Phoenix Penghancur

Phoenix Penghancur
46. Situasi yang Buruk


__ADS_3

Itu adalah hari lain di tambang bawah tanah.


Kong Li pernah bertanya pada orang lain, dan menyadari bahwa tambang batu meteorit ini adalah milik Kerajaan Hua.


Kong Li saat itu: " ... " Dia tidak menyangka akan menjadi bagian dari masalah ini.


Tapi melihat situasi akhir-akhir ini, tambang bawah tanah ini sepertinya sudah mulai habis.


Batu meteorit mulai jarang tergali, beberapa penambang bahkan tidak bisa mendapatkan jumlah minimum pemasukan. Jika Kong Li tidak berusaha untuk menggali beberapa sudut lagi, mungkin orang yang merasa kelaparan akan menjadi dia.


Kong Li tidak tahu bagaimana keadaan lubang tambang yang lain, tapi dia yakin tempatnya berada saat ini tidak akan bertahan lebih lama.


Keributan terjadi di luar, beberapa orang ingin melihat apa yang terjadi tapi tidak berani.


"Ini adalah suara orang itu lagi."


"Orang ini... Kenapa tidak ada yang mencarinya? Saat itu kami juga bisa memanfaatkannya untuk membawa kami keluar dari tempat tandus ini."


"Aku tidak tahu bagaimana keadaan keluargaku."


"Aku merindukan saudaraku."


Sedikit yang Kong Li ketahui, para penambang ini awalnya diambil dari para tahanan dari penjara. Tapi entah sejak kapan, tambang bawah tanah ini telah menjadi tempat pembuangan bagi orang-orang tertentu untuk menyingkirkan musuh atau orang-orang yang telah menyinggung.


Setelah itu, bahkan orang-orang itu akan membeli beberapa orang dari pedagang manusia atau bandit untuk dijadikan penggali tambang. Inilah yang terjadi pada Kong Li, dia sedang dalam perjalanan ke Ibukota Kerajaan Hua untuk mencari array teleportasi besar. Tapi tanpa sengaja, Kong Li mengambil penginapan hitam.


Pemilik penginapan membiusnya dengan obat khusus yang ditujukan untuk pembudidaya. Kemudian menjualnya kepada tambang bawah tanah. Beruntung, tidak ada yang mengenali burung phoenix, sehingga orang-orang itu juga melemparkan Feng Mo bersamanya.


"Siapa 'orang' itu yang mereka bicarakan?" Kong Li bertanya pada seseorang di sebelahnya.


Tubuh orang yang ditanya tiba-tiba bergetar, tidak menyangka akan menjadi sasaran kecantikan ganas. Dia tanpa sadar menjadi gugup. "Ah? Ah?"


Kong Li melirik tajam. "Apakah kamu bisu dan tuli? "


Menghadapi tatapan tajam Kong Li, pria lusuh itu semakin gemetar ketakutan.


"Itu—Dia! Dia adalah Putra— Putra Mahkota!"


Kong Li tercengang. "Pangeran kerajaan mana?"


"Ten— tentu saja Kerajaan Hua!"


Kali ini Kong Li benar-benar terkejut. "Bagaimana dia bisa berada di sini?"


Pria itu mengecilkan tubuhnya. "Siapa yang tahu?"


"Sejak kapan dia muncul di sini?"


"A— aku tidak ingat, bi— bisakah aku pergi?"


Melihat pria itu tampak akan pingsan kapan saja, Kong Li melambaikan tangan mengusirnya. Seperti diberi amnesti, pria kurus itu segera melarikan diri ke sudut terjauh Kong Li.


Sudut mulut Kong Li berkedut melihat kepergian orang tersebut.


Putra Mahkota...


Kong Li mengelus dagunya. Jika Dia ingin pergi dari sini, dia harus mencari pembantu yang dapat diandalkan. Putra Mahkota ini kebetulan sedang mengirimkan bantal saat dia mengantuk.


Sebelumnya ketika Kong Li mengikuti Feng Mo, bukannya dia tidak pernah ikut campur dalam setiap keputusan, tapi Feng Mo jelas-jelas telah sangat mengakomodasi semua keadaan dirinya.


Sekarang tanpa seseorang yang mengambil keputusan untuknya, Kong Li harus selalu memikirkan keuntungan dan kerugian dari setiap langkah yang dia pilih. Agar tidak membuatnya dalam masalah di kemudian hari.


Bagaimanapun juga Kong Li telah dididik sebagai Patriark selanjutnya dari Klan Iblis Merak. Dia harus bertanggung jawab atas segala pilihannya.


Tapi sebelum itu Kong Li harus mencari tahu apa yang terjadi sebelumnya. Jelas masalah besar bahwa seorang Putra Mahkota dari sebuah Kerajaan yang bermartabat telah menjadi seorang penggali tambang bawah tanah.


Menyimpan batu meteorit di tanah, Kong Li berjalan keluar dari tambang. Petugas tidak berani menghalangi Kong Li, hanya berdoa agar dia tidak membuat masalah lagi.


Di luar, dua orang sedang berdebat dengan sengit. Salah satunya adalah petugas yang posisinya sedikit lebih tinggi dari tim patroli biasa. Dan yang lain adalah seorang pria dengan pakaian compang-camping.


Bahkan jika pria itu sedikit lebih kurus dan lusuh, tidak ada yang bisa mengalahkan temperamennya. Itu adalah Pangeran Putra Mahkota yang dibicarakan oleh para penambang.


"Tanah di bawah telah bergeser, jika kalian tidak segera menghentikan penambangan, tanah akan runtuh dan membunuh banyak orang!"


"Omong kosong apa yang kamu bicarakan?! Tambang telah berdiri selama ribuan tahun dan belum runtuh sejak saat itu, jika kamu ingin menjadi malas, maka jangan menambang! Tidak ada yang peduli apakah kamu akan mendapatkan makanan atau tidak!"

__ADS_1


"Lalu ketika tambang benar-benar runtuh, apakah kalian tidak peduli dengan hidup para penambang yang lain?!"


Petugas itu tersedak, tidak berani menjawab. Bagaimana bisa dia mengatakannya saat ada penambang lain yang melihat pertengkaran mereka. Bisa-bisa terjadi kerusuhan.


"Berhenti bicara omong-kosong! Tambang tidak akan runtuh! Cepat kembali ke posisimu dan bergegas menggali!"


Putra Mahkota sangat marah, dia mengibaskan lengannya dan pergi begitu saja.


"Pergi ke mana kamu?!" Teriakan petugas di belakang tidak menghentikannya.


Kong Li melihat bahwa tidak ada keributan lain dan diam-diam mengejar Putra Mahkota.


Han Yilin kembali ke kamarnya dengan marah, alisnya mengkerut menjadi satu.


"Tidak berhasil?"


Tiba-tiba sebuah suara datang dari dalam.


Han Yilin menoleh, wajahnya yang semula berkerut berubah menjadi lembut seketika. "Ru'er, bagaimana kamu bangun dari tempat tidur?"


Seorang wanita tiba-tiba muncul dari bayang-bayang.


Han Yilin mendekat dan menuntun wanita tersebut ke tempat tidur. Nyatanya yang disebut tempat tidur hanya berupa beberapa tikar kasar yang ditumpuk menjadi satu sehingga membentuk tempat tidur. Di sini tidak ada yang bisa dijadikan tempat tidur selain tikar.


"Yilin, kamu tidak harus seperti ini, kamu seharusnya tidak berada di tempat ini."


"Omong-kosong apa? Cepat tidur, aku akan mencari beberapa batu meteorit lagi."


Tangan Li Wenru mencengkram tangan Han Yilin. "Kamu harus hati-hati."


"Oke." Han Yilin merapikan selimut yang menutupi Li Wenru.


Setelah memastikan bahwa tidak ada yang akan mengganggu, Han Yilin keluar dari kamar.


Kong Li telah menunggu di luar.


Melihat orang lain, Han Yilin segera menjadi waspada.


"Bagaimana cara keluar dari tempat ini?" Kong Li bertanya secara langsung ke intinya.


Han Yilin, sebagai seorang Putra Mahkota, sangat terkenal di tambang bawah tanah. Para pendatang baru yang sangat tidak mau menjadi seorang penggali tambang akan mendatanginya untuk menemukan jalan keluar.


Mereka ingin keluar dari tempat ini di mana bahkan burung-burung tidak bisa buang air besar. Ketika mereka mengetahui bahwa tidak ada yang bisa keluar...


Han Yilin akan selalu menjadi sasaran. Bagaimana bisa Putra Mahkota tidak memiliki jalan keluar?


Bahkan sebenarnya Han Yilin juga tidak bisa melarikan diri.


Meskipun tambang bawah tanah tampak seperti gurun tandus, tambang bawah tanah ini sebenarnya dikelilingi oleh sebuah formasi besar. Dan yang paling penting, tidak ada energi spiritual di dalam formasi.


Bahkan jika mereka bisa menghancurkan rantai di pergelangan tangan mereka, tidak akan ada energi spiritual di udara yang dapat mengisi kekosongan energi di dalam tubuh mereka. Tambang bawah tanah adalah tempat isolasi yang nyata.


"Jika kamu ingin keluar, kamu harus keluar dari formasi."


"Formasi apa?"


"Itu adalah Formasi Perangkap." Melihat bahwa Kong Li tidak bermaksud untuk bertengkar, Han Yilin dengan mudah memberikan informasi.


"Apakah ada orang yang menjaga di luar?"


"Tentu saja."


"Bagaimana dengan kultivasi mereka?"


"Yang paling kuat berada dalam tahap Mahayana." Untuk mencegah orang luar untuk menemukan tambang ini, mereka mengirim pembudidaya di tahap Mahayana.


Kong Li mengerutkan kening, kultivasinya sekarang hanya dalam tahap Yuanying. Melawan pembudidaya Mahayana, seperti memukul batu dengan telur.


Menghela nafas, Kong Li merasa sepertinya dia masih harus menunggu Feng Mo bangun. Feng Mo pasti memiliki banyak cara di otaknya.


"Apakah tambang benar-benar akan runtuh?"


"Ya, ada pergeseran tanah di bawah tambang."


Setelah mengucapkan terima kasih pada Han Yilin, Kong Li berjalan pergi.

__ADS_1


Han Yilin sedikit tercengang dengan kepergian Kong Li. Tidak menyangka pendatang baru ini sangat mudah berbicara.


Kong Li kembali ke kamar.


Melihat burung phoenix yang masih koma, Kong Li mau tidak mau menyodok tubuh Feng Mo.


"Kapan kamu akan bangun? Aku butuh bantuanmu."


Bulu hitam burung phoenix Feng Mo sangat gelap. Jika tidak ada sinar matahari atau cahaya bulan, Kong Li bahkan tidak bisa melihat keberadaan Feng Mo di atas meja ketika malam.


Kong Li bersandar ke dinding kamar.


Tambang ini dikelilingi oleh formasi. Kong Li tidak dapat memahami bagaimana cara formasi bekerja. Jika dia tahu bahwa dia akan berakhir seperti ini, Kong Li merasa bahwa dia harus belajar lagi di masa depan.


Bahkan jika dia tidak memiliki bakat sebagai Master Formasi, setidaknya dia masih harus mengetahui beberapa hal, seperti bagaimana cara menghancurkan formasi, daripada tidak mengetahui apa-apa.


Beberapa hari berlalu seperti biasa. Sampai suatu hari, tiba-tiba tanah bergetar hebat.


Kong Li menstabilkan dirinya dan segera berlari keluar. Orang-orang panik dan berhamburan keluar mengikuti jejak Kong Lu.


"Apa yang terjadi?!"


"Gempa bumi!"


"Apakah tambang benar-benar akan runtuh?!"


Kong Li melihat bahwa tidak hanya lubang milik mereka saja yang merasakan, tapi juga orang lain.


Tanah bergetar seakan-akan ribuan orang menghentakkan kaki secara bersamaan. Tiba-tiba sesuatu terlintas dipikirannya. Bagaimana dia bisa melupakannya?


Kong Li bergegas pergi mencari petugas.


Pemimpin tambang saat ini terlihat sedang dikelilingi oleh beberapa orang berotot. Ini adalah pertama kalinya Kong Li melihat para penambang dari tempat lain.


"Bagaimana kamu tidak tahu apa yang terjadi?!" Salah satu dari mereka mencengkeram leher jubah pemimpin.


Pemimpin itu memiliki wajah pucat. "Ini benar-benar tidak ada hubungannya dengan tambang! Bukan tambang yang akan runtuh!"


"Lalu bagaimana kalian menjelaskan gempa bumi ini?!"


Pemimpin benar-benar tercekat, tidak bisa menjawab. Sesungguhnya pemimpin itu telah lama menyesali sampai ususnya berubah menjadi hijau. Jika dia tidak menyinggung seseorang, dia tidak akan dipindahkan ke tempat antah berantah seperti ini.


Di mana bahkan energi spiritual tidak ada di udara.


"Siapa yang tahu?! Yang pasti itu tidak ada hubungannya dengan tambang! Dan tidak ada yang bisa melihat keluar dari formasi!"


"Kamu!"


Pria itu sangat marah, sehingga dia ingin memukul seseorang. Dia telah berada di tambang bawah tanah ini selama hampir lima tahun. Untungnya karena kelihaiannya, dia telah mendapatkan banyak informasi selama ini.


Seperti kenapa para penggali tambang selalu berganti batch demi batch. Kenapa tidak ada perselisihan yang nyata antara penambang dan petugas. Juga kenapa tidak ada yang berani keluar dari tambang bahkan jika petugas tidak peduli.


Tapi sekarang sesuatu yang tidak dia ketahui terjadi, dia benar-benar takut terjadi sesuatu yang membahayakan dirinya dan semua usahanya akan menjadi sia-sia. Jadi dia menjadi lebih mudah tersinggung.


"Bai Hong, jangan membuat keributan."


Pria yang dipanggil Bai Hong itu mendengus ke arah sumber suara. "Han Yilin, jika kamu memiliki kemampuan, jangan hanya menyela perbuatan baikku!"


"Tidak ada gunanya bagimu untuk memukul orang sekarang." Han Yilin mengerutkan kening.


Lebih dari setengah penggali tambang bawah tanah berasal dari penduduk asli Kerajaan Hua. Jadi tidak heran jika dia menemukan banyak kenalan.


Sisanya adalah orang-orang biasa atau beberapa pembudidaya longgar yang dijual oleh organisasi hitam.


Bai Hong di depannya adalah salah satu keturunan dari keluarga bangsawan. Tapi Han Yilin tidak memiliki banyak perasaan terhadap para bangsawan ini.


Jika dia tidak melihat kelihaian dan kelicikan Bai Hong setelah datang ke tempat ini, Han Yilin tidak akan membuat sedikit persahabatan dengannya.


Kong Li tidak ingin terus melihat keributan yang tidak berarti, sehingga dia harus keluar dari kerumunan. Dia berjalan lurus ke arah Han Yilin.


Melihat kemunculan Kong Li, orang-orang yang terlibat sedikit tidak senang.


"Seberapa dekat tempat ini dengan perbatasan wilayah klan iblis? "


Tapi begitu suara Kong Li jatuh, keheningan yang mencekam segera menyelimuti kerumunan penonton.

__ADS_1


__ADS_2