''apa kau pikir aku mau mobil butut ini?"


''butut??'' balas Bella tak terima


''ya'' Leo sengaja memancing nya


''hei!!, Apa kau tahu Tuan ini mobil limited edition dan kamu bilang ini butut'' omel Bella


''aku punya lebih baik dari ini''


Ha ha ha ha,,,


''Tuan, bagaimana bisa kamu katakan kamu punya mobil lihat sekarang bahkan kamu tidak memiliki ponsel'' ejek Bella


''tapi, benar juga??'' Leo yg memikirkan kembali omongan Bella.


''sudah jangan malu Tuan, ambil saja'' Bella kembali menyerahkan nya dan berusaha ingin kembali turun.


''tunggu, bagaimana kalau aku bilang aku ingin orang nya bukan barang nya'' balas hardik Leo


''hah???''


''aku tidak butuh barang-barang ini, aku butuh pemiliknya'' Leo menggoda Bella dengan mengikuti arus wajah nya dengan jari.


''ta-tapi Tuan anda mungkin akan kecewa'' elak Bella


''emh, tidak apa-apa aku suka gadis yg keras kepala mungkin mengeluarkan otak, lalu beralih ke ginjal nya mungkin akan lebih menyenangkan'' ancam Leo halus dengan terus mengikuti lengkuk tubuh Bella menggunakan jari-jarinya.


''ta-tapi saya sudah menikah!!'' ucap keras Bella


''menikah, ha ha ha ha ''


Leo yg malas kembali duduk dan melanjutkan mobilnya


''aku serius suami ku mungkin sedang menunggu ku sekarang '' alasan Bella yg menurut nya Leo akan melepaskan nya yg ada dipikirannya saat ini adalah kabur dari terkaman Leo .


''kalau begitu telpon suami mu, minta dia menjemput mu sekarang '' ucap Leo dengan melemparkan ponsel ke arah Bella.


Bella makin bingung siapa yg akan di telpon nya disaat saat seperti ini.


''kamu termakan permainan mu sendiri Nona Laurent'' batin Leo yg senang melihat wajah panik Bella yg menatap ponsel


Kini mobil berhenti di sebuah gudang tak terpakai, masih dengan halam luas dan tidak bisa dibilang kotor juga. Bella yg ditarik keluar oleh Leo mulai tambah panik kembali awalnya terasa tenang seperti tidak ada kehidupan namun tiba-tiba ada beberapa orang yg keluar dengan postur tinggi tegap mulai mengelilingi mereka.


''Tuan?'' semua nya menunduk


''siapa mereka?'' tanya Bella pelan kini Bella menarik tubuh nya agar berada di belakang Leo, meskipun Leo terlihat seram tapi orang-orang ini jauh lebih seram di banding dengan nya. Setidaknya itulah yg ada dipikiran Bella saat ini.


''dimana dia?'' ucap tegas Leo


''suaranya bisa langsung berubah?'' Bella membatin


''ada di dalam Tuan, kami sudah membawa nya ke tempat yg seharusnya'' jawab salah satu dari orang berpakaian hitam


''bagus''


''Sisa nya kembali masuk, dan ya selamat kan dulu mobil ini dan sediakan mobil ku.'' titahnya


Semuanya beranjak bubar meninggalkan Leo dan Bella saja, kini Bella yg terkunci oleh kedua tangan Leo di sisi kiri kanan nya hanya bisa berdiam pasrah.


''masih takut?'' tanya Leo


''suaranya berubah lagi?'' batin Bella


''aku akan melepaskan mu, tapi maaf harus membuat mu kecewa sepertinya ini bukan pertemuan terakhir kita'' goda Leo


''apa maksud mu??''


''sepertinya aku menyukai mu'' Leo dengan wajah santai nya


''dasar gila, apa kau pikir aku mau!!''


''tidak ada yg tidak bisa aku dapatkan'' bisik Leo ditelinga membuat Bella bergidik geli


''sebaiknya persiapkan dirimu, dan satu lagi'' Leo menangkap dagu runcing itu. Dan tiba-tiba


Cup,,,,


''kau harus ingat mulai saat ini kau milik Leo''


Nada bariton ini mengecup lembut bibir pink milik Bella yg kini diam karena kaget dengan tindakan Leo.


''Tuan?'' sapa seorang pengawal


''kau antar kan Nona ini kek keluarga Laurent dengan aman''


Titah nya Bella kembali kaget karena Leo mengenalnya.


''baik Tuan''


''aku akan menemui secepatnya'' ucap Leo pelan yg mengusap pipi Bella sebelum pergi meninggalkan nya


''ayo Nona '' ajak pengawal yg sudah membuka kan pintu


Bella yg masih kaget masih terdiam dan hanya melangkah masuk tanpa perlawanan walaupun hati dan pikirannya tidak senada saat ini.


''Ciuman pertama ku, kenapa harus dengan orang gila itu'' keluh nya yg memegang bibir nya. Rasa tak percaya nya menarik perhatian pengawal yg akan mengantar nya kedua nya kini saling pandang dengan sesekali melihat ke arah Bella dari pantulan kaca.

__ADS_1


__ADS_2