
Tugas Paksa
Maksud hati kabur dari rumah Landu, karena ingin bebas. Pamannya itu akan memanfaatkan dirinya dalam hal apa pun asal menghasilkan uang. Pria itu pernah memakai kepandaiannya menari, untuk di daftarkan sebagai penari telan Jang yang bisa di pesan dengan harga fantastis.
Hal itu membuat Lela benar-benar muak. Pamannya dengan enteng mengatakan bahwa, uang yang akan ia hasilkan sebagai bayaran rawat inap ibunya. Gadis itu tidak memungkiri jika paman dan bibinya telah merawat sang ibu hingga kematiannya.
Sudah berkali-kali Lela berusaha menghindar agar pamannya tidak bisa membawanya pergi. Kali ini ia ingin bebas dan berhasil dalam kehidupan, dan bukan menjual diri.
“Kesuksesan seseorang selalu terkait dengan uang, kekayaan materi dan sebagian orang jujur bilang kalau dirinya memang materialistis, kenapa kamu bodoh tidak mau menjual tanah warisan?” demikian kata Lein suatu kali saat ia pulang dari melarikan diri klub malam di mana sang paman membawanya untuk di jual.
“Aku bukan wanita murahan, enak saja menyuruhku melayani laki-laki yang tidak kucintai!” pikirnya hanya dalam hati, ia tidak bisa melawan. Lein dan Landu terlalu galak.
“Apa salahnya? Semua agar kau baik-baik saja dan hidup tenang tanpa memikirkan apa pun dan kau tinggal memberinya kepuasan!” sahut Lein, ia wanita yang tidak tahu diri.
“Tentu saja salah, kalau begitu lebih baik kalian pergi, aku tidak butuh kalian lagi!” kata Lela.
“Kalau kau menyuruhku pergi, maka bayar semua kompensasi padaku, setelah merawat ibumu yang penyakitan itu, selama satu tahun! Kalau tidak maka kau harus menuruti semua kemauanku! Atau kau saja yang pergi!” ujar Landu berapi-api.
__ADS_1
Lela tidak bisa meninggalkan rumah itu, karena di sanalah ia lahir dan tumbuh dengan kasih sayang ibunya. Banyak kenangan dan barang pribadi yang membuatnya bertahan, meski Lein dan Landu selalu bersikap kasar.
Setelah Lesira, ibu Lela sakit parah, sedangkan anaknya harus kuliah menyebabkan sang ibu meminta bantuan Lein, adiknya, untuk mengurus segala keperluannya baik di rumah dan di rumah sakit.
Lein sangat baik dan tulus, ia mengurus tubuh renta ibu Lela itu dengan baik, tapi siapa sangka jika setelah ibunya pergi setahun kemudian, Lein dan Landu berubah drastis.
Mereka selalu beralasan bahwa merawat Lesira tidaklah mudah, karena harus mengganti baju rumah sakit setiap kali masuk atau keluar dari sana.
Apalagi wanita tua itu sangat merepotkan, sedangkan mereka tidak memiliki uang. Memang saat wabah itu terjadi, mereka belum sempat panen beberapa buah-buahan yang ditanam di kebun ibunya. Jadi, Lein dan Landu mengatakan kalau mereka mengeluarkan sendiri semua biaya perawatan ibunya Bahkan mereka sampai berhutang.
Pengakuan Lein dan Landu sangat menyakitkan Lela. Walaupun, ia tidak percaya kalau ibunya tidak memberikan uang sepeser pun pada mereka, tapi dua orang itu punya bukti yang tidak bisa dibantahnya.
“Kalau kau sudah membacanya, kau bisa ikut aku sekarang!” kata Lulu, yang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu, ia hanya ingin melihat apa yang sedang dilakukan Lela.
“Apa maksudnya ini? Apa aku harus mengerjakan semuanya tanpa kecuali?” tanya Lela sambil berdiri dari duduknya.
Semua agenda kegiatan itu lebih mirip sebuah kerja paksa dari pada membentuk tubuh atau merubah wajah dengan baik.
__ADS_1
“Ya, tentu! Semua itu untuk perubahan tubuhmu!”
“Sial! Kalian semua bedebah! Ah, aku tidak peduli ... jadi lepaskan saja aku, katakan pada lelaki pengecut itu kalau aku yang memilih pergi untuk masuk ke penjara lagi!”
“Apa? Penjara?” Lulu tampak sangat terkejut, karena Lexsi tidak mengatakan apa pun tentang masa lalu Lela yang ternyata seorang residivis. Kalau tahu sebelumnya, ia tidak akan pernah menerima tugas berat yang dipaksakan Lexsi padanya.
“Ya!” jawab Lela dengan senyuman menyeringai.
Lulu langsung meninggalkan Lela untuk mengambil ponsel dan menghubungi Lexi. ia ingin memastikan apa maksud pria itu sebenarnya. ia tidak mau terlibat dengan hukum, sebuah ranah yang tidak pernah terlintas sedikit pun di benaknya. Pikiranya menduga jika maksud Lexi merubah wanita itu adalah, agar ia tidak ketahuan oleh polisi yang tengah mencarinya.
Melihat kebingungan Lulu, di dalam kamarnya Lela pun tertawa.
"Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang, kabur lagi?" katanya dalam hati.
"Silahkan, Nona!" kata seorang pelayan dari belakang Lela, saat itu ia tengah berdiri menghadap ke jendela.
❤️❤️❤️
__ADS_1
❤️❤️❤️