
Turun dari pesawat, Xuan Ming dan Qi Yuzhi sudah menunggu mereka.
Kali ini Feng Mo hanya membiarkan Paman Lu untuk mengikuti, dan meminta para pengawal untuk kembali ke Ibukota.
"Kamu di sini."
Feng Mo menyapa keduanya secara alami.
Rombongan mereka keluar dari bandara dan dibagi menjadi dua mobil. Feng Mo dan Qi Yuzhi bertukar tempat.
Dua mobil berpisah di persimpangan jalan. Yang satu kembali ke kota, yang lain pergi ke arah pesisir laut.
Kota N adalah kota pesisir. Ada pelabuhan kargo besar di sisi Barat, tempat-tempat wisata dan pantai di arah Selatan, dan perahu nelayan di sisi Timur.
Xuan Ming menyetir mobil ke arah barat.
"Siapa saja yang ikut?" tanya Feng Mo.
"Aku membawa Lao Wei dan yang lain untuk membantu memindahkan barang."
Feng Mo mengangguk mengerti. Memindahkan barang untuk membuat kamuflase. Lagipula tidak mungkin hanya mereka berdua saja yang menerima barang dari penjual.
Menunggu hari gelap, sekelompok orang diam-diam mengendarai sebuah kapal pribadi yang telah dipindahkan dari tempat wisata.
Berbaur dengan suara ombak, yacht mewah melaju dengan kencang ke arah laut.
Yacht mewah berhenti di satu titik dan terdiam.
Setelah menunggu selama beberapa jam, sebuah kapal lain yang lebih besar datang dan merapat. Sebuah tali terlempar dari atas. Satu persatu orang-orang memanjat dan menyisakan satu orang untuk mengendalikan yacht.
Xuan Ming pergi menemui pemimpin dan diam-diam berdiskusi. Kemudian mereka diantara ke sebuah ruangan yang penuh dengan kotak kayu.
Xuan Ming membuka salah kotak. Setelah memastikan isinya, dia mengisyaratkan pada orang-orang di belakang untuk segera mengangkut barang.
Feng Mo yang selalu mengikuti di belakang Xuan Ming diam-diam menyebarkan kesadarannya. Meskipun dia tidak menemukan sesuatu yang berbahaya, dia masih harus waspada.
Semua kotak kayu diangkut kembali ke dalam yacht, baru Xuan Ming menyerahkan sebuah tas koper yang selalu ada di tangannya.
Orang-orang di sisi lain membuka koper tersebut dan melihat uang merah yang memenuhi tas.
Dua pihak puas. Tanpa membuang waktu, mereka segera berpisah.
Dua kapal yang berdekatan juga perlahan-lahan menjauh dan berjalan ke arah yang berbeda.
Yacht mewah kembali berkendara ke arah pantai. Tapi di tengah jalan, sebuah perahu patroli menghentikan mereka.
"Halo, kami sedang melakukan patroli. Bisakah kamu berhenti sebentar?" Sebuah suara keluar dari pengeras suara.
Yacht mewah memberikan sinyal dan berhenti.
Perahu tim patroli mendekat. Salah satu dari mereka bergegas melompat ke dalam yacht dan menerobos masuk.
Kapten yacht marah dan segera menghentikan perilaku orang tersebut. Tapi pria itu sangat licin dan menghindar dari Kapten.
Kemudian orang lain dalam patroli segera menghentikan kapten, sementara yang lain juga bergegas masuk.
Pintu kabin di ketuk. Tapi setelah sekian lama tidak ada yang menjawab. Pria itu merusak kunci dan memaksa masuk.
"Sial!"
Segera suara kutukan terdengar dari dalam kabin.
Seorang lelaki dewasa mengusir pria tersebut. Keduanya bertengkar dan hampir saling memukul.
Seorang wanita keluar dari dalam kabin dengan pakaian yang berantakan dan ikut mengutuk perilaku pria tersebut dan berteriak-teriak untuk melaporkan kejadian kepada polisi atas pelanggaran privasi.
Pertengkaran itu segera di lerai.
Butuh waktu lama untuk melakukan mediasi sebelum masing-masing kedua belah pihak mundur.
Perahu patroli segera mundur dan pergi lagi. Yacht mewah itu kembali berlayar ke arah pantai.
__ADS_1
Salah satu pria di dalam tim patroli memandang yacht mewah itu untuk terakhir kalinya sebelum mengeluarkan alat komunikasi miliknya.
"Dia tidak ada di sana."
Jauh di pantai sana, sekelompok orang yang memakai pakaian menyelam, merangkak ke arah daratan.
Masing-masing dari mereka duduk di bibir pantai yang tersembunyi dan terengah-engah. Setelah melepaskan peralatan selam dan pendorong turbo, mereka tergeletak kelelahan.
"Bos, apakah ini baik-baik saja? Bagaimana dengan barang-barang itu?" Seseorang bertanya dengan penasaran. Setelah menerima barang-barang itu mereka tidak berhenti bergerak dan langsung mengganti pakaian mereka dengan setelan menyelam.
Awalnya pria itu tidak mengerti, namun profesinya tidak bisa membuatnya menolak perintah. Tapi segera dia menyadari bahwa sebuah perahu lain telah mengikuti mereka.
"Seseorang akan mengambil alih barang-barang itu. Kamu tidak perlu khawatir." Xuan Ming tidak mengatakan bahwa Feng Mo sendiri yang mengambil alih barang-barang itu ketika orang lain tidak memperhatikan. Dengan kemampuan ruang angkasa, memang nyaman untuk memindahkan barang.
"Feng Mo, apakah kamu baik-baik saja?"
Feng Mo yang tergeletak kelelahan, melambaikan tangan. "Tidak apa-apa, ini hanya... Ini pertama kalinya aku menyelam." Dia benar-benar baru pertama kali merasakan sensasi bergerak di bawah air dengan tubuh manusia biasa.
Semua orang tidak menyalahkan. Bahkan bagi mereka, Feng Mo yang asal-usulnya sama misteriusnya dengan Qi Yuzhi, terasa lebih membumi.
Nyatanya mereka masih bisa mendengar tentang kemunculan misterius Qi Yuzhi saat itu di dalam resimen mereka. Namun untuk menjaga kerahasiaan, bahkan tangkapan kamera di Benteng rahasia segera diambil alih. Mereka hanya bisa mendengarkan berita dari orang lain.
Secara otomatis, Feng Mo yang merupakan teman Qi Yuzhi segera menarik perhatian mereka. Temperamen dan sikapnya yang tidak biasa, membuat mereka lebih penasaran.
Xuan Ming mengangguk paham. "Ayo segera berkemas."
Di bawah gelap malam, sekelompok orang segera menyelinap diam-diam dan berpisah.
Feng Mo dan Xuan Ming kembali ke hotel di mana Paman Lu dan yang lain menginap. Keduanya tidak mengganggu istirahat yang lain dan diam-diam kembali ke kamar masing-masing.
Paginya, mereka semua berkumpul untuk sarapan di restoran hotel.
"Ke mana kita akan pergi hari ini? Bisakah kita pergi ke laut sebentar" Meng Shize bertanya, hari-hari ini mereka telah berlarian dari satu kota ke kota yang lain, dan mereka tidak berhenti sama sekali. Sekarang mereka semua telah tiba di penghujung daratan, dia ingin sekali melihat laut. Meng Shize harus mengakui bahwa dia tidak pernah melihat laut sejak dia masih kecil.
Feng Mo menatap dua anak muda di sebelahnya. "Tang Mo dan Xiaoshi ingin melihat pantai?"
Tang Mo mengangguk dengan malu-malu.
"Kakak Feng, apa itu pantai?"
Mata Shi Jiyi berbinar. Anak laki-laki berusia 5 tahun itu mengangguk dengan bersemangat.
Meskipun musim dingin telah tiba di bulan oktober, suhu di kota N masih hangat karena terletak lebih dekat dengan garis katulistiwa. Jadi masih banyak orang yang pergi ke pantai saat ini.
Setelah memutuskan untuk pergi ke pantai, beberapa orang segera bersiap dan berkemas.
Meng Shize membawa Tang Mo dan Shi Jiyi bersenang-senang di pantai sementara orang dewasa lain duduk berjemur di bawah payung.
"Ngomong-ngomong Kakak Xuan, siapa yang mengikuti kami semalam?"
Xuan Ming menguap dengan bosan. "Hanya beberapa orang yang mencari kesalahan. Jangan khawatir."
"Mungkinkah rencana kami sudah tercium?"
Xuan Ming menggeleng. "Orang-orang hanya ingin menarik kami ke bawah dan menginjak kami untuk naik ke atas. Bahkan di era damai seperti ini, kami tidak bisa terlalu santai. Setiap saat akan ada orang yang melompat di depan kami untuk mencari kesalahan."
Feng Mo mengangguk.
"Mungkin juga beberapa orang curiga dengan permintaan cuti yang aku ajukan. Ingin melihat apa yang aku lakukan, bagaimanapun keluarga kami terkenal dengan dedikasi kami. Ayah segera menandatangani permohonan ku yang menimbulkan banyak tanda tanya. Apakah aku melakukan pelanggaran? Atau aku sedang melakukan misi rahasia lain? Bahkan jika bisa, aku ingin mengundurkan diri secara langsung, tapi Ayah segera menolak." Xuan Ming segera menambahkan.
Mendengar tentang Ayah Xuan Ming, Feng Mo sedikit iri. Ini semua tentang kepercayaan dan kepedulian seorang ayah terhadap anaknya. Entah itu Xiao Mingsu atau Ayah Kong Li, mereka semua menyayangi anak-anaknya. Bahkan Zhao Jin seperti itu karena Master Sekte Zhao memanjakannya.
Feng Mo berpikir, bagaimana rasanya jika dia masih memiliki kedua orang tuanya? Seperti apa rasanya memiliki ayah dan ibu?
Di dunia ini memangnya siapa yang ingin tidak memiliki orang tua?
"Xiaofeng."
Keduanya menoleh, Paman Lu mendekat.
"Ada apa Paman Lu?"
__ADS_1
"Baru saja Tuan menelepon, dia sudah kembali dari luar negeri dan bertanya di mana kamu berada."
Mata Feng Mo menyala. "Bagus!"
Group Bai tidak hanya memiliki perusahaan di dalam negeri, bahkan beberapa perusahaan kuat juga didirikan di luar negeri. Setelah mereka berkumpul, Bai Xiuran bertekad menjual semua perusahaan yang ada di luar negeri dan menjual beberapa proyek di dalam negeri.
Tentu saja langkah besar Bai Xiuran membuat banyak orang berspekulasi dan menarik perhatian beberapa departemen. Tidak ada masalah setelah penyelidikan yang semakin membuat banyak orang bingung. Tapi karena Bai Xiuran tidak menghentikan proyek yang bekerja sama dengan pemerintahan, orang-orang di atas hanya bisa menutup mata.
Beberapa teman di kalangan bisnis menyiratkan apa yang terjadi, beberapa orang bahkan secara terang-terangan bertanya apa yang dia lakukan.
Bai Xiuran hanya menjawab dengan lugas bahwa dia sedang mengumpulkan uang dan kekurangan uang.
Orang lain yang mendengarnya, mencemooh. Di Ibukota ini, siapa yang bisa lebih kaya lagi daripada Bai Jia? Kekurangan uang? Sungguh lelucon.
Bai Xiuran tidak mempedulikan pandangan orang lain dan terus merencanakan langkahnya sendiri.
Orang lain di cabang Bai Jia sedikit tidak puas, tapi tidak ada yang berani melawan Bai Xiuran. Nyatanya Group Bai memang usaha keluarga sebelumnya, tapi sejak Bai Xiuran berkuasa, dia mengambil alih seluruh Group dengan tangannya sendiri. Tidak ada yang bisa menandinginya dalam mengambil keputusan.
Sebenarnya, keadaan sekarang sama saja dengan melepaskan bagian dari Group Bai. Beberapa orang menunggu untuk menelan dan beberapa orang mencoba untuk mencabik. Tapi tidak mudah untuk memotong daging dari tangan Bai Xiuran.
Orang lain ingin menonton lelucon Bai Xiuran, tapi siapa yang akan tertawa pada akhirnya?
"Apa lagi yang dia katakan?"
"Tuan bertanya kapan kamu akan kembali? Juga mumpung kami ada di kota N, Tuan meminta kami untuk membawa beberapa ikan segar."
"Oke."
Jadi pada hari selanjutnya, ketika orang lain sedang menonton ikan di dalam wisata Akuarium. Feng Mo dan Paman Lu berkeliling ke pasar ikan dan membeli persediaan makanan laut.
Setelah beberapa hari di kota N, mereka akhirnya kembali ke Ibukota.
Suhu di bulan November turun drastis. Feng Mo bersarang di sofa dengan buku di tangannya. Dengan mengandalkan ingatan dan pemahaman yang baik seorang pembudidaya, Feng Mo hanya membutuhkan satu hari untuk mengenali semua karakter di negara ini. Dan hanya butuh beberapa jam untuk membiasakan diri menggunakan pena di dunia ini.
Feng Mo membutuhkan satu hari untuk menyelesaikan buku pencerahan dan taman kanak-kanak. Kemudian butuh satu bulan untuk menyelesaikan pembelajaran dari sekolah dasar hingga sekolah menengah. Setelah menyelesaikan membaca buku profesionalisme, Feng Mo fokus untuk belajar farmasi barat, geografi dan astronomi.
Yang lain tidak mengerti mengapa Feng Mo dan Xiao Jinxi repot-repot mempelajari semua ini, bukankah enak kemampuan terjemahan yang disertakan oleh misi?
Terdengar langkah kaki menuruni tangga, ketika Feng Mo mengangkat kepalanya, Bai Xiuran dan Xiao Jinxi sudah berjalan ke arah pintu.
"Kakak Bai, tunggu!"
Keduanya berhenti dan menoleh.
"Feng Mo, ada apa?"
"Kakak Bai, apakah kamu baik-baik saja?"
Bai Xiuran memiliki ekspresi bingung, tapi kemudian dia segera menyadari. "Tidak apa-apa. Hanya kelelahan." Untuk mengalihkan banyak pekerjaan, Bai Xiuran masih memerlukan banyak waktu dan tenaga. Akhir-akhir ini dia terlalu sibuk bolak-balik dan hampir tidak pernah meninggalkan perusahaan.
Untuk pertama kalinya Bai Xiuran menyesal membuat perusahaan menjadi sebesar itu, seandainya bukan karena bencana akan datang, mungkin dia masih akan bersenang-senang.
"Aku membuat sesuatu beberapa waktu lalu, aku ingin menyerahkan padamu." Feng Mo mengeluarkan koper kecil dari bawah meja dan membukanya.
Beberapa tabung cairan berwarna hijau muda tergeletak di dalam.
"Apa itu?" Xiao Jinxi bertanya dengan penasaran.
"Aku membuatnya dari tanaman herbal. Ini adalah suplemen nutrisi untuk mengisi ulang tenaga. Aku telah mengujinya dan semuanya baik-baik saja. Ayo, berikan padamu, jangan sampai kamu tumbang terlebih dahulu."
"Terima kasih." Bai Xiuran sedikit terharu. Banyak pekerjaan membuatnya sibuk, dia tidak bisa tidak iri dengan orang-orang yang berkumpul di halaman belakang untuk berlatih. Bahkan jika suhu telah mendingin, orang-orang yang berlatih masih sangat bersemangat.
"Inikah yang kamu minta Paman Lu untuk membeli beberapa tabung reaksi kimia dan kompor induksi?"
Feng Mo mengangguk. "Aku mempunyai penelitian tentang alkimia, hanya saja di dunia ini aku belum menemukan pengganti rumput spiritual yang tepat."
Bai Xiuran juga mengerti. Perbedaan dunia masih sangat besar. "Aku bermaksud untuk menyelesaikan semua pekerjaan ku bulan ini, dan kemudian aku bisa berkonsentrasi untuk berlatih."
"Tepat. Lin Su akan kembali bulan depan."
"Setelah pergantian tahun, aku akan menyerahkan pekerjaan ku pada bawahanku yang lain."
__ADS_1
"Ayo, kerja keras."
"Um."