
Hujan masih turun untuk satu hari lagi.
Suasana yang awalnya damai tiba-tiba menjadi gelisah dengan hujan yang tidak kunjung reda. Orang-orang yang awalnya masih bisa bercanda dan tertawa kini menjadi lebih pendiam.
Semua orang khawatir tentang hujan di luar.
Lin Su menatap langit.
Tok! Tok!
Tiba-tiba terdengar suara ketukan di antara suara derasnya hujan. Orang-orang yang duduk tidak jauh dari pintu pabrik samar-samar mendengarnya.
Tok! Tok!
"Ada sesuatu di luar!"
Mereka segera menjauh dari pintu pabrik dengan ekspresi ketakutan. Tidak tahu apakah sesuatu di luar pintu adalah manusia atau zombie.
Lin Su dan Kong Li segera mendekat.
Tok! Tok!
"Halo? Apakah ada seseorang di dalam?"
Semua orang terkejut. "Itu adalah suara manusia!"
Ketika seseorang hendak membuka pintu, Lin Su menghentikannya. "Biarkan aku datang."
"O–oke."
Lin Su berjalan ke arah pintu. Setelah memastikan bahwa tidak ada niat membunuh dari luar, dia membuka sedikit celah di pintu.
Di luar berdiri tiga orang lelaki paruh baya. "Permisi."
Ketiga pria tua itu basah kuyup karena kehujanan. Wajah mereka pucat dan kuyu, rambut mereka juga berantakan dan terlihat kotor.
"Apa yang kamu lakukan?" Lin Su bertanya di antara celah pintu
Ketiga pria tua itu saling dorong sebelum salah satu dari mereka akhirnya berbicara. "Ya-ya, seperti ini... Kami kekurangan makanan, bisakah kamu meminjamkan kami beberapa makanan? Kami— kami akan menggantinya setelah hujan reda."
Lin Su mengamati mereka bertiga dan melihat bagian belakang mereka, memastikan bahwa tidak ada yang mengikuti mereka.
"Masuk."
Mereka bertiga jelas terkejut. "Terima kasih."
Lin Su membuka pintu lebih lebar dan membiarkan ketiga pria tua itu masuk. Setelah masuk ke dalam pabrik, mereka bertiga terlihat jelas gemetar karena kedinginan. Sepertinya mereka telah lama berada di luar.
"Ayo, hangatkan dirimu dulu." Nyonya Lin datang membawa gelas air hangat. Melihat pria tua yang kedinginan, sebagai orang yang mungkin memiliki usia yang sama, dia merasa sedikit kasihan.
"Terima kasih."
Semua orang mendekat ingin membantu mereka bertiga. Ketika orang lain bertanya apakah mereka ingin mengganti pakaian basah mereka, tapi mereka segera menolak.
"Kami masih harus kembali, jadi tidak perlu."
"Kembali?" Seseorang terkejut dengan ucapan salah satu pria tua itu.
Pria tua itu mengangguk.
"Apakah kalian yang bersembunyi di bangunan depan?" Lin Su tiba-tiba bertanya.
Mereka bertiga mengangguk.
Semua orang terkejut, baru tahu bahwa ada manusia lain yang berada di area pabrik. Tapi mengingat bahwa gerbang di tutup dengan lembaran besi padat, seharusnya mereka tidak merasa terkejut melihat ada orang yang hidup di dalamnya.
"Apakah kalian kehabisan makanan?"
Mereka mengangguk pelan.
"Berapa banyak orang di sisi kalian? Apakah ada orang tua? Anak-anak dan wanita?"
Kali ini mereka bingung dengan pertanyaan Lin Su, mereka saling memandang. Bahkan orang-orang di sisi Lin Su juga bingung.
Lin Su menjelaskan. "Jika ada anak muda di antara mereka, kenapa mereka membiarkan orang yang sangat tua untuk berkeliaran di tengah hujan."
Semua orang tercerahkan. Ya! Jika ada pemuda atau pria dewasa yang kuat, kenapa harus membiarkan yang tua untuk pergi? Seketika mereka memiliki kesan buruk dengan kelompok orang yang tinggal di bangunan depan.
"Tidak-tidak, kami memiliki banyak orang. Ada lebih dari lima puluh orang, kami memiliki anak-anak dan wanita. Tapi anak muda... Anak muda itu... " Mereka sedikit tergagap, tidak tahu di mana harus menjelaskan.
"Lao Liu, apakah itu kamu?" Profesor Lin muncul dari belakang kerumunan. Sebelumnya dia sedang sibuk memanaskan air dan tidak ikut bersenang-senang dengan orang lain. Tapi sepertinya dia mendengar suara yang sangat familiar.
Orang yang dipanggil Lao Liu mengangkat kepalanya.
"Lao Liu, itu benar-benar kamu! Bagaimana kamu bisa ada di sini? Kamu tidak tinggal di laboratorium?!" Profesor Lin mendekat dengan cepat meraih Lao Liu dengan kedua tangannya. "Apa yang terjadi padamu?!"
Mata Lao Liu memerah. "Lao Lin, itu kamu. Bagaimana kabarmu?"
"Ya, seperti itulah. Kamu, bagaimana kamu di sini?"
"Ini adalah kampung halamanku. Aku kembali untuk cuti."
Kedua orang tua itu saling mengenali untuk sementara waktu. Profesor Lin kemudian ingat apa yang sedang terjadi. "Kamu, kenapa kamu bertiga berkeliaran di tengah hujan?"
Lao Liu mulai tersendat. "Orang-orang kami kehabisan makanan."
__ADS_1
"Apakah kamu tidak menyimpan persediaan sebelum hujan?"
Mulut Lao Liu tertutup rapat. Orang tua di sebelahnya mulai mengeluh. "Tentu saja kami menyimpannya, tapi ketika orang-orang itu datang, makanan kami direbut begitu saja."
"Apa yang terjadi?" Profesor Lin terkejut. Meskipun dia juga tahu bahwa makanan yang ada akan segera habis, tapi tidak pernah terpikirkan olehnya untuk merebut makanan milik orang lain.
"Ketika kekacauan terjadi, kami menghindar bersama dan bersembunyi di dalam pabrik selama beberapa hari. Kami bergantian keluar untuk mengumpulkan makanan. Tapi sejak orang-orang itu datang, mereka menguasai seluruh pabrik dan merebut makanan kami."
"Mereka tidak memberikan mu makanan?"
Lao Liu menggeleng. "Sejak hujan turun, tidak ada dari kami yang pergi mencari perbekalan sehingga makanan yang disimpan berkurang secara cepat. Kemudian mereka tidak memberi kami makanan sedikit pun dan membiarkan kami keluar untuk mencarinya sendiri. Bahkan... Bahkan mereka yang menunjukkan kepada kami bahwa ada kalian di sini. Mereka menyuruh kami untuk meminta makanan pada kalian."
" ! " Semua orang terkejut.
"Siapa mereka? Sangat berani?!"
Ketiga orang itu saling memandang. "Mereka mengaku sebagai orang supranatural. Mereka... Mereka bisa mengalahkan zombie dengan satu serangan!"
Semua orang terkejut. Ada orang supranatural lagi!
"Itu mereka?!"
"Lao Lin, apakah kamu mengenal mereka?"
Profesor Lin menggeleng. "Tidak. Tapi sebelumnya kami pernah bertemu dengan orang yang bisa mengeluarkan api, dia sangat sombong dan tidak masuk akal. Untungnya, kami segera pergi."
Ketiga orang itu menurunkan pandangan, kecewa. Karena mereka mengerti, tidak ada yang bisa mengalahkan orang-orang supranatural itu.
"Kamu, lalu apa yang akan kamu lakukan?"
Lao Liu berkata, "Kami harus kembali dengan makanan. Kalau tidak, mereka tidak akan membiarkan kami masuk ke dalam pabrik."
Profesor Lin mengernyit. "Kalau begitu jangan kembali, tetap di sini."
"Tidak!"
Profesor Lin terkejut.
Lao Liu menundukkan kepala. "Cucuku masih ada di sana. Bagaimana jika mereka menggertaknya?"
"Istriku sudah lama lapar, aku harus kembali."
"Anak perempuan ku! Aku takut mereka menganiaya anak perempuan ku."
Ketiga orang itu menatap kosong. Profesor Lin merasa bersalah. "Maaf, aku tidak tahu."
Lao Liu menggelengkan kepala, kedua tangannya menangkup wajah, tidak berani membiarkan orang lain melihat wajahnya.
"Tidak, tidak apa-apa, Lao Lin. Pinjamkan saja aku makanan, aku harus segera kembali. Aku berjanji, aku akan menggantinya segera! Setelah hujan reda, aku akan menemukan mu dan menggantinya. Tolong!"
"Oke-oke."
"Ya-ya!"
"Aku akan— "
"Setelah hujan reda, bawa saja cucumu untuk bergabung dengan kami!" Lin Su menyela dari samping.
Mata Lao Lin menyala. "Benarkah?"
Lin Su mengangguk.
Lao Liu segera mengeluarkan air mata. Orang tua itu tidak menangis ketika kehilangan anak dan menantunya, tapi ketika dihadapkan dengan situasi saat ini di mana cucunya mungkin akan ditinggalkan oleh orang-orang itu, dia tidak bisa menahan diri.
Profesor Lin menepuk pundak Lao Liu, memberinya semangat.
Awalnya dia tidak berani berjanji dengan cepat karena dia tahu bahwa makanan dalam kelompok mereka bukan lagi milik pribadi, itu adalah makanan semua orang. Bahkan jika Lao Liu adalah kenalan dan bukan orang asing, dia tidak bisa memberikannya tanpa persetujuan orang lain.
Sekarang Lin Su telah menyetujui secara langsung, orang dalam kelompok tidak akan banyak berbicara. Karena kemampuan Lin Su sendiri untuk menemukan makanan sangatlah tinggi.
Tiga orang tu itu tidak berani tinggal terlalu lama. Lin Su memberi mereka bungkusan kain berisi makanan kaleng dan botol air minum.
"Aku tidak bisa memberimu banyak untuk sekarang, orang-orang itu mungkin akan merebutnya lagi dan memintamu untuk kembali pada kami. Tunggu setelah hujan reda, kami akan menjemput semua orang yang ingin pergi."
"Terima kasih. Terima kasih." Ketiga orang tua itu membungkuk dalam-dalam dan segera pergi di bawah guyuran air hujan.
Menutup pintu pabrik, semua orang menghela nafas panjang. Beberapa orang segera mengutuk.
"Apakah semua orang supranatural itu sangat sombong? Mereka tidak membiarkan orang tua dan anak-anak untuk makan! Bagaimana mereka bisa mempertahankan hidup?!"
"Satu Wang Dong sudah cukup, kenapa ada yang lain lagi?"
"Mungkin kita saja yang belum bertemu dengan orang baik? Bagaimana mungkin semua orang yang dibangkitkan hanya orang-orang jahat?"
"Semoga saja."
"Tapi aku masih penasaran, apa perbedaan orang-orang supranatural dan orang biasa?"
"Kamu! Kamu... "
Lin Su mendekati Profesor Lin yang sedang murung. "Ayah... "
Profesor Lin mengusap wajahnya. "Tidak apa-apa."
"Apa yang membuatmu sedih? Paman Liu baik-baik saja."
__ADS_1
Wajah Profesor Lin mengkerut. "Bukan itu. Lao Liu adalah orang yang rajin. Selain percobaannya, dia hanya peduli pada anak perempuan satu-satunya. Sekarang dia ada di sini, dia harus kembali karena sesuatu terjadi pada anak perempuannya. Tapi sejak tadi Lao Liu hanya berbicara tentang cucunya saja, dia tidak mengatakan apa-apa tentang anak perempuan dan menantunya. Aku pikir, mungkin, terjadi sesuatu pada anak dan menantunya."
Lin Su tidak mengatakan apa-apa.
Setelah makan malam, semua orang membicarakan lagi apa yang terjadi di siang hari sambil mencerna makanan. Setelah masing-masing dari mereka berbicara hingga lelah dan mengantuk, mereka semua beranjak tidur.
Hujan masih turun sepanjang malam. Semua orang tidur di sebelah api untuk menghangatkan diri.
Di tengah malam, ketika semua orang paling tidak waspada. Sesuatu sedang terjadi diam-diam di luar sana.
Lin Su dan Kong Li membuka mata secara bersamaan.
Lin Su melompat dari tempat duduknya dan berjalan ke arah jendela.
Di balik kaca jendela, hujan masih turun.
Beruntung daerah ini berada di daerah yang lebih tinggi dari permukaan air laut dan prosedur drainase masih berjalan. Yang membuat tidak banyak air menggenang di tanah.
Namun di bawah hujan yang deras, beberapa sosok samar-samar terlihat berjalan beriringan. Lin Su memicingkan matanya untuk melihat dengan jelas.
"Itu zombie." Kong Li berdiri di sisi Lin Su, menatap sosok abu-abu di luar.
Lin Su mengerutkan kening.
"Bangunkan semua orang, biarkan semua orang waspada."
Lin Su mengangguk. Kong Li jarang mengambil inisiatif, tapi ketika dia berbicara, mungkin sesuatu yang serius akan terjadi.
Semua cahaya dan sumber api dipadamkan.
Lin Su satu persatu membangunkan orang dari tidurnya. Ketika seseorang ingin bertanya apa yang terjadi, Lin Su segera membungkam mulut orang tersebut dan membuat isyarat diam.
Melihat wajah serius Lin Su, orang lain segera sadar dan tidak banyak bertanya. Kemudian mereka membantu membangunkan orang lain.
Ketika semua orang akhirnya bangun, Lin Su mengatakan apa yang terjadi di luar dengan suara rendah. "Sekelompok zombie berjalan di luar. Jangan bersuara dan jangan membuat suara yang mudah menarik perhatian."
Semua orang mengangguk.
"Kenapa kita tidak melawan zombie saja?" Seseorang bertanya.
Lin Su menggeleng. "Zombie di luar sangat tidak biasa. Mereka bahkan bisa berjalan dengan baik tanpa terhalang oleh hujan."
Orang lain akhirnya menyadari keseriusan masalah. Di masa lalu zombie berjalan dengan kaku dan sangat lambat, jadi bahkan jika mereka mendengar suara mobil, mereka tidak bisa benar-benar mengejar.
Kali ini hujan jelas-jelas sangat mengganggu pandangan mereka tapi mereka masih bisa berjalan dengan normal.
"Lin Su, kemari lah." Kong Li memanggil.
Lin Su berjalan kembali ke jendela.
"Lihat, apakah kamu melihat perbedaan zombie-zombie ini dengan yang ada di masa lalu."
Lin Su melihat dengan sungguh-sungguh. Jumlah zombie itu bertambah banyak seiring waktu, mereka berjalan dengan mantap meski sedikit terhuyung-huyung. Mereka tidak lagi kaku seperti pertama kali bangkit dari kematian.
Terkejut, Lin Su menahan nafas.
"Mereka? Apakah gerakan mereka tidak lagi kaku?"
Kong Li mengangguk.
Semua orang berdiri dengan kaget. Zombie tidak lagi berjalan dengan kaku dan lambat, mereka bisa berjalan dengan normal, lalu apakah mereka juga akan bisa berlari juga?
Bukankah ini mimpi buruk bagi mereka?
Salah satu zombie di luar seperti tertarik dengan bangunan ini dan berhenti berjalan.
Lin Su memberi aba-aba kepada semua orang untuk diam. Dan suasana tegang segera menyelimuti seluruh pabrik.
Tidak ada yang berani bersuara, tidak ada yang berani bergerak, bahkan mereka tidak berani bernafas keras. Semua orang mematung di tempat.
Setelah beberapa saat tidak ada yang terjadi, zombie itu kembali berjalan mengikuti pasukan.
Lin Su masih tidak menurunkan tangannya. Setelah sekelompok zombie itu benar-benar melewati tempat mereka berada, baru dia memberi aba-aba lagi.
Semua orang bernafas lega, namun semua orang masih tidak berani membuat suara keras. Mereka mendekat ke arah jendela, ingin melihat apa yang terjadi di luar.
Hanya hujan yang terlihat di luar.
"Ke mana mereka pergi?" Seseorang bertanya.
Profesor Lin tiba-tiba teringat sesuatu. "Mereka, apakah zombie itu pergi ke tempat Lao Liu?"
Semua orang segera mengingat orang-orang di siang hari. Mereka tidak bisa tidak khawatir.
"Kakak Lin, apa yang harus kita lakukan?" Apakah mereka akan pergi membantu? Tapi mengingat keanehan zombie, mereka menjadi tidak yakin.
Lin Su tidak berbicara.
Profesor Lin meraih lengan Lin Su. "Nak, bisakah kamu pergi melihat Lao Liu dan mereka semua? Hanya... melihat saja."
Lin Su mengerutkan kening, tapi tidak menolak.
Profesor Lin senang, tapi dia tidak tersenyum terlalu lama. "Jika sesuatu benar-benar terjadi pada mereka, kamu-kamu tidak harus... " Ucapan Profesor Lin tersendat, dia tidak bisa mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsipnya. Tapi keselamatan Lin Su lebih penting baginya.
"Oke." Lin Su tidak membiarkan Profesor Lin terus mengatakan sesuatu yang bukan keinginannya.
__ADS_1
"Selama aku pergi, jangan pernah keluar sedikit pun. Mungkin zombie itu tidak hanya ada di area pabrik. Ketika keadaan menjadi buruk, naik ke mobil dan tinggalkan tempat dengan cepat."
"Oke."