Phoenix Penghancur

Phoenix Penghancur
34. Jatuh


__ADS_3

Keesokan harinya, mereka berlima berkumpul di lobi penginapan.


Xiao Jinxi tersenyum malu. "Dua Taois, saya minta maaf, ini adalah teman saya. Dia meminta untuk mengikuti kami."


Feng Mo menatap orang tambahan dalam kelompok.


Seorang pemuda tampan lain dengan wajah kekanak-kanakan.


Feng Mo tidak bisa tidak melihat pemuda itu lagi, dia merasa bahwa mata pemuda itu dapat melihat semua rahasia. Mengerutkan kening diam-diam, Feng Mo segera meningkatkan kewaspadaan dalam hatinya.


"Halo, nama keluarga Meng, Meng Shize. Maaf mengganggu."


Nama keluarga Meng?


Sesuatu melintas dipikiran Feng Mo. "Senior Meng, Halo."


Mereka tidak tinggal sebentar dan langsung menuju ke Shenyuan.


Shenyuan masih seperti biasa. Hanya suara jeritan dan tangisan yang terdengar lebih keras dari biasanya. Mereka segera menemukan tempat yang cocok untuk turun ke bawah.


"Sepertinya ada yang aneh di bawah sana." Meng Shize memanjangkan kepalanya untuk melihat ke bawah.


"Oh? Apakah sesuatu yang buruk?" Xiao Jinxi bertanya.


"Tidak."


Feng Mo melirik ke arah pemuda itu lagi. Nama keluarga Meng adalah nama keluarga yang langka. Feng Mo hanya tahu bahwa Paviliun Tianji milik keluarga Meng. Apakah Meng Shize ini adalah orang-orang Paviliun Tianji?


Setelah mengikat tali, satu persatu dari mereka perlahan turun ke bawah. Tempat yang mereka pijak masih terasa kasar, terlihat bahwa tidak banyak orang yang melewati jalan ini.


Mereka turun perlahan.


Xiao Qimiao memiliki tali ganda dengan Saudara laki-lakinya. Ini adalah pertama kalinya dia turun sejak dia datang ke Shicheng. Dia sedikit gugup, tapi Nona Xiao masih sangat bersemangat.


Mereka turun lebih ke bawah dan merasakan bahwa energi spiritual tidak dapat lagi digunakan.


Bunga Jiwa juga mulai muncul satu demi satu. Namun level Bunga Jiwa adalah yang terendah.


"Feng Mo, di mana kalian menemukan bunga-bunga itu yang lebih indah kelopaknya?"


Di sebelah kedua bersaudara itu hanya ada Feng Mo. Kong Li ada di sisi lain Feng Mo. Dia tidak bisa bertanya kepada Kong Li secara langsung, dia hanya bisa bertanya pada Feng Mo. Juga karena Feng Mo terlalu pendiam, Nona Xiao terlalu malu untuk memulai pembicaraan.


Tapu sekarang Nona Xiao bahkan tidak lagi menutupi tujuannya, Xiao Jinxi hanya geleng-geleng kepala.


Feng Mo menatap Xiao Qimiao penuh arti. "Beberapa meter ke bawah, kamu bisa segara melihat bunga-bunga itu."


Mereka segera menurunkan tali lebih panjang. Seketika Bunga Jiwa yang sedang mekar muncul di pandangan ketiganya.


Xiao Qimiao berseru.


Ketika Bunga Jiwa mekar, kelopaknya mengeluarkan aura yang misterius dan menenangkan jiwa.


Xiao Jinxi telah mengganti wajahnya menjadi serius. Perasaan itu memang benar seperti dalam deskripsi.


Ketika Patriark kehilangan jiwa, dia membutuhkan pengisian jiwa segera. Xiaojia telah mencari banyak cara dan akhirnya meminta bantuan Paviliun Tianji.


Ramalan Paviliun Tianji hanya menunjukkan satu arah.


Barat.


Setelah mencari selama setengah tahun, mereka menemukan seorang penjual kios kecil yang menjual Bunga Jiwa. Setelah menyelidiki lebih lanjut, bahkan mengobrak abrik buku-buku kuno di perpustakaan. Mereka memutuskan bahwa Bunga Jiwa adalah yang mereka butuhkan.


Tapi bunga ini hanya tumbuh di Shenyuan, Shicheng.


Jadi mereka datang jauh-jauh ke Shicheng.


Bunga Jiwa yang mekar ini memiliki level menengah. Namun meski begitu, Xiao Qimiao masih bersemangat. Dia menarik-narik jubah Xiao Jinxi dengan keras. "Saudara laki-laki! Ayo segera ambil!"


Xiao Jinxi terbatuk malu. "Jangan banyak bergerak." Kemudian Xiao Jinxi segera mengeluarkan belati dan mengeluarkan Bunga Jiwa dari bebatuan tebing. Dan menyimpannya di penyimpanan khusus.


Kemudian mereka turun lagi dan mengumpulkan setiap Bunga Jiwa yang mereka temui. Setiap kali, Nona Xiao akan selalu bersemangat. Suaranya menggema di jurang.


Tiba-tiba suara ledakan terdengar dari arah sebelah, mengalahkan suara bersemangat Xiao Qimiao.


Feng Mo dan Xiao Jinxi mengerutkan kening, arah itu berasal dari tempat Kong Li dan Meng Shize. Takut terjadi sesuatu, keduanya bergegas ke arah tersebut. Xiao Qimiao tidak berani bersuara lagi dan mengikuti di belakang keduanya.


Feng Mo memegang tali dengan erat dan melompat dengan tergesa-gesa. Medan yang berkelok-kelok menyulitkan Feng Mo untuk mengetahui apa yang terjadi di depan.


Ketika pandangan Feng Mo berhasil menemukan mereka, dia melihat bahwa ada sesuatu yang sedang menyerang keduanya. Benda itu tampak seperti ular berwarna abu-abu dan merayap dengan bebas di tebing.


Ulat Pemakan Jiwa!


Karakter itu terlintas di pikiran Feng Mo. Dia tidak berani tinggal diam, dan bergegas maju.


Kong Li tidak pernah tahu bahwa bertarung tanpa energi spiritual memang sangat merepotkan. Sebelumnya dia dan Meng Shize mencari Bunga Jiwa dengan tenang, bahkan dia sempat bercanda dengan anak bermarga Meng itu. Siapa yang tahu, tiba-tiba sesuatu menyerang Meng Shize.


Benda itu menyerang dengan diam-diam dan tidak memiliki rasa keberadaan. Beruntung Meng Shize memiliki sesuatu yang dapat melindungi dirinya. Tapi jubah pertahanan miliknya juga rusak, dan dia jatuh pingsan karena mendapat serangan balasan.


Kong Li tidak bisa membiarkan Meng Shize menggantung, dan mengambilnya ke tangannya. Tapi subyek serangan yang ternyata adalah seekor ulat tidak membiarkan mereka pergi.


Kong Li mengeluarkan belati yang dia sematkan di kakinya, dan mencoba bertahan dari serangan monster itu. Mungkin monster itu juga terluka sehingga dia tidak bisa lagi menyerang mereka dengan kemampuannya.


Kong Li bahkan menebak bahwa monster ini adalah Ulat pemakan jiwa yang dikatakan Feng Mo. Karena mereka hidup dengan memakan jiwa orang lain.


Ulat pemakan jiwa melesat dengan sangat cepat ke arah Kong Li.


Kedua tangan Kong Li memegang sesuatu sehingga dia tidak bisa menyeimbangkan pijakan nya. Ketika monster itu datang, dia berhasil menghindar meski harus terombang-ambing oleh tali.


Ulat pemakan jiwa datang kembali.


Kong Li menghalangi Ulat pemakan jiwa berulang kali dan dia akhirnya kehilangan senjatanya.


Satu-satunya pertahanan hilang.


Kong Li merasa putus asa. Berharap Feng Mo segera datang menyelamatkan dirinya.

__ADS_1


Surga sepertinya mendengarkan harapan nya. Ketika Ulat pemakan Jiwa menyerang lagi, sebuah bola api datang dari samping dan membakar kepalanya.


Ulat pemakan jiwa berteriak kesakitan. Jeritannya menyerang telinga setiap orang dengan sangat menusuk.


Feng Mo menahan suara yang menusuk kepalanya seperti palu godam, dan memukul Ulat pemakan jiwa lagi dengan bola api. Api yang digunakan Feng Mo adalah api kehidupan digabungkan dengan Qianjie duhuo.


Ulat pemakan jiwa hanya bisa dibunuh dengan menggunakan api khusus. Tapi di Shenyuan tidak ada yang bisa menggunakan energi spiritual. Jadi Feng Mo harus menggunakan api miliknya.


Terlalu mencolok untuk mengeluarkan api kehidupan sendiri atau Qianjie duhuo. Meskipun terlihat tidak dapat diandalkan untuk waktu yang lama.


Dengan dua api yang sangat panas, Ulat pemakan jiwa tidak jauh dari dibakar menjadi abu. Sebelum Feng Mo sempat bernafas lega, dia melihat wajah Kong Li tiba-tiba memucat.


Feng Mo tidak pernah merasa bahwa dia bisa berpikir sangat cepat. Dia buru-buru melompat dan mengulurkan tangannya meraih Kong Li.


Karena tali pengaman Kong Li akan putus!


Ketika Feng Mo berhasil meraih Kong Li, Kong Li telah kehilangan pijakan nya.


" ! "


Dengan dua orang ditangannya, tali pengaman Feng Mo tidak bisa menahan dan tubuhnya juga mulai oleng.


"Xiaomo, lepaskan."


"Saudara Li, kamu bercanda." Feng Mo menahan nafas. Kong Li dan Meng Shize tidak bisa menunggu lebih lama.


Tali pengaman hanya terbuat dari kulit monster tingkat rendah, dengan frekuensi gesekan dengan tebing, dipastikan tidak akan bertahan lama.


"Feng Mo!"


Xiao Jinxi akhirnya mendekat setelah berkutat dengan tali pengaman.


Xiao Qimiao merasa dia tidak bisa membantu, jadi dia mengusulkan untuk memisahkan tali pengaman.


Xiao Jinxi juga ingin membantu Feng Mo sehingga dia tidak menolak.


Monster itu berhasil dibunuh oleh Feng Mo sendirian, tapi masalah lain datang.


Tali pengaman putus!


Melihat ketiganya menggantung di ketinggian, Xiao Jinxi bergegas mendekat.


Tali di tubuh Feng Mo telah merenggang sampai batas.


Ketika Xiao Jinxi hampir meraih tubuh Kong Li untuk berbagi beban, dia sepertinya mendengar sesuatu yang putus.


Wajah ketiganya pucat.


Feng Mo merasakan tubuhnya jatuh bebas, meluncur ke bawah.


" ! "


" ! "


Xiao Jinxi tidak berpikir jauh dan melemparkan suar ke udara.


"Saudara!"


Beberapa saat kemudian, orang-orang dari keluarga Xiao yang melihat sinyal darurat datang. Mereka hanya melihat Xiao Qimiao yang menangis sendirian di tebing.


Dan beberapa tali yang sudah putus.


Hembusan angin datang menerpa wajah.


Feng Mo melihat dirinya terlahir sebagai seekor phoenix ilahi.


Phoenix ilahi adalah phoenix yang memiliki darah paling murni.


Bulunya berwarna merah keemasan. Terlihat sangat cantik dan berapi-api.


Anak-anak phoenix lain mengaguminya dan memujanya.


Tidak ada yang berani membully-nya.


Tidak ada yang berani memperlakukan nya dengan kasar.


Semua orang menyanjung nya.


Semua orang menyembahnya.


Kemudian dia ditunjuk sebagai Patriark klan.


Dia menjadi orang nomor satu di klan.


Tidak ada yang berani membantah ucapannya.


Tidak ada yang berani menolak perintah nya.


Semua wanita ingin menjadi miliknya.


Dia memiliki anak-anak yang lebih berbakat dari yang lain.


Kemudian dia akan menjalani kehidupan yang mapan sampai tutup usia.


Apakah ini yang kamu inginkan?


Apapun yang kamu inginkan, kamu akan memilikinya.


Feng Mo menahan nafasnya.


Apakah ini yang dia inginkan?


Hidup bahagia sampai tutup usia?


Feng Mo mengerutkan kening dan menggertakkan gigi.

__ADS_1


Tidak!


Dia tidak menginginkan nya!


Yang dia inginkan adalah naik ke alam abadi!


Dia tidak menginginkan pemujaan orang-orang itu.


Apalagi menjadi Patriark klan.


Dan yang paling penting...


Dia adalah Phoenix Hitam!


Phoenix Hitam!


Fakta ini tidak akan pernah berubah bahkan sampai dia mati!


Tiba-tiba api berwarna abu-abu muncul dan membakar semua pemandangan di depan mata.


Feng Mo berdiri di lautan api. Membakar semua hal menjadi abu.


"Tidaaak! Aaaah! Sakit! Bagaimana kamu bisa membakar jiwaku?! Api apa ini?!"


Sebuah teriakan menggema di dunia Feng Mo.


"Kamu ingin membodohi ku dengan ilusi rendahan ini?" Feng Mo mendengus ke langit.


"Aku akan mengabulkan semua keinginan mu! Cepat hentikan api ini!"


"Tidak! Karena kamu berani masuk ke duniaku, terima saja konsekuensinya!"


"Tidaaak!"


Api berwarna abu-abu naik ke langit.


Ilusi retak dan hancur dengan terbakar nya kesadaran yang memasuki tubuh Feng Mo. Ketika Feng Mo membuka matanya lagi, yang dia lihat adalah langit-langit yang gelap.


Menghela nafas lega, Feng Mo tidak tahu kenapa dia selalu menjadi incaran jiwa-jiwa penasaran.


"Apakah kamu baik-baik saja?"


Sebuah suara menarik perhatian Feng Mo. Dia menoleh dan melihat Meng Shize duduk tidak jauh darinya.


Feng Mo bangkit dan melihat sekitar. "Di mana ini?"


"Tidak tahu."


Kong Li dan Xiao Jinxi tergeletak koma, bersebelahan di belakang Meng Shize.


"Apakah mereka baik-baik saja?"


"Tidak apa-apa, mereka hanya terjebak ilusi, tidak membahayakan."


Feng Mo mengangguk paham. "Bagaimana denganmu? Kamu pingsan ketika monster itu menyerang."


"Untungnya, tapi karena monster itu menyerang jiwa, jubah pertahanan bereaksi keras. Dan serangan balik juga kuat, setelah itu apa yang terjadi?"


"Kami terjatuh karena tali pengaman putus. Tapi aku tidak menyangka dasar Shenyuan menjadi tempat seperti ini?"


"Sepertinya kami tidak sengaja memasuki sebuah formasi."


Keduanya terdiam.


Feng Mo tidak berdaya, dia mengambil tempat duduk di sebelah Kong Li.


"Apa yang terjadi padamu sebelumnya? Aku ingin memindahkan tubuhmu, tapi tiba-tiba muncul api mengelilingi dirimu."


"Seseorang ingin merebut rumah, aku membakar nya menjadi abu."


Meng Shize menatapnya dengan pandangan mengerti. Untuk membakar suatu kesadaran yang lebih tinggi dari miliknya sendiri, hanya bisa menjadi api kehidupan atau api berbeda.


Feng Mo tidak terlihat seperti pembudidaya iblis, hanya berarti dia memiliki api berbeda.


Feng Mo merasa tidak nyaman dilihat seperti itu.


"Omong-omong Feng Mo, sebenarnya ada yang ingin ku katakan padamu sejak awal."


"Oh? Apa?"


"Aku tidak bisa melihat masa depanmu."


Feng Mo tertegun sebentar sebelum menyadari ucapan Meng Shize. Dia mengangkat kepalanya dan melihat wajah serius Meng Shize.


"Apakah nama keluarga senior dari Paviliun Tianji?"


"Ya."


"Apakah kalian benar-benar bisa melihat masa depan?"


"Begitulah."


"Lalu apa maksud ucapanmu?"


Meng Shize terdiam sejenak, tidak tahu bagaimana cara mengatakannya. "Setiap orang yang lahir ke dunia memiliki takdir mereka sendiri. Mereka akan berjalan di jalan yang ditentukan oleh Jalan Surga. Aku tidak bisa melihat masa depanmu yang berarti...


Takdir mu telah terpisah sejak awal dengan Jalan Surga, Jalan Surgawi dunia ini tidak bisa ikut campur dalam hidupmu. Apapun yang akan kamu lakukan di masa depan, Jalan Surga tidak bisa menilai nya."


"Jadi maksudmu Jalan Surga mengecualikan ku dari hukumnya?"


"Mungkin?" Meng Shize juga ragu-ragu, karena ini adalah pertama kalinya dia menemukan seseorang seperti Feng Mo. Sejak awal, apa yang dia lihat adalah lubang hitam. Dan masa depannya terlihat seperti kekacauan.


Jika dia memaksa untuk melihat lebih jauh, mungkin dia akan menerima serangan balik atau konsekuensi serius. Jadi dia hanya menyimpannya di dalam hati saja.


Feng Mo tiba-tiba berpikir ke arah lain.

__ADS_1


Jadi karena Tiandao tidak bisa menghukum nya setiap saat, dia akan menggandakan kesengsaraan petir miliknya?


Bagaimanapun jalan kultivasi di mana saja tetap sama, mereka harus mengalami kesengsaraan petir setiap kali menerobos. Hal ini bisa menjadi keberuntungan juga kesialan.


__ADS_2