
Bayangan putih berkelebat di tengah malam, melompat dari satu dahan Pohon Pinus ke Pohon Pinus yang lain. Wajah gadis itu kelihatan sangat cemas. Berusaha untuk melompat lebih cepat. Pakaian yang berwarna putih dan panjang seakan - akan menjadi sayap di tubuhnya.
Dia adalah Arini. Seorang gadis yang merupakan jelmaan dari Lady Rafless. Dia bisa bertransformasi menjadi seekor kupu - kupu. Itu adalah kekuatan dasar dari Arini.
Arini telah menyadari kekuatan itu sejak berumur 12 tahun. Dari kecil, merasa senang dengan kupu - kupu. Setiap melihat hewan serangga itu, seakan memiliki semangat baru dan di usia 12 tahun, sudah bisa membaca pikiran dan berbicara dengan kupu - kupu.
Pada saat duduk di kelas 1 SD, Arini meminta kepada ayahnya untuk menetap di Indonesia, lebih tepatnya di Jakarta. Alasannya adalah Indonesia merupakan tingkat nomor dua setelah Brazil dalam keanekaragaman kupu-kupu di dunia. Di Indonesia ada 2500 spesies kupu - kupu sedangkan di Brazil ada 3000 spesies. Karena alasan itulah, dia ingin tinggal di Indonesia dan negara ini merupakan tanah kelahirannya.
Orang tua Arini sudah mengetahui akan kekuatan dasar anaknya. Tapi mereka menyembunyikan hal itu kepada seluruh dunia, termasuk Artha karena ayahnya tak ingin Arini akan menjadi mangsa dari musuh - musuhnya.
Arini berhasil menyembunyikan kekuatan dengan baik. Ayahnya selalu berusaha untuk mengecek dan mengarahkan dirinya untuk mendapatkan kekuatan lanjutan tapi sampai sekarang dia belum menyadari akan hal itu.
Gadis itu hanya bisa membaca pikiran, berbicara kepada kupu-kupu dan memerintahkan serangga cantik untuk melakukan pekerjaan yang diinginkannya.
Sebenarnya Arini sudah banyak tahu tentang pekerjaan Ayahnya dan Artha. Juga tahu tentang Hakiki yang akan direkrut dan Dapi yang dipindahkan ke sekolah mereka untuk membantu Hakiki. Dia juga tahu itu. Tapi berusaha untuk berdiam diri dan hanya melihat, menganalisa dan menyimak semua yang sedang terjadi. Belum saatnya bereaksi sesuai anjuran ayahnya.
__ADS_1
Malam ini, dirinya mengetahui dari serangga cantik yang dikirimnya setiap malam ke rumah Hakiki, bahwa sahabatnya itu mengalami keganjilan.
Arini bergegas menuju Hutan Pohon Pinus. Dia tahu ayahnya membuat villa di daerah itu untuk dijadikan markas. Pernah ke villa itu sekali, diajak oleh ayahnya.
Arini terbang dengan rasa cemas melewati malam yang diterangi oleh Bulan Sabit. Masih melompat dari satu dahan Pohon Pinus ke pohon yang lainnya. Berusaha mencari dimana keberadaan Artha dan yang lain. Akhirnya, mendengar beberapa orang yang bertikai.
Dicarinya tempat yang bagus untuk memantau pertempuran itu. Dia sekarang berada di satu Pohon Pinus yang berjarak lima meter dari pertempuran antara komplotan Artha dan Chen.
Dari sinilah dia bisa melihat lengkap ke tujuh pemuda yang sering dibahas oleh Ayahnya dan Artha. Melihat Artha dan Dapi berdiri dengan memasang kuda-kuda di depan. Di belakang mereka berdua, Hakiki dan anak laki-laki yang belum dikenalnya, selanjutnya di barisan ketiga, ada tiga pemuda lain. Matanya fokus ke arah Hakiki yang terbaring di tanah.
Sahabatnya merasa sangat kesakitan, dia menyaksikan itu. Ingin rasanya menolong Hakiki tapi hatinya menahan. Dia harus menyembunyikan identitasnya agar tidak diketahui oleh orang lain.
Arini melihat pertempuran pertama Hakiki yang mengeluarkan benda panjang seperti tali berwarna perak, mencengkram musuh yang ingin menyakiti Artha. Arini juga terkejut dengan kekuatan Hakiki yang sudah diperolehnya.
Arini lebih waspada ketika Hutan Pohon Pinus mulai terbakar akibat jurus Artha yang mengeluarkan Elang Api Biru. Berpindah ke sisi lain yang lebih aman dan nyaman. Api yang membakar pohon - pohon pinus membuat pandangnya terhalang.
__ADS_1
Sudah ke sekian kali dia ingin menolong ketiga orang yang dikenalnya yaitu Artha, Dapi dan Hakiki ketika bertubi - tubi dihajar oleh pria yang memakai Baju Labu. Pria itu sangat hebat, pikir Arini.
Akhirnya keinginan itu tak bisa dibendung lagi ketika Hakiki akan ditikam oleh Chen dari belakang dengan menggunakan pisau dari seruling emas. Melompat dari Pohon Pinus dengan sangat cepat, kemudian menutupi tubuh Hakiki yang akan ditikam oleh Chen.
Itulah momen dimana akhirnya Arini tertikam dan terkapar.
Dia masih bisa melihat Hakiki yang berubah wujud melawan Chen secara samar - samar. Juga bisa merasakan Dapi yang berusaha mengobati lukanya agar tak terlalu banyak darah terbuang dan juga mendengarkan tangisan Artha yang terus menerus merangkul dirinya.
Lalu... nyawanya seakan melayang, akan lepas dari raga. Ketika Hakiki memeluknya dengan hangat, ada energi aneh yang keluar dari kalung yang dipakai. Kalung itu sempat bersentuhan dengan tato Bulan Sabit di dada Hakiki.
Dia merasakan nyawanya kembali masuk ke dalam raga tapi energi yang hangat itu memerintahkan agar sel-sel tubuh menyebar dan bertransformasi menjadi serangga cantik yaitu kupu-kupu. Akhirnya, tubuhnya berpendar dan pecah menjadi ratusan kupu-kupu.
Arini merasakan kehidupan baru tercipta untuk menyelamatkan kehidupannya menjadi manusia. Pasrah dengan takdir yang sedang dijalani sekarang ini karena yakin perjalanan hidup selanjutnya akan melibatkan dia menjadi manusia kembali untuk bergabung dengan orang-orang yang disayangi.
*******
__ADS_1