Peta 7 Jiwa

Peta 7 Jiwa
Stigma : Ep. 31


__ADS_3

Sudah 6 bulan Chen berada di Kota Medan sejak kejadian pembunuhan Ibunya. Bekerja sebagai kuli bangunan di salah satu kota metropolitan di Indonesia. Dia hanya bekerja dan pulang ke rumah kost ketika pekerjaan itu selesai. Hanya itu yang dilakukan. Kerja dan pulang. Saat ini, tujuan hidupnya hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari beberapa bulan ini. Dia tak ingin bersosialisasi terlalu dekat dengan orang di sekitar. Chen terkenal sebagai orang yang pendiam dan orang-orang tak pernah mengusiknya. Dirinya merasakan perbedaan ketika hidup di kampung dibandingkan dengan hidup saat ini, di perantauan. Tapi, apa yang harus dilakukan selanjutnya, belum masuk ke dalam pikirannya. Hanya bekerja.


Bayang-bayang kejadian 6 bulan lalu, masih membekas di ingatan. Terkadang juga masuk ke dalam mimpi. Dia tak pernah mendengar kabar tentang kampungnya lagi. Juga tak pernah takut dan was-was jika polisi mencari. Tapi enam bulan terakhir ini tidak ada polisi yang mencarinya dan tidak ada orang yang curiga dengannya. Dan juga sepertinya merasa bahwa kasus itu tidak akan pernah diselidiki dan diselesaikan dengan tuntas karena tidak ada yang menuntut dan mereka juga orang miskin yang tak bisa memberikan uang kepada polisi untuk menuntaskan kasus. Kasus itu akan menguap seperti uap air panas di udara. Itu pikirnya.


Di Medan, pada satu malam, ketika Chen sendirian berjalan menuju rumah kost, setelah satu tahun di perantauan, dirinya bertemu dengan seorang lelaki berbadan tegap. Lelaki memakai baju kaos hitam, celana hitam dan memakai topi baseball cap, juga berwarna hitam. Menghadang Chen dan berusaha untuk bicara dengan tenang. Chen mengenali lelaki itu. Lelaki yang memberikan seruling kepadanya sewaktu berada di pasar pada saat berumur 10 tahun. Lelaki itu juga masih remaja pada masa tujuh tahun silam, tapi Chen mengenali wajahnya setelah berbincang.

__ADS_1


Lelaki berwajah maskulin bermaksud untuk mengajak Chen ke rumah dan mengajarinya ilmu bela diri. Chen balik bertanya apa tujuan dari semua itu. Lelaki yang berdiri berhadapan dengan Chen menjelaskan bahwa dia akan mengumpulkan orang-orang yang berbakat untuk menyelamatkan manusia di dunia ini. Dengan cepat, Chen menolak ajakan itu, karena merasa tak perduli dengan takdir orang lain di dunia ini dan juga merasa tak perlu repot menolong orang lain. Manusia lain tak pernah menolong hidupnya ketika di masa kecil yang penuh dengan kesulitan. Tak ada seorangpun yang menolong dirinya dan Ibunya ketika dipukuli Ayahnya sewaktu kecil. Malah masyarakat sekitar mencemooh dan mengucilkan mereka.


Lelaki bertubuh tegap berusaha untuk memberikan pengertian kepada Chen bahwa tidak semua manusia memiliki karakter yang sama, memiliki sifat jahat dan beringas. Tapi masih banyak manusia yang berhati mulai dan dermawan.


Chen tidak menggubris hal itu. Dia tak akan pernah menolong manusia lain, hanya akan menolong dirinya sendiri, menjalani kehidupan ini dengan sendiri tanpa bantuan orang lain. Mereka sempat berdebat dan akhirnya Chen pergi meninggalkan pria berbadan tegap dan mengucapkan terima kasih atas seruling yang diberikannya, tujuh tahun lalu.

__ADS_1


Lelaki berwajah bengis menjelaskan kepada Chen bahwa dia akan menjadikan Chen kaki tangannya untuk membuat kerusuhan di dunia. Dia menceritakan bahwa akan membinasakan manusia - manusia munafik di bumi ini. Manusia yang berpura - pura berhati mulai dan dermawan tetapi menggerogoti sesama dengan cara licik seperti korupsi dan memanfaatkan maunsia yang bergaya hedonist. Lelaki bertampang bengis ingin mengisi dunia ini dengan orang-orang yang kejam. Dunia yang berhukum rimba, siapa yang paling kuat, maka merekalah yang akan memenangkan pertarungan kehidupan dan menjadikan dunia ini seperti kehidupan binatang liar. Dia akan membasmi masyarakat yang membuat stigma-stigma negatif kepada manusia lain. Lelaki yang memiliki rambut lurus berwarna hitam berpendapat bahwa masyarakatlah yang membuat manusia menjadi jahat dikarenakan stigma yang berkembang dan menjadi tertanam di dalam diri seseorang. Pada dasarnya semua manusia dilahirkan dengan kondisi sangat baik, namun stigma negatif yang berkembang yang menjadikan manusia menjadi seorang monster. Dia juga mencontohkan dirinya akan hal itu.


 


 

__ADS_1


Chen yang diculik dan didoktrin oleh lelaki bertampang bengis, menyetujui untuk bergabung dan menjalankan rencana sesuai keinginan. Hati Chen seakan membara. Ingin menghabisi manusia-manusia yang membentuk manusia lain menjadi jahat, bukan menjadi lebih baik. Hatinya sudah termakan oleh hasutan iblis dan lelaki itu, dikarenakan masa kecil yang suram. Lelaki jangkung memberitahukan Chen bahwa ada beberapa orang yang akan direkrut dan mengajak Chen untuk ke Kota Malang dan melatih kekuatannya di sana. Chen mengiyakan tanpa membantah sama sekali.


*******


__ADS_2