Pesona Sang Penoda

Pesona Sang Penoda
Rencana


__ADS_3

Rencana Kabur Dari Karantina


Lela tidak tahu, hancur seperti apa yang dimaksud wanita itu, sebab ia pun sudah hancur sejak kedua orang tuanya tiada. Ia tidak berharap apa-apa tapi kenapa beberapa orang menggunakannya sebagai alat untuk mendapatkan kekayaan.


Lela tidak pernah mengganggu bibi serta pamannya, ia menurut dan menghormati mereka. Namun, rupanya kebaikan saja tidaklah cukup, bagi sebagian manusia sebab kebaikan tidak memiliki wajah. Berbeda dengan koin emas, perak atau rumah dan kendaraan mewah, semua mempunyai muka, baik bagian depan belakang atau samping kanan dan kirinya.


“Kebaikan tidak memiliki rupa, Madam! Kadang manusia lebih mudah menilai kebaikan budi berupa harta benda, daripada berupa kebaikan sikap dan perbuatan, karena kebaikan itu tidak bisa dilihat! Aku pikir kau bohong kalau melakukan semua perintah Tuan Lexsi hanya karena kebaikannya saja!” suara Lela begitu keras di dalam mobil yang terbatas ruang geraknya.


Lulu diam, ia tidak berpikir sejauh itu dan gadis kumal di sampingnya seperti memiliki kekuatan lebih dari dalam dirinya, tiba-tiba ia menjadi bersemangat dua kali lipat.


“Jadi, aku pikir kau pasti sudah diberinya sumber kekayaan, sampai kau mau merubah penampilanku demi dirinya!” kata Lela lagi sambil terkekeh.


“Aku pikir dia tidak berniat merubah dirimu demi untuk kepuasannya sendiri,” kata Lulu setelah diam beberapa saat lamanya.

__ADS_1


“Benarkah, lalu untuk apa?”


“Sepertinya demi dirimu juga sebab dia bilang kalau dia tidak menyukaimu!”


Kini Lela yang termenung, menyembunyikan segala pertanyaan yang akan ia simpan sampai, kembali bertemu Lexi suatu saat nanti.


Ia mencebik sambil memalingkan muka, memikirkan bagaimana bisa pria itu menodainya dalam keadaan pingsan. Namun, laki-laki itu mengatakan kalau tidak menyukainya. Sungguh ia tidak bisa dipercaya.


“Dasar lelaki murahan, tak pernah melihat lubang siapa dia masuki, yang penting bisa memberinya kepuasan tanpa membebani diri! Awas kau, Lex!” pekiknya dalam hati.


Hidup di penjara seperti yang dimaksud oleh Lexsi, tidak sama dengan penjara yang ia alami, tapi ia tidak punya kesempatan untuk menjelaskannya. Lela tidak menyangka jika pria itu, sudah salah paham sampai sebesar ini padanya.


Sesampainya di tempat yang dituju, yaitu kediaman pribadi Lulu yang terletak di pinggir Kota, Lela langsung merebahkan diri di kamar yang telah disediakan, bahkan beberapa pelayan menyambut dan membantunya.

__ADS_1


Lela benar-benar hanya ingin tidur.


Ia terlihat begitu lelah, setelah melakukan perjalanan hampir dua jam lamanya. Pemandangan indah di jalanan yang dipenuhi lampu warna-warni, terasa begitu membosankan karena bersama dengan seseorang yang tidak ia disukai.


Merubah fisik dalam waktu satu bulan, sungguh sebuah tantangan, tentu ia harus meminum banyak pil suplemen yang bisa mempercepat proses perubahan tubuh. Hal yang menyebalkan baginya karena semua kapsul itu ibaratnya fatamorgana. Bahkan, beberapa di antaranya menjadi racun dalam tubuh.


Sebenarnya tubuh dan wajah seperti apa yang diinginkan Lexi dari dirinya, Lela masih tidak tahu. Namun, ia akan mencoba sebaik mungkin bukan demi siapa pun melainkan, demi dirinya sendiri. Ia akan lebih percaya diri dan tidak minder menunjukkan jika dirinya adalah, wanita kaya raya yang harus tersingkir karena kematian ibunya.


Ia selama ini memang sering merasa rendah diri karena kulit dan tubuh kurusnya. Apalagi ia tidak pandai bersolek. Bukannya ia tidak tahu pergaulan kalangan atas atau merek terkenal suatu barang, tapi ia tidak pernah punya kesempatan melakukannya setelah ibunya tiada.


Setiap orang bisa kalah, tapi kekalahan yang dialami Lela tidak lepas kesalahannya sendiri. Ia justru meninggalkan rumahnya dan tinggal di gubuk tempat para pekerja beristirahat karena lelah.


Setelah sehari berada di gubuk itu, Lela baru menyadari kalau sikapnya salah, seharusnya ia tidak kabur dari Lein dan Landu. Dua orang itu akan lebih mudah lagi melakukan pengalihan nama pada anah miliknya.

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2