
"Berapa lama lagi sebelum rumput Naga akan segera matang?"
"Setengah tahun lagi."
"Apakah kamu benar-benar ingin pergi ke sana?"
Feng Mo menghentikan tangannya yang sedang membuat larik jimat. Segera jimat terakhir gagal dan hancur. Feng Mo menyingkirkannya dengan tenang dan menatap Kong Li yang merasa bersalah.
"Apa maksud Saudara Li? Apakah kamu tidak ikut pergi?"
Kong Li menurunkan pandangannya. "Sejak terakhir kali aku terluka, aku berpikir bahwa aku tidak cukup kuat, akan lebih baik bagiku untuk tetap di sini untuk menyelamatkan mu dari terus mengkhawatirkan ku." Meskipun mereka bisa menggunakan jimat penyembunyian, jimat teleportasi, tapi ada banyak pembudidaya kuat di sana, lebih baik tinggal di sini daripada harus selalu khawatir ditemukan oleh orang lain.
Feng Mo mengernyitkan dahi. Tidak bisa membantah. Alasan kenapa akhir-akhir ini dia sibuk membuat banyak jimat dan alat penyelamatan diri adalah karena dia takut Kong Li akan terluka secara tidak sengaja ketika para pembudidaya Kesengsaraan itu bertarung.
Rumput Naga dapat menambah shaoyuan sehingga pertempuran ini diharapkan menjadi pertarungan hidup dan mati. Pertarungan antara pembudidaya Kesengsaraan tidak pernah menjadi sesuatu yang baik.
"Kamu tidak khawatir tinggal di sini sendirian?"
"Ada banyak pembudidaya di sini, dan kami hanya membunuh binatang buas. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
Feng Mo terdiam sejenak sebelum bangkit dari duduknya. "Aku akan mencari udara di luar."
"Um."
Feng Mo keluar dari tenda.
Pos terdepan di malam hari tidak berbeda dengan di siang hari. Setiap orang waspada dan perasaan tegang memenuhi udara. Apalagi akhir-akhir serangan balik binatang buas semakin intensif.
Feng Mo berjalan berkeliling pos. Jika dia menghitung dengan benar, sebenarnya rumput Naga tidak memerlukan waktu setengah tahun untuk matang. Tapi Feng Mo merasakan sesuatu yang lain, jadi dia bersiap lebih awal jika ada situasi yang tidak terduga.
Perasaan ini adalah sesuatu yang lebih besar akan segera datang. Kesempatan yang ditunggu Feng Mo selama sepuluh tahun.
Sebelumnya Feng Mo berpikir bahwa kesempatan itu ada hubungannya dengan Paviliun Tianji, tapi sejak terakhir kali Feng Mo meninggalkan kota Dalu, Feng Mo tidak pernah merasakan perasaan mendesak itu lagi.
Apalagi sekarang semua orang memusatkan perhatian pada rumput Naga.
Feng Mo sebenarnya ingin menyelidiki tingkat bahaya terlebih dahulu secara diam-diam sebelum memberitahu Kong LI. Bagaimanapun setiap kesempatan selalu dibayangi dengan resiko yang sangat besar bahkan mungkin mendatangkan kematian.
Tidak mudah mendekati rumput Naga di wilayah binatang buas, apalagi dengan adanya pembudidaya lain yang mengaduk air berlumpur ini.
"Kalian sudah mengikutiku sejak awal, kenapa kamu tidak keluar segera?"
Dua orang muncul dari balik bayang-bayang. Tidak lain adalah Wei Xiyan dan Meng You. Ekspresi Wei Xiyan sedikit rumit.
"Taois Li."
Feng Mo memandang keduanya dengan acuh tak acuh. "Katakan tujuanmu, aku tidak punya waktu luang untuk berurusan dengan kalian."
"Mari bicara di tempat lain?"
"Katakan saja di sini."
"Ini sedikit rahasia, ini tentang Paviliun Tianji."
Melihat wajah Wei Xiyan yang memang terlihat kusut, Feng Mo sedikit mengalah. "Pergi ke luar."
Ketiganya pergi mencari tempat yang tenang di alam liar.
"Katakan dengan cepat."
"Kami membutuhkanmu, Pemimpin."
"Jangan katakan lelucon itu lagi."
"Tidak! Tolong dengarkan dulu ceritaku."
__ADS_1
Feng Mo tidak berkomitmen.
Wei Xiyan mengambil nafas dalam-dalam. "Sejak berdirinya Paviliun Tianji, kami hanya memiliki satu pemimpin. Ketika pemimpin lama meninggal, dia meninggalkan sebuah wasiat. Siapapun yang mampu menyalakan batu hitam ini akan menjadi pemilik baru Paviliun Tianji dan akan menjadi satu-satunya pemimpin di masa depan."
Feng Mo mengangkat sebelah alisnya. "Hanya itu?"
Wei Xiyan menggeleng, menatap Feng Mo dengan mata yang bertekad. "Takdirnya tidak terikat dengan Jalan Surgawi, masa depannya kosong dan hampa. Tapi suatu saat dia akan mampu melampaui Jalan Surga dan mengembalikan kedamaian dunia."
"Itu hanya batu biasa, apa yang membuat kalian berpikir itu adalah hal yang istimewa?"
"Tidak, kamu salah. Batu hitam itu adalah sebuah benda dari alam abadi. Pendiri Paviliun Tianji adalah orang yang turun dari alam abadi sebelum runtuhnya jalan kenaikan."
Feng Mo terkejut. Jalan kenaikan telah runtuh?
Feng Mo sebenarnya telah lama merasa bahwa dunia ini sedikit tidak seimbang. Banyak tempat kaya akan energi spiritual dan ada tempat yang juga tidak memiliki energi spiritual sedikitpun. Energi spiritual yang tidak merata di seluruh benua membuat banyak pembudidaya kesulitan menemukan tempat yang cocok untuk berkultivasi.
Kemudian energi spiritual yang menipis dari tahun ke tahun.
Perbandingan warisan juga sangat berbeda dalam ingatan warisan darah milik Feng Mo. Dahulu kala, warisan tidak disebut warisan, hanya keterampilan yang banyak sekali sehingga bahkan tidak banyak orang yang mempedulikan. Mereka ada di mana-mana. Tidak seperti sekarang, warisan kultivasi hanya dimiliki sekte-sekte besar dan keluarga-keluarga teratas.
"Sejak saat itu, kami menyebarkan jaring ke mana-mana. Mencoba menemukan seseorang yang memiliki karakteristik seperti itu. Karena tidak pernah bisa menemukan, kami hanya mulai dari anak-anak yang berbakat yang bisa kami temukan. Kami membuat formasi mengintip untuk menyelidiki kehidupan mereka. Tapi bahkan sampai sekarang kami tidak bisa menemukan seorang pun. Seratus ribu tahun telah berlalu, kami hampir putus asa sebelum menemukan keberadaanmu."
Feng Mo mencibir, "Jadi kalian seenaknya mengelabui darahku untuk melakukan hal semacam ini? Kemudian kalian hanya menimpakan kesalahan pada orang yang sudah mati."
"Tidak! Aku akui kami salah terhadapmu, tapi waktu tidak menunggu siapapun. Para pria tua itu tidak memiliki banyak waktu, dan generasi kami tidak memiliki banyak bakat. Jika apa yang kami lakukan terputus kali ini, mungkin bahkan Paviliun Tianji tidak akan ada lagi di masa depan."
Mata Feng Mo menjadi lebih dingin. "Jadi apa? Hidup dan mati kalian tidak ada hubungannya denganku. Apa yang kalian lakukan tidak berpengaruh terhadap kehidupanku."
Wajah Wei Xiyan pucat. "Apakah kamu masih marah? Aku akan membiarkan mereka meminta maaf padamu."
"Marah?" Mata Feng Mo kembali tenang. "Kalian hanya orang asing bagiku, aku tidak perlu membuang waktuku untuk orang-orang seperti kalian." Feng Mo menjentikkan jubahnya dan hendak pergi.
"Mo Li, beri kami kesempatan! Paviliun Tianji tidak bisa bertahan lama, Mo Li!"
Feng Mo masih acuh tak acuh.
Langkah Feng Mo berhenti.
"Kami telah menemukan keberadaan Jing Shubai." Wei Xiyan berteriak dari belakang, "Apakah kamu tidak ingin mengetahui keberadaan mereka?"
Feng Mo melirik ke belakang.
Kejadian itu terjadi begitu cepat, Feng Mo menghilang dari tempatnya berdiri semula. Ketika dia muncul kembali, dia sudah berada di depan Wei Xiyan.
Mata Meng You menyusut, ketika dia hendak menghentikan serangan Feng Mo, dia terhempas jauh oleh sebuah kekuatan misterius.
"Tuan muda!" Meng You tidak bisa bangkit dari tanah. Kekuatan misterius itu masih menekankannya dengan kuat ke bawah.
Boom!
Wei Xiyan terlempar menabrak sebuah pohon setelah Feng Mo menampar dadanya, tidak hanya itu pohon di belakangnya langsung tumbang akibat dampak dari serangan itu.
Tidak berhenti di sana, Feng Mo melancarkan serangan lagi. Wei Xiyan tidak mau menjadi pasif dan melawan.
Tapi perbedaan kekuatan mereka terlihat dengan sangat jelas. Bahkan jika mereka memiliki tingkat kultivasi yang sama, Wei Xiyan tidak memiliki banyak bakat dalam pertempuran. Setelah beberapa pukulan, Wei Xiyan telah kalah.
Wei Xiyan memuntahkan sesuap darah. Dia meringis kesakitan, orang dalamnya telah bergeser. Feng Mo tidak berbelas kasihan sama sekali.
"Tuan muda!"
Feng Mo mencengkeram leher Wei Xiyan dan menekannya ke sebuah pohon. "Apakah kamu mengancamku?"
Wei Xiyan menyeringai. "Ya. Bukankah kamu sangat peduli pada mereka? Mereka sekarang masih dalam pengawasan sekte Baiyun, aku tidak tahu apakah mereka masih hidup a—akh!"
Feng Mo menekan leher Wei Xiyan dengan kuat.
__ADS_1
"Uhk!"
"Tuan muda! Taois Li! Tolong turunkan tanganmu!"
"Heh, beberapa orang berpikir bahwa mereka lebih pintar. Bagaimana dengan itu? Bahkan jika mereka mati, aku tidak peduli. Waktuku lebih berharga untuk berkultivasi daripada memikirkan mereka."
Wei Xiyan menatap mata Feng Mo dengan percaya diri, tidak peduli dengan cengkraman Feng Mo di lehernya. "Ti—tidak, kamu pe—duli pada mere—ka."
Feng Mo menyipitkan mata. Dia hanya menggunakan jiwa istimewa miliknya untuk menekan Meng You, dan Wei Xiyan adalah nyata kekuatan miliknya. Jadi jika dia membunuh Wei Xiyan sekarang, Jalan surga pasti tidak akan menghalanginya.
Kedua pasang mata itu saling memandang.
Niat membunuh melintas di mata Feng Mo.
Wei Xiyan tidak takut, bahkan jika cengkraman di lehernya semakin kuat.
Jantung Meng You berdebar-debar. Matanya menyusut putus asa.
Jantung Wei Xiyan hampir berhenti berdetak ketika Feng Mo akhirnya melemparkannya dengan sembrono.
"Uhuk! Uhuk!"
"Jangan pernah berpikir aku akan memaafkanmu." Setelah mengatakan itu, Feng Mo pergi dengan tegas.
"Tuan muda!" Kekuatan misterius itu menghilang, Meng You segera mendekati Wei Xiyan.
Meng You membantu Wei Xiyan menstabilkan nafasnya. "Tuan muda, jangan mempertaruhkan nyawamu dengan begitu mudah!"
"Uhuk! Itu sepadan." Wei Xiyan menyentuh bekas cekikan di lehernya dengan sedikit melankolis.
"Kamu!" Meng You tidak bisa marah bahkan jika dia ingin marah, dia hanya bisa mengangkat tubuh Wei Xiyan dan bergegas kembali ke tenda.
Feng Mo bersandar di tembok dengan kesal. Dia berdiri di sana selama satu malam untuk menenangkan diri. Tidak berani menunjukkan suasana hatinya yang buruk kepada Kong Li.
Baru setelah matahari naik, Feng Mo berniat kembali ke tenda.
Tapi di tengah jalan Feng Mo tiba-tiba melihat dua orang yang sangat akrab. Suara batuk itu masih senantiasa ada di antara mereka berdua.
"Ru'er, tidurlah lebih lama lagi. Kamu tidak tidur nyenyak semalam."
"Ayo pergi, batuk... Ini masih hal biasa, batuk... Tidak mengganggu."
Han Yilin tidak bisa merentangkan dahinya yang mengerut. Ekspresi khawatir selalu ada di wajahnya.
Li Wenru benar-benar mendorong Han Yilin keluar dari tenda.
"Ayo pergi."
"Ru'er, ketika aku mengembalikan kultivasiku ke masa jaya, aku akan membawamu ke dunia luar untuk mencari Alkemis lain."
Feng Mo melipat kedua tangannya di dada, sedikit bersembunyi agar tidak ditemukan oleh mereka berdua.
"Oke-oke. Batuk... Aku telah mendengarmu batuk... Mengatakan itu berulang kali. Batuk... ."
"Istirahatlah, aku akan kembali sebelum malam." Han Yilin pergi setelah melambaikan tangan.
Setelah memastikan bahwa Han Yilin benar-benar pergi, Li Wenru masuk kembali ke dalam tenda. Kemudian batuk yang selama ini dia tahan tidak bisa bertahan lagi. Dia batuk dengan hebat, seakan-akan dia bisa memuntahkan kerongkongannya keluar.
Untungnya, tenda itu dibuat untuk kedap suara, sehingga batuk Li Wenru tidak mengganggu pembudidaya lain. Tapi bagi Feng Mo, dia masih bisa mendengarkan batuk Li Wenru dengan sangat jelas.
Li Wenru mengambil pil ajaib dari tempat penyimpanan dan menelannya dalam sekali tegukan.
"Percuma."
Sebuah suara tiba-tiba menggema dalam tenda, membuat Li Wenru terkejut hingga menjatuhkan botol giok di tangannya.
__ADS_1
"Siapa itu?!"