Phoenix Penghancur

Phoenix Penghancur
58. King Cobra


__ADS_3

Di rawa yang awalnya tenang, tiba-tiba sekelompok bayangan melompat dan terbang diatas rawa.


Tujuannya adalah rumput spiritual yang tumbuh dipermukaan rawa.


Belasan bayangan berpencar dari segala arah, membidik beberapa rumput spiritual.


Segera akar tumbuhan menyerang dari dalam rawa.


Bayangan itu menghindar dengan gesit dan luwes.


Melihat bahwa bayangan menjadi lebih dekat dengan rumput spiritual Emeng, akar tumbuhan menyerang dengan lebih ganas.


Salah satu bayangan tertusuk akar tumbuhan, tapi ketika bayangan itu hendak jatuh, api yang kuat membakarnya.


Percikan api menjalar ke akar tumbuhan.


Teriakan aneh datang dari akar tumbuhan.


Seperti komando, satu demi satu bayangan itu menyulut api dan terbakar, kemudian menarik akar tanaman kedalam api.


"Sekarang! "


Belasan orang tiba-tiba muncul didekat rawa, masing-masing melakukan yang terbaik untuk menghancurkan akar tumbuhan.


Api melesat bak meteor membakar segala hal.


Air bergelombang menahan permukaan rawa.


Kayu saling menahan diantara akar tumbuhan.


Mantra lima elemen menari dengan cantik diatas rawa.


Akar tumbuhan yang diinterupsi merasa marah, akar tumbuhan muncul lebih banyak lagi.


"Bertahan! "


Serangan berlanjut semakin intens.


Ketika semakin banyak akar yang muncul, Feng Mo merasa sudah cukup, dan memerintahkan orang-orang untuk mundur.


Sekelompok orang tiba-tiba muncul mengganggu akar tumbuhan, dan tiba-tiba melarikan diri.


Akar tumbuhan yang hendak berbaring kembali, tiba-tiba berhenti ketika mengetahui bahwa jumlah hitungan bayi miliknya telah berkurang.


Aaaaa!!


Teriakan menusuk itu terdengar bahkan sampai beberapa mil jauhnya.


Feng Mo dan kelompoknya masih melarikan diri sampai rawa tersebut hilang didepan mata.


Mereka hanya berhenti hanya ketika merasa sudah aman.


"Taois Li bagaimana? "


"Tidak apa-apa, "


Kelompok itu berkumpul untuk memeriksa hasil curian mereka dari akar tumbuhan.


Beberapa bayangan sebelumnya adalah boneka yang disamarkan oleh Feng Mo sebagai manusia.


Mereka telah mempraktekkan situasi ini untuk berulang kali sebelum mereka yakin akan berhasil.


Dari belasan boneka yang dibuat dengan tergesa-gesa, hanya beberapa dari mereka yang berhasil kembali, adapun yang lain tentu saja sudah hancur.


Feng Mo membongkar perut boneka dan mengambil bola transparan dari dalam.


Rumput spiritual Emeng masih mengapung dengan tenang diatas air.


"Satu, dua, tiga, ... Delapan! Kita berhasil mendapatkan delapan buah! "


"Bagus! "


Orang-orang bersorak dibelakang.


Ketika Feng Mo juga merasa bahwa perkembangan ini sangat baik, tiba-tiba wajahnya membeku.


Feng Mo yang selalu menyebarkan Indra spiritualnya, merasakan sekelompok binatang buas datang menuju tempat ini.


Kong Li yang ada disebelah Feng Mo adalah yang pertama kali merasakan keanehannya.


"Ada apa? "


Zhu Xingchi juga melihat wajah jelek Feng Mo.


"Ada sesuatu yang salah? " mungkinkah rencana mereka ada yang hilang?


"Ayo cepat tinggalkan tempat ini! "


Feng Mo tidak mengatakan lebih dan mendesak orang-orang untuk segera pergi.


Meskipun tidak ada yang mengerti apa yang dirasakan Feng Mo, tapi tidak ada yang menolak perintahnya.


Kelompok mereka dengan cepat membersihkan perlengkapan mereka dan mengikuti Feng Mo.


Ketika mereka masih bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, tiba-tiba terdengar teriakan dari belakang.


"Tolong! Tolong! "


"Siapapun! Tolong kami! "


Teriakan itu mengejutkan kelompok mereka.


"Jangan pedulikan mereka! Cepat lari! " Feng Mo menyela pikiran beberapa orang yang ragu-ragu.


"Tolong! "


Beberapa pembudidaya berlari keluar dari balik pohon.


Pakaian mereka compang-camping, dan banyak luka menghiasi tubuh mereka.


Wajah-wajah asing itu tidak terlihat seperti pembudidaya yang mereka lihat tempo hari.


Suara berisik itu memenuhi seluruh rawa.


"Kalian tolong bantu kami! "


"Kami akan memberikan alat spiritual kami! Bantu kami! "


Sepertinya keberadaan mereka telah ditemukan.

__ADS_1


Feng Mo mendesak yang lain agar mempercepat lari mereka, melihat wajah tergerak beberapa orang, Feng Mo mencibir.


"Lihatlah apa yang mengejar mereka! "


Wajah mereka menoleh kebelakang, dan apa yang mereka lihat adalah padatnya ular yang merayap.


Wajah Zhu Xingchi memucat.


"Apakah kamu bosan dengan hidupmu?! Cepat naik! "


Mereka segera mengambil pedang terbang masing-masing dan naik ke langit.


Awalnya kebanyakan orang tidak menggunakan pedang terbang di hutan adalah untuk menghindari binatang buas yang terbang di langit.


Sedangkan jika terbang lebih rendah dari puncak pohon mudah untuk mengganggu penglihatan mereka.


"Aaah! "


Sebuah teriakan wanita menarik perhatian.


Ketika mereka tidak memperhatikan, tiba-tiba seorang pengejar dibelakang melompat untuk merebut pedang terbang milik pembudidaya perempuan.


"Xiaomei! "


Zhu Xingchi menjadi pucat, ketika dia hendak menyusul, Kong Li menghentikannya.


Feng Mo telah terbang dengan cepat untuk menangkap perempuan tersebut.


Namun dengan perhatian mereka yang tertunda beberapa detik, tanah dibawah mereka telah dipenuhi dengan ular.


"Aaah! "


"Aaah! "


Suara teriakan lain datang dari bawah mereka, beberapa pembudidaya tadi telah ditangkap oleh ular-ular itu.


Tubuh mereka dikerumuni ular yang menggigit sepotong daging dari tubuh mereka.


Teriak-teriakan itu terus menggema sehingga baru berhenti ketika beberapa orang telah kehilangan nyawa mereka.


Setelah beberapa detik, manusia yang tadinya utuh telah menjadi kerangka.


Melihat kematian tragis mereka, beberapa pembudidaya merasa ingin muntah.


Feng Mo memberikan pembudidaya perempuan itu kepada Zhu Xingchi.


"Senior Zhu! "


"Tidak apa-apa, Xiaomei, tidak apa-apa, "


Zhu Xingchi menghibur perempuan itu yang ketakutan.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan? " Kong Li menunjuk kepada ular yang telah merayap keatas pohon disekitar mereka.


"Terus maju, aku akan membuka jalan, "


Feng Mo mengeluarkan mantra api dan membiarkannya membakar ular untuk membuka peluang.


Mereka terbang dengan cepat untuk menghindari ditangkap oleh ular.


Ratusan ribu atau jutaan ular memenuhi tanah di bawah, membuat kesemutan kepala banyak orang.


"Hati-hati! "


"Terima kasih, Senior Mo, "


Feng Mo melihat kejadian tersebut, "hati-hati dengan kepala kalian, saling melindungi, "


"Ya Senior Li! "


Mereka terus terbang diatas lautan ular.


Mencoba untuk segera keluar dari kisaran bahaya.


Api Feng Mo membakar ratusan ular sekaligus.


Sebenarnya ular-ular itu tidak memiliki banyak kekuatan, tapi jumlahnya yang memenuhi tanah membuat orang mati rasa dan kewalahan.


Perasaan krisis tiba-tiba muncul dari atas kepala, bahkan pembudidaya yang paling lemah bisa merasakan.


"Menyebar! "


Boom!


Debu naik ke udara, menghalangi penglihatan banyak orang.


Tapi tiba-tiba bayangan yang sangat besar muncul menyelimuti mereka.


Ketika mereka mengangkat kepala, apa yang mereka lihat adalah seekor ular raksasa yang tingginya lebih dari sepuluh kaki.


"Raja Ular! "


"Lari! "


Serangan ekor ular yang lain jatuh.


Boom!


Sssh!


Sutra ular menjulur keluar dari dalam mulut.


Sssh!


Dari arah lain Feng Mo menembakkan panah api untuk menarik perhatian Raja Ular.


Api yang digunakan Feng Mo adalah api kehidupan yang lebih panas dan mampu membakar apapun.


Api mengenai wajah Raja Ular dan membakar sepotong kulit dibawah mata.


Raja Ular mendesis kesakitan dan menoleh kearah Feng Mo.


"Saudaraku! Bawa yang lain pergi! "


"Bagaimana denganmu? "


"Ini adalah King Cobra tingkat puncak 5! Tidak ada yang bisa menghentikannya selain aku! Cepat pergi! "


"Aku akan menunggumu di tembok kota! "

__ADS_1


"Oke! "


Kong Li segera mengumpulkan semua orang dan membawa orang-orang pergi sementara ular-ular itu tertarik dengan King Cobra.


"Taois Mo, bagaimana dengan Taois Li? " Zhu Xingchi buru-buru mengikuti Kong Li dibelakang.


"Jangan khawatir, Xiaoli memiliki banyak cara untuk menyelamatkan diri, "


"Oke, "


Kelompok orang tersebut segera meningkatkan kecepatan pedang terbang untuk meninggalkan pusat pertempuran.


Feng Mo melayang di udara berhadap-hadapan dengan King Cobra.


Feng Mo dapat merasakan bahwa level King Cobra ini telah mencapai puncaknya, aura kekerasan meluap-luap dari dalam tubuhnya.


Seharusnya binatang buas ini segera mencari tempat yang tersembunyi untuk menerobos dari tingkat 5 ke tingkat 6.


Tapi apa yang terjadi?


Mengingat beberapa wajah asing yang mati, Feng Mo menduga bahwa orang-orang itu telah mengacaukan King Cobra yang hendak menerobos.


Lagipula sarang ular ada dibagian lain rawa, untuk membuat ular-ular ini mengejar mereka sedemikian rupa, orang-orang ini harus benar-benar melakukan sesuatu yang membuat marah King Cobra.


Sutra ular terus menjulur kearah Feng Mo.


Tiba-tiba King Cobra membuka mulutnya dan menyemprotkan racun.


Feng Mo menghindar ke samping.


Meskipun Feng Mo menggunakan racun untuk berkultivasi, tubuh dagingnya masih belum cukup kuat untuk menahan erosi racun secara langsung.


Racun King Cobra jatuh ke tanah dan membuat lubang, asap yang keluar dari erosi racun membuat ngeri bulu kuduk.


Feng Mo memanggil Qianjie duhuo keluar dari laut kesadarannya.


Api berbeda itu melompat-lompat karena senang dipekerjakan kembali.


"Ayo bekerja sama, "


Ya!


Api berwarna abu-abu melonjak naik.


Feng Mo dipusat api mengendalikan kobaran api dan bergegas menyerang!


King Cobra marah dan mudah tersinggung, dia juga mengibaskan ekornya untuk meratakan semut yang menghalangi matanya.


Dua kekuatan bertemu, menghasilkan daya ledak yang luar biasa.


Ketika asap mereda, King Cobra merasa semakin kesal ketika semut yang ingin diratakannya masih melayang diudara dengan utuh.


Feng Mo terbang dengan cepat mengelilingi King Cobra untuk mengalihkan perhatian sementara dia mengumpulkan kekuatan ditangannya untuk bersiap menyerang.


King Cobra mengayunkan ekornya bolak-balik, tanpa menyentuh Feng Mo.


Tepat ketika kekuatan berhasil dikumpulkan, Feng Mo terbang diatas kepala King Cobra dan mengayunkan tinjunya untuk memukul King Cobra tepat di tujuh incinya.


Boom!


"Aaah! "


King Cobra menjerit kesakitan, rasa sakit yang menyayat membuat sakit seluruh tubuhnya.


Tubuhnya menggelepar dan berguling-guling, merobohkan pepohonan yang ada disekitar.


Feng Mo terus menyerang King Cobra dengan bola api sementara dia teralihkan.


Tepat ketika Feng Mo ingin mengambil kesempatan untuk membunuh King Cobra, sesuatu terjadi lagi.


Aura yang sangat kuat mendekat!


Wajah Feng Mo jelek, aura ini datang dari binatang buas tingkat 9!


Bagaimana binatang buas tingkat 9 ada disekitar sini?!


Perhatian Feng Mo diambil, pupil vertikal King Cobra menyempit, mengambil sisa energi, dia mengayunkan ekornya sekuat tenaga untuk membunuh Feng Mo!


Feng Mo tidak punya waktu untuk menghindar, pukulan itu menghempaskan dirinya terbang beberapa mil.


Tubuh Feng Mo menghancurkan beberapa pohon sebelum dia berhenti.


Feng Mo memuntahkan darah.


Feng Mo mengambil nafas, menelan pil penyembuhan segera mungkin.


Aura kuat binatang buas itu tidak berhenti mendekat.


Feng Mo merasa tidak ingin membuang waktunya untuk berurusan dengan King Cobra, binatang buas tingkat 9 yang tiba-tiba muncul disini yang sangat berbahaya.


Feng Mo terbang kembali dengan cepat.


King Cobra yang hanya memiliki sisa nafas terakhir, melihat kemunculan Feng Mo, kebencian yang kuat membuatnya ingin hidup lagi.


Feng Mo mengeluarkan mantra api dan mengendalikannya untuk menyerang King Cobra!


Ribuan bola api yang terbuat dari api berbeda menyerang King Cobra, hampir membuatnya berubah menjadi abu.


King Cobra tidak bisa berteriak lagi, tubuhnya menggelepar sedemikian rupa sebelum perlahan-lahan terdiam, dirinya telah mati meninggalkan sebagian tubuhnya yang hancur.


Feng Mo dengan cepat menyimpan mayat King Cobra dan menyembunyikan dirinya dibalik pepohonan.


Tanah bergetar satu demi satu seperti raksasa yang sedang berjalan.


Padahal binatang buas tingkat 9 itu masih ratusan mil jauhnya dari tempat Feng Mo berada, tapi auranya sudah terasa sampai sejauh ini.


Feng Mo menahan nafasnya sehingga menyatu dengan alam.


Beruntungnya, dia membiarkan yang lain pergi lebih dahulu.


Suara pertempuran datang dari jauh dan semakin mendekat, sepertinya seseorang sedang bertarung dengan binatang buas tingkat 9.


Tapi merasakan aura tingkat 9 yang tidak banyak berfluktuasi, sepertinya situasinya tidak berada disisi pembudidaya.


Feng Mo mengerutkan kening.


Antara ingin melihat situasi pertempuran atau diam-diam pergi dari sini sementara pertempuran masih cukup jauh.


Boom!

__ADS_1


Guncangan yang lain datang dengan mendebarkan.


Segera Feng Mo melihat dua orang meluncur terbang menghantam pepohonan.


__ADS_2