Phoenix Penghancur

Phoenix Penghancur
57. Rumput Spiritual Emeng


__ADS_3

Sebuah benda licin tiba-tiba menyerang.


Feng Mo menghalau serangan dengan pedang ditangannya, tapi yang mengejutkan, pedang yang menahan tekanan perlahan-lahan retak kemudian hancur berkeping-keping.


Benda licin itu menarik diri kembali kedalam rawa.


"Menyebar! "


Sekelompok orang dibelakang Feng Mo yang baru saja keluar dari lautan rumput liar dengan tergesa-gesa menyebar agar tidak menghalangi Feng Mo.


Feng Mo menyingkirkan pedang yang rusak dan mengeluarkan mantra api andalannya.


Ketika benda licin yang ternyata adalah lidah kodok menyerang lagi, Feng Mo membungkus kedua tangannya dengan mantra api dan menangkap lidah itu dengan kedua tangan.


Mendesis!


Asap yang terbakar muncul dari tangan Feng Mo.


"Woooo! "


Teriakan binatang buas itu datang dari dalam rawa.


Kemudian kodok setinggi dua meter tiba-tiba muncul ke permukaan.


Feng Mo mengambil kesempatan untuk menarik kodok tersebut ke daratan.


Terjadi tarik tambang yang menegangkan diantara keduanya.


Kodok tersebut merasa marah karena lidahnya hangus terbakar, jadi dia memutuskan lidahnya dengan paksa dan melompat kearah Feng Mo.


Feng Mo melompat ke samping untuk menghindar dari serangan.


Tempat dimana kodok itu baru saja mendarat telah membuat retakan.


Kodok itu memutar tubuhnya.


Feng Mo melihat perut kodok itu membesar seketika, dia segera menjadi waspada


Kodok itu menutup mulutnya, ketika dia membuka mulutnya kembali, lidah yang terputus telah beregenerasi.


Serangan lidah yang lain datang!


Feng Mo mundur kebelakang.


Mantra api yang sangat panas muncul dibelakang punggung Feng Mo.


Bola-bola api yang tak terhitung jumlahnya melesat seperti meteor, menyerang kodok tersebut.


Serangan api menghantam punggung kodok dan membakarnya.


"Woooo! "


Serangan lidah kodok menjadi lebih intens, semua tempat yang mengenainya menjadi hancur berkeping-keping.


Tanah retak, pohon hancur.


Feng Mo dengan gesit menghindar dari semua serangan sambil terus memerintahkan bola api untuk menyerang.


"Api Bulu Neraka! "


Bola-bola api yang sebelumnya berwarna merah perlahan-lahan berubah menjadi warna biru kehijauan.


Jika dilihat lebih dekat, manifestasi dari bentuk api yang sebenarnya adalah bulu phoenix.


Ribuan bulu api memenuhi langit rawa, menerangi suasana yang suram dan gelap.


"Hancurkan! "


Ribuan bulu api melesat, menghantam kodok tersebut hingga menyelimutinya.


Tidak lama kemudian—


Boom!


Ledakan yang mengancurkan bumi.


Angin berhembus kuat dari pusat ledakan, memporak-porandakan debu menjadi badai pasir.


Feng Mo melindungi dirinya sendiri dari kekuatan ledakan.


Bahkan lautan rumput tidak terhindarkan, membakar sedikit pinggirannya.


Setelah beberapa saat, dari pusat ledakan, terlihat sesuatu yang tergeletak hangus. Bau daging yang terbakar memenuhi udara.


"Xiaoli, apakah kamu baik-baik saja? " suara Kong Li muncul dari balik pohon.


"Saudaraku, kamu bisa keluar sekarang, "


Dengan pengingat Feng Mo, orang-orang yang awalnya bersembunyi keluar satu persatu.


"Wow! Ini adalah Kodok Berlidah Panjang tingkat 5! "

__ADS_1


"Senior Li mengalahkannya sendirian! "


"Senior Li sangat kuat! "


"Oke-oke, biarkan Senior Li menyimpan mayatnya, " Zhu Xingchi tidak membiarkan junior-juniornya terus menahan kodok tersebut.


Feng Mo tidak terganggu dan menyimpan mayat dengan tenang.


"Kita telah sampai di rawa, dimana kamu akan mencari rumput spiritual Emeng? "


Mendengarkan pengingat Feng Mo, Zhu Xingchi segera mengingat tujuannya datang kemari.


"Dikatakan rumput spiritual Emeng hanya tumbuh diantara dua persimpangan, akarnya didalam rawa, tapi bunganya menghadap dunia luar, "


"Bagaimana mengatakannya? " Kong Li memiliki tanda tanya dikepalanya.


"Dari orang yang berpengalaman, kita hanya harus menyusuri pinggiran rawa dan kita akan mengerti ketika melihatnya, "


Meskipun Feng Mo dan Kong Li tidak mengerti, itu tidak mencegah mereka untuk mengikuti.


Dengan pengalaman sebelumnya, mereka lebih berhati-hati ketika berjalan disepanjang tepi rawa. Jika tiba-tiba ada yang menyerang dari bawah air.


Rawa itu sendiri menduduki tempat yang sangat luas. Terdiri dari beberapa lubang rawa besar yang menyatu menjadi lingkaran besar.


Dari kedalaman rawa, keluar racun yang dapat melumpuhkan syaraf seorang pembudidaya.


Saat semua orang waspada dengan lingkungan sekitar, Feng Mo diam-diam mengeluarkan tungku alkimia miliknya.


Tungku alkimia milik Feng Mo memiliki fungsi yang dapat menyesuaikan ukurannya.


Jadi Feng Mo membuat tungku alkimia mengecilkan ukurannya sampai sebesar kepalan tangan bayi.


Lalu Feng Mo mengeluarkan kertas jimat kosong dan membuat manusia kertas.


Setelah menyuntikkan indra spiritual kedalam manusia kertas, Feng Mo memerintahkan manusia kertas untuk membawa tungku alkimia untuk mengumpulkan racun secara diam-diam.


Manusia kertas yang mendapatkan tekanan melebihi bentuknya, memiliki ekspresi tidak berdaya.


Manusia kertas meluncur turun dari jubah Feng Mo dan menggelinding kedalam rerumputan.


Setelah Feng Mo dan yang lain pergi, manusia kertas keluar dari rerumputan dengan tungku alkimia dipunggungnya.


Mengandalkan tubuhnya yang tidak memiliki nafas kehidupan, manusia kertas berjalan masuk kedalam lingkungan rawa.


Lingkungan yang gelap menyamarkan ukurannya yang kecil.


Jalan setapak yang bahkan tidak bisa menahan bobot manusia biasa menjadi tempatnya berjalan, dengan leluasa melompat-lompat diantara wilayah binatang buas.


Binatang buas yang mendiami rawa mengintip ke permukaan dengan ragu-ragu, tapi tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.


Manusia kertas akhirnya menyembunyikan tungku alkimia diantara akar bunga-bunga piranha yang tidur disisi lain rawa.


Tungku alkimia yang berwarna abu-abu kebiruan sangat cocok dengan akar bunga piranha.


Setelah meletakkannya, manusia kertas mengaktifkan mantra yang telah disisipkan oleh Feng Mo sebelumnya kedalam tungku.


Mantra seukuran telapak tangan bayi menyala dengan redup diantara gelapnya rawa.


Diam-diam mengumpulkan racun yang menyebar disegala arah.


Setelah menyusuri tepi rawa untuk sementara waktu, Zhu Xingchi masih belum melihat penampakan rumput spiritual Emeng.


Sekarang dia ragu apakah petunjuk yang diberikan orang lain benar-benar dapat diandalkan.


"Cari lebih jauh lagi? Sebelumnya kami juga bertemu pembudidaya lain yang melakukan tugas, tapi kami belum bertemu dengan mereka sampai saat ini, "


"Tidak apa-apa, "


"Oke, "


Dengan persetujuan orang-orang dibelakang, Zhu Xingchi terus berjalan kedepan.


Akhirnya setelah berjalan beberapa saat lagi, mereka melihat pemandangan seperti yang disebutkan oleh informan tersebut.


Akarnya ada di rawa, bunganya menghadap dunia luar.


Di rawa didepan mereka, tumbuh banyak sekali rumput spiritual dipermukaan rawa, sementara sinar matahari tidak tahu dari mana datangnya, menerobos rimbunnya dedaunan pohon dan menyinari bunga yang sedang mekar.


Kelopaknya mekar seperti bunga matahari, tapi berwarna putih bersih, yang sangat kontras dengan rawa.


"Apakah kita menemukan rumput spiritual Emeng? "


"Sepertinya begitu? "


"Bagaimana Senior Zhu? "


Zhu Xingchi tertegun dengan pemandangan indah itu dan sedikit tersesat.


"Ini sesuai dengan deskripsi, tapi untuk lebih komperensif, lebih baik mengenalinya dengan token yang diberikan Keluarga Gu, "


"Hei, bagaimana kami melupakannya, "

__ADS_1


Zhu Xingchi mengeluarkan token dari tempat penyimpanan.


Ketika token itu diarahkan pada rumput spiritual dipermukaan rawa, cahaya redup segera keluar dari token.


"Ya, ini memang benar Rumput spiritual Emeng, "


"Bagus! Kita mendapatkannya! "


"Tidak sia-sia perjalanan kami! "


"Lalu bagaimana kita mengambilnya? "


Ya, bagaimana?


Orang-orang menatap curiga kearah rawa.


Dengan pelajaran sebelumnya, mereka cukup tahu bahwa mungkin ada binatang buas yang bersembunyi dibalik permukaan tenang rawa.


Seseorang tiba-tiba mengambil batu dan ragu-ragu untuk melemparkannya kedalam rawa.


"Kamu! " Zhu Xingchi marah karena kecerobohan seseorang.


Sayangnya batu itu tenggelam bahkan tanpa membuat riak.


Semua orang segera menjadi waspada.


Namun setelah beberapa saat, tidak ada yang muncul dari dalam rawa, beberapa orang saling memandang.


"Mundur, "


Feng Mo mengambil kertas jimat kosong, mengisinya dengan sedikit vitalitas, kemudian melemparkannya kedalam rawa.


Begitu kertas jimat jatuh menyentuh permukaan rawa, permukaan rawa yang tenang akhirnya bergejolak, banyak sekali tentakel gelap yang tiba-tiba muncul dari dalam rawa dan saling memperebutkan sedikit vitalitas.


Melihat benda yang dicurigai sebagai akar tanaman muncul, semua orang menjadi pucat.


"Apa yang harus kita lakukan? "


"Makhluk apa itu? "


Kong Li mendekat kearah Feng Mo.


"Benda apa itu? "


Feng Mo mengerutkan kening, "aku juga tidak tahu, tapi yang pasti benda itu sudah memenuhi seluruh rawa, "


Jika kami mendekati rawa, benda itu pasti akan bereaksi.


"Kami akan bermalam disini, ketika hari menjadi gelap setiap orang akan waspada dan bergantian berjaga, "


"Ya Senior Li, "


Karena bahaya yang tidak diketahui disebelah mereka, Feng Mo, Kong Li dan Zhu Xingchi tidak menutup mata selama malam hari.


Mereka duduk bertiga menghadap rawa.


"Ngomong-ngomong Taois Zhu, kenapa kamu tidak membatalkan misi daripada mengambil resiko memasuki hutan? " Kong Li tiba-tiba mengangkat keraguan yang selama ini dia pendam.


"Ini adalah sistem operasi Keluarga Gu. Karena Keluarga Gu hanya ingin merekrut beberapa pembudidaya yang handal, mereka selalu membatasi kouta misi.


Jika seseorang tiba-tiba membatalkan atau menyesalinya, itu hanya akan menunda pekerjaan mereka untuk merekrut tentara. Dan orang yang menyesali akan didenda oleh Keluarga Gu, bahkan masuk daftar hitam mereka, "


"Bagaimana jika mereka tidak menyelesaikan misi? "


"Selama kamu terbukti telah bekerja keras, Keluarga Gu tidak akan mempermasalahkan, " tapi bagaimana bekerja keras sangat mudah?


Zhu Xingchi melihat kearah rawa, bagaimana kamu menyesalinya ketika kamu telah sampai ke tempat ini?


"Siapa yang mengusulkan ide ini? "


"Dikatakan itu dibuat ketika Patriak Keluarga Gu masih menyandang posisi Tuan Muda, "


"Hei, beberapa orang memiliki otak yang berputar sangat cepat, "


Keesokan harinya, setelah berpikir sepanjang malam, seseorang memunculkan ide untuk membuat boneka kayu.


Boneka kayu yang dibuat dengan kasar terbang diatas permukaan rawa.


Tepat ketika boneka kayu hendak menyentuh rumput spiritual Emeng, ribuan akar yang padat menusuknya menjadi saringan.


Beberapa orang ketakutan, wajahnya memutih seperti darah telah menghilang dari seluruh wajahnya.


Ketiga pemimpin mengerutkan kening.


"Boneka itu terlalu kasar dan rapuh, "


"Tapi kita perlu membuat boneka lebih banyak lagi, jika perlu menarik perhatian tentakel itu, "


"Mereka sepertinya tidak mengkhawatirkan kami yang ada di darat? "


"Apakah perlu mencoba membakarnya dengan mantra api? "

__ADS_1


Satu persatu ide muncul.


Ketiga orang tersebut mundur selangkah dan mengatur ulang rencana mereka.


__ADS_2