Phoenix Penghancur

Phoenix Penghancur
77. Tertunda


__ADS_3

Suara auman binatang buas terdengar dari balik pepohonan.


Tidak lama kemudian suara tabrakan benda keras terdengar dilanjutkan dengan suara dentuman. Asap tebal naik ke udara menghalangi penglihatan.


Seekor binatang buas naik dari reruntuhan pohon. Binatang buas setinggi sepuluh kaki itu meraung marah dan berlari untuk menyerang lagi.


Kong Li mengepalkan tangan emasnya dan juga mengayunkan tinjunya.


Dua kekuatan saling bertabrakan dan menghasilkan daya ledak yang kuat.


Samar-samar seseorang bisa mendengar suara retakan.


Boom!


Ketika debu mengendap, Kong Li terlihat masih berdiri dengan kokoh.


Binatang buas berbentuk Bison tingkat semu 5 itu sudah tergeletak di tanah. Kepalanya hancur di beberapa titik.


Feng Mo melompat turun dari atas pohon.


"Ada sinyal di arah Utara, ayo pergi. Mungkin seseorang sedang membutuhkan bantuan."


"Oke."


Keduanya terbang ke arah Utara dengan secepatnya.


Setelah beberapa saat mereka mendengar suara pertempuran sengit dan suara teriakan beberapa orang.


Keduanya melihat dari langit, sekelompok kecil murid sekte yang sedang di keliling oleh puluhan binatang buas. Kepala mereka hampir tidak terlihat dari tanah karena padatnya binatang buas. Feng Mo tidak akan menyadarinya jika dia tidak melihat dari atas.


Feng Mo terkejut, bagaimana mereka bisa memprovokasi begitu banyak binatang buas?


Keduanya tidak berani mendekat.


"Senior Zhu, kami tidak bisa seperti ini terus! Jika kita tidak segera melarikan diri, kami akan mati di sini! Binatang buas itu semakin bertambah!"


"Aku tahu." Bukannya mereka tidak mau tapi mereka tidak bisa pergi. Tidak ada cara untuk melarikan diri.


Mereka telah bertarung untuk waktu yang lama dan hampir menghabiskan seluruh energi spiritual dalam tubuh.


Tidak ada di antara mereka berlima yang masih punya banyak kekuatan untuk melawan binatang buas satu persatu sambil membuka jalan untuk melarikan diri.


Jimat dan alat spiritual mereka juga sudah banyak yang habis untuk menyelamatkan diri dari pengepungan binatang buas.


Masing-masing dari mereka telah kelelahan. Keringat dingin membasahi sekujur tubuh. Tangan mereka sedikit gemetar karena kewalahan.


Binatang buas yang mengepung mereka tidak hanya dari tingkat 5, tapi juga banyak dari tingkat 4 ke bawah. Mereka telah menghabiskan banyak usaha untuk membunuh binatang buas tingkat 5 sebelumnya.


Serangan demi serangan dilempar untuk membunuh binatang buas, tapi binatang buas yang datang lebih banyak lagi daripada yang telah mereka bunuh.


Zhu Jinrui, sebagai pemimpin dari lima orang ini sedikit tegang karena harus selalu waspada. Untuk melindungi dirinya sendiri dan junior-juniornya. Kemudian harus waspada terhadap serangan binatang buas di sekelilingnya.


Tiba-tiba sesosok binatang buas berdiri dari dalam kerumunan, tubuhnya yang benar dan tinggi menjulang menutupi langit.


"Awas!"


Pupil Zhu Jinrui menyusut. Bayangan yang besar itu akan jatuh menimpanya!


Tiba-tiba sesuatu melintas dengan capat dan menabrak binatang buas itu.


Boom!


Sebuah ledakan menghancurkan tangan binatang buas tersebut,


raungan kesakitan segera menggema. Percikan api muncul dari ledakan itu dan memercik ke mana-mana.


Zhu Jinrui mundur untuk menghindari terkena dampaknya.


Tapi tidak berhenti di situ. Satu demi satu sesuatu turun dari langit. Seperti meteor yang jatuh dari langit.


Boom!


Boom!


Boom!


Ledakan terjadi di mana-mana, beberapa mengenai binatang buas itu secara langsung, dan beberapa jatuh langsung ke tanah.


Memercikkan api dan membakar ke mana pun benda itu jatuh.


Para binatang buas itu segera menghindar dengan panik.


Ada binatang buas yang terkena percikan api, segera api itu menyerempet dan membakar tubuhnya.


"Senior Zhu!" Ini adalah kesempatan untuk melarikan diri.


Zhu Jinrui juga mengerti. "Ayo pergi!"


Mengambil kesempatan ketika binatang buas sedang dalam kekacauan, Zhu Jinrui memimpin empat orang yang lain untuk menyelinap di antara binatang buas.


Binatang buas itu saling bertabrakan dalam kekacauan. Asap yang tebal dan debu yang bertebaran di mana-mana sedikit menyulitkan mereka untuk segera pergi. Tapi mereka tidak menyerah, sambil melindungi pernafasan mereka, mereka mencoba bergerak di antara kaki-kaki binatang buas tersebut


Raungan kesakitan para binatang buas itu sangat keras sehingga membuat telinga mereka berdengung.

__ADS_1


Api menyelimuti puluhan binatang buas sekaligus.


Di antara para binatang buas yang sedang terbakar, mereka berlima dengan tergesa-gesa mencoba mencari jalan keluar. Mereka juga berusaha untuk menghindari api tersebut.


Ketika mereka hampir berhasil keluar dari pengepungan—


"Aaaa!"


Salah seorang dari mereka terjatuh. Dan sesuatu menyeretnya kembali ke lingkaran api.


"Jingyi!"


Seseorang pemuda hendak menyusul tapi Zhu Jinrui segera menghentikannya. "Pimpin yang lain pergi! Aku akan menyelamatkan Xue Jingyi!"


"Tidak! Aku akan melakukannya sendiri!"


"Xue Zixuan! Kamu terluka! Qin jiu! Yang Xin! Bawa dia!"


Dua orang yang lain datang untuk menarik dan menyeret Xue Zixuan pergi.


"Tidak! Jingyi! Aku akan menyelamatkan Jingyi!"


Zhu Jinrui kembali ke tempat Xue Jingyi jatuh sebelumnya. Ketika dia kembali, dia melihat Xue Jingyi yang pingsan karena terjerat oleh Piton tingkat 5.


Zhu Jinrui tidak punya waktu untuk mengeluarkan senjata ajaibnya ketika Piton itu membuka mulutnya lebar-lebar hendak memakan Xue Jingyi.


Wajah Zhu Jinrui memucat.


Tiba-tiba sebuah panah api melesat melewati kepala Xue Jingyi dan masuk ke dalam mulut Piton.


Boom!


Mulut Piton itu meledak. Darah dan daging cincang memercik ke wajah pucat Xue Jingyi.


Piton menggelepar kesakitan.


Sementara itu Zhu Jinrui segera menarik Xue Jingyi dari belitan ekor Piton dan membawanya pergi.


Mayat binatang buas jatuh satu demi satu di lingkaran api.


Bau daging terbakar memenuhi udara. Asap hitam membumbung tinggi.


Namun meski begitu masih ada satu-dua binatang buas yang masih belum sepenuhnya mati, jika mereka tidak segera pergi, mereka mungkin tidak akan selamat.


Raungan kesakitan binatang buas yang telah melarikan diri terdengar dari jauh.


Api yang besar membakar segalanya, pohon-pohon di sekitar juga ikut terbakar. Zhu Jinrui tidak punya pilihan, energi spiritual terakhir dalam tubuh digunakan untuk menggunakan pedang terbang untuk keluar dari kawasan api.


Zhu Jinrui terbang ke arah yang lain melarikan diri.


Dua orang tiba-tiba muncul, Tidak lain adalah Feng Mo dan Kong Li.


Zhu Jinrui segera waspada, dia melindungi Xue Jingyi yang pingsan di belakang tubuhnya. "Saya tidak tahu siapa rekan taois ini?"


"Jika kamu ingin pergi, kamu harus terlebih dahulu menghancurkan pakaian wanita itu!"


"Apa maksudmu?!" Zhu Jinrui terkejut dan marah.


Feng Mo tidak peduli. "Pakaian wanita itu telah ditaburi bubuk penarik binatang buas, jika kamu tidak segera menghancurkannya, bahkan jika kamu melarikan diri ke ujung hutan, binatang buas masih akan menyusulmu."


Zhu Jinrui pucat. "Bagaimana mungkin? Kenapa aku tidak menciumnya?"


"Itu adalah bubuk tidak berwarna dan berbau, dan hanya berfungsi ketika terkena keringat."


"Senior Zhu!"


"Jingyi!"


Tiga orang lain segera menyusul.


Feng Mo dan Kong Li sedikit menyingkir.


Zhu Jinrui segera memberikan Xue Jingyi yang pingsan pada saudara laki-lakinya. "Ganti pakaian Jingyi, cepat! Ada bubuk penarik binatang buas di pakaiannya!"


"Apa?!"


"Bagaimana bisa?!"


"Siapa yang melakukannya?!"


Tiga orang itu berteriak tidak percaya. Bagaimana bisa ada bubuk penarik binatang buas pada mereka?!


Xue Zixuan segera mengambil Xue Jingyi dan membawa saudara kembarnya ke balik pohon sementara yang lain waspada.


Yang Xin, seorang pembudidaya wanita dalam kelompok segera menyadari kehadiran dua orang asing. "Apakah kalian berdua yang menyelamatkan kami?"


Zhu Jinrui juga tersadar. "Terima kasih telah menyelamatkan kami, kami tidak akan melupakan anugerah penyelamatan ini."


Kong Li segera angkat bicara, "Taois ini sopan, kebetulan kami berada tidak jauh dari sini ketika melihat suar yang kalian nyalakan."


"Saya Zhu Jinrui, kami dari Sekte Tianying."


"Nama keluarga Mo, Mo Kong. Ini adik laki-lakiku, Mo Li."

__ADS_1


Xue Zixuan keluar dengan Xue Jingyi di pelukannya. Xue Jingyi telah berganti pakaian baru.


Kong Li sedikit terkejut, pasalnya ketika dia pertama kali melihat keberadaan mereka, orang bernama Xue Jingyi ini berpakaian seperti laki-laki. Jika bukan karena Feng Mo meneriakkan 'wanita' ini-itu sejak awal, dia tidak akan tahu bahwa orang ini adalah seorang perempuan.


"Bagaimana dengan jubahnya? Sudah kamu bakar?"


Xue Zixuan menggeleng. "Aku meninggalkannya di belakang, biarkan para binatang buas tertarik, supaya kita bisa pergi."


"Kamu benar, ayo pergi terlebih dahulu."


Mereka pergi dengan tergesa-gesa dari wilayah tersebut dan hanya berhenti ketika mereka mencapai tempat yang di rasa aman.


Kong Li menawarkan pil penyembuhan pada mereka. Dan mereka juga bergantian bermeditasi untuk mengisi ulang energi spiritual.


"Uhuk! Uhuk!" Xue Jingyi bangun dari pingsannya. Melihat tempat asing dan semua orang selamat, dia merasa lega.


"Jingyi, apakah kamu baik-baik saja?" Xue Zixuan menopang saudara kembarnya untuk duduk.


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Bagaimana dengan kalian?"


"Ya, tidak apa-apa. Untungnya ada dua orang ini yang melihat suar darurat kami, dan membantu kami melarikan diri."


"Hei apa yang sebenarnya terjadi? Jinrui, bukankah kamu mengatakan bahwa pakaian Jingyi memiliki bubuk penarik? Dari mana kamu mengetahuinya? Kenapa aku tidak tahu?" Yang Xin mengalihkan pandangannya pada Zhu Jinrui.


Zhu Jinrui menunjuk pada Feng Mo. "Taois Mo mengatakan bahwa pakaian Jingyi ada bubuk penarik binatang buas."


Feng Mo mengangguk. "Ketika aku berpapasan dengan Taois Zhu aku menciumnya dari pakaian Nona Xue."


Yang Xin melihat dengan curiga. "Bagaimana kamu mengetahuinya? Kami telah bersama Jingyi sejak awal dan kami tidak mencium bau mencurigakan apapun."


"Bubuk penarik ini tidak berwarna dan tidak berbau, hanya bereaksi ketika terkena keringat. Jadi Nona Xue mungkin baru terkena bubuk itu baru-baru ini."


Kelima orang itu terkejut. Baru-baru ini?


Yang Xin masih tidak percaya. "Karena tidak berwarna dan tidak berbau, bagaimana kamu bisa mengetahuinya?!"


"Xinxin, hentikan."


Feng Mo tidak khawatir. "Karena aku punya penelitian tentang bubuk ini."


"Apakah kamu seorang Alkemis?"


Feng Mo tidak menjawab.


Di sana Xue Zixuan bertanya pada saudara kembarnya, "Jingyi, beritahu kami bagaimana ada bubuk penarik binatang buas di pakaianmu?"


"Bagaimana aku tahu?"


Feng Mo bertanya, "Sebelum ini apakah kalian berpapasan dengan pembudidaya lain yang mencurigakan?"


Zhu Jinrui mengerutkan kening. "Tidak, tidak ada pembudidaya yang mencurigakan."


"Tapi kami berpapasan dengan murid-murid sekte Honglian sebelumnya." Pembudidaya wanita itu menyela.


"Yang Xin, kamu tidak mencurigai mereka kan?"


"Kami hanya bertemu dengan mereka hari ini."


"Apakah mereka yang memasang jebakan untuk kami?" Orang lain sedikit tidak yakin.


Zhu Jianrui membantah. "Tidak mungkin!"


Orang-orang memandangnya dengan aneh. Zhu Jinrui sedikit malu.


"Jingyi, adakah orang aneh yang mendekatimu sebelumnya?"


"Tidak."


"Orang yang berpura-pura dekat denganmu?"


Xue Jingyi mengerutkan dahi. "Sepertinya tidak, tapi ketika kami berpapasan dengan murid-murid sekte Honglian itu, ada seorang murid yang mendekatiku dan mengajakku bicara, tapi wajahnya pucat ketika aku menanggapinya. Mungkinkah dia?"


Qin Jiu datang untuk mengejek. "Bagaimana tidak, kamu berpakaian seperti Xue Zixuan, ketika kamu tidak berbicara, dengan wajah dinginmu, siapa yang akan mengira bahwa kamu adalah seorang perempuan?"


Xue Zixuan dan Xue Jingyi adalah sepasang saudara kembar, wajah mereka sangat mirip seperti terbuat dari cetakan yang sama. Jika bukan karena Xue Jingyi adalah seorang wanita, mereka mungkin tidak akan bisa dibedakan lagi.


Zhu Jinrui dan Yang Xin saling memandang.


"Kapan dia mendekatimu?"


"Ketika Senior Zhu dan Sister Tan berbicara berdua."


"Mungkinkah dia?" Yang Xin mengelus-elus dagunya.


"Tidak ada tersangka lain."


"Lalu bukankah dia masih bersama kelompok sekte Honglian sekarang?"


Beberapa orang saling memandang.


"Ayo susul! Mereka mungkin sedang dalam kesulitan sekarang!"


Seseorang segera menjadi tidak sabar, dan memimpin kelompok untuk pergi.

__ADS_1


"Pergi?" Kong Li bertanya pada Feng Mo.


Feng Mo mengangguk. "Ayo."


__ADS_2