Phoenix Penghancur

Phoenix Penghancur
74. Batu Hitam


__ADS_3

Sebuah suara langkah kaki tiba-tiba terdengar, menggema di hati beberapa orang.


Berdebar!


"Jadi... Apakah darahku sangat berguna?"


Enam pria tua ditambah seorang pemuda mengangkat kepala mereka secara bersamaan. Wajah mereka menunjukkan ekspresi keterkejutan, keheranan, dan ketakutan.


Di antara remang-remang cahaya, sepasang kaki muncul. Sepasang kaki itu berjalan mendekati mereka, dengan setiap langkah yang dia injak, seakan-akan menginjak hati mereka.


Bayangan itu melangkah ke dalam lingkaran formasi yang masih sedikit menyala. Tapi di setiap langkah, retakan halus mengikuti di belakangnya.


Obor yang sebelumnya padam karena hempasan angin, menyala satu demi satu dengan nyala api merah kehitaman.


Wajah Feng Mo akhirnya muncul di depan semua orang.


"Ka-Kamu!" Seseorang berteriak dengan keheranan. Bagaimana dengan formasi yang melindungi seluruh gedung? Bagaimana dengan para penjaga?


Feng Mo meliriknya dengan tenang.


Orang tua itu ketakutan dengan tatapan Feng Mo.


"Aku mengikutimu dengan berpikir bahwa kami bisa berteman, tapi sekarang aku tidak berpikir kamu bisa menjadi temanku, Wei Xiyan!"


Wajah Wei Xiyan memucat.


Benar. Semua orang yang ada di sini adalah orang-orang dari Paviliun Tianji.


Serangan balik dari formasi mengintip langit melukai semua orang dan membuat mereka tidak bisa bergerak untuk sementara waktu.


Feng Mo menatap Wei Xiyan dengan tenang.


"Kalian mencoba untuk menjelajahi bagan takdirku, aku tidak akan membiarkan kalian melihat matahari terbit lagi."


Niat membunuh memancar dari mata Feng Mo dengan sangat jelas. Gelombang jiwa yang sangat kuat yang sedari tadi menyelimuti Feng Mo, membumbung tinggi menyelimuti seluruh ruangan.


Selain Feng Mo, orang lain tiba-tiba merasakan perasaan berdebar dan rasa krisis yang sangat kuat. Sebagai pembudidaya Kesengsaraan, bagaimana bisa masih ada sesuatu yang mampu mengancam nyawa mereka?


Tekanan yang sangat kuat tiba-tiba muncul menekan punggung mereka dengan sangat keras. Masing-masing dari mereka merasakan perasaan kematian yang datang perlahan-lahan, menyelimuti seluruh ruangan.


Sebagai yang terlemah, Wei Xiyan adalah orang yang dapat merasakan langsung krisis kematian. Kepalanya berdengung, organ dalamnya bergeser, darah keluar dari mulutnya, dan matanya mulai buram. Tubuhnya tidak bisa menahan tekanan dan akhirnya jatuh oleng.


Tepat ketika Wei Xiyan berpikir bahwa dia akan segera mati, tiba-tiba tekanan yang menekannya menghilang dalam sekejap.


Boom!


Petir menggelegar tepat di atas langit, hujan rintik-rintik turun ke bumi membasahi kota.


Wajah Feng Mo pucat, berbalik hendak pergi.


"Tolong dengarkan penjelasan kami!"


Wei Xiyan menopang tubuhnya berusaha bangkit. Wajahnya sangat pucat, darah masih menetes dari sudut mulutnya.


Feng Mo melirik dengan acuh tak acuh. "Tidak perlu, di masa depan kami tidak akan memiliki hubungan lagi. Kami akan kembali ke jalan kami masing-masing."


Pemimpin itu batuk darah. "Tunggu sebentar." Pria tua itu berusaha bangkit dari kelemahannya.


Tapi Feng Mo masih tidak menghentikan langkah kakinya.


"Pemimpin! Tolong berhenti! Pemimpin Mo!"


Feng Mo berhenti dengan ragu-ragu, berbalik dan menyipitkan mata. "Kamu memanggilku apa? "


Pria tua itu batuk lagi, tapi tidak berhenti bahkan mulai bersujud. Memukul kepala ke tanah.


"Pemimpin! Tolong pimpin kami para bawahan! Paviliun Tianji membutuhkanmu untuk memimpin! "

__ADS_1


Feng Mo mencibir. "Leluconmu tidak lucu." Ketika Feng Mo hendak pergi lagi, sesuatu terlempar ke arahnya. Dengan kesal, Feng Mo hendak menghancurkan benda itu.


"Itu adalah bukti bahwa kamu adalah pemimpin kami!"


Feng Mo menatap batu hitam di tangannya, mengerutkan kening. "Kupikir kalian harus mengobati otak sakit kalian agar tidak menyebabkan banyak masalah. Bukankah itu hanya batu biasa?"


"Tidak, jika kamu—"


Pria tua itu belum menyelesaikan ucapannya sebelum cahaya yang sangat terang keluar dari batu hitam tersebut.


Batu hitam itu mengeluarkan cahaya seterang sinar matahari dan menerangi seluruh ruangan. Orang-orang masih bisa merasakannya bahkan jika mereka telah menutup mata.


Feng Mo sama sekali tidak percaya dengan perkataan Leluhur Meng, tapi dia tiba-tiba ingin memeriksa apa yang istimewa dari batu hitam di genggaman tangannya.


Tepat ketika kesadarannya barusaja menyentuh batu hitam tersebut, cahaya yang terang hampir membutakan matanya.


Cahaya dari batu hitam itu membumbung tinggi membalikkan atap bangunan dan menembakkan pilar cahaya ke langit. Menembus awan hitam yang masih menyelimuti seluruh kota.


Beberapa orang kuat di kota merasakan anomali itu, mereka segera pergi untuk memeriksa. Tapi ketika mereka melihat bahwa pilar cahaya itu muncul dari wilayah Paviliun Tianji, mereka segera berhenti dan terus melihat dari jauh.


Butuh beberapa saat untuk pilar cahaya perlahan menghilang. Awan hitam juga perlahan menyebar. Tetesan air hujan mengenai kepala Feng Mo menyadarkannya dari perasaan tercengang.


Melihat bahwa orang lain masih belum terbiasa, Feng Mo segera mengembalikan ekspresi acuh tak acuhnya.


"Jadi bagaimana dengan itu? Apa yang kalian lakukan telah memprovokasiku, aku tidak akan lupa bagaimana kalian menipu darahku. Di masa depan jika kalian tidak ingin menjadi musuhku, maka jangan pernah muncul di depan wajahku lagi."


Langkah kaki berisik terdengar dari luar. Rupanya formasi pelindung di luar juga di hancurkan oleh pilar cahaya.


Feng Mo melemparkan kembali batu hitam itu dengan sembrono.


Batu hitam yang selama ini dijaga ketat oleh Paviliun Tianji terlempar begitu saja dan menggelinding ke arah Leluhur Meng. Seperti ironi yang menampar wajah mereka.


Feng Mo berbalik pergi ke arah pintu, Wei Xiyan ingin mengejar tapi segera dihentikan.


"Tidak perlu. Biarkan dia pergi."


"Jika batu hitam itu dapat bereaksi begitu keras, kenapa kita harus repot-repot melakukan sesuatu seperti ini selama bertahun-tahun?" Seorang pria tua mengeluh masih dalam posisi berbaring di tembok.


Melihat formasi mengintip langit yang hancur seperti terak kaca, dia menghela nafas. Bagaimanapun sepertinya ini adalah terakhir kalinya mereka menggunakan formasi ini.


Leluhur Meng meliriknya sekilas. Pria tua itu mengkerut, tidak berani berbicara lagi.


"Kami para pria tua tidak pernah memikirkan hal seperti ini. Kami terlalu mengikuti setiap perintah pendahulu."


"Ini sedikit memalukan bagi pria tua ini." pria tua lain menimpali.


Satu persatu pria tua itu bangkit dari tanah. Tidak terlihat bahwa mereka hampir mati beberapa waktu yang lalu. Mentalitas mereka sangat baik.


Bagi mereka luka dari serangan balik adalah hal yang biasa. Sebagai pembudidaya teratas di dunia, mereka masih bisa bertarung bahkan jika mereka kehilangan separuh tubuh mereka.


Apalagi hanya luka seperti ini, menyimpannya selama seratus tahun, mereka masih bisa kembali ke puncak masa jaya mereka.


Tapi mereka tidak pernah menyangka, pemimpin yang baru mereka temukan memiliki kemampuan yang bisa membuat mereka takut.


Kekuatan yang melebihi batasan dunia.


"Bagaimana cara membuat pemimpin memaafkan kami?"


Para pria paruh baya itu saling memandang. Masing-masing dari mereka memiliki pemikiran sendiri.


"Ayo Tuan Muda, kami serahkan padamu!"


Wei Xiyan: " ... "


Ketika mereka keluar dari ruangan yang hancur, mereka melihat para penjaga telah berkumpul di luar.


"Bagaimana pemuda itu?"

__ADS_1


Kepala penjaga melaporkan, "Seperti perintah Leluhur, kami membiarkannya pergi."


"Di masa depan jika kalian tidak sengaja melihatnya dalam bahaya, prioritas utama adalah melindunginya. Tapi jangan biarkan dia mengetahui identitasmu."


Kepala itu sedikit terkejut, sebagai penjaga tertua di Paviliun Tianji, ini adalah pertama kalinya penjaga pribadi mereka menerima perintah untuk melindungi orang luar.


"Dia bukan orang luar." Melihat pikiran Kepala penjaga itu Leluhur Meng mengingatkannya.


"Ya, Leluhur!"


Meng You menghampiri Wei Xiyan dengan khawatir, karena keduanya telah membentuk kontrak, ketika Wei Xiyan mengalami krisis kematian sebelumnya, dia bisa merasakannya dengan sangat jelas.


Ketika dia datang, sudah ada orang lain yang tiba.


"Aku melihat Mo Li keluar dari dalam? Apa yang terjadi?" Bukankah ini operasi rahasia? Kenapa orang yang bersangkutan juga ada di dalam? Jadi apakah operasi ini berhasil atau tidak?


Wei Xiyan menganggukkan kepala tapi kemudian menggelengkan kepala. Ekspresinya semakin jelek.


Meng You bingung. Jadi bagaimana?


Ketika Feng Mo kembali ke kamar Kong Li, batasan yang dia pasang sebelum pergi masih belum tersentuh. Ekspresi Feng Mo sangat tenang, seakan-akan orang yang diperhitungkan sebelumnya bukan dia.


Feng Mo menaruh Kong Li yang masih tidak sadarkan diri di punggungnya dan segera menghilang. Ketika dia muncul kembali, Feng Mo sudah ada di suatu tempat di sebelah susunan formasi kota berada.


Ada sebuah halaman kosong yang sedikit bobrok. Dia mendirikan formasi pelindung di dalam kamar dan formasi penyembunyian, kemudian meletakkan Kong Li di tanah.


Feng Mo sendiri duduk bermeditasi. Sebelumnya ketika Feng Mo berniat membunuh orang-orang itu dengan kekuatan jiwanya yang istimewa, sesuatu menghentikannya.


Benar, alasan kenapa kekuatan yang menekan mereka hilang begitu saja bukan karena Feng Mo berbelas kasihan kepada mereka dan mengambil kembali jiwanya. Tapi sesuatu menghentikannya.


Itulah Jalan Surga yang memotong langsung perbuatannya.


Jiwa Feng Mo sangat-sangat kuat sehingga bahkan Tiandao memperingatkannya.


Ini adalah kedua kalinya Feng Mo menggunakan kekuatan jiwanya, sebelumnya ketika dia berurusan dengan Binghuo, dia tidak merasakannya dengan jelas. Jadi ketika dia mengeluarkannya kali ini dan berniat membunuh beberapa orang di tahap Kesengsaraan, Feng Mo menyadari betapa kuat jiwa miliknya.


Tapi mungkin di masa depan dia tidak akan dengan mudah mengeluarkannya.


Karena Tiandao memperingatkan dirinya untuk tidak menggunakan jiwanya yang istimewa untuk membunuh penduduk asli dunia ini, atau dia akan meretasnya sampai mati.


Tiandao tidak bisa menyentuh garis takdirnya karena nasibnya berada di luar jangkauan Jalan surga, tapi jika dia bertekad untuk membunuh orang lain dengan jiwanya, Tiandao akan memiliki alasan untuk membunuhnya.


Feng Mo tidak ingin mati lebih awal dan dia tidak tertarik untuk berurusan dengan Jalan surga.


Adapun membunuh orang lain, tanpa menggunakan kemampuan jiwa miliknya, Feng Mo masih bisa melakukannya.


Hanya saja untuk berurusan dengan Paviliun Tianji yang memiliki banyak pembudidaya Kesengsaraan, mari kita kesampingkan terlebih dahulu, tunggu dia menjadi kuat sebelum menghancurkan mereka.


Kong Li bingung ketika dia barusaja bangun, melihat ruangan yang asing, segera pikirannya menjadi sadar.


"Kenapa kami di sini?"


"Tidak apa-apa, kami akan kembali ke kota Perbatasan."


"Oh? Bagaimana dengan yang lain?" Kong Li meluruskan rambutnya yang sedikit berantakan.


Feng Mo tidak menjawab hanya menggelengkan kepala.


Kong Li meliriknya dengan curiga tapi tetap tidak bertanya. Jika dia ingat dengan benar, awalnya dia berniat berkultivasi semalam, tapi tidak tahu kapan dia tiba-tiba menjadi tertidur. Mungkinkah sesuatu yang tidak dia ketahui terjadi semalam?


Keduanya membereskan diri dan keluar halaman bobrok.


Berjalan ke lokasi susunan formasi, berita yang datang sejak tadi pagi telah menyebar ke seluruh kota. Dan masuk ke dalam pendengaran mereka.


"Para binatang buas melakukan serangan balik!"


Feng Mo dan Kong Li saling memandang dan bergegas ke antrian untuk memasuki susunan teleportasi.

__ADS_1


__ADS_2