Phoenix Penghancur

Phoenix Penghancur
83. Medan Perang


__ADS_3

Alarm berbunyi.


Semua pembudidaya, baik pembudidaya sekte maupun pembudidaya longgar segera pergi keluar gerbang.


Dari jauh sudah terlihat para binatang buas yang berbaris rapi dan bergerak maju.


Feng Mo dan Kong Li bercampur dengan pembudidaya lain.


"Bunuh!"


"Bunuh!"


"Bunuh!"


Begitu genderang berbunyi, seluruh pembudidaya bergegas maju untuk berperang!


Para binatang buas meraung sahut bersahutan, mereka melompat dengan keempat kaki dan berlari maju.


Kedua belah pihak bertemu.


Seorang pembudidaya menggunakan pedang untuk memotong binatang buas menjadi dua.


Seekor binatang buas melompat tinggi, dia membuka mulutnya lebar-lebar dan mengigit sepotong daging dari seorang pembudidaya.


Kedua belah pihak saling bertarung, tidak menyerah sedikitpun.


Feng Mo menginjak kepala seekor binatang buas dan melompat ke udara, tangannya memegang pedang yang ditujukan untuk binatang buas tingkat 5 yang tersembunyi di belakang.


Begitu kepala binatang buas jatuh, Feng Mo menuju binatang buas tingkat 5 yang lain.


Di belakang, Kong Li memukul kepala binatang buas dengan tangan emasnya, memukul sampai kepalanya hancur lebur.


Yan Haoran dan Qi Yuzhi menebas binatang buas seperti memotong melon dan sayuran.


Wang Zeming tidak kalah, mantra esnya langsung membekukan binatang buas tingkat rendah sampai mati, dan membuat binatang buas yang sedikit kuat tidak bisa bergerak dan hanya bisa menunggu kematian.


Bintang kejeniusan bersinar terang, membuat orang-orang di belakang tidak mau kalah.


"Bunuh!"


"Bunuh!"


Genderang pertempuran berbunyi selama dua hari satu malam sebelum benar-benar berhenti. Para binatang buas itu mundur dari garis depan setelah menelan banyak kekalahan.


Pertempuran berakhir dan para pembudidaya tergeletak kelelahan di tanah.


"Sudah berakhir." Seorang pembudidaya bergumam pelan.


Teman di sebelahnya menendang dengan main-main. "Ini baru permulaan."


Feng Mo dan Kong Li juga kembali ke pos berkumpul. Tubuh mereka penuh dengan debu dan darah. Mereka tidak sempat berganti pakaian karena mereka tidak berhenti sekalipun selama membunuh binatang buas, kecuali ketika mereka mengisi ulang energi spiritual. Itupun dengan tergesa-gesa.


Setelah beristirahat untuk satu malam, keduanya tidak berhenti dan pergi ke alam liar untuk berburu.


Tanah lapang di luar telah dibersihkan dari ceceran darah dan mayat binatang buas. Tidak terlihat bekas pertempuran sedikitpun. Tentara bergerak dengan cepat ketika membersihkan medan perang.


Pagi ini terlihat lebih banyak pembudidaya yang datang dari luar. Warna jubah ungu yang mencolok mengingatkan Feng Mo bahwa ini adalah anak-anak yang dibesarkan oleh Paviliun Tianji.


Tidak semua anggota Mengjia bisa disebut Paviliun Tianji, tapi yang pasti anggota Paviliun Tianji memiliki nama keluarga Meng. Adapun mengapa Wei Xiyan tidak menggunakan nama keluarga Meng, mungkin hanya mereka yang tahu.


Orang-orang dari Gujia mudah di kenali, Feng Mo dapat mencium bau rumput spiritual dan bau pil ajaib dari tubuh mereka. Juga kebanyakan seorang Alkemis tidak pandai bertarung sehingga mereka hanya bertanggung jawab untuk bagian logistik di belakang medan perang.


Feng Mo tidak tahu bahwa ketika dia dan Kong Li keluar dari pos, dua orang telah melihat keberadaan mereka.


"Orang itu yang kamu lihat kemarin?"

__ADS_1


Orang lain menoleh dan melihat punggung Feng Mo, kemudian mengangguk. "Ya. Meskipun dia bukan pembudidaya pedang tapi gerakan pedangnya sangat tegas dan mantab. Tidak seperti orang lain yang hanya menggunakan pedang sebagai senjata."


Gao Minjue melirik Wen Jianying dengan tenang. "Kamu ingin merekrutnya ke dalam sekte?"


Wen Jianying menggeleng, "Aku telah melihat orang seperti itu, orang-orang yang tidak mau dikekang dan hanya ingin terbang bebas di langit. Tapi jika dia mau bergabung dengan sekte, tentu saja aku tidak akan menolaknya. Kamu baru saja melihatnya, kenapa kamu bisa mengenalinya?"


"Kamu mengatakannya kemarin, pembudidaya kuat yang memakai jubah hitam."


"Benarkah? Ngomong-ngomong, apakah kamu masih ingin membawa Xiaoqi? Pertarungan kalian nanti pasti sangat besar, kamu tidak takut melukainya secara tidak sengaja?"


"Tidak apa-apa, biarkan dia melihat dunia yang lebih besar."


"Kalau begitu aku tidak punya pendapat."


Keduanya berjalan masuk ke dalam pos perkumpulan.


Alarm berbunyi nyaring.


Seorang pemuda tidak memperhatikan bagian belakang punggungnya ketika sedang melawan seekor binatang buas. Hanya ketika dia mendengar bunyi ledakan di belakang, dan suara dentuman benda jatuh, dia menyadari bahwa seseorang baru saja menyelamatkan nyawa kecilnya.


Sebuah bayangan melintas dengan cepat di belakangnya.


"Taois Li, terima kasih!"


Feng Mo hanya menganggukkan kepala dan mencari target lain.


"Itu adalah Kadal bergerigi tingkat 6!"


Sebuah teriakan datang dari arah lain diikuti dengan sebuah ledakan energi. Beberapa pembudidaya terlempar akibat dampak ledakan.


Feng Mo segera melambaikan tangan, mencegah orang-orang itu mencium tanah dengan tragis. Kemudian dia mengambil pedang dan pergi melawan Kadal bergerigi tingkat 6.


Kadal bergerigi memiliki tinggi badan dua meter dan panjang lima meter. Di sepanjang punggungnya tumbuh taji tulang yang menonjol.


Rata-rata binatang buas tingkat rendah tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan energi spiritual yang mereka serap dalam tubuh, sehingga mereka hanya bisa menjadi makanan bagi binatang buas yang lain.


Namun ada juga beberapa binatang buas yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan energi spiritual dan mengeluarkan atribut elemen.


Mereka bisa mengeluarkan atribut mereka dan menyerang manusia.


Setelah beberapa tebasan tidak membuat luka dan hanya meninggalkan bekas sayatan, Feng Mo menyimpan kembali pedang ke alam spiritual.


Bola api muncul satu demi satu di langit, jatuh seperti meteor pada Kadal bergerigi.


Tapi tiba-tiba sebuah tudung energi menyelimuti Kadal bergerigi, membuat bola api Feng Mo hanya mengenai tudung energi itu sebelum meledak. Dan tentu saja Kadal bergerigi masih berdiri tanpa terluka sedikitpun.


Feng Mo sedikit menyesal.


Sebuah serangan datang dari arah belakang, Feng Mo segera menyingkir.


Suhu turun secara tiba-tiba, beberapa kerucut es muncul dari tanah dan menusuk perut Kadal bergerigi yang tidak berhasil menghindar. Serangan itu berhasil melukai Kadal bergerigi, karena Feng Mo dapat melihat darah merah merembes turun dari kerucut es.


Kadal bergerigi meraung kesakitan. Ekornya berayun-ayun membabi buta. Keempat kakinya menghentak tanah dengan kuat.


Pembudidaya di sekitar segera menyingkir dari area amukan Kadal bergerigi.


Feng Mo melihat Wang Zeming datang, mereka saling memandang dan mengerti arti pandangan masing-masing.


Kali ini Kadal bergerigi tidak sekuat binatang buas tingkat 6 yang pernah mereka temui sebelumnya, mereka masih bisa bekerja sama untuk mengalahkan Kadal bergerigi ini sebelum Yan Haoran datang untuk ikut serta.


Meskipun di permukaan mereka tampaknya berteman baik, tapi bagaimanapun juga dunia ini adalah dunia kultivasi diri. Yang kuat mengalahkan yang lemah. Masing-masing dari mereka ingin bersaing menjadi yang terkuat dan mengalahkan yang lain.


Mereka tidak ingin berada di bawah belas kasihan orang lain suatu hari nanti.


Dua bayangan hitam putih bergerak dengan cepat, dingin yang ekstrem dan panas yang menyengat, bolak-balik serangan jatuh pada Kadal bergerigi.

__ADS_1


Pembudidaya yang lain mundur lebih jauh dari area pertempuran. Perasaan dingin dan panas itu juga dapat mereka rasakan bahkan dari jauh.


"Bulu Api Neraka!"


"Es Abadi!"


Ribuan api biru dan jarum perak muncul di langit dengan cara yang spektakuler, kemudian mereka jatuh pada Kadal bergerigi.


BOOM!


Ledakan itu sangat kuat. Debu langsung naik ke udara, angin berhembus dengan kuat menghalangi pandangan orang lain.


Kadal bergerigi meraung untuk terakhir kalinya sebelum akhirnya suaranya perlahan-lahan berhenti.


Ketika debu akhirnya menghilang, Kadal bergerigi telah mati dengan tubuh yang hampir tidak utuh.


"Kalian berdua meninggalkan ku." Yan Haoran datang seperti yang mereka duga.


Baik Feng Mo dan Wang Zeming membuang muka masing-masing, kemudian pergi mencari lawan lagi.


Yan Haoran juga tidak peduli, pergi mencari binatang buas lain yang cukup kuat untuk membuatnya menggerakkan tangan.


Di pos pengamatan, beberapa orang melihat apa yang baru saja terjadi.


"Fan Bowen, sepertinya murid sektemu bertemu seorang lawan. Kekuatannya tidak kalah dengan milik murid sektemu. Dia pasti akan menjadi seorang pembudidaya kuat di masa depan."


Fan Bowen meliriknya dengan aneh. "Apa yang kamu banggakan? Anak itu bahkan bukan milik Paviliun Tianji-mu."


Meng Su menahan diri untuk tidak memutar matanya. Jadi bagaimana jika dia bukan milik Paviliun Tianji? Dia adalah pemilik masa depan Paviliun Tianji.


Ajudan Ning menuangkan teh untuk masing-masing dari mereka dengan senyum sopan.


Fang Shao masih menyeka pedang kelahirannya dengan serius, tidak peduli dengan pertengkaran pria-pria tua itu.


Para pembudidaya Mahayana ini tidak akan ikut campur dalam pertempuran tingkat menengah ini. Mereka hanya mengawasi ketika murid-murid sektenya atau anak-anak keluarganya bertarung dengan binatang buas. Dan mereka hanya akan bergerak jika binatang buas yang merepotkan muncul.


Seperti binatang buas tingkat 6 ini, ketika seseorang bisa mengalahkannya, mereka tidak akan bergerak. Tapi jika lain kali binatang buas tingkat 7-8 muncul, mereka akan segera datang tanpa membiarkan korban jiwa muncul terlebih dahulu.


"Apakah mereka sudah selesai bicara?" Fan Bowen bertanya pada Ajudan Ning. Mereka yang dia bicarakan adalah para pembudidaya Kesengsaraan yang sedang berdiskusi tentang Rumput naga. Atau bisa dikatakan sedang berdebat tentang perebutan Rumput Naga.


Kali berita tentang Rumput naga telah bocor dengan begitu cepat. Banyak pembudidaya Kesengsaraan datang dan berniat mengarungi air berlumpur ini dan tidak akan menyerah dengan mudah.


"Sepertinya pembicaraan ini tidak berhasil."


Meng Su mendengus. Mencemooh dalam hati. Orang-orang yang takut mati itu pasti tidak akan mau pergi dengan mudah.


Setelah pertempuran selesai, Feng Mo pergi mencari Kong Li.


Seorang pembudidaya melihatnya mencari kiri-kanan tanpa menemukan seseorang dan memberitahunya tentang keberadaan Kong Li di tenda medis.


Setelah mengucapkan terima kasih, Feng Mo pergi ke tenda medis.


Tenda medis mengumpulkan banyak pembudidaya yang terluka. Baik yang terluka ringan maupun berat.


Di medan perang, terluka adalah hal yang biasa. Entah mereka tidak terlalu kuat untuk melawan atau mereka tidak sengaja melukai diri mereka sendiri.


Feng Mo menemukan Kong Li di sebuah tenda. Kong Li terlihat sangat berantakan.


Feng Mo datang memeriksa semua luka di tubuhnya. "Saudaraku, bagaimana kamu terluka?"


Melihat kedatangan Feng Mo, Kong Li tersenyum kecut. "Itu terjadi begitu saja. Ketika aku baru saja membunuh seekor binatang buas, binatang buas lain yang lebih kuat tiba-tiba datang menyerangku dengan ganas. Orang lain mengatakan bahwa aku baru saja membunuh anak binatang buas itu, dan induknya datang untuk membalas dendam. Matanya merah hampir gila, jika Taois Yan tidak menolongku. Mungkin aku akan terluka lebih parah."


Melihat tidak ada yang serius, Feng Mo sedikit lega. "Ayo pergi berterima kasih besok."


"Oke."

__ADS_1


__ADS_2