Phoenix Penghancur

Phoenix Penghancur
105. Melarikan Diri


__ADS_3

Keluarga tiga orang ditambah Kong Li dan Chen Hao bersiap-siap untuk meninggalkan hotel.


Mungkin karena perubahan terjadi di tengah malam, selain staff hotel yang berubah menjadi zombie, mereka tidak menemukan keberadaan pengunjung lain di hotel. Entah mereka berubah menjadi zombie dan terkunci di kamar masing-masing, atau mereka terlalu takut dan tidak berani keluar dari kamar.


Sejak tadi malam, air berhenti mengalir. Listrik menunjukkan tanda-tanda akan padam. Tidak ada gunanya lagi tinggal di hotel terlalu lama, jadi mereka memutuskan untuk pergi.


Sebelum pergi mereka mampir dulu ke dapur hotel untuk mengungsikan perbekalan.


Ini adalah pertama kalinya Lin Su dan Nyonya Lin melihat zombie, melihat wajah abu-abu yang rusak dan jelek, wajah keduanya menjadi pucat pasi.


Tapi Lin Su segera menyesuaikan diri dan segera bergabung untuk menyingkirkan zombie yang berkeliaran di dapur.


Setelah membersihkan zombie di dapur dan sekitarnya, mereka mengambil semua perbekalan yang bisa mereka bawa. Kong Li mengambil tas besar entah dari mana dan segera memasukkan semua bumbu dan makanan kering.


Kemudian mereka pergi lagi ke tangga darurat dan turun ke basement.


Tanpa lampu yang menerangi, basement menjadi gelap gulita. Mereka berjalan dengan hati-hati.


Lin Su menajamkan pendengarannya dan berusaha melihat situasi di sekitar dengan telinganya. Selama sesuatu bergerak, dia akan mendengarnya. Ini juga manfaat berlatih seni beladiri. Dia menjadi lebih sensitif dan tajam.


"Cari mobil yang bisa digunakan."


Orang lain mengangguk. Mereka terbagi menjadi dua kelompok. Lin Su membawa Chen Hao di sebelah kiri dan Kong Li membawa kedua tetua keluarga Lin di sebelah kanan.


Ada satu dua zombie yang berpakaian sebagai petugas keamanan, Lin Su tidak menunggu zombie untuk bergerak dan segera menyingkirkannya. Chen Hao di belakang kagum dengan gerakan cepat dan kejam Lin Su, dia tidak berani menjadi hambatan.


Menemukan satu mobil yang masih menancap kuncinya, Lin Su memanggil kedua orang tuanya dan Kong Li.


Semua orang segera masuk ke dalam mobil.


"Ke mana kita akan pergi?" Chen Hao bertanya dengan penasaran.


"Kab. XXX."


"Ah? Jadi kita harus melewati pusat kota?" Sebagai penduduk lokal, Chen Hao tahu bahwa kabupaten ini ada di pinggiran kota. Untuk pergi ke sana mereka harus melewati seluruh kota T.


Jika di masa lalu tidak apa-apa, tapi sekarang Chen Hao khawatir orang-orang telah menjadi zombie. Kota T memiliki jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa, dan semua orang berputar di pusat kota.


Semua orang di dalam mobil terdiam.


Kereta yang mereka naiki hanya berhenti di stasiun itu, jika Lin Su tahu sebelumnya, dia pasti tidak akan naik kereta ini!


Lin Su merasa kepalanya bertambah besar, mengambil nafas dalam-dalam. "Kami mempunyai teman yang menunggu di sana, jadi kami ingin mencari teman kami terlebih dahulu."


Chen Hao sedikit ragu-ragu. "Bisakah aku terus mengikuti kalian? Aku— aku tidak memiliki siapapun di sisiku, aku tidak akan menghambat kalian, aku akan menjadi sapi dan kuda untuk kalian."


Lin Su menyala mesin mobil. "Terserah."

__ADS_1


Lampu mobil menyala. Suara dengung mesin mobil segera menarik perhatian beberapa zombie. Lin Su mencengkeram setir kemudi dengan erat dan menginjak pedal gas dengan kuat.


Sebuah mobil melompat keluar dari basement ke jalan raya dan melaju dengan cepat.


Suara mobil juga menarik perhatian orang-orang yang selamat yang bersembunyi di dalam ruangan. Orang-orang itu segera keluar dan berteriak pada mobil yang melaju, tapi sayangnya mobil itu tidak pernah berhenti. Orang-orang marah tapi tidak ada yang peduli. Mereka kembali meringkuk ketakutan di dalam rumah.


Suara mesin mobil yang dinyalakan juga terdengar di villa pegunungan.


Bai Xiuran masih memiliki wajah yang pucat, tapi untungnya dia memiliki semangat yang baik. Setelah mengatur beberapa hal tentang orang-orang di villa, dia masuk ke dalam mobil.


Menutup pintu mobil, Bai Xiuran melirik Feng Mo di belakang. "Jadi mereka masih belum bisa dihubungi?"


Feng Mo menggeleng. "Belum."


Xiao Jinxi di kursi co-pilot angkat bicara. "Mungkin sinyal telepon telah terputus." Dia terdiam sejenak kemudian melanjutkan. "Kemampuan bertahan hidup Xuan Ming tidak perlu dipertanyakan, tapi Lin Su dan orang tuanya sedikit mengkhawatirkan."


"Ya. Ayo jemput mereka."


Pedal gas diinjak, Bai Xiuran mengemudikan mobilnya menuruni jalan gunung. Dan mobil di belakang mengikuti dengan cermat.


Mobil Lin Su berjalan di jalan utama kota.


Berkat suara yang dikeluarkan oleh mesin mobil, zombie-zombie yang bersembunyi di balik bayang-bayang bergegas keluar. Lin Su tidak terburu-buru keluar dari mobil dan hanya menabrakkan mobilnya ke arah zombie-zombie itu.


Orang-orang di dalam mobil kecuali Kong Li, memiliki wajah yang pucat. Ini adalah hari kedua akhir dunia, tapi kondisi zombie-zombie itu terlihat lebih buruk dari pada sebelumnya.


"Kita tidak bisa seperti ini, semakin banyak zombie yang mendekat ke arah kita." Kong Li memperingatkan.


Lin Su mengangguk mengerti. "Kakak Chen, apakah di sekitar sini ada bangunan yang cukup aman untuk bermalam?"


"Ada mini market dua lantai di sana yang sedikit luas, cukup bagi kami untuk bermalam."


"Ayo pergi ke sana."


Lin Su memutar kemudi dan menabrak semua zombie yang ada di sekitar, lalu berbelok ke arah lain.


Mobil berhenti di depan pintu mini market dua lantai. Lin Su dan Kong Li keluar terlebih dahulu untuk membersihkan zombie yang ada di luar dan di dalam mini market.


Setiap kali keduanya membunuh zombie, mereka langsung menghancurkan kepala zombie untuk mengurangi waktu karena terlalu banyak zombie yang ada.


Setelah menghancurkan semua zombie yang ada di dalam bangunan, barulah Lin Su membiarkan dua orang tua itu untuk keluar dari mobil. Mereka naik ke lantai dua untuk melihat-lihat dan mencari tempat yang cocok untuk beristirahat.


Malam berlalu dengan cepat, baik Lin Su dan Kong Li bergantian berjaga sepanjang malam.


Ketika matahari naik dari timur, semua orang sarapan dengan makanan seadanya dan naik ke mobil.


Kali ini Chen Hao duduk di kursi kemudi.

__ADS_1


Mungkin melihat mobil Lin Su berjalan dengan aman di jalanan, hari ini banyak orang di belakang yang akhirnya mau keluar dari tempat persembunyian.


Satu dua orang keluar dari rumah untuk mencari makanan. Beberapa orang bergegas mencari mobil dan mengikuti di belakang mobil Lin Su.


Zombie-zombie itu juga keluar dari bayang-bayang dan bergerak ke arah orang-orang berada.


Semakin dekat dengan pusat kota, semakin banyak zombie yang berkeliaran di jalanan. Butuh banyak usaha untuk menghindari zombie sejauh mungkin untuk mengurangi pengeluaran tenaga.


Pusat kota yang bisa ditempuh dalam beberapa jam di hari damai telah menjadi beberapa hari di akhir zaman.


Mobil yang dikendarai mereka juga telah berubah menjadi compang-camping karena berulang kali memukul zombie-zombie itu. Saatnya untuk berganti kendaraan.


Setelah berputar-putar di tengah kota selama dua hari, Lin Su menemukan sebuah mall besar yang menampung banyak hal untuk dijadikan tempat bermalam sementara.


Pintu mall masih dalam keadaan baik, tapi Lin Su tidak ingin berjudi seberapa banyak zombie yang ada di dalam.


Semua orang keluar dari mobil dan masuk ke dalam mall.


Lin Su di depan, Profesor Lin dan Nyonya Lin di tengah, kemudian Chen Hao dan Kong Li di belakang.


Adapun ekor yang telah mengikuti mereka selama ini, Lin Su tidak berkewajiban untuk merawat mereka.


Dari narasi Chen Hao, mall ini memiliki empat lantai dan satu area parkir bawah tanah. Lantai pertama hanya berisikan beberapa toko aksesoris dan beberapa toko sepatu. Lantai dua terdapat supermarket dan beberapa kebutuhan dasar untuk rumah tangga. Lantai tiga berisikan toko-toko pakaian dan barang-barang elektronik. Sedangkan lantai teratas terdapat tempat permainan dan foodcourt.


Lin Su secara alami membidik supermarket dan gudang penyimpanan di belakangnya. Kemudian beberapa peralatan elektronik.


Mereka bergerak dengan cepat di dalam mall. Membunuh zombie yang muncul sebelum mereka bisa bereaksi, kemudian masuk semakin dalam ke dalam mall.


Baik Profesor Lin dan Nyonya Lin adalah orang tua, mereka berusaha sekuat mungkin untuk mengikuti kecepatan lari anak-anak muda di sekitarnya. Keduanya juga menutup mulut mereka kuat-kuat agar tidak berteriak dan mengganggu konsentrasi orang lain. Bahkan jika mereka merasa takut dan mual melihat penampilan hancur zombie-zombie itu.


Mereka naik ke lantai dua menggunakan eskalator yang telah berhenti.


Meskipun matahari di luar masih ada, bagian dalam mall sedikit gelap karena kurangnya pencahayaan.


Mereka berlima lebih berhati-hati, tempat yang gelap seperti ini membuat jarak pandang menjadi lebih buruk. Lin Su mencengkeram pipa besi di tangannya dengan kuat. Karena besarnya mall, dia tidak berani mempertaruhkan diri untuk memisahkan mereka menjadi dua kelompok. Lin Su takut jika sesuatu terjadi, dia tidak sempat menyelamatkan yang lain.


Supermarket menempati separuh lantai dua. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menemukannya.


Bagian dalam supermarket sedikit berantakan dan bau. Tempat-tempat sayur dan buah-buahan segar diletakkan telah menjadi busuk setelah dibiarkan begitu saja dalam beberapa hari. Hanya beberapa sayur dan buah-buahan dalam kemasan plastik yang masih terlihat baik.


Rak-rak kotak makanan instan dan minuman berantakan dan berjatuhan. Beberapa bahkan sudah kosong dan hilang. Roti-roti di etalase bersih tanpa ada satu pun yang tersisa.


Terlihat bekas pertarungan tapi tidak ada mayat zombie yang tergeletak. Entah zombie masih bersembunyi atau mayat zombie sudah di buang.


Lin Su dan Kong Li saling berpandangan.


Ada orang hidup di sini!

__ADS_1


__ADS_2