
"Apakah di sini?"
Tiga bayangan hitam tiba-tiba muncul di sebuah atap sebuah bangunan bertingkat.
Tidak lain adalah Feng Mo, Kong Li, dan Qi Yuzhi.
Ketiganya berpakaian serba hitam agar memudahkan diri untuk menyelinap di tengah malam.
Target mereka ada di depan di sebuah bangunan yang di keliling oleh sebuah formasi.
"Aku mengikuti Qi Wuya terakhir kali, dia memasuki bangunan ini dari pintu belakang."
Kong Li memandangnya dengan aneh. "Kamu sudah mengikutinya sampai ke sini, apa yang kamu ragu-ragu sebelumnya?"
Qi Yuzhi menyentuh hidungnya dengan malu.
Feng Mo berjongkok di atap, wajahnya yang pucat di sinari oleh cahaya bulan.
Qi Yuzhi melirik keduanya, melihat wajah yang akrab ini dia merasa sedikit senang.
Ya, sekarang Feng Mo dan Kong Li telah mengembalikan wajah asli mereka. Mereka tidak mungkin menggunakan wajah Mo Li dan Mo Kong untuk melakukan aksi mereka malam ini.
Feng Mo melirik Qi Yuzhi dengan tenang. "Tapi sebelumnya biarkan aku memberitahumu, Yuzhi kamu tidak bisa mengikuti kami."
"Kenapa?"
"Di sana, kami mungkin akan bertarung dengan para penjaga, ilmu pedangmu terlalu kentara dan mencolok. Orang yang pernah melihat ilmu pedangmu sebelumnya pasti akan segera mengenalimu."
Qi Yuzhi terdiam. "Oke."
"Ayo."
Feng Mo memberi aba-aba, kemudian dia dan Kong Li melompat ke atap yang lain dengan ringan, dan menghilang dengan cepat di bawah gelapnya malam.
Keduanya melompati atap demi atap dengan terampil. Menghindari tim patroli yang sedang berkeliling.
Sekarang adalah waktu yang sulit selama masa perang, jika tidak ada yang mengawasi kota dengan ketat, akan mudah bagi orang lain untuk mengambil kesempatan untuk membuat masalah.
Tempat Qi Anxi di tahan, nama sepupu Qi Yuzhi, ada di sebuah gedung bordil.
Paviliun Anggrek adalah sebuah tempat minum anggur yang sangat terkenal. Selain menjual minuman anggur roh berkualitas untuk para pembudidaya, mereka juga menawarkan layanan jasa.
Tempat ini adalah tempat yang tabu bagi pembudidaya lurus, karena bagi mereka tempat ini adalah tempat yang akan mempermalukan wajah pembudidaya mereka. Namun nyatanya masih banyak orang yang diam-diam pergi ke tempat seperti ini.
Menghindari formasi, Feng Mo dan Kong Li bersembunyi di atap bangunan berlantai empat ini.
Suara nyanyian bercampur dengan tawa terdengar sangat keras dari dalam bangunan.
Keduanya tidak tahu apa yang dipikirkan oleh orang lain dengan menyekap Qi Anxi di sini, ini memudahkan mereka untuk bergerak bahkan jika mereka membuat sedikit suara. Karena tempat ini sudah sangat ramai apalagi di malam hari.
"Di mana kita akan mulai mencari? Berapa banyak orang kuat di dalam?"
Feng Mo diam-diam menyebarkan indra spiritualnya.
Dari berita yang mereka dengar sebelumnya, pemilik Paviliun ini adalah seorang pembudidaya di tahap Kesengsaraan.
Satu, dua, tiga pembudidaya Mahayana.
Hanya ada tiga pembudidaya Mahayana yang menjaga. Mungkin karena berita tentang Rumput naga telah sedikit bocor, tidak ada pembudidaya Kesengsaraan yang menjaga Paviliun Anggrek.
"Ada tiga orang kuat di tahap Mahayana."
"Lalu di mana Qi Anxi berada?"
Feng Mo mengeluarkan manusia kertas dari alam semesta. Manusia kertas itu mengangkat kedua tangannya dengan ekspresi gembira karena akhirnya bisa melihat dunia luar.
"Aku takut mengagetkan ular, ayo gunakan ini dulu untuk menyelidiki."
Melirik manusia kertas yang sangat hidup. "Apakah satu cukup?"
Manusia kertas itu memiliki ekspresi marah di wajah kecilnya.
"Tidak apa-apa, ayo."
__ADS_1
Setelah mendapatkan perintah, manusia kertas pergi dengan angkuh.
Menyelinap ke bawah genteng, manusia kertas kemudian melayang ke lantai dari rangka kayu. Tubuhnya yang ringan mendarat dengan tegas di tanah.
Feng Mo telah mendapatkan gambaran besar tentang struktur bagian dalam gedung. Lantai tiga dan lantai empat adalah kamar-kamar pribadi yang digunakan untuk menginap oleh para tamu.
Lantai pertama di gunakan untuk umum, sedangkan lantai kedua digunakan untuk mendengarkan lagu-lagu secara pribadi.
Alasan Feng Mo mulai dari atap bangunan adalah karena lantai atas lebih pribadi daripada lantai bawah, dengan posisi dan temperamen Zhao Jin, mungkin dia akan berada di lantai atas.
Manusia kertas bergerak dengan hati-hati. Dia masuk ke bawah celah salah satu pintu dan mengintip ke dalam kamar. Beberapa kamar masih kosong tanpa seseorang. Beberapa kamar lagi terdengar suara yang ambigu yang samar-samar terdengar dari luar.
Manusia kertas menutup kedua matanya dengan kedua tangannya, tapi karena perintah Tuannya dia harus tetap pergi untuk memastikan apakah wanita di atas tempat tidur adalah wanita yang di cari Tuannya.
Setelah memastikan bahwa wanita di tempat tidur bukanlah target mereka, manusia kertas segera melarikan diri. Meninggalkan sepasang manusia yang tidak curiga.
Berkeliling di lantai empat dan tidak menemukan keberadaan Qi Anxi, manusia kertas turun ke lantai tiga. Dia merayap di sepanjang anak tangga. Ketika ada orang yang lewat, dia akan segera bersembunyi atau pura-pura menjadi selembar kertas biasa.
Di lantai tiga, manusia kertas menemukan banyak kamar yang telah di tutup rapat. Banyak suara ambigu samar-samar keluar dari dalam ruangan.
Setelah banyak usaha, manusia kertas menemukan target yang dicurigai di sebuah kamar kosong. Manusia kertas berusaha masuk ke dalam ruangan yang memiliki batasan, dengan restu kesadaran Feng Mo, manusia kertas dapat mengabaikan batasan itu dan berhasil masuk.
Manusia kertas memanjat tempat tidur dan melihat wanita yang terbaring di atas tempat tidur. Wajah cantiknya membuat manusia kertas sedikit tersipu.
Manusia kertas mengirim gambar wanita tersebut kepada Feng Mo dari alam bawah sadarnya.
Feng Mo di atap tertegun menerima informasi dari manusia kertas. Pasalnya wanita di atas tempat tidur adalah seseorang yang tidak asing baginya, mereka barusaja berpisah pagi ini.
Tan Xiuying!
Feng Mo tiba-tiba merasa pusing. Apa yang terjadi di bumi? Bagaimana dia ada di tempat seperti ini?!
Tapi Feng Mo tidak serta merta melupakan prioritas utamanya, segera dia mendesak manusia kertas untuk terus mencari Qi Anxi.
Manusia kertas turun dari tempat tidur dengan kecewa. Ketika dia meninggalkan ruangan, dia bahkan sempat melihat ke belakang.
Turun ke lantai dua yang sedikit ramai, manusia kertas menjadi lebih berhati-hati. Dia merayap di sepanjang langit-langit bangunan.
Hanya ada sedikit kamar pribadi, selebihnya adalah ruangan besar yang didedikasikan untuk mendengarkan lagu bersama.
Manusia kertas merayap turun, kemudian menempel pada seorang pelayan yang akan keluar dari ruangan.
Kebetulan pelayan itu pergi untuk membersihkan kamar di lantai dua yang telah di gunakan. Pelayan itu bertemu dengan pelayan lain, mereka saling berbisik untuk membicarakan gosip.
"Apakah wanita itu masih ada di sana? Kenapa orang itu harus menyimpan wanita itu di sini?"
"Hei, tapi sepertinya wanita itu belum... Wanita itu masih bersemangat untuk melarikan diri." Pelayan itu memberinya tatapan penuh arti.
Pelayan lain juga mendesah. "Tidak ada gunanya melarikan diri."
Kedua pelayan itu kembali bekerja sementara manusia kertas telah menyelinap pergi.
Dari pembicaraan dan mata kedua pelayan itu, manusia kertas telah menentukan di mana wanita yang sedang mereka bicarakan.
Manusia kertas masuk dari bawah pintu, ketika dia berhasil merangkak keluar, dia melihat wanita yang sedang meringkuk di tanah.
Qi Anxi menahan hawa panas yang keluar dari tubuhnya. Sejak dia di tipu untuk masuk ke tempat ini, dia telah berusaha keras untuk tidak menyentuh apapun yang berhubungan dengan Paviliun.
Tapi seribu pencegahan tidak menghentikan satu pencuri.
Qi Anxi menggigit kain di mulutnya sampai sobek, menahan perasaan panas yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
Manusia kertas segera mengirim gambar wanita tersebut kepada Feng Mo, sebelum dia sempat mendapatkan jawaban, terdengar langkah kaki dari luar.
Baik manusia kertas maupun Qi Anxi terkejut.
Manusia kertas segera bersembunyi di celah pintu, sedangkan Qi Anxi diam-diam mengeluarkan satu-satunya senjata yang berhasil dia selamatkan.
Pintu di buka dari luar, sepasang kaki menginjakkan kaki ke dalam ruangan.
Manusia kertas menahan gerakannya.
Qi Anxi berpura-pura pingsan dengan tergeletak di tanah. Tangannya berada di balik jubah, siap dalam posisi menggenggam pisau.
__ADS_1
"Tuan muda Zhao, tunggu sebentar!" Seseorang menghentikan Zhao Jin dari belakang. Rupanya adalah seorang manager Paviliun.
"Ada apa?" Zhao Jin meliriknya dengan acuh tak acuh.
Pria itu menampilkan senyum misterius. "Seseorang baru saja mengirimkan barang bagus untuk Tuan muda Zhao, katanya itu adalah sesuatu yang selalu diinginkan Tuan muda Zhao, mereka meletakkannya di lantai tiga."
Zhao Jin mengangkat alisnya dengan tertarik. "Sangat bagus?"
"Hei, pelayan ini tidak berani mengintip, jika Tuan muda Zhao ingin melihatnya, silahkan."
"Ayo, aku ingin melihat seberapa bagus itu."
Zhao Jin menutup pintu di belakang punggungnya. Dua orang di dalam menghela nafas lega.
Manusia kertas segera mendapatkan balasan dari Feng Mo. Tapi dia juga mengirimkan Feng Mo informasi tentang Zhao Jin yang naik ke lantai tiga.
Feng Mo yang mendapatkan informasi, mengerutkan kening.
"Saudara Li, sepertinya kita harus mengubah rencana."
Tan Xiuying merasakan perasaan lemah di sekujur tubuhnya, dia tidak dapat merasakan tangan dan kakinya. Matanya berat dan kepalanya pusing.
Ketika dia kembali ke basecamp sekte Honglian, Tan Xiuying hanya berniat untuk kembali untuk satu malam sebelum pergi ke alam liar lagi. Di masih ingin menyelidiki tentang perihal bubuk penarik binatang buas yang menempel pada jubahnya.
Sebelumnya, Yang Xin dari sekte Tianying memberitahunya bahwa mereka juga mengalami hal serupa setelah bertemu dengan sektenya. Jadi mereka berniat untuk berkerja sama untuk menyelidiki hal tersebut.
Tapi tiba-tiba seorang murid datang untuk meminta pertemuan, Tan Xiuying tidak memiliki kecurigaan kepada sesama murid sehingga dia terkena jebakan.
Sekarang dia tidak tahu di mana dia berada, dengan keadaannya sekarang jika seseorang datang dengan niat buruk, Tan Xiuying merasa bahwa dia lebih baik segera mati.
Tan Xiuying tidak tahu racun apa yang ada dalam tubuhnya. Tubuhnya sangat panas tapi dia tidak bisa bergerak.
"Hei, aku tidak menyangka akan melihat Nona Tan di atas tempat tidurku."
Siapa?
Mata Zhao Jin memiliki kilatan kejutan. Segera menutup pintu untuk memisahkan diri dari dunia luar, kemudian dia menghampiri Tan Xiuying yang tergeletak di atas tempat tidur.
Zhao Jin bersiul senang. Seseorang mengirimkan orang yang telah lama diidam-idamkannya ke pintunya sendiri.
Siapa itu? Tan Xiuying berusaha keras untuk melihat dengan jelas. Tapi hanya bayangan samar yang ada di depannya. Suaranya juga hanya samar-samar masuk ke dalam telinganya.
Melihat wajah memerah dan ekspresi sayu Tan Xiuying, Zhao Jin tidak bisa tidak menjilat bibirnya kemudian berdecak pelan.
Zhao Jin merendahkan tubuhnya, rambut panjangnya jatuh ke atas tempat tidur di sebelah wajah Tan Xiuying. Kemudian dia berbisik pelan di telinga Tan Xiuying. "Nona Tan, ku harap kami memiliki malam yang indah."
Tangan Zhao Jin menyingkap jubah luar Tan Xiuying.
Udara malam segera menerpa pundak Tan Xiuying, membuatnya sedikit mengigil dan sadar akan apa yang akan di lakukan bayangan di depannya.
Tan Xiuying berusaha untuk menghindar tapi tidak bisa karena tubuhnya yang lemah. Alisnya berkerut semakin dalam.
Zhao Jin hendak menarik sabuk pakaian ketika sesuatu menerobos masuk dari jendela kertas dan menggelinding di lantai.
Sebuah bola besi seukuran kelereng.
Zhao Jin segera waspada.
Buzz!
Bola besi itu meledak seketika dan mengeluarkan semburan gas yang segera memenuhi seluruh ruangan.
Sebuah bayangan hitam masuk dan segera memecahkan satu-satunya penerangan dalam ruangan sehingga ruangan segera menjadi gelap gulita.
"Siapa itu?!"
Bayangan itu bergerak cepat ke arah Zhao Jin, sangat dekat sehingga menampakkan wajah yang tertutup selendang hitam yang hanya memperlihatkan matanya saja.
Keduanya saling menatap.
Tangan si bayangan bergerak, menampar dada Zhao Jin dengan sekuat tenaga.
Mata Zhao Jin menyusut.
__ADS_1
Boom!