Phoenix Penghancur

Phoenix Penghancur
122. Identitas


__ADS_3

Duar!


Petir kesengsaraan turun selama lebih dari satu hari satu malam. Tidak berhenti sedikit pun, bahkan jika orang di pusat badai sudah berubah warna menjadi hitam. Kesengsaraan petir yang turun sangat ganas, hal itu terjadi karena dua kesengsaraan telah bergabung menjadi satu akibat penundaan yang lama.


Kong Li rasanya ingin menangis darah. Setelah lama berkultivasi, dia akhirnya berhasil menerobos menjadi tingkat 5 yang setara dengan pembudidaya Transformasi Dewa. Tapi karena hal-hal di sekte Chengxuan sebelumnya yang menunda kesengsaraan miliknya, sekarang dia harus menanggung kesengsaraan petir yang berlipat ganda.


Petir yang kuat dan banyak benar-benar menyakitkan. Lain kali dia tidak ingin menundanya lagi.


Duar!


Petir terakhir turun dengan kejam.


Kong Li mengambil nafas dalam-dalam sebelum duduk bersila untuk menstabilkan kultivasinya yang baru naik. Sinar keemasan dan hujan spiritual turun menimpa tubuh Kong Li yang terluka parah. Dalam sekejap semua luka sembuh dan warna kulitnya yang menghitam juga kembali seperti semula.


Ketika Kong Li membuka matanya lagi, Qi Yuzhi dan yang lain sudah ada di dekatnya.


"Posisi Feng Mo ada di ujung barat."


"Oke. Ayo pergi!" Kong Li melompat dengan gembira dan naik ke udara!


Yang lain tidak ketinggalan dan segera terbang. Ke barat.


Ketika mereka baru saja kembali ke Alam Rahasia Zhijing, mereka tidak menemukan keberadaan Feng Mo di mana pun. Jika saja mereka semua kembali dan terpisah-pisah, mereka tidak akan terlalu banyak curiga. Tapi hanya Feng Mo yang terpisah dari mereka, sehingga mereka sangat khawatir.


Hanya saja mereka tidak bisa segera pergi karena kultivasi mereka telah tiba diambang titik terobosan.


Pergi ke dunia kecil benar-benar tidak sia-sia. Mereka berempat kembali dengan membawa banyak pahala jasa di tubuh mereka. Setelah mengasingkan diri selama beberapa hari, Qi Yuzhi segera naik dua tahap menjadi pembudidaya Fusi tingkat rendah.


Xiao Jinxi yang telah lama menetap di puncak Transformasi Dewa menjadi pembudidaya Fusi tingkat tinggi. Meng Shize juga telah berubah menjadi pembudidaya Fusi tingkat rendah. Dan hanya Kong Li yang masih di tahap puncak Transformasi Dewa.


Semakin tinggi tahapan kultivasi semakin sulit perjuangannya. Mampu menerobos ke tahap Fusi hanya dengan pergi ke dunia kecil, benar-benar sesuatu yang hemat biaya.


Empat orang tersebut terbang rendah ke arah barat. Awalnya hanya Kong Li yang ingin pergi mencari Feng Mo dan mengajukan diri untuk berpisah. Tapi Qi Yuzhi tidak setuju dan ingin mengikuti.


Baik Xiao Jinxi maupun Meng Shize juga harus pergi mencari anggota klan yang lain sehingga mereka mengusulkan untuk berjalan bersama. Semua orang setuju dan pergi dalam satu jalan.


Alam Rahasia Zhijing sangat-sangat besar. Luasnya lebih dari seluruh sekte jika digabungkan menjadi satu. Sehingga bahkan setelah terbang selama beberapa jam, mereka tidak menemukan satu pun pembudidaya.


Alam Rahasia Zhijing termasuk alam rahasia yang sangat kuno. Banyak sekali harta surga dan bumi yang berkembang biak dan tumbuh di sini. Banyak sekali gua-gua harta dan warisan. Banyak sekali tempat-tempat yang menumbuhkan rumput spiritual yang langka. Bahkan energi spiritual di dalam alam rahasia lebih tebal seribu kali lipat daripada di luar.


Rumput spiritual tingkat rendah tumbuh seperti alang-alang. Rumput spiritual tingkat menengah banyak dijumpai di sepanjang jalan. Adapun rumput spiritual tingkat tinggi, masing-masing dari mereka dijaga oleh seorang penunggu rumah.


Keempat orang itu terbang selama beberapa hari lagi. Selama ini mereka juga menyapu semua rumput spiritual tingkat tinggi yang berhasil mereka temukan. Bertarung dengan binatang buas yang menjaga harta karun dan terus berkultivasi di malam hari. Mengambil keuntungan selagi mereka berada di dalam alam rahasia, mereka harus terus berusaha untuk meningkatkan kultivasi mereka setinggi mungkin.


Suatu saat suara pertempuran terdengar di depan sana.


Mereka berempat sudah sepakat untuk tidak berurusan dengan pembudidaya lain yang sedang bertarung. Tapi ketika mereka hendak mengambil jalan memutar, Kong Li yang selalu berjalan di depan, tiba-tiba berbalik dan bergegas ke arah suara pertempuran.


"Kong Li?"


Qi Yuzhi tidak banyak bicara dan segera menyusul. Dua orang Xiao Jinxi dan Meng Shize saling memandang sebentar sebelum bergegas menyusul.


Tidak jauh dari mereka. Dua orang pembudidaya manusia tampaknya sedang mengejar sesuatu.


Lebih tepatnya seekor bangau berukuran besar.


Kwak! Kwak!


"Hahaha!"


Dua pembudidaya itu mengejar burung bangau dengan sikap main-main.


"Lari! Lari! Aku ingin tahu, seberapa jauh kamu bisa melarikan diri! Hahaha!"


"Hahaha! Saudaraku, aku pernah mendengar bahwa tubuh klan iblis semuanya adalah harta karun. Apakah perlu kami memotongnya?"


"Memotong? Tentu saja! Aku sudah lama ingin memperbaiki senjata ku. Sekarang ada bahan baku yang sangat baik di depanku, kenapa harus mencari lagi."


"Hahaha! Saudaraku, aku ingin bulunya! Aku ingin membuat jubah yang indah!"


"Ambil! Buatkan satu untukku!"


"Saudaraku, kamu yang terbaik."


Dua bersaudara itu tertawa bahagia, sementara bangau itu terus berlari dan berusaha keras untuk mengepakkan sayapnya.


Kwak! Kwak!


Bangau itu marah, dia tiba-tiba membuka paruhnya dan melontarkan serangan kepada dua pembudidaya tersebut. Jarum es keluar dari mulutnya dan melesat cepat ke arah keduanya.


Sayangnya, dua pembudidaya itu berhasil menghindari serangan jarum es si bangau.


Pemuda itu melihat darah yang menetes dari pipi Saudara laki-lakinya dan merasa marah. "Saudaraku, meskipun kultivasinya telah menurun, pembudidaya iblis tetaplah pembudidaya iblis. Ayo cepat bunuh saja dia dan ambil darah dan kulitnya!"


Saudara laki-laki itu menyipitkan mata marah. "Kamu benar. Bahkan jika dia menjadi wujud aslinya, dia tetap saja seorang pembudidaya iblis. Jangan buang waktu lagi, bunuh!"


"Bunuh!"


Kedua pembudidaya itu awalnya masih ingin menikmati perasaan menginjak mangsa, memainkan peran kucing mengejar tikus, sehingga mereka tidak langsung membunuh iblis Bangau tersebut. Tapi kini melihat bahwa Bangau itu masih bisa melawan, mereka tidak lagi ingin membuang waktu.


Sikap main-main kedua pembudidaya itu segera menghilang dan digantikan dengan niat membunuh yang kental.


"Keluarkan tali abadi!"


Si Bangau marah dan putus asa. Dia tidak dalam kondisi yang dapat melakukan serangan balik. Jika dilihat lebih dekat, orang akan melihat bahwa kondisi iblis Bangau itu tidak begitu baik. Ada banyak luka di tubuhnya dan bulunya telah sedikit botak. Tapi dia tidak bisa melepaskan diri dari cengkeraman musuh, dan tidak dapat melakukan perlawanan.


Iblis Bangau itu tidak ingin mati di tangan pembudidaya manusia yang kejam, dia belum sempat menemukan orang terpenting dalam hidupnya, dia belum mencapai tujuan hidupnya. Dia belum ingin mati, tidak ingin mati!


Kwak! Kwak!


Serangan es lain datang menyerang dua pembudidaya tersebut.


"Sial!"


Saudara laki-laki itu mengambil tali abadi dan mengayunkannya ke arah Bangau.


Bangau mengepakkan sayap dan menghindari tali abadi.

__ADS_1


Adik laki-laki itu mengeluarkan sebuah jimat dan mengaktifkannya!


Bom!


Bangau tidak mempunyai waktu untuk menghindar dan terkena serangan jimat. Tubuh besarnya terpental dan terguling-guling di tanah. Sayap kirinya terbakar oleh jimat serangan itu dan hangus.


Kwak! Kwak!


"Terus lemparkan jimat!"


"Oke!"


Satu demi satu jimat dilemparkan. Iblis Bangau itu bangun dengan susah payah dan menghindar. Tapi apalah daya, tubuhnya yang sudah terluka parah tidak bisa digerakkan dengan cepat.


Bom! Bom!


Iblis Bangau itu terpelanting ke udara dan jatuh dengan keras di tanah. Bulu yang putih bersih hangus di mana-mana, kotor dengan debu dan darah.


Kwak—


"Hahaha! Inilah akibatnya jika kamu berani melawan kami! Hahaha!"


"Hum, pembudidaya iblis sangat lemah! Hanya ini saja kekuatan mereka?!"


"Ayo, cepat ikat dia!"


"Ya!"


Kwak—


Iblis Bangau yang sudah terluka parah, pusing dan marah. Jika sebelum basis kultivasinya turun, dua orang ini tidak akan bisa melawannya, apalagi melukainya. Tapi dia sangat tidak beruntung, dia bertemu dengan dua pembudidaya ini sebelum sempat menemukan tempat untuk bersembunyi.


Kwak—


Iblis Bangau tidak mau, tapi tubuhnya sangat kesakitan. Pandangannya mulai buram dan segala sesuatu di depannya mulai terdistorsi. Sebelum dia benar-benar pingsan, dia sepertinya mendengar suara yang sudah lama dia impikan.


"Beraninya kamu!"


Boom!


Dua pembudidaya yang hendak mengikat iblis Bangau itu terkejut ketika tiba-tiba sebuah serangan datang ke arah mereka. Mereka tidak waspada terhadap keadaan sekitar dan lengah. Serangan itu menimpa keduanya dan membuat mereka terbang jauh.


Suara dentuman keras tidak membuat penyerang yang tidak lain adalah Kong Li merasa lega. Dia semakin marah. Melihat iblis Bangau bahkan tidak merespon sama sekali, kemarahannya meluap-luap, membuatnya terengah-engah.


"Mati kalian!"


Tangan Kong Li berubah menjadi cakar yang tajam, dia melesat ke arah Saudara laki-laki dan membidik hatinya!


Saudara itu berhasil menghindar di saat-saat terakhir, tapi dia belum sempat menghela nafas saat serangan Kong Li yang lain mengincarnya. Kedua bersaudara itu tidak bisa hanya berdiri diam dan mulai melawan balik.


Dua lawan satu. Masing-masing dari mereka adalah pembudidaya Transformasi Dewa. Pertarungan sengit itu tidak membiarkan orang lain tenang.


Kong Li yang diliputi kemarahan sangat kejam. Dia menyerang titik fatal keduanya dan tidak berbelas kasihan sama sekali.


Saudara laki-laki itu juga marah, mereka tidak mengenal Kong Li, tapi kenapa pihak lain mempunyai niat membunuh terhadap keduanya. "Rekan Taois ini, kami tidak memprovokasi mu, kenapa kamu mengincar kami?!"


"Siapa?!"


Kong Li tidak mau tahu. Siapa pun yang melukai iblis Bangau adalah musuhnya!


Kong Li mengeluarkan setumpuk jimat dari cincin penyimpanan. Dan melemparkannya ke arah keduanya.


Adik laki-laki itu segera mengeluarkan alat pertahanan diri. Tapi siapa yang tahu bahwa jimat serangan yang dilemparkan oleh Kong Li lebih kuat daripada yang ada di pasaran.


BOOM!


Alat pertahanan diri itu langsung hancur karena jimat serangan Kong Li dan melukai keduanya. Dua pembudidaya itu terpental jauh. Masing-masing dari keduanya terluka parah. Organ dalam bergeser yang membuat mereka muntah darah.


Kong Li tidak berhenti, dia mendekati keduanya dan menusuk hati keduanya dengan kejam.


Dua pembudidaya itu terkesiap, tidak percaya bahwa mereka akan mati begitu saja.


Hal itulah yang dilihat ketiga orang Qi Yuzhi saat berhasil mendekat. Mereka terkejut dengan kekejaman Kong Li yang tidak pernah mereka ketahui. Lama bergaul dengan Kong Li, mereka hanya melihat Kong Li selalu mendengarkan saran Feng Mo atas segala hal.


Meskipun mereka juga tahu bahwa mustahil seorang pembudidaya untuk tidak kejam terhadap musuh, tapi ini adalah pertama kalinya mereka melihat kekejaman Kong Li.


"Kong Li?"


Melihat dua mayat di tanah, Kong Li mengambil nafas dalam-dalam. Dia mengabaikan tiga orang di sampingnya dan menghampiri iblis Bangau yang masih tergeletak koma di tanah.


Kong Li meraih iblis Bangau ke dalam pelukannya. "Sister Lan? Sister Lan?"


Iblis Bangau itu tidak merespon sama sekali.


"Sister Lan, apa yang terjadi padamu?" Kong Li memegang salah satu sayap Guan Lan dan mentransmisikan energi spiritual. Tapi Kong Li terkejut mengetahui kekacauan energi di dalam tubuh Guan Lan.


Qi Yuzhi sedikit mengernyit, baru menyadari asal muasal kemarahan Kong Li yang tiba-tiba. Sepertinya dia mengenal iblis Bangau itu.


"Ayo cari tempat sementara untuk mengetahui kondisinya secara spesifik."


Kong Li mengangguk dengan tergesa-gesa dan mengangkat tubuh asli Guan Lan dalam gendongannya.


Mereka berempat menemukan sebuah gua kosong dan mendarat. Kong Li langsung menuju kedalaman gua dan membaringkan tubuh asli Guan Lan.


Meng Shize menawarkan diri untuk melihat kondisi Guan Lan, tapi ditolak oleh Kong Li.


"Aku bisa melakukannya sendiri."


Meng Shize tidak berdaya, dia kembali ke tempatnya semula. Tapi baik dia maupun Xiao Jinxi segera bertukar pandang. Mereka tiba-tiba memiliki tebakan kasar tentang asal-usul Kong Li dan Feng Mo.


Kong Li membuat sebuah lubang yang besar di tanah. Kemudian dia mengeluarkan sebuah labu dari cincin penyimpanan dan menuangkan isinya ke dalam lubang.


Segera lubang tersebut diisi dengan air yang jernih.


Qi Yuzhi menyadari labu yang familiar dan pikirannya tiba-tiba tercerahkan.


"Kong Li, kamu… "

__ADS_1


Kong Li memasukkan tubuh bangau Guan Lan ke dalam kolam. Dia juga memasukkan beberapa pil penyembuhan ke dalam mulutnya dan terus mentransmisikan energi spiritual. Kong Li berusaha keras untuk membuat Guan Lan sadar, agar dia tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Guan Lan.


Terakhir kali mereka bertemu, Guan Lan sudah menjadi iblis tingkat 5 puncak. Bahkan jika Guan Lan tidak melakukan apa-apa saat tiba di dunia kecil, itu tidak akan membuat tingkat kultivasinya menurun! Apa yang terjadi?! Kenapa ada kekacauan di dalam tubuhnya?!


Beberapa saat kemudian, Guan Lan akhirnya bereaksi keras. Tubuh bangau-nya kejang-kejang seperti kesakitan. Kong Li menahannya dan tidak membiarkan Guan Lan keluar dari kolam.


Tiga Qi Yuzhi tidak berani mengganggu.


Cahaya putih keluar dari tubuh Bangau. Beberapa saat kemudian, cahaya putih itu berubah bentuk dan menjadi manusia. Ketika cahaya itu akhirnya menghilang, terlihat wanita cantik dan anggun sedang terbaring lemah di dalam kolam.


"Sister Lan."


Wajah cantik Guan Lan sedikit mengernyit. Bulu matanya bergerak sebelum akhirnya perlahan terbuka. Melihat wajah yang akrab, Guan Lan menghela nafas lega.


"Xiaoli."


"Sister Lan."


"Xiaoli."


"Aku di sini."


"Xiaoli."


"Hei." Kong Li menggenggam tangan Guan Lan, dia tidak pernah berhenti untuk mentransmisikan energi spiritual. Dia juga ingin menyisir kekacauan energi di dalam tubuh Guan Lan tapi tidak berhasil.


Alis Guan Lan mengernyit. Tubuhnya yang terendam air tiba-tiba merasakan arus hangat yang bergejolak. Energi asing menyerbu dalam tubuhnya. Energi itu tidak berbahaya sama sekali, bahkan bersaing dengan kekuatan lain yang mencoba menyakitinya.


Menyadari energi apa itu, Guan Lan tiba-tiba ingin beranjak bangun dari kolam.


Tapi Kong Li segera menahannya. "Jangan bergerak."


"Tidak… Ini terlalu berharga. Aku tidak bisa menerimanya." Guan Lan berbicara dengan tersendat. Meskipun dia tidak pernah melihat apa itu kolam pemurnian darah, tapi begitu dia berendam, dia langsung mengetahuinya.


"Kamu membutuhkan nya. Jangan bergerak, patuh. Ini akan membantumu memecahkan masalahmu." Kong Li menekan bahu Guan Lan ke dalam air hingga hanya kepalanya saja yang ada di permukaan.


"Xiaoli."


"Hei, aku di sini. Tutup matamu dan berkonsentrasi lah. Aku tidak akan meninggalkan mu."


"Xiaoli." Guan Lan menggenggam tangan Kong Li balik, dan tidak melepaskannya.


"Um. Ayo, tutup matamu. Tidurlah… "


"Xiaoli… Aku merindukanmu."


"Aku juga. Tidurlah… "


Seperti mendengar sebuah mantra, Guan Lan tiba-tiba merasa dirinya mengantuk berat. Pikirannya kosong. Tubuhnya yang lelah berteriak-teriak memaksanya untuk tidur. Begitu dia menutup mata, Guan Lan memasuki fase koma untuk menyembuhkan diri.


Kong Li tidak pernah melepaskan genggaman tangannya dari Guan Lan. Dia duduk bersila di tepi kolam.


Qi Yuzhi mendekat begitu suasana kembali tenang. Dia melirik Guan Lan dan bertanya dengan suara rendah, "Apakah temanmu baik-baik saja?"


Kong Li menatap genggam tangannya dengan ekspresi kosong. "Mungkin?"


Qi Yuzhi sedikit tercengang dengan keragu-raguan Kong Li. "Lalu bagaimana menurutmu?"


"Aku juga tidak tahu."


Qi Yuzhi diam sejenak sebelum menanyakan sesuatu yang ingin dia tanyakan sedari tadi. "Kong Li, apakah kamu seseorang… Dari klan iblis?"


Kong Li tidak membantah, hanya mendesah pelan lalu mengangguk. "Ya. Apakah kamu mempunyai masalah?"


"Bagaimana dengan Feng Mo?" Sejak mereka bertemu, Kong Li tidak pernah terpisahkan dengan Feng Mo. Qi Yuzhi tidak tahu bagaimana harus bersikap.


"Ya, tentu saja." Kong Li diam sejenak sebelum menambahkan, "Lebih tepatnya, Feng Mo adalah setengah-iblis."


Qi Yuzhi membuka tutup mulutnya tidak tahu harus berkata apa. Seharusnya dia menyadarinya sejak lama, sejak keduanya mendiskusikan tentang kolam pemurnian darah secara terbuka bertahun-tahun yang lalu. Tapi saat itu meskipun Qi Yuzhi mengetahui sedikit tentang pembudidaya iblis, dia tidak pernah menghubungkan keduanya dengan pembudidaya iblis.


Qi Yuzhi pusing dengan identitas keduanya. Dia duduk tidak jauh dari keduanya dan menghadap ke dinding gua. Berusaha untuk tenang.


Informasi yang diberikan Kong Li cukup mengejutkan, Xiao Jinxi tidak bisa tidak bertanya setelah Qi Yuzhi menyingkir. "Lalu… Apakah kamu dari klan iblis Merak?"


Kong Li melirik Xiao Jinxi dengan tenang. "Ya."


Xiao Jinxi mengangguk. Dia tidak bertanya apa-apa lagi dan duduk tidak jauh dari mereka bersama dengan Meng Shize.


Segera suasana di dalam gua menjadi aneh. Mereka tidak mengatakan apa-apa tentang identitas klan iblis Kong Li, tapi mereka juga tidak pergi menjauh. Suasana di dalam kelompok mereka bertahan hingga Guan Lan menyerap semua energi di dalam kolam pemurnian darah beberapa hari kemudian.


Lalu mereka melanjutkan kembali perjalanan ke arah Feng Mo berada.


Jauh di ujung barat.


Feng Mo tidak tahu apakah dia mendapatkan keberuntungan atau kesialan.


Begitu dia kembali ke alam rahasia Zhijing, dia langsung dilemparkan ke sebuah tempat yang dipenuhi dengan racun yang sangat mematikan. Tanah, udara, bahkan langit-langit dipenuhi dengan racun. Sangat padat dan gelap sehingga menghalangi sinar matahari dari menyentuh tanah.


Dengan metode khususnya dalam berkultivasi, Feng Mo tentu saja akan senang dengan kelimpahan racun ini. Sayangnya, tubuhnya belum memungkinkan dirinya untuk menyerap langsung racun-racun ini dan dia sangat kewalahan karena keracunan.


Sekujur tubuhnya menghitam. Bibirnya berubah warna menjadi ungu. Jika bukan karena Feng Mo segera membuat penghalang isolasi, dia mungkin akan segera pingsan dalam hitungan detik. Dan apa yang terjadi saat dia pingsan mungkin akan sangat buruk.


Tubuhnya memang kebal terhadap racun, tapi itu hanya untuk racun yang telah berasimilasi dengan dirinya atau racun yang lebih lemah dari racun-racun yang telah dia serap. Untuk racun baru, dia akan mendapatkan sedikit respon sebelum dia benar-benar memurnikannya.


Racun di tempat ini sangat berbeda dari yang telah dia murni kan selama ini. Lebih baru dan lebih mematikan. Feng Mo dapat merasakan bahwa racun di tempat ini tidak pernah ada sebelumnya di dunia. Belum ada namanya dan belum ada penawarnya.


Untungnya, hanya dia yang dilemparkan di sini.


Mengeluarkan tungku alkimia yang akrab, Feng Mo duduk bersila dan membaca mantra pemurnian untuk dirinya sendiri.


Rasa sakit seperti ditusuk dengan ribuan jarum membuat pikiran Feng Mo lebih jernih. Mengekstrak racun dalam tubuh membutuhkan kehati-hatian yang ekstra. Dia tidak bisa sedikitpun lengah.


Feng Mo menghitung dalam hati, setelah dia menyelamatkan dirinya sendiri… Dia tidak akan pernah membuat dirinya rugi.


Hal ini juga yang membuat Feng Mo merasa beruntung dilemparkan ke tempat ini—


Dia harus mengumpulkan semua racun di tempat ini untuk membantu nya berkultivasi!

__ADS_1


Semakin banyak racun, semakin mematikan racun itu, Feng Mo harus mengumpulkan nya semua. Agar tidak menyia-nyiakan usaha seseorang yang membantunya. Terima kasih!


__ADS_2