Phoenix Penghancur

Phoenix Penghancur
45. Terluka


__ADS_3

Ketika Xiao Mingsu akhirnya keluar, anggota keluarga yang lain menghela nafas lega. Dan formasi yang melindungi paviliun juga perlahan menghilang.


"Patriark." Kepala rumah tangga mendekati Xiao Mingsu dengan wajah serius.


"Gu Jia datang untuk meminta audiensi. Mereka datang untuk Sekte Chengxuan." Kepala rumah tangga sebenarnya sedikit ragu, Sekte Chengxuan ini adalah sekte yang mana? Seingatnya Patriark nya tidak pernah bertanggungjawab atas sekte kecil mana pun.


Pupil mata Xiao Mingsu menyusut.


Nama Sekte Chengxuan hanya diketahui oleh dia dan Penatua pertama saja. Bahkan anggota keluarga yang lain hanya tahu bahwa kesempatan yang diperoleh oleh Xiao Jinxi adalah warisan makhluk abadi. Jadi dari mana Gu Jia mengetahuinya?


Mereka juga datang secara tiba-tiba tanpa membuat janji.


"Ya, undang para tamu, aku akan segera datang menemui mereka."


Kepala rumah tangga mengangguk dan segera pergi.


Kerumunan bubar. Sebelum pergi, Xiao Mingsu datang ke tempat terpencil.


Sesosok berpakaian hitam muncul di samping Xiao Mingsu.


"Bagaimana?"


"Kong Li adalah Tuan Muda Klan Iblis Merak, suatu hari kelompoknya sedang mencari Bunga Yueqi dan diserang oleh kelompok tidak dikenal. Jejak terakhir yang bisa dilacak adalah dia jatuh ke dalam jurang bersama salah satu pembunuhnya. Tidak tahu bagaimana dia bisa muncul di wilayah manusia."


"Feng Mo?"


"Klan Phoenix terlalu tertutup, tapi berita dari luar tidak menyebutkan bahwa ada anak bernama Feng Mo yang lahir dalam seratus tahun terakhir."


"Oke, kamu bisa kembali."


"Ya, Patriark!" Sosok hitam itu menghilang dengan cepat.


Xiao Mingsu sedikit tidak berdaya. Ada anak klan Iblis tingkat tinggi di wilayah manusia, jika Kong Li tiba-tiba mengalami kecelakaan di masa depan, perseteruan antara kedua ras pasti tidak bisa dihindari. Xiao Mingsu hanya bisa berharap agar keduanya tidak akan mengalami kecelakaan.


Sekarang dia masih harus pergi menemui Gu Jia. Bagaimana mereka mengetahui tentang keberadaan Sekte Chengxuan, dan seberapa banyak yang mereka ketahui.


Adapun dua orang yang sedang dalam pikiran Xiao Mingsu saat ini, keduanya masih berada di sebuah penginapan di dekat gerbang kota.


Feng Mo sebenarnya memiliki niat untuk segera pergi dari kota, tapi tiba-tiba Feng Mo merasa gelisah sehingga dia membatalkan niatnya. Keduanya mengambil penginapan untuk sementara waktu.


"Harta karun macam apa yang dicari orang-orang itu?" Kong Li menyipitkan mata tidak senang. Perasaan diburu sangat tidak nyaman, dia tidak ingin selalu harus khawatir bahwa seseorang akan menemukannya dan menikamnya dari belakang.


"Harta karun macam apa, aku tidak tahu. Tapi ketika kami hendak meninggalkan Haicheng, Jing Shubai memberiku sebuah token."


"Token apa?"


"Semacam token identitas. Jing Shubai memiliki wajah jelek ketika memberikannya padaku, dia mengatakan bahwa token itu milik Tuan Muda Sekte besar."


"Bagaimana Jing Shubai mendapatkan nya?"


Feng Mo menggeleng tidak tahu. "Itu awalnya milik Jing Shuya."


Kong Li tiba-tiba tercerahkan, kemudian tidak bisa tidak mendesah. "Wanita ini sangat beruntung... Jadi apakah ayah Jing Bao adalah Tuan Muda ini? Tidak heran dia memiliki akar spiritual yang sangat baik. Lalu apa yang terjadi dengan harta karun itu?"


Feng Mo mengambil token giok yang tampak biasa dari alam semesta, dan menimbang-nimbang nya sebentar. Tampak ragu. "Mungkin token ini bukan token identitas biasa?"


Kong Li juga sedikit ragu-ragu. "Lalu coba?" Bagaimanapun keduanya telah menjadi buronan sekte tersebut. Tidak ada salahnya untuk memastikan apakah harta karun itu benar-benar yang ada di tangan mereka.


Tidak ada harta karun, hanya token giok biasa. Bagaimana jika token ini merupakan kunci masuk ke harta karun itu?


Feng Mo merasa sedikit tergerak, lalu dengan hati-hati dia memasukkan indra spiritualnya ke dalam token.


Kong Li melihat bahwa Feng Mo mulai berkonsentrasi untuk menjelajahi token dan tidak mengganggu.

__ADS_1


Hanya butuh beberapa nafas sebelum Feng Mo membuka matanya lagi. Ketika Kong Li hendak bertanya, Feng Mo tiba-tiba mengeluarkan sebuah jimat. Dan dia juga melihat bahwa wajah Feng Mo sangat pucat seperti melihat hantu.


Jimat diaktifkan dan sebuah retakan muncul menghisap keduanya.


Tindakan itu hanya berlangsung beberapa detik, tapi Kong Li segera menyadari ada yang tidak beres. Namun hisapan yang luar biasa segera menelannya, tanpa sempat membiarkannya bertanya.


Retakan menghilang dan kamar penginapan kembali kosong.


Kong Li tidak tahu bahwa segera setelah keduanya menghilang, sesosok pembudidaya tiba-tiba muncul di tempat Feng Mo duduk sebelumnya. Sosok pembudidaya itu muncul dan segera menyebarkan kesadarannya.


Tapi orang lain segera datang tepat waktu, membuat pembudidaya itu harus menghentikan tindakannya.


"Master Sekte Zhao, lama tidak bertemu."


"Xiao Ershan."


"Tidak tahu apa yang membuat Master Sekte Zhao datang ke Kota Hongshi secara langsung?"


"Hanya mencari beberapa penjahat."


Penatua Agung Xiao Jia mengangguk. "Maka penjahat itu harus sangat kuat sehingga Master Sekte Zhao harus mengambil tindakan secara pribadi. Master Sekte Zhao memerlukan bantuan Xiao Jia? Bagaimanapun meskipun Kota Hongshi bukan milik Xiao Jia lagi, Xiao Jia kami masih memiliki kekuatan untuk memobilisasi seluruh kota."


Kata-kata yin dan yang itu membuat wajah Master Sekte Zhao menjadi suram. "Tidak perlu."


Xiao Ershan pura-pura mendesah. "Bagaimana dengan menjadi tamu di Xiao Jia? Sepertinya kami belum pernah saling bertukar perasaan sebelumnya."


"Selamat tinggal." Master Sekte Zhao tidak menghiraukan ucapan Penatua Agung, mengibaskan jubahnya dan segera menghilang.


Penatua Agung mendengus pelan kemudian mencibir. "Nama keluarga Zhao, kamu tidak memiliki temperamen yang harus dimiliki oleh seorang Master Sekte."


Penatua Agung juga segera kembali ke kediaman Xiao Jia dan melaporkan apa yang baru saja terjadi pada Xiao Mingsu.


Mendengar bahwa Master Sekte Zhao adalah pembudidaya yang baru saja menerobos masuk kota, Xiao Mingsu segera menyadari bahwa perintah buronan kali ini tidak biasa. "Bagaimana dengan dua anak itu?"


"Melihat wajah jelek Nama keluarga Zhao, sepertinya dia tidak menemukan mereka."


"Ya, jangan ganggu aku untuk waktu selanjutnya."


"Oke."


Sementara itu di sebuah daratan gurun, sebuah retakan tiba-tiba muncul di atas langit. Retakan itu memuntahkan sesuatu sebelum menutup dan menghilang.


Dua obyek jatuh dari langit dan meluncur jatuh ke bawah.


Suara dentuman yang keras, membangunkan orang-orang yang terpesona.


Kong Li jatuh terlentang dengan keras, punggungnya sangat sakit. Tapi untungnya dia adalah seorang klan Iblis, kulitnya lebih tebal daripada kebanyakan manusia. Jika yang jatuh adalah manusia biasa, dipastikan bahwa tidak akan ada daging yang utuh.


Meski tidak jatuh ke kematian tapi Kong Li merasa tubuhnya sakit sampai mati rasa.


"Uhuk-uhuk!"


Suara batuk yang menggelegar membangunkan Kong Li.


Feng Mo mendarat tidak jauh darinya, dan keadaannya terlihat sangat buruk.


"Xiaomo!"


Feng Mo batuk darah, saking banyaknya, darah terus bocor dari sela-sela jarinya. Dan terlihat tidak akan berhenti.


Kong Li panik, dia buru-buru mengeluarkan semua pil penyembuhan dari inventarisnya. "Xiaomo, buka mulutmu!"


Feng Mo merasa bahwa dia tidak pernah terluka separah ini.

__ADS_1


Jimat yang baru saja dia aktifkan adalah jimat tingkat tinggi, membutuhkan energi spiritual yang sangat besar untuk mengaktifkan nya. Yang membuat Feng Mo sangat kewalahan. Tapi energi spiritual dalam tubuhnya tidak cukup, sehingga tidak ada yang bisa diambil lagi kecuali vitalitasnya.


Kali ini Feng Mo benar-benar tidak bisa bertahan. Pandangannya mulai buram. Dia mencengkeram jubah Kong Li erat-erat. "Saudara Li, kamu— kamu harus menyembunyikan ku!"


"Apa?! Kenapa?!"


Kong Li yang panik tidak mendapatkan jawaban. Kemudian apa yang terjadi selanjutnya, membuat Kong Li semakin khawatir.


Tubuh Feng Mo perlahan-lahan menyusut dan berubah. Seluruh tubuhnya menumbuhkan bulu burung. Kemudian seekor phoenix hitam seukuran burung pipit akhirnya muncul.


Ketika keturunan iblis terluka parah sedemikian rupa, tubuhnya akan membentuk mekanisme perlindungan diri. Yaitu kembali ke kondisi anak-anak.


Feng Mo yang tidak pernah memperlihatkan bentuk aslinya kepada dunia luar, sekarang karena terluka parah, dia harus kembali ke bentuk aslinya.


Kong Li mengambil burung phoenix yang koma itu dan segera menyembunyikannya di lengan jubahnya. Dengan tergesa-gesa dia pergi dari tempat jatuhnya semula.


Setengah tahun kemudian.


Suara ketukan palu dan sekop memenuhi seisi ruang tambang bawah tanah.


Beberapa tubuh kurus dan ringkih tersebar di berbagai sudut. Membuat seseorang dengan tubuh yang tegap dan sehat terlihat sangat mencolok dan tidak terlihat pada tempatnya.


Kong Li mengayunkan palu miliknya dengan sekuat tenaga. Suara gemerincing rantai terdengar seiring gerakan tangannya. Beberapa batu kasar tampak bertumpuk di sebelahnya.


Kong Li mencongkel batu meteorit yang menonjol dari lapisan tanah.


Ring~


Suara alarm berdering di seluruh tambang bawah tanah. Aktifitas hari ini sudah berakhir.


Kong Li memasukkan batu meteorit di tanah ke dalam tas penyimpanan dan membawanya ke petugas absen.


Petugas paruh baya itu melirik Kong Li untuk kedua kalinya. Orang baru ini sangat mencolok di antara penambang yang lain. Debu dan kotoran tidak menghalangi wajah tampan Kong Li.


Banyak orang kuat di tambang bawah tanah mendambakan kecantikan Kong Li, tapi mereka tidak berani mengambil tindakan. Karena orang pertama yang menggerakkan tangannya pada Kong Li telah dipukuli hingga sekarat.


Bahkan jika petugas mengambil tindakan, Kong Li masih bisa melawan mereka. Bagaimanapun di tambang bawah tanah ini, tidak ada seorangpun yang bisa menggunakan energi spiritual.


Mereka memiliki posisi yang sama.


Baru dua bulan Kong Li datang ke tambang bawah tanah ini, tidak ada lagi orang yang berani memprovokasinya.


Antrian pembagian makanan sangat panjang, Kong Li sedikit tidak sabar, wajahnya berkerut dari waktu ke waktu. Setelah mendapatkan jatah untuk makan malam, Kong Li kembali ke kamarnya.


Satu kamar penambang dibagi untuk beberapa orang, tapi karena keganasan Kong Li, teman sekamarnya telah berpindah tempat, takut dia akan menjadi karung tinju.


Petugas di luar hanya menutup mata, selama mereka tidak menghentikan penggalian batu meteorit.


Kong Li senang karena dia tidak perlu khawatir tentang beberapa orang mengusik hidupnya. Juga karena dia tidak perlu takut seseorang akan mengenali burung phoenix Feng Mo yang ada di tangannya.


Kong Li mengeluarkan burung phoenix yang koma dari tempat persembunyian.


Tidak ada gerakan selama setengah tahun, Kong Li tidak bisa tidak khawatir. Meletakkan burung phoenix di atas meja, Kong Li juga menghabiskan makan malamnya.


Suara gemerincing senantiasa menemaninya. Rantai di pergelangan tangan tidak bisa dilepaskan. Hal itulah yang menyegel energi spiritual dalam tubuhnya.


Untungnya Kong Li telah mengalami hal ini untuk beberapa kali sehingga dia tidak panik. Merebahkan diri di atas tikar, Kong Li memikirkan tentang seribu satu cara untuk melarikan diri dari tambang bawah tanah ini.


Namun aktifitas seharian membuatnya kelelahan hingga mengantuk. Tanpa sadar Kong Li akhirnya tertidur.


Ketika Kong Li tidur, burung Phoenix di atas meja memiliki sedikit pergerakan.


Feng Mo telah sadar dan tidak sadar untuk beberapa waktu. Jiwanya sangat lelah sehingga Feng Mo sangat mudah mengantuk. Dia ingin segera bangun, tapi tubuhnya tidak mengizinkan.

__ADS_1


Feng Mo tidak berdaya.


Berharap Kong Li baik-baik saja sehingga masih bisa melindunginya.


__ADS_2