
Usaha Lexsi
Sementara itu, Lexsi sudah menemukan keberadaan Lela dan semua berkat bantuan Lasonda. Pria itu memberi sedikit penjelasan dan juga saran kepada Lexsi tentang apa yang harus dilakukan untuk menghadapi Lasio demi mendapatkan Lela.
Setelah memberikan pemikiran, usul dan idenya, maka tugas Lasonda pun selesai. Setelah mendapatkan bayaran dan ucapan terima kasih dari Lexsi, Lasonda pun pergi dan kembali menekuni pekerjaannya seperti semula.
Beberapa hal dari saran Lasonda bisa dimengerti oleh Lexsi, tetapi satu hal yang membuatnya begitu keberatan yaitu menjadi sepadan dengan Lasio. Ia diharuskan menjadi dirinya dari sisi yang tidak disukainya yaitu, menjabat sebagai orang yang berpengaruh di kota, dengan cara menduduki kembali perusahaannya.
Ia harus merubah penampilannya menjadi lebih formal, menggunakan kewenangannya atau sedikit muslihat dan mengatakan bahwa Lela adalah kekasihnya. Dengan demikian, mau tidak mau Lasio akan memberikan Lela padanya. Seperti itulah saran Lasonda.
Sesuai penyelidikan yang dilakukan oleh Lasonda tentang Lela, yang hanya dijadikan teman bagi wanita tua penderita Alzheimer, membuat Lexsi sedikit tenang. Ia tidak kuatir pada wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta itu, akan dijadikan penghibur Lasio di tempat tidurnya.
Lexsi cukup lama berpikir dan merenungkan semua saran yang diberikan Lasonda itu. Semua teman-temannya, Loran, Leimena dan Lodi pun mendukung usahanya jika memang benar-benar menginginkan Lela.
__ADS_1
Walaupun dua temannya itu tidak tahu, seperti apa perubahan Lela setelah satu bulan ini bersama Lulu, tapi mereka yakin wanita itu sudah membuat hati Lexsi luluh. Harapan lainnya adalah, setidak-tidaknya Lela bisa merubah perangai pria kaku itu.
Hari itu, Lexsi pergi ke perusahaan keluarga yang menjadi tanggung jawabnya, tapi justru ia serahkan kepada Leo—asistennya, dan sampai saat ini pria itulah yang mengurus semua hal mengenai perusahaan.
Setelah tiba di kantor, ia duduk di kursi yang seharusnya menjadi tempat untuk memimpin perusahaan. Tidak ada orang di sana, tapi ada banyak sekali berkas menumpuk. Ia membaca semuanya satu persatu dan menemukan kejanggalan yang cukup riskan.
Lexsi datang tanpa pemberitahuan hingga wajar kalau asistennya ataupun sekretaris yang seharusnya ada di ruangan itu tidak ada. Ia pun memakai pakaian biasa yang sederhana tapi rapi. Semua pegawai masih sama seperti yang dulu hingga cukup mengenali Leksi dengan baik.
Menurut keterangan pegawai yang berada di meja informasi mengatakan jika para petinggi dan juga keluarganya, sedang melakukan rapat di ruang meeting. Sebenarnya Lexsi berhak datang ke sana ataupun menyela segala pembicaraan dalam rapat itu, tetapi karena ia tidak ingin membuat suasana kacau. Ia pun akhirnya memutuskan untuk menunggu mereka di ruangannya saja.
Leo tidak datang sendirian, di belakangnya ada juga kedua orang tua Lexsi, Lusi dan Lextra. Nama Lexsi, diambil dari nama mereka, menunjukkan kalau ia adalah anak kesayangan saat masih kecil hingga remaja. Namun, karena Lexsi tidak mau mengikuti keinginan kedua orang tuanya, membuat hubungan baik antara ayah dan ibu dan anak itu menjadi renggang.
Lusi dan Lextra, ikut dalam rapat yang membicarakan tentang perkembangan perusahaan. Tahun ini saham perusahaan mereka tumbuh dengan sangat buruk.
__ADS_1
“Kenapa kau datang kemari tanpa memberitahu kami?” tanya Leo.
“Ini perusahaanku, kantorku, apa aku harus bilang dulu padamu? Sialan kau! Apa ini?” kata Leo, sambil melemparkan beberapa berkas yang dibacanya ke pantai begitu saja hingga berantakan.
Semua data yang ada di dalam berkas itu tampak berantakan, dan semua seperti masalah berat yang tidak bisa terselesaikan dengan mudah.
Ia begitu percaya pada Leo untuk mengurus semua masalah perusahaan agar bisa diselesaikan, karena pria itu selalu berjanji dan mengatakan jika perusahaan mereka baik-baik saja. Masalah semuanya beres. Tidak ada yang tahu kalau ternyata kekacauan sudah separah itu.
Dalam dokumen jelas sekali menekankan jika perusahaan merugi cukup banyak dalam hitungan bulan, karena masalah saham.
Demitualisasi adalah istilah dalam bursa saham, di mana perusahaan sebagai pemilik keuntungan dari jual beli saham, hanyalah untuk perusahaan yang terdaftar pada bursa dan berhak atas laba dari penjualan saham mereka. Bagaimana mungkin prosedur mereka diabaikan dan tidak dilakukan dengan baik hingga proses demitualisasi itu tidak diterima.
Melihat berkas yang dilemparkan oleh Lexsi hingga berserakan di lantai, Lusi dan Lextra tampak berang.
__ADS_1
“Apa-apaan kau Lex? Dasar anak tidak berguna!” kata Lextra ketus, “Untuk apa kau kemari?”
❤️❤️❤️❤️