
Feng Mo mengamati formasi dengan teliti.
Garis-garis pembentukan formasi terjalin dengan sempurna dan rumit.
Butuh beberapa jam bagi Feng Mo untuk mencetak peta formasi ke dalam kesadarannya. Setelah itu muncul informasi tentang formasi tersebut di kepala Feng Mo.
Feng Mo menghela nafas, duduk bermeditasi untuk mencerna pengetahuan.
Ketika Feng Mo membuka matanya lagi, dua wajah penasaran berada sangat dekat dengan wajahnya.
" ... " Apa yang kalian lakukan?
"Xiaomo, bagaimana?"
"Aku telah memilah-milah pengetahuan yang telah aku kumpulkan, jadi formasi ini disebut Formasi Rebound. Seperti namanya, dia akan memantulkan semua serangan yang menimpanya."
"Bisakah itu dipatahkan?"
"Kecuali kamu memiliki monster yang ber spesialis dalam memakan batasan apapun, atau jimat pemecah formasi. Formasi Rebound hanya bisa dihancurkan dari dalam."
Bahu Kong Li turun. "Sayang sekali."
"Tidak juga." Feng Mo menyangkal dan tersenyum.
Mata Kong Li segera berbinar. "Saudara Mo, cepat katakan apa yang kamu ketahui."
Melihat keingintahuan keduanya, Feng Mo tidak menunda, "Formasi itu telah lama terdegradasi, setelah serangan nama keluarga Fu sebelumnya, formasi telah membuat beberapa celah. Jika mereka terus menyerangnya dengan kekuatan yang sama, diperkirakan perlu sepuluh serangan untuk memecah formasi." Tapi masalahnya siapa yang ingin diserang oleh formasi rebound?
Itu adalah keberuntungan nama keluarga Fu yang masih hidup setelah di serang.
"Lalu bisakah kita memanfaatkan celah untuk masuk?"
Feng Mo mengangguk. "Selama kamu berhati-hati untuk mengikuti setiap langkahku, aku bisa membawamu masuk."
Kong Li menggosok kedua tangannya karena bersemangat. "Lalu tunggu apa lagi? Ayo masuk!"
Tidak ada dari ketiganya yang perlu bersiap. Setelah memastikan bahwa setiap orang tidak akan tersesat, Feng Mo mulai menghitung langkah yang akan dia ambil.
Tidak ada dari mereka yang tahu bahwa setelah mereka menghilang dalam formasi, beberapa pembudidaya melewati tempat tersebut.
Dalam barisan formasi, seluruh dunia berwarna abu-abu. Hanya butuh sebatang dupa untuk keluar dari formasi. Tapi mereka merasa waktu telah berlalu sangat lama di dalam.
Ketika tiga orang Feng Mo keluar, energi spiritual yang sangat kuat langsung menerpa wajah mereka.
"Wow! Kebun obat!"
"Banyak rumput spiritual!"
Suara Kong Li terdengar sangat bersemangat.
Berdebar!
Feng Mo merasakan sesuatu menarik perhatiannya.
Sebuah rumah pondok berada di tengah-tengah kebun obat yang sangat luas.
Ketika Kong Li sedang mengindentifikasi setiap rumput spiritual yang bisa dia sebutkan, Feng Mo berjalan ke arah pondok.
Pondok itu terbuat dari kayu berusia ratusan ribu tahun.
Feng Mo berjalan melewati pondok dan menuju halaman belakang.
Sebuah kolam muncul di matanya.
Yang menarik perhatian Feng Mo adalah kolam air yang tidak seluas kolam ikan.
Kolam air itu bukan kolam biasa.
Kolam Pemurnian Darah.
Karakter itu langsung muncul di kepala Feng Mo.
Kolam pemurnian darah memiliki manfaat untuk meningkatkan garis keturunan klan iblis.
Misalnya, seorang pembudidaya manusia memiliki sedikit darah phoenix di tubuhnya, selama dia bisa berendam di kolam pemurnian darah, darah phoenix akan bisa dibangkitkan.
Pembudidaya iblis yang bakatnya rendah, selama dia menemukan kolam pemurnian darah, bakatnya akan naik beberapa tingkatan.
Seorang pembudidaya setengah iblis, selama dia berendam, darah ras iblis akan lebih unggul daripada darah ras manusia miliknya.
Sayangnya kolam pemurnian darah telah lama menghilang dari langit bumi. Bahkan Feng Mo baru pertama kali tahu ada harta langit bumi seperti kolam pemurnian darah ini.
Jika bukan karena munculnya kolam ini, mungkin Feng Mo telah lama melupakan bahwa dirinya sendiri memiliki darah manusia dalam tubuhnya.
Hanya saja kolam di depan Feng Mo tidak begitu besar.
"Taois Feng?"
Suara Qi Yuzhi menarik perhatian Feng Mo dari kolam. Feng Mo menenangkan suasana hatinya yang sedikit berfluktuasi.
Qi Yuzhi telah melihat bahwa Feng Mo menghilang di balik pondok, takut sesuatu terjadi, dia mengikutinya ke belakang.
__ADS_1
Dia melihat Feng Mo menatap sebuah kolam ikan dengan serius.
"Apakah ada yang salah dengan kolam ini?" Selama tinggal bersama keduanya, Qi Yuzhi menyadari bahwa pembudidaya Fondasi ini memiliki pengetahuan yang sangat kaya.
"Tidak, kolam ini sangat bermanfaat untukku."
" ? " Bukankah itu hanya kolam ikan biasa?
"Xiaomo? Apa yang kamu lakukan?" Suara Kong Li menyusul dari belakang.
Ketika Kong Li mendekat, dia merasakan sesuatu yang akan bermanfaat baginya.
Matanya tertuju pada kolam tersebut. "Kolam yang bagus! " Kong Li sangat bersemangat sehingga mematahkan kipas lipatnya.
" ? " Apakah dia salah memahami sesuatu? Atau dia tidak mengetahui barangnya?
Qi Yuzhi merasa dia tidak pada tempatnya. Siapa aku? Dimana aku? Apa yang kulakukan?
Jika Feng Mo tahu apa yang Qi Yuzhi pikirkan, dia hanya akan mengatakan bahwa kolam pemurnian darah ini tidak akan bermanfaat bagi manusia murni. Jadi tentu saja Qi Yuzhi tidak bisa merasakan perbedaannya.
Feng Mo dan Kong Li berdiskusi tentang bagaimana cara mengangkut kolam tersebut.
Segera Qi Yuzhi mengeluarkan sebuah labu seukuran telapak tangan dari penyimpanan.
"Ini adalah alat spiritual yang tidak sengaja aku dapatkan ketika pergi berlatih. Labu ini bisa menampung air sebanyak yang kamu mau."
"Maukah Senior Qi memberikannya padaku?"
Qi Yuzhi mengangguk. "Kamu bisa memanggilku Qi Yuzhi."
Feng Mo tidak mengubah panggilannya. "Senior Qi, terima kasih."
"Um."
Feng Mo segera meneteskan darah untuk mengenali tuan alat spiritual. Kemudian dia membuat labu itu untuk mengangkut semua air di kolam.
Setelah menyimpan labu itu kembali, ketiganya kembali ke halaman pondok.
Tiga orang Feng Mo menatap pondok itu dengan 100 poin serius.
"Apakah seseorang pernah tinggal disini?"
"Mari kita masuk."
Sebelum masuk, Qi Yuzhi menyarankan untuk memberi salam kepada tuan rumah. Meskipun tuan rumah mungkin sudah tidak ada, tapi itu adalah bentuk penghormatan.
Rumah pondok itu memiliki dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk menerima tamu. Sedangkan lantai dua adalah ruang pribadi.
Ketiganya tertarik dan membolak-balik beberapa buku.
"Pembudidaya yang tinggal di sini sebelumnya adalah seorang Alkemis tingkat 4."
"Tidak heran, melihat kebun obat, banyak dari rumput spiritual adalah tingkat ke 4."
"Dengan kumpulan rumput spiritual ini, kita bisa membuat pil untuk Senior Qi maju ke tahap Yuanying."
"Bisakah kamu?" Qi Yuzhi menatap Feng Mo bingung, kultivasi pihak lain masih di tahap Fondasi, bisakah dia membuat pil melintasi level?
"Tunggu saya menerobos, tidak akan lama untuk memasuki Jindan."
Feng Mo telah menyentuh penghalang akhir Cheat Kultivasi.
Qi Yuzhi mengangguk, meskipun masih tidak mengerti. Karena Feng Mo sangat yakin, dia tidak akan mencegahnya. Bagaimanapun itu bermanfaat untuknya.
Mereka menemukan ruang alkimia di sebelah tempat tidur. Tidak ada sesuatu yang istimewa.
Semua rumput spiritual selain di kebun obat telah menjadi layu. Pil ajaib juga telah kehilangan khasiatnya. Tidak tahu berapa lama pil ajaib itu berada di alam rahasia.
Feng Mo mengambil tungku alkimia dan koleksi buku yang tersisa.
Kemudian ketiga orang tersebut kembali ke kebun obat.
"Ayo ambil sebanyak yang kamu bisa, tinggalkan beberapa biji untuk tumbuh kembali. Mungkin ratusan tahun kemudian rumput spiritual yang baru akan tumbuh."
Dua orang lain mengangguk setuju.
Dua bulan kemudian.
Di luar Hutan Kematian, sekelompok pembudidaya terlihat cemas dan khawatir. Mereka sering melihat ke arah hutan dan bergumam.
"Apakah Tuan Wen sudah menghubungi mu?"
Yang lain menggeleng.
Pria yang bertanya semakin cemas. Dia ingin masuk ke dalam hutan tapi tidak berani.
Hutan Kematian sangat terkenal karena siapapun yang masuk tidak pernah keluar.
Tuan Wen yang dipikirkan pria tersebut adalah seorang Alkemis tingkat 3.
Dia membawa banyak penjaga untuk mengawalnya mencari sesuatu di Hutan Kematian.
__ADS_1
Sudah lebih dari sebulan, orang-orang belum ada yang keluar.
Tidak jauh dari kerumunan, tiga orang Feng Mo bersembunyi.
"Inikah Hutan Kematian itu?"
Qi Yuzhi mengangguk. Deskripsi peta tentang Hutan Kematian seperti yang ada di depan mereka.
"Apakah kita masuk?"
Feng Mo mengerutkan kening, dia bisa merasakan racun yang jaraknya beberapa mil jauhnya.
"Tidak perlu."
Kong Li mengerutkan kening juga. "Omong-omong apa yang dilakukan orang-orang itu?"
"Sepertinya mereka menunggu seseorang."
"Apakah seseorang masuk ke dalan hutan?"
"Kemungkinan."
Ketiga orang Feng Mo kembali mendiskusikan rencana mereka.
"Aku akan masuk ke dalam hutan sendirian."
"Apakah tidak apa-apa?"
Feng Mo mengangguk yakin. "Lalu apa yang akan kalian lakukan?"
Kedua Kong Li dan Qi Yuzhi saling berpandangan.
"Kita akan menunggu di luar hutan?"
"Tidak perlu, aku tidak tahu kapan aku akan keluar." Feng Mo mencegah. Lagipula jangan biarkan mereka menunggu dengan sia-sia.
"Kalau begitu kami akan pergi mencari harta karun di tempat lain yang tidak jauh, bagaimana kami mengetahui kapan kamu keluar?"
"Kesengsaraan guntur, aku tidak akan keluar sampai menerobos Jindan."
Ketiganya sepakat. Setelah melihat Feng Mo memasuki Hutan Kematian, Kong Li dan Qi Yuzhi akan pergi ke tempat lain untuk pengalaman.
Feng Mo berjalan masuk ke dalam Hutan. Pepohonan di Hutan Kematian sangat tinggi dan rimbun, sehingga sinar matahari tidak bisa masuk.
Hutan yang gelap dan suram membuat orang lain mudah tersesat.
Feng Mo terbang lurus ke arah pusat hutan. Ingin segera menemukan sumber racun.
Di sepanjang jalan Feng Mo mengumpulkan semua hal-hal beracun. Rumput beracun, serangga beracun, dan juga memurnikan racun di udara sedikit demi sedikit.
Feng Mo tidak menyadari berapa lama waktu berlalu, suatu hari terdengar suara pertempuran di depan.
Feng Mo diam-diam bersembunyi.
Tiga orang bertarung dengan sebuah tanaman raksasa.
Feng Mo tidak berpikir masih ada orang yang berani memasuki Hutan Kematian.
Tiga pembudidaya dengan kultivasi di tahap akhir Jindan, dan Bunga Piranha di tahap puncak Jindan.
Tiga pembudidaya itu tidak tahu apa yang mereka gunakan, racun di udara tidak bisa menyentuh mereka.
Mereka bertarung dengan sengit.
Tidak lama kemudian dua orang dikalahkan oleh Bunga Piranha. Orang terakhir tiba-tiba melemparkan sesuatu sebelum melarikan diri.
Boom!
Ledakan mengejutkan semua orang.
Debu berterbangan menghalangi pandangan Feng Mo, dia tidak melihat bahwa orang tersebut berlari ke arahnya.
Bunga Piranha sangat marah, dia mengayunkan semua sulurnya dengan ganas.
Pria tersebut mencoba menghindar dan akhirnya tersandung jatuh.
Pria itu jatuh tengkurap tepat di samping tempat persembunyian Feng Mo.
Dua pasang mata saling berhadapan, terkejut.
Sebelum pria itu sempat meminta tolong, tubuhnya telah di seret oleh Bunga Piranha.
Hal terakhir yang di dengar Feng Mo adalah teriakan pria tersebut.
Setelah semua orang yang masuk ke wilayahnya berhasil dibersihkan, Bunga Piranha dalam suasana hati yang baik. Tapi sepertinya dia merasakan kehadiran orang lain beberapa saat yang lalu.
Bunga Piranha bingung. Dia menggunakan sulurnya untuk berjalan ke tempat munculnya nafas tadi.
Feng Mo pucat melihat kedatangan bunga raksasa itu. Dengan cepat mengubah nafasnya dan mencampurnya dengan nafas racun.
Bunga Piranha tidak bisa merasakan kehadiran manusia lagi. Tidak terlalu banyak berpikir, kembali ke tempat tinggalnya.
__ADS_1
Setelah Bunga Piranha benar-benar pergi, Feng Mo menghela nafas lega.