
Jauh dari kota yang ramai, sebuah auman yang menggelegar datang dari pedalaman hutan. Para binatang buas seakan-akan mendapatkan pertanda dan bangun dari tidur mereka masing-masing.
Mereka berkumpul satu demi satu menjadi kelompok yang sangat besar dan berbaris ke satu arah di barat.
Alarm di kota Perbatasan telah meraung-raung sejak semalam.
Banyak pembudidaya segera melompat dari tempat tidur masing-masing, dan bergegas ke tembok kota.
Ketika sinar matahari menyentuh permukaan tanah, sudah banyak pembudidaya yang memadati tanah lapang di sekitar tembok.
Beberapa kemah kekuatan besar telah didirikan, membentuk barisan perlindungan di depan tembok kota. Berbagai warna jubah sekte juga bertebaran di antara kerumunan pembudidaya.
Banyak orang berkumpul membentuk kelompok kecil untuk mendiskusikan tentang bagaimana membunuh binatang buas dengan tembakan yang lebih sedikit. Untuk menghemat tenaga sebisa mungkin.
Seorang pembudidaya dengan warna jubah hijau melipat kedua tangannya. "Tidak tahu kapan pasang binatang buas kali ini akan segera berakhir."
"Ini baru tahun kesepuluh, apa yang kamu pikirkan? Bukankah baik untuk mencari sumber daya sendiri?" Teman di sebelahnya menimpali.
"Memang baik, tapi jika kami tidak sengaja kehilangan nyawa kami di sini, siapa yang harus bertanggung jawab?" Pembudidaya berjubah hijau itu melirik dengan santai.
"Ini adalah dunia kultivasi, yang kuat memakan yang lemah. Jika kami mati, berarti kami tidak cukup kuat."
Pemuda lain mendengus, "Kita mati mungkin bukan karena kami tidak cukup kuat, tapi kami tidak cukup licik."
"Hati-hatilah saat bicara."
Pemuda itu mengangkat tangan.
Di tempat lain, ada sepasang saudara kembar yang sedang saling berdebat.
"Apa yang kamu lakukan dengan berpakaian seperti ini? Kamu mengambil pakaianku?! "
"Ini sedikit merepotkan menggunakan rok besar, lagipula aku tidak ingin orang lain melihatku dengan pandangan cabul!"
"Siapa yang berani?! Katakan padaku siapa orang itu?! Aku akan menghajarnya!"
"Apakah kamu sangat baik? Itu adalah orang yang tidak termotivasi."
Pemuda itu langsung mengerutkan kening. "Orang itu berulah lagi? Kalau begitu jangan khawatir, selama kami mengikuti Senior Zhu, dia tidak akan berani menyentuhmu."
"Apa yang kamu pikirkan? Banyak orang kuat ada di sini, bagaimana dia bisa melakukan sesuatu seperti ini dengan terang-terangan? Apakah dia tidak ingin memiliki wajah lagi?"
Pemuda itu tidak setuju. "Lebih baik berhati-hati."
"Terserah kamu."
Seorang pembudidaya lain melihat langit dengan sedikit khawatir. "Tahun ini sepertinya binatang buas lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya."
"Bukankah ini wajar? Sekarang adalah pasang binatang besar!"
"Tidak, kamu tidak mengerti."
"Apa yang kamu gumamkan?"
Pria itu menggelengkan kepala.
Di lain tempat, sekelompok pembudidaya longgar membicarakan hal lain.
"Hei, menurutmu kali ini siapa yang akan menempati urutan pertama?"
"Bukankah itu pasti? Yan Haoran pasti akan menjadi nomor satu! Dia adalah murid terkenal Master Sekte Zhaoyang Jianmen, keahlian pedangnya diakui oleh banyak orang."
"Tidak, pasti Wang Zeming yang pertama! Terakhir kali dia menempati urutan pertama, Yan Haoran hanya berada di bawahnya." Orang lain menggoyangkan jarinya ke kiri ke kanan.
"Tapi terakhir kali Yan Haoran membunuh binatang buas tingkat 6 sendirian!"
"Jadi bagaimana dengan itu? Mantra es Wang Zeming bisa membekukan binatang buas sampai mati!"
"Aku bertaruh bahwa nomor satu kali ini pasti Yan Haoran!"
__ADS_1
"Jangan sombong dulu, Wang Zeming pasti nomor satu!"
"Yan Haoran!"
"Wang Zeming!"
"Yan Haoran!"
"Wang Zeming!"
"Yan Haoran!"
"Wang Zeming!"
"Hei, daripada kalian meributkan tentang nomor satu, kalian harus mengkhawatirkan tentang diri kalian sendiri. Orang itu ada di sini, hati-hati kamu tidak mendapatkan apapun."
Kedua orang yang bertengkar seketika terdiam. Ya, orang nomor satu yang selalu suka merebut mangsa orang lain ada di sini. Mereka harus ekstra hati-hati ketika berburu.
Feng Mo dan Kong Li yang tidak sengaja mendengar keduanya bertengkar menjadi tertarik. Mereka bertanya pada orang di sebelah mereka tentang apa yang terjadi.
"Apakah kalian baru pertama kali datang ke sini?"
"Ya." Kong Li mengangguk dengan murah hati.
Pria itu menatap keduanya dengan mengerti. "Ketika kami membunuh binatang buas, kami akan mendapatkan poin yang telah ditentukan, kemudian orang-orang akan mencatat berapa banyak poin yang kami dapatkan dari membunuh binatang buas.
Akan ada layar giok yang akan di tempatkan di sebelah gerbang yang bisa mencatat seratus nama yang paling banyak berkontribusi dalam membunuh binatang buas. Tapi mungkin yang kamu bicarakan adalah nomor satu dalam daftar seratus Pembudidaya Transformasi Dewa paling kuat di dunia."
"Lalu apakah layar giok hanya menampilkan pembudidaya di tahap Transformasi Dewa? Bagaimana dengan pembudidaya di tahap lain?"
"Sebenarnya ada banyak, seperti yang di atas Transformasi Dewa, bahkan pembudidaya Mahayana juga ada daftarnya. Tapi yang selalu menjadi perhatian umum adalah pembudidaya di daftar Transformasi Dewa."
Jika tahap Fondasi adalah pintu masuk kultivasi, maka tahap Transformasi Dewa adalah ambang sejati kultivasi. Siapa saja yang telah berhasil menerobos tahap Transformasi Dewa memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami kenaikan.
Apalagi jika pembudidaya itu telah menembus tahap Transformasi Dewa di usia muda, maka bakatnya mungkin telah menantang langit.
"Bagaimana orang lain tahu kalau kita membunuh binatang buas?" Feng Mo menanyakan pertanyaan yang dia pikirkan sejak awal.
"Bagaimana jika kami kehilangan token ini?"
"Kalian tidak perlu khawatir, token hanya bisa diaktifkan dengan memasukkan kesadaran. Jika kesadaran orang lain ingin masuk, token akan segera hancur!"
Keduanya menganggukkan kepala.
"Lalu daftar ini bukankah sedikit tidak adil untuk pembudidaya longgar?" Murid sekte-sekte itu dan anak-anak keluarga, bukankah mereka bisa bekerja sama untuk mengangkat nama walaupun satu orang.
"Tenang! Masih ada daftar umum! Berapa banyak binatang buas yang kamu bunuh, berapa banyak nomor dalam daftar yang kamu dapatkan! Bahkan jika kamu mengalahkan poin pembudidaya Mahayana."
Kemudian Pembudidaya itu dengan bersemangat mempopulerkan beberapa nama yang biasanya menempati urutan dalam daftar pembudidaya Transformasi Dewa dan daftar umum.
Masing-masing dari lima belas kekuatan menempati banyak nomor dalam daftar. Dan sangat sedikit pembudidaya longgar yang mampu membuat nama dalam daftar seratus orang.
"Bagaimana jika seseorang tiba-tiba merebut mangsamu di detik terakhir? Atau kalian saling merebut mangsa, siapa yang akan mendapatkan poin ini?"
"Ini... " Pembudidaya itu sedikit ragu-ragu.
"Apa yang terjadi?" Kong Li bertanya.
Pembudidaya itu merendahkan suaranya, "Sebenarnya masalah ini telah lama menjadi keluhan banyak orang, tapi tidak ada yang menanggapinya dari pihak Raja Ren. Karena hanya pembudidaya longgar yang sering kali menjadi sasaran utama perampasan. Tidak ada yang berpikir untuk menjadi musuh dari kekuatan-kekuatan itu."
"Tapi bahkan kamu masih tidak bisa melepaskan kewaspadaan terhadap orang-orang besar itu, karena banyak dari mereka yang dengan senang hati berbaring dengan merampas mangsa dari pembudidaya kecil kami." Seseorang tiba-tiba menimpali dari samping.
Mereka bertiga mengangkat kepala, melihat orang yang tiba-tiba bergabung dengan pembicaraan.
"Senior Ou!"
Seorang Pembudidaya berkulit agak gelap datang dari arah belakang pria itu.
"Kalian baru pertama kali ikut serta dalam pertempuran ini, yang pertama harus kalian perhatian adalah... Untuk tidak bertemu dengan kelompok Zhao Jin. Jika kamu tidak sengaja bertemu dengannya, cepat-cepatlah berputar."
__ADS_1
"Dari sekte Baiyun itu?"
"Ya."
"Apa yang dia lakukan sehingga sangat perlu untuk memutar jalan?"
"Selama berburu dia selalu membawa pengawalnya yang memiliki kultivasi di tahap Mahayana, dia akan membiarkan para pengawal itu untuk menangkap dan menahan binatang buas sebelum dia sendiri melakukan serangan fatal pada mangsa tersebut."
Feng Mo mengangkat alisnya. "Bukankah itu curang?"
"Memang, tapi siapa yang peduli? Raja Ren hanya akan melihat orang yang berkontribusi banyak dalam perang dan tidak akan terlalu peduli dengan cara apapun yang orang lain lakukan. Dan daftar seratus pembudidaya hanya untuk popularitas, hanya untuk mendorong orang lain untuk terus berkontribusi dalam perang. Di dunia ini masih banyak pembudidaya jenius, hanya saja beberapa orang meremehkan bagaimana nama itu di buat."
Feng Mo dan Kong Li saling memandang. Dalam kekacauan seperti ini, masih ada saja orang yang mengaduk-aduk di dalam air berlumpur.
Setelah mengucapkan terima kasih, keduanya menolak ajakan pembudidaya itu untuk membentuk kelompok dan berpisah.
Kong Li mengutak-atik token identitas itu. "Kami masih bisa menyembunyikan identitas kami. Masih ada fungsi anonim dalam token tersebut."
"Namun, orang-orang dari pihak Raja Ren masih bisa mengetahui identitas kami setelah beberapa penyelidikan."
"Itu lebih baik daripada menemukan nama kami di papan nama seratus orang."
Feng Mo berpikir bahwa dengan kekuatannya, mungkin cepat atau lambat namanya akan muncul dalam daftar. Meskipun hanya daftar pembudidaya Transformasi Dewa.
Tiba-tiba terdengar suara pukulan gong yang menggema sangat kuat.
Orang-orang mengangkat kepala dan melihat ke atas untuk mencari asal suara.
Di atas tembok, Han Liwen sudah berdiri.
"Seratus mil dari tembok, pasukan binatang buas telah terdeteksi. Hari ini saya akan mengumumkan di mulainya perang dengan binatang buas. Kali ini siapapun yang masuk dalam seratus daftar umum akan mendapatkan hadiah yang banyak."
"Wow!"
"Sungguh?"
"Kenapa baru kali ini ada hadiahnya, kenapa tidak tahun-tahun sebelumnya?"
Kerumunan pembudidaya di bawah berbisik satu sama lain.
"Simpan token identitas kalian masing-masing. Mulai hari ini sampai pasang binatang selesai, kami akan menempatkan layar giok dan kalian dapat melihat secara langsung daftar seratus orang. Hari ini perang melawan binatang buas akan di mulai!"
"Ya!"
"Ayo!"
Kerumunan orang di bawah bersemangat, semakin banyak binatang buas yang mereka bunuh, semakin banyak sumber daya yang mereka dapatkan. Jika beruntung, mereka akan masuk dalam daftar umum.
"Pergi!"
Dengan jatuhnya suara Han Liwen, ratusan ribu orang terbang ke dalam hutan seperti gelombang tsunami.
Feng Mo dan Kong Li saling memandang dan ikut bercampur di antara kerumunan pembudidaya.
Kerumunan berpisah di dalam hutan, berpencar mencari mangsa masing-masing.
Feng Mo dan Kong Li memilih satu arah dan terbang lurus ke depan.
Setelah beberapa pasang dupa, keduanya melihat pasukan kecil binatang buas tingkat 4.
Kong Li mengeluarkan kipas bulu merak miliknya, mengayunkan tangannya dan angin tiba-tiba muncul membelah pasukan itu menjadi dua. Kemudian dia mengambil separuh pasukan untuk dirinya sendiri.
Feng Mo pergi ke sisi lain dan mengeluarkan pedang miliknya, dia mengayunkan bilah pedang memotong binatang buas menjadi dua bagian. Tubuh binatang buas itu terpotong menjadi dua dengan sangat bersih dan rapi. Tanpa meneteskan darah ke bilah pedang.
Binatang buas berbentuk mirip domba itu meraung keras dan melancarkan serangan balasan kepada keduanya.
Butuh beberapa saat untuk membersihkan pasukan kecil ini sebelum keduanya melanjutkan perjalanan.
Di sepanjang jalan, suara pertempuran terdengar di mana-mana.
__ADS_1
Keduanya tidak ikut campur dan mencari mangsa lain.