
Sementara itu, karena Lin Su pergi tanpa membawa orang lain, beberapa orang sangat cemas dan khawatir. Mereka tidak lagi berniat tidur dan menunggu di dekat pintu.
Tiba-tiba sebuah teriakan datang dari luar yang mengejutkan semua orang. Tapi teriakan itu berhenti tidak lama kemudian, dan terdengar suara kunyahan yang datang dari dalam kegelapan hujan.
Jantung semua orang berdebar kencang.
"Kakak Kong, ada zombie di luar."
Kong Li mengangguk pelan. "Aku akan berjaga di depan pintu, kalian tidak perlu khawatir."
"Aku, aku ikut!"
"Bawa aku juga!"
Beberapa orang menawarkan diri. Kong Li tidak menolak dan membawa mereka semua keluar dari pintu.
Beberapa zombie sporadis berjalan di tengah hujan. Melihat kemunculan Kong Li dan beberapa orang, mata mereka dipenuhi dengan keserakahan.
"Zombie ini berbeda dengan yang di masa lalu, aku akan mencobanya terlebih dahulu."
Semua orang mengangguk setuju.
Kong Li pergi dengan pipa baja di tangannya. Ketika dia memukul salah satu zombie itu, terdengar suara tabrakan yang sangat keras, dan pipa baja itu segera menjadi bengkok.
Semua orang terheran-heran. Karena zombie itu hanya terhuyung-huyung jatuh dan masih hidup. Biasanya, dengan pukulan keras Kong Li, kepala zombie akan segera retak dan menghancurkan isi kepalanya.
Kong Li menyingkirkan pipa baja itu dan segera menendang zombie menjauh. "Wen Yuan! Pedangku!"
"Ya!"
Kong Li mengambil pedangnya dan berkata pada orang lain. "Jangan ikut campur, zombie ini lebih kuat daripada sebelumnya. Kalian awasi saja."
"Oke."
Dengan perintah Kong Li, tidak ada yang membantu dengan tergesa-gesa. Saat semua orang fokus melihat pertarungan Kong Li, sekelompok orang berlari mendekat ke arah mereka.
"Di sana!"
Wen Yuan menyadari kedatangan mereka dan memerintahkan orang lain untuk segera waspada. Untungnya wajah Lao Liu tidak asing bagi mereka sehingga mereka tidak terburu-buru untuk melakukan serangan.
Lao Liu menggendong cucu satu-satunya miliknya dengan erat dan mendekat ke arah mereka. Baru siang hari ini dia menyusahkan mereka, tapi sekarang mereka harus meminta bantuan lagi pada orang-orang ini.
"Nak muda, temanmu! Temanmu ada di sana melawan zombie! Maukah kamu membantunya?!" Lao Liu meraih tangan Wen Yuan dan mengatakan beberapa hal dengan cepat.
Wen Yuan segera menenangkan Lao Liu dan membiarkan mereka berteduh terlebih dahulu. "Paman Liu, jangan khawatir. Bos Lin adalah yang terkuat di antara kami semua."
Sebelumnya, Lao Liu hanya mendengar suara Lin Su tanpa melihat orangnya sehingga dia sangat khawatir. Sekarang mendengar bahwa Lin Su sangat mampu, dia sedikit menurunkan hatinya.
"Apakah kamu lelah? Masuklah terlebih dahulu dan keringkan dirimu. Jangan sampai kamu terserang penyakit."
"Ah? O-oke. Tapi aku membawa semua teman-temanku."
"Tidak apa-apa. Masuklah, kami akan menjaga di sini sampai Bos Lin kembali."
"Terima kasih! Terima kasih!" Lao Liu membungkuk dalam-dalam ke arah Wen Yuan.
Segera semua mengucapkan terima kasih dan membungkuk kepada semua orang sebelum masuk ke dalam pabrik.
"Pastikan semua orang tidak memiliki luka oleh zombie." Wen Yuan diam-diam berbisik pada seseorang.
"Ya."
Kemudian selama waktu ini, baik Kong Li dan yang lain menyelamatkan beberapa orang lagi yang lari ke arah mereka dari serangan zombie.
Hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari akhirnya menunjukkan tanda-tanda reda.
Seakan-akan menandakan berakhirnya serangan zombie pada malam ini.
Ketika Lin Su kembali ke tempat tinggal sementara mereka, dia melihat beberapa orang yang telah menunggunya di depan pintu.
"Kakak Lin kembali!"
"Kakak Lin!"
"Kakak Lin!"
Semua orang melambaikan tangan mereka dengan bersemangat dan memanggil nama Lin Su, Lin Su balas melambaikan tangan dengan senyum di wajahnya.
Setelah semua orang masuk ke dalam pabrik dan mengeringkan diri, Lin Su mengumpulkan beberapa orang untuk berdiskusi.
"Semua orang telah melihat bahwa hujan akan segera berhenti, jadi aku ingin mendiskusikan dengan kalian tentang masalah pergi dari sini. Meskipun aku tahu kalian semua kelelahan, tapi tinggal lama di tempat yang lembab seperti ini mudah untuk mempengaruhi kesehatan banyak orang. Bagaimana pendapatmu?"
Meskipun pabrik ini sangat luas dan dapat menampung banyak orang, tapi selain alat-alat berat yang telah ditinggalkan, tidak ada lagi yang istimewa di tempat ini. Bahkan mereka semua harus duduk dan tidur langsung di tanah. Tidur langsung di tanah semen mudah menimbulkan penyakit.
Semua orang saling memandang dan mengangguk setuju.
"Ketika matahari naik dan hujan benar-benar tidak menghalangi, aku akan mengajak beberapa orang untuk mencari kendaraan yang dapat menampung banyak orang sekaligus."
Tidak ada yang menolak. Semua orang kembali ke tempat masing-masing dan beristirahat.
Hujan benar-benar berhenti ketika matahari naik dari timur. Sinar matahari yang merembes masuk dari kaca jendela pabrik membangun banyak orang dari mimpi.
Semua orang berlari keluar pabrik dengan senang hati untuk berjemur di bawah sinar matahari. Merasakan kehangatan yang sudah lama tidak mereka temukan.
Hujan hanya berlangsung selama kurang dari lima hari, tapi rasanya seakan-akan berminggu-minggu telah berlalu.
Setelah memastikan bahwa semua orang sarapan dengan cukup, Lin Su membawa beberapa orang yang bisa menyetir untuk keluar mencari mobil. Meninggal Kong Li untuk keadaan darurat.
Dengan melihat matahari, suasana hati banyak orang menjadi lebih baik. Orang-orang saling duduk merapat dan mendiskusikan sesuatu. Kemudian tanpa sengaja mereka menceritakan tentang apa yang mereka lakukan sebelum akhir dunia.
Semua orang bersenda gurau. Tanpa menyadari gelagat aneh seseorang di antara mereka.
"Kakak Kong, kamu mau ke mana?"
"Aku akan melihat-lihat sekitar, jika masih ada zombie yang bersembunyi."
"Aku ikut!"
"Bawa aku!"
"Kamu hanya mengganggu, tetaplah di sini."
__ADS_1
"Tidak, Kakak Kong! Aku hanya akan melihat dari belakang!"
"Pergi."
Percakapan di depan pintu tidak menghalangi banyak orang untuk menatap kagum. Selain Lin Su, Kong Li adalah orang nomor dua di kelompok ini. Dia tidak banyak bicara tapi kekuatannya sangat kuat. Dia juga selalu mendukung semua keputusan Lin Su. Sehingga semua orang tidak memiliki banyak penolakan terhadap dirinya.
Lin Su mengendarai satu mobil dan meninggalkan yang lain. Karena mereka berniat meninggalkan tempat ini, mereka telah mengemasi apa yang harus di bawa dan memasukkannya ke dalam bagasi. Mereka hanya harus menunggu kendaraan lain untuk mengangkut orang lain.
"Nyonya Fu, apakah kamu baik-baik saja? Kamu berkeringat banyak."
Seorang anak laki-laki berumur 4-5 tahun melihat seorang wanita dewasa yang duduk meringkuk dan mendekatinya.
"Per—gi."
Anak laki-laki itu tidak mendengarnya dengan jelas. "Apakah kamu sakit? Mau aku panggilkan dokter?"
"Ti—dak."
Anak itu mengerucutkan bibirnya tidak mengerti. Jika kamu sakit, kenapa kamu tidak pergi mencari dokter?
"Aku akan memanggil Nenek Lin, kamu tunggu di sini."
Wanita itu mencengkeram tangan anak laki-laki itu dan membentaknya dengan keras."Sudah ku—bilang, ja—ngan!"
Anak laki-laki itu ketakutan dan jatuh terduduk. Melihat ekspresi menakutkan Nyonya Fu, mulutnya seketika ditarik ke bawah. "Wuaah! Wuaah! Ayah! Ayah! Wuaah!"
Tangisan anak laki-laki itu segera menarik perhatian orang lain.
Segera seseorang mendekat. "Nyonya Fu, apa yang kamu lakukan? Lepaskan tangan Xiaoshi terlebih dahulu!"
Nyonya Fu hanya menundukkan kepala tanpa melihat orang yang datang. Tapi dia tidak melepaskan cengkraman tangannya dari anak itu.
"Nyonya Fu?"
"Wuaah! Ayah! Ayah!"
"nyonya Fu?"
Melihat bahwa Nyonya Fu tidak bereaksi dan mendengar tangisan Xiaoshi, wanita itu mencoba untuk melepaskan tangan Xiaoshi dari tangan Nyonya Fu sendiri.
Tapi begitu tangannya menyentuh tangan Nyonya Fu, dia merasakan rasa dingin yang menusuk hingga membuatnya merinding. Wanita itu terkesiap.
"Apa yang terjadi dengan Xiaoshi?" Orang lain datang untuk bertanya.
Wanita itu memegang tangannya dengan sedikit ketakutan. "Aku tidak tahu, Nyonya Fu tidak mau melepaskan tangan Xiaoshi."
"Xiaoshi? Xiaoshi? Apa yang terjadi nak?" Seorang pria berlari dengan cepat.
"Ayah! Ayah! Wuaah! Wuaah!"
"Xiaoshi!"
Orang-orang datang mendekat.
"Nyonya Fu, lepaskan tangan Xiaoshi dulu. Lihat, dia menangis sangat buruk."
"Ya, Nyonya Fu. Lepaskan tangan Xiaoshi, biarkan dia tenang terlebih dahulu."
"Nyonya Fu, ayah Xiaoshi telah meminta maaf. Ayo lepaskan tangan Xiaoshi."
"Nyonya Fu, tidak baik bertengkar di saat-saat seperti ini."
"Nyonya Fu, ... "
"Nyonya Fu, ... "
Semakin banyak orang yang mendekat, semakin banyak bujukan yang dilontarkan. Tapi tidak ada yang bisa membuat Nyonya Fu mau melepaskan tangan Xiaoshi.
Tangisan Xiaoshi menjadi semakin buruk, dia menangis hingga tersengal-sengal, wajahnya merah padam. Orang-orang di sekitar bingung dengan apa yang harus dilakukan.
"Biar aku lihat."
Nona Muda masuk ke dalam kerumunan.
Xuan Ye berjongkok di depan Nyonya Fu. Melihat pembuluh darah yang menonjol di tangan Nyonya Fu, dia tidak bisa tidak mengerutkan kening.
Tangan Xuan Ye menyentuh tangan Nyonya Fu. Tidak ada yang menyadari bahwa ekspresinya berubah untuk beberapa detik sebelum dia kembali normal. Kemudian...
Klik.
Suara tulang yang patah membuat banyak orang tercengang.
Bahu Nyonya Fu bergetar, tapi tidak ada teriakan atau tangisan sakit.
Ayah Xiaoshi segera menarik Xiaoshi dari tangan Nyonya Fu dan memeluknya sambil menjauh.
Pergelangan tangan Nyonya Fu patah oleh Xuan Ye, tapi tidak ada yang menyalahkannya karena semua orang kini menyadari keanehan Nyonya Fu.
"Mundur!"
Teriakan Xuan Ye menyadarkan mereka. Segera semua orang menjauh dari Nyonya Fu.
Nyonya Fu tiba-tiba berdiri dengan goyah, tubuhnya bergetar dari waktu ke waktu. Ketika dia akhirnya mengangkat kepalanya, semua memiliki ekspresi tidak percaya.
Wajah abu-abu itu sangat familiar.
"Pergi! Nyonya Fu akan berubah menjadi zombie!"
"Zombie? Aaaah!"
Orang-orang segera berteriak histeris dan kabur.
"Aaaah zombie! Nyonya Fu berubah menjadi zombie!"
"Zombie! Ada zombie!"
Teriakan histeris memenuhi pabrik, menarik perhatian orang-orang yang tidak tahu situasi.
"Zombie? Di mana zombie?"
"Apa yang kamu lakukan? Cepat, ada zombie!"
__ADS_1
Nyonya Fu yang sedang dalam transformasi menjadi zombie, masih memiliki sedikit kesadaran. "Ke... Napa? Ke–napa hanya a–ku? Kenapa... KENAPA HANYA AKU?!"
Tubuhnya berjalan dengan terhuyung-huyung. "Su–ami... Sua–mi... di mana ka–mu?" Apakah kamu meninggalkan ku? Apakah kamu tidak menyayangi ku lagi?
Aku akan benar-benar menjadi zombie? Nyonya Fu melihat kuku kedua tangannya yang telah menjadi abu-abu dan pada ekspresi ketakutan orang lain. Lalu karena aku akan menjadi zombie, aku akan membawamu bersamaku...
"Roar!"
"Aaaah!"
Zombie Nyonya Fu menyeringai lebar, memperlihatkan giginya yang tajam. Dia berjalan dan melompat dengan cukup cepat, semakin membuat panik semua orang.
Semua orang berebut untuk keluar dari pintu.
"Roar!"
Zombie Nyonya Fu meraih satu orang dan menggigitnya dengan kuat.
"Aaaah!"
Semua orang berhamburan keluar. Bahkan orang-orang tua dari kelompok Lin Su sedikit kewalahan.
Pasalnya tidak ada Lin Su dan Kong Li yang bisa mengendalikan keadaan di sini. Orang-orang yang cukup kuat telah mengikuti Kong Li berkeliling untuk melihat keadaan di sekitar. Juga Zombie Nyonya Fu benar-benar berbeda dari zombie-zombie yang pernah mereka lihat sebelumnya, yang bisa dibunuh dengan beberapa pukulan.
"Pergi ke mana Kong Li dan yang lain pergi! Aku akan menahannya di sini!" Profesor Lin memerintahkan pemuda di sebelahnya untuk pergi.
"Profesor Lin!" Pemuda itu berteriak tidak setuju.
"Pergi!"
Satu orang lagi digigit oleh zombie Nyonya Fu.
"Cepat pergi!"
Pemuda itu tidak punya pilihan dan bergegas pergi.
Xuan Ye menimbang-nimbang pipa baja di tangannya. Setelah itu dia berlari ke arah zombie Nyonya Fu dan memukul punggungnya.
"Roar!"
Zombie Nyonya Fu menoleh dengan ganas. Pukulan itu sama sekali tidak memberikan efek apapun padanya.
Xuan Ye berguling ke samping begitu zombie Nyonya Fu melompat ke arahnya. Tidak memedulikan tanah yang becek akibat hujan, Xuan Ye bangkit kembali dan mencoba mengehentikan zombie Nyonya Fu.
"Aaaah! Ada zombie lagi!"
Beberapa orang yang telah digigit oleh Nyonya Fu kini telah berubah menjadi zombie yang utuh.
"Lari!"
Xuan Ye tanpa pengawalnya, merasa sedikit tidak berdaya. Seandainya saja Song Fengyu tidak menawarkan diri untuk ikut mencari mobil... Seandainya saja...
"Aaaah!"
"Istri! Istri! Ini aku! Aku tidak sengaja meninggalkan mu sebentar, apakah kamu marah? Istri! Istri!"
Di saat orang lain melarikan diri untuk menyelamatkan nyawa mereka, seorang pria kurus berlari berlawanan arah dan bergegas ke arah zombie Nyonya Fu.
"Roar!"
"Istri, maafkan aku! Maafkan aku! Aku tidak akan meninggalkan mu lagi! Aku berjanji, aku berjanji!"
"Tuan Fu! Apa yang kamu lakukan?!" Seseorang berteriak padanya.
Tuan Fu menggeleng keras, air mata jatuh dari kedua matanya. Dia tidak menghiraukan panggilan orang lain dan melompat untuk memeluk zombie Nyonya Fu.
"Roar!"
Tapi bagaimana bisa zombie tanpa kesadaran menanggapi panggilannya?
Tuan Fu tidak berhenti memanggil nama istrinya. Bahkan jika tubuhnya dicabik-cabik oleh zombie Nyonya Fu, bahkan jika tubuhnya digigit, dia tetap memeluk erat zombie Nyonya Fu. Darah keluar dari lukanya tanpa henti, sampai matanya perlahan-lahan menghitam, Tuan Fu tidak berhenti memanggil nama istrinya.
"Roar!"
Tubuh Tuan Fu terlempar ke tanah sementara zombie Nyonya Fu kembali merajalela.
"Lari!"
Profesor Lin lari bersama Nyonya Lin. Mereka berlari dengan banyak orang lain.
Tiba-tiba suara mesin mobil menarik perhatian mereka. Sebuah mobil hitam muncul dari kejauhan.
"Kakak Lin kembali!"
"Kakak Lin!"
"Kakak Lin!"
Orang-orang sangat bersemangat dan berlari ke arah mobil datang.
Profesor Lin lega melihat kembalinya Lin Su dan yang lain, dan segera menyeret Nyonya Lin ke arah mereka.
Di arah yang lain, Lin Su kembali mengendarai mobil sendirian. Beberapa saat yang lalu dia tiba-tiba merasakan kegelisahan yang kuat, jadi dia membiarkan orang lain mengendarai bus dan dia sendiri ngebut untuk kembali.
Ternyata perasaannya benar. Dengan penglihatan Lin Su yang tajam, dia segera melihat zombie yang mengejar semua orang. Dia segera menginjak pedal gas dengan kuat.
Zombie Nyonya Fu semakin dekat dengan mereka. Beberapa orang lari mati-matian untuk menyelamatkan diri. Beberapa orang memisahkan diri dari kerumunan. Dan beberapa orang menarik orang lain untuk dijadikan tameng.
Dan Profesor Lin tidak siap ketika dia tiba-tiba dijegal oleh seseorang.
Profesor Lin jatuh tersungkur ke tanah dan menarik Nyonya Lin bersamanya.
"Profesor Lin!"
"Profesor Lin!"
Pupil Lin Su menyusut. Dia segera menghentikan mobilnya dan berlari keluar.
Zombie Nyonya Fu melihat Profesor Lin yang jatuh dan melompat untuk menerkamnya.
Mata Lin Su memerah.
__ADS_1
"Ayah!"