
Ciuman Pertama Setelah Bertemu Lagi
Lexsi memperkenalkan lelah kepada kedua orang tuanya, setelah gadis itu duduk dengan nyaman dan bersandar di pangkal tempat tidur.
“Salam Tuan nyonya senang berkenalan dengan Anda,” kata rela sambil mengulurkan tangannya, Lucy dan lextra pun menerima uluran tangan itu dengan hangat.
Perkenalan dan sambutan mereka biasa saja, setidak-tidaknya mereka bisa menerima Lela, itu saja sudah cukup. Walaupun tidak begitu menyenangkan, tetapi Lela sudah sangat bersyukur kedua orang tua Leksi tidak membencinya.
Gadis itu tidak cantik, tetapi bagi Lusi, Lela cukup enak dilihat, dari suara dan juga logatnya bicara sepertinya gadis itu sangat cocok untuk anaknya.
Perkenalan singkat itu berlalu begitu saja, tapi di perjalanan saat Lexsi mengantarkan kedua orang tuanya keluar kamar, ia menjelaskan jika Lela adalah pewaris tunggal pemilik perkebunan Lesira yang selama ini menyetok bahan baku lavender dan jeruk bagi perusahaan mereka. Lextra dan Lusi pun tercengang.
Leimena yang masih berada di antara mereka pun ikut tercengang.
“Benarkah?” kata Lusi hampir tidak percaya.
“Ya. itu benar, aku pun tidak menyangka setelah melakukan penyelidikan padanya.” Lexsi berkata sambil tersenyum bangga.
“Kalau begitu, pertahankan dia dan kau harus bersikap baik padanya!” kata Lextra.
“Tentu!” sahut Lexsi.
“Aku harap kalian menyayangi adikku bukan karena harta ataupun perkebunannya, melainkan karena tulus ... dia telah menjadi wanita yang dicintai Leksi dan akan menjadi bagian dari keluarga kalian juga!” kata Leimena.
Tentu kata Lextra dan Lusi secara bersamaan.
“Oh ya! Kapan mereka bisa diizinkan pulang?” Lusi bertanya pada Leimena.
“Sekarang juga bisa, sudah sepekan mereka di rawat di sini, tapi Lela tetap harus banyak istirahat.” Leimena menjelaskan.
“Baiklah aku akan mengurus administrasinya sekarang.” Lexsi berkata sambil berlalu. Lusi dan Lextra pun pergi dari sana menuju arah yang berlawanan.
__ADS_1
“Ingat, Lex! Bawa mereka pulang ke rumah kita, jangan ke apartemenmu! Oke?” kata Lusi dan Lexsi pun mengangguk.
Setelah menyelesaikan administrasi rumah sakit Lexsi kembali ke kamar perawatan Lela, dan dilihatnya wanita itu sedang berusaha untuk turun dari tempat tidur, karena ia ingin pergi ke kamar mandi. Lexi segera menggendong wanita itu sampai ke sana, setelah meletakkan tubuh Lela ke atas dudukan toilet laki-laki itu segera keluar.
Ia menunggu sampai Lela selesai, kemudian kembali menggendongnya sampai ke tempat tidur, dan membiarkan wanita itu duduk bersandar dengan nyaman di sana.
Lela cukup senang dengan kelembutan sikap Lexsi padanya, meski selama ini mereka jarang bicara, tetapi ia sudah memahami bagaimana karakternya dari Leimena.
Ia belum tahu mengapa dokter itu begitu menampakkan perhatian dan kasih sayang padanya. Setiap kali Lexsi pergi menengok bayi di ruang sebelah, laki-laki itu akan datang dan mengajaknya mengobrol tentang banyak hal. Dari Leimena-lah, Lela tahu bagaimana karakter dan kehidupan Lexi selama ini.
Maksud Leimena menjelaskan hal itu kepada Lela, karena ia tidak adiknya itu mendapatkan masalah. Namun, agar Lela segera dekat dan memahami karakter calon suaminya. Ia tidak ingin ada hal buruk yang terjadi pada Lela, bila sulit untuk saling memahami.
“Apalagi yang kau inginkan?” tanya Lexsi sambil mengusap pipi Lela lembut, dengan tangan sedikit gemetar karena ia jarang bermesraan.
Lela melirik tempat air minum, Lexsi tahu apa yang diinginkan gadis itu, lalu ia pun memberikan segelas mineral padanya.
Lexsi melihat Lela tengah membasahi bibirnya yang terlihat kering, setelah menghabiskan air minum. Lalu, pria itu mendekatkan bibir mereka dan mengulumnya dengan lembut.
Setelah sama-sama melepaskan pagutan bibir, mereka saling menatap. Lexsi mengusap bibir Lela yang kini basah, dengan ibu jarinya.
“Ayo! Ikulah denganku! Kau dan Leriando sudah boleh pulang ...,” kata Lexsi.
“Siapa Leriando?”
"Dia anak kita!" Lexsi berkata sambil memeluk erat Lela seolah tak ingin kehilangannya lagi.
"Lela, maafkan aku ... maafkan semua yang sudah aku lakukan padamu, kumohon!" katanya lagi masih sambil memeluk wanita yang ia cintai.
Lela menarik napas dalam memenuhi rongga pernapasan yang seolah menyempit dengan oksigen.
"Maafkan aku juga," kata Lela.
__ADS_1
"Kenapa kau harus meminta maaf juga?" Lexsi berkata sambil melepaskan pelukannya.
"Karena aku yang mencuri dompetmu, saat kau tidur di tengah hutan waktu itu ... kalau bukan karena kehilangan ponsel atau dompet, mungkin kau tidak akan tersesat dan kita tidak akan bertemu di dekat gubuk itu."
"Jadi, kau ...?"
"Ya. Itu kesalahanku juga, karena aku membutuhkan uang! Tapi ... tapi aku tidak habis pikir kenapa aku pingsan waktu itu?"
"Aku yang membuatmu pingsan, karena aku kesal kau sudah mengerjaiku!"
"Oh! Jadi, begitu? Dasar kau!" Lela berkata, sambil memukul dada Lexsi dengan keras, tapi pukulan itu hanya terasa seperti belaian saja.
"Apa karena itu kau dendam padaku dan melakukannya saat aku pingsan? Kau kurang ajar sekali, Lex!" Lela melotot saat bicara, tapi hatinya sudah terlanjur menyukainya.
Lexsi mengangguk dan berkata, "Maaf, kau terlalu menggoda, aku tidak tahu apa yang merasukiku saat itu, padahal sebelumnya aku tidak pernah tergoda dengan wanita ... tapi kau sudah menyerangku dari dalam pikiranku sendiri!"
"Dasar kau pembohong!" Lela kembali memukul Lexi.
"Tidak! Aku benar-benar tergoda dengan tubuhmu!"
"Sialan, kau!" Lela memukul lagi dan lagi, tapi Lexi seolah menyerahkan tubuhnya dan membiarkan gadis itu melakukannya sampai dia puas.
"Ya. Aku akui aku memang salah, kau boleh menghukumku!"
Lalu, mereka terkekeh bersama, setelah menyadari perbuatan mereka satu sama lain, justru membawa nasib sampai ke titik sekarang.
Saat itu untuk pertama kalinya mereka banyak bicara dan saling mengakui kesalahan, serta kecurangan yang mereka lakukan di masa lalu.
"Ayo! Kita saling memaafkan!" kata Lexi sambil merentangkan kedua tangan, menginginkan agar Lela kembali dalam pelukannya.
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Maaf ya, jarang update. Sudah mau tamat kok, tunggu ya episode terakhirnya. Terima kasih masih setia 💟