Peta 7 Jiwa

Peta 7 Jiwa
(Hakiki Hulmi) Episode 8


__ADS_3

Boyz with Fun


 


 


"Ayo, kita berenang," ajak Hakiki. Kali ini memperlihatkan emosi wajah yang sangat senang karena berada di kondisi alam yang indah dan dalam keadaan kenyang, tentu saja. Pemuda itu sudah berdiri di pasir putih dengan celana pendek berwarna hitam dan baju kaos tipis berwarna abu-abu, bertelanjang kaki, sepatunya entah kemana. Dia sudah berganti pakaian sedari tadi, setelah melahap semua makanan yang dibawa Arini dan makanan yang dipesan oleh Dapi.


 


 


"Ayo...," balas Dapi penuh kegirangan. Merangkul leher Hakiki dari belakang. Dapi baru kembali dari kamar ganti. Memakai celana pendek hitam dan atasnya tetap memakai kaos biru yang dipakai tadi. Juga tidak memakai alas kaki.


 


 


Hakiki tak merasa canggung lagi dirangkul oleh Dapi.


 


 


Arini yang masih duduk di kursi pantai, masih berbusana seperti pergi tadi. Hanya melepas alas kaki. Sepertinya akan bersiap - siap juga untuk mengikuti kedua temannya.


 


 


Hakiki dan Dapi berlari kecil menghampiri Arini. Mereka tertawa kecil, manja dan penuh dengan semangat.


 


 


Arini seperti melihat kedua anak kecil yang akan bermain di taman bermain kanak-kanak. Sangat menggemaskan baginya. Dia tersenyum indah.


 


 

__ADS_1


Hakiki melepas rangkulan Dapi, menyambar jari-jari di tangan kanan Arini dan menggenggamnya ketika mereka berdua sudah mendekati Arini. Arini membalas erat genggaman itu.


 


 


Dapi terdiam sesaat. Lalu berkata, "Bolehlah aku?" tanyanya, sambil menunjukkan telapak tangan kiri Arini.


 


 


Arini mengangguk. Dia begitu sopan. Itu yang terlintas dalam pikiran Arini, memuji karakter Dapi.


 


 


Dengan cepat Dapi juga menggenggam jari - jemari Arini.


 


 


 


 


"Ayo, Rin," ajak Hakiki.


 


 


Arini menggelengkan kepala.


 


 


Hakiki berlari menghampiri Arini, setelah mendekati gadis itu, membungkuk dan menyuruh naik ke punggung.

__ADS_1


 


 


"Naik."


 


 


Arini tak melawan. Menuruti perintah Hakiki. Dengan sigap naik ke punggung Hakiki yang lebar. Rasanya nyaman dan dia percaya bahwa Hakiki tidak akan menjatuhkan dan akan terus menjaganya.


 


 


Dapi tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi pahlawan Hakiki. Kali ini dia terjatuh di antara kedua lutut untuk mengendalikan tawanya. Tentu saja kondisi badan Dapi sudah mulai basah semua kecuali rambut bagian atas, tapi dia merasa bahagia. Dapi mengejar Hakiki yang sedang menggendong Arini di punggung, berusaha untuk mengambil air dan menyiramkan air itu kepada kedua temannya. Hakiki berlari menghindar, berusaha melindungi Arini. Arini sesekali menjerit ketika air mengenai bagian tubuh. Mereka bertiga sangat gembira, menikmati perjalanan mereka kali ini.


 


 


Ketika Tuhan memberikan kesenangan kepada manusia, maka kesenangan itu akan lebih bahagia jika kita menghabiskan bersama dengan orang yang kita sayang.


 


 


Hakiki, Arini dan Dapi adalah tiga anak muda yang berusaha untuk mencari jati diri mereka. Mereka terlihat ceria dan bersemangat. Mereka berusaha untuk melepaskan penat pikiran dari aktifitas sehari-hari yang mereka jalani. Berusaha untuk menjadi air yang mengalir, menuju arah yang telah ditentukan.


 


 


*******


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2