Phoenix Penghancur

Phoenix Penghancur
112. Tepat Waktu


__ADS_3

Zombie Nyonya Fu melompat dan menerkam Profesor Lin dengan ekspresi ganas.


Mata Lin Su memerah. Melihat Zombie Nyonya Fu akan melukai Ayahnya, pandangannya tiba-tiba kosong.


Angin berputar di kaki Lin Su. Detik berikutnya, tempat itu tiba-tiba menjadi kosong.


Profesor Lin tidak menyangka bahwa seseorang akan begitu tercela dengan membuatnya tersandung.


Ketika dia benar-benar jatuh dan menyeret Nyonya Lin ke bawah, Profesor Lin merasakan rasa penyesalan yang luar biasa yang memenuhi kepalanya. Kematian sangat dekat, tapi dia benar-benar tidak ingin mati.


Dia masih ingin hidup untuk menemani istri dan keluarganya.


Dia masih ingin hidup untuk melihat Lin Su menikah.


Dia masih ingin hidup untuk melihat... Apakah rekan-rekannya di laboratorium masih ada.


Hanya Lao Liu yang bisa meredakan penyesalannya karena tidak melihat semua rekan timnya untuk terakhir kalinya.


Dia masih... Ingin hidup. Untuk melihat... Apakah dunia ini masih bisa diselamatkan...


"Lao Lin!"


Ketika zombie Nyonya Fu melompat, Profesor Lin tidak punya pikiran apa-apa lagi. Dia meraih tubuh Nyonya Lin dan memeluknya erat di bawah tubuhnya. Melindunginya dari serangan Zombie Nyonya Fu.


Kejadian saat itu terlihat seperti gerakan slow-motion.


Ketika semua orang melihat bahwa tangan zombie Nyonya Fu hampir menyentuh Profesor Lin, tiba-tiba sesosok orang muncul dalam sekejap di samping keduanya dan orang itu menyerang zombie Nyonya Fu dengan tangan kosong.


Bang!


Serangan telapak tangan itu sangat kuat, membuat gelombang angin menghempas ke segala arah dan membuat orang lain tidak bisa membuka mata.


Setelah hempasan angin akhirnya tenang, apa yang orang lain lihat adalah—


Lin Su, entah kapan telah berdiri di samping Profesor Lin. Jadi apakah orang yang baru saja melawan zombie Nyonya Fu...


Semua orang tertegun. Jika mereka ingat dengan jelas, posisi Lin Su seharusnya masih jauh dari mereka. Bahkan jika Lin Su berlari sekuat tenaga untuk menolong Profesor Lin, dia tidak akan tiba-tiba datang ke tempat Profesor Lin berada dalam beberapa detik yang sangat singkat.


Dan hempasan angin yang baru saja terjadi, sebenarnya, apa yang sedang terjadi di bumi?


Lin Su bernafas dengan terengah-engah. Tubuhnya gemetar karena terlalu banyak mengeluarkan energi internal. Tangan kanannya terasa panas, bahkan samar-samar mengeluarkan asap.


Menatap mayat zombie yang terpental jauh di tanah, Lin Su merasakan perasaan tidak nyata.


Perasaan itu... Perasaan energi penghancur yang sangat kuat yang mengalir ke seluruh tubuh. Jika bukan karena Lin Su berada sangat dekat dengan zombie itu, dia tidak akan bisa merasakan energi yang mengalir ke seluruh tubuh zombie, yang meledakkan tubuhnya dari dalam.


Seluruh pembuluh darah pecah, seluruh tulang belulang remuk, bahkan organ dalam meledak. Semua hancur tanpa ada yang utuh. Hanya menyisakan tubuh daging yang masih utuh. Jika itu adalah orang yang masih hidup, dia mungkin bahkan tidak bisa selamat satu detik pun dari serangan Lin Su.


Lin Su mengepalkan kedua tangannya. Merasa sedikit takut.


"Lao Lin! Lao Lin! Apa yang terjadi padamu?! Lin Su! Lin Su! Ayahmu! Apa yang terjadi pada Ayahmu?!"


Teriakan Nyonya Lin segera menyadarkan Lin Su.


Lin Su melihat bahwa Profesor Lin masih meringkuk di tanah, tampak berkeringat dan kesakitan. "Ayah? Ayah? Bagaimana kabarmu?"


Lin Su menyentuh punggung Profesor Lin dan merasakan sesuatu mengalir di tangannya. Darah merah dengan sedikit warna hitam memenuhi telapak tangannya.


Pupil Lin Su menyusut.


Nyonya Lin juga melihat warna hitam dalam darah Profesor Lin dan menutupi mulutnya dengan tidak percaya. "Kapan Lao Lin mendapatkannya? Dia baik-baik saja sebelumnya! Kapan itu? Kapan itu?"


Tepat di bawah leher, sebuah luka memanjang di punggung Profesor Lin. Luka itu terlihat seperti luka cakaran binatang. Mungkinkah saat Lin Su menyerang zombie itu, zombie Nyonya Fu masih sempat melukai Profesor Lin?


Nyonya Lin menatap kosong, kemudian menangis histeris.


"Lao Lin!"


Pandangan Lin Su bergoyang, pikirannya kosong, nafasnya tersendat, dan tubuhnya kaku.


"Lin Su!" Teriakan Kong Li tiba-tiba masuk ke dalam pendengarannya.


Melihat kedatangan Kong Li dari jauh, Lin Su memiliki secercah harapan di matanya. "Kakak Kong! Kakak Kong! Ayahku... Ayahku! Tolong ayahku!" Air mata perlahan menetes dari kedua matanya.


Kong Li tidak paham dengan apa yang sedang terjadi, tapi melihat Profesor Lin yang jelas terluka oleh zombie dan orang-orang yang memiliki ekspresi bingung dan ketakutan. Dia tidak banyak berpikir, hanya bisa memimpin keluarga Lin pergi terlebih dahulu.


"Masuk ke mobil."


"Ah?"


"Pergi!"

__ADS_1


Lin Su terkejut. Kong Li menggendong Profesor Lin di punggungnya dan berlari ke arah mobil yang digunakan oleh Lin Su sebelumnya.


Lin Su yang pikirannya masih bingung, hanya mengikuti di belakang dengan Nyonya Lin yang masih menangis sesenggukan.


Semua orang melihat keempat orang itu masuk ke dalam mobil dan pergi, masih dengan perasaan tercengang.


Mereka tidak mengerti bagaimana Lin Su tiba-tiba menjadi begitu ajaib sebagai manusia biasa. Mereka tidak bisa mengendalikan ketakutan mereka ketika melihat orang yang terluka karena zombie. Mereka juga tidak mengerti... Kenapa mereka akhirnya ditinggalkan.


Dari arah lain, sebuah bus sekolah berwarna kuning melaju kembali ke arah pabrik. Melihat mobil Lin Su yang berpapasan dengan mereka pergi tanpa berhenti, Song Fengyu yang duduk di kursi pengemudi merasa bingung. Tapi dia tidak menghentikan laju bus, karena dia masih melihat banyak orang berkumpul di area pabrik.


"Apa yang terjadi?" Song Fengyu bertanya pada Xuan Ye begitu turun dari bus. Melihat wajah linglung semua orang, dia tidak bisa tidak bertanya.


Xuan Ye memiliki ekspresi rumit.


"Chen Hao, ke mana Kakak Lin pergi?"


"Chen Hao, apakah Kakak Lin meninggalkan kita? Apakah dia tidak akan kembali?"


"Chen Hao, kamu telah bersama Kakak Lin dari awal, ke mana Kakak Lin akan pergi?"


"Chen Hao... "


"Chen Hao... "


"Diam!" Bentakan Chen Hao menakuti semua orang. Chen Hao tiba-tiba merasakan perasaan berdenyut di kepalanya. Dia berbalik kembali ke dalam pabrik, tidak ingin menjawab pertanyaan semua orang. Karena dia sendiri tidak tahu, apakah keempat orang Lin Su akan kembali.


Dia tidak tahu apa yang terjadi pada Profesor Lin, dia belum sempat melihatnya. Tapi dari kepergian mereka, dipastikan bahwa Profesor Lin belum meninggal. Tapi jika Profesor Lin hanya terluka parah, Kong Li tidak akan buru-buru membawa keluarga Lin pergi. Kecuali—


Luka Profesor Lin tidak biasa.


Chen Hao duduk merosot di sudut. Bingung dengan apa yang akan terjadi di masa depan.


Song Fengyu mendekati Lao Liu untuk menanyakan apa yang akan mereka lakukan di masa depan.


"Apakah kamu akan pergi mencari mereka?" Tanya Lao Liu.


Song Fengyu mengernyit. "Bahkan jika kami pergi sekarang untuk menyusul mereka, kami tidak tahu ke mana mereka pergi."


Lao Liu memiliki ekspresi susah di wajahnya. "Kalau begitu tunggu... Tunggu sampai besok. Jika besok tidak ada dari mereka yang kembali, maka kami akan pergi mencari mereka."


Lao Liu berjalan kembali ke tempat mereka tinggal dengan punggung yang sedikit membungkuk. Dia tidak menyalahkan keluarga Lin yang pergi begitu saja meninggalkan mereka, siapapun yang melihat ekspresi ketakutan semua orang tidak akan bisa tahan.


Jika waktu bisa diputar... Jika waktu bisa diputar kembali... Dia mungkin juga tidak akan memimpin semua orang untuk menemukan kelompok ini.


Kong Li memarkir mobil di sebuah sekolah dasar yang telah lama kosong. Kemudian mereka membawa Profesor Lin yang telah pingsan ke dalam salah satu ruangan kelas.


Setelah membaringkan Profesor Lin di meja, Kong Li meletakkan tangannya di punggung Profesor Lin. Menggunakan energi spiritual untuk melindungi jantung dan menekan virus menular zombie agar tidak segera menyebar ke seluruh tubuh.


Beberapa saat kemudian, Kong Li mengambil kembali tangannya.


"Kakak Kong, bagaimana?" Lin Su bertanya dengan cemas.


"Aku hanya bisa untuk sementara menekan virus zombie. Jika Paman Lin tidak segera meminum penawaran virus, dia akan tetap berubah menjadi zombie. Tapi saat ini bahkan penawar untuk virus zombie belum ada, aku tidak tahu sampai kapan aku bisa melakukan hal ini. Maaf."


Tangan Lin Su menggantung lunglai, tapi dia tetap menggelengkan kepala. "Tidak apa-apa. Ini... Ini bukan salahmu."


Nyonya Lin menutupi wajahnya dengan rapat, tidak bisa lagi mencegah tangisannya pecah. Dia memeluk tubuh Profesor Lin yang koma dengan erat.


Lin Su duduk dengan hampa, matanya menatap tubuh Profesor Lin dengan kosong. Kong Li tidak sanggup melihat keduanya dan segera memalingkan wajah. Jika saja dia bisa melakukan sesuatu...


Kong Li keluar dari ruangan untuk memberikan waktu pada keduanya, dan berjalan ke halaman.


Saat Kong Li sedang merenungkan banyak hal, tiba-tiba dia mendengar suara mesin mobil dari kejauhan. Mungkinkah semua orang pergi menyusul mereka? Tapi bagaimana dia akan menjelaskan perihal Profesor Lin pada semua orang.


Sebuah mobil modifikasi melesat dengan cepat dari jauh, kemudian dia berbelok menuju arah lokasi sekolah dasar dengan putaran yang ekstrem dan berhenti tepat di samping mobil Lin Su dengan aman.


Bunyi ban mobil yang berdecit memekakkan telinga.


Kong Li membelalakkan mata. Mungkinkah...


Bam!


Feng Mo membanting pintu mobil dengan kesal. Tidak tahu kenapa, sampai sekarang dia masih belum bisa mengendarai kendaraan yang satu ini dengan normal. Sementara itu, Tang Mo keluar dari sisi lain dengan menekan jantungnya yang berdetak kencang.


Feng Mo menghampiri Kong Li yang masih tercengang di tempatnya. "Saudara Li, di mana Lin Su berada?"


"Xiaomo! Kamu akhirnya ada di sini!" Kong Li sangat terharu melihat kedatangan Feng Mo dan merasa ingin mengeluarkan air mata. Dia sudah terbiasa dengan Feng Mo selama bertahun-tahun, ini adalah pertama kalinya mereka berpisah.


Dan juga masalah Profesor Lin yang menekan hatinya dengan keras.


"Xiaomo, Paman Lin... Dia, dia— "

__ADS_1


Feng Mo mengangguk pelan. "Aku tahu."


Ketiganya bergegas. Sebelum Lin Su bisa meluruskan pikirannya kembali dan menyapa Feng Mo, Feng Mo telah menendangnya keluar dari ruangan.


"Kakak Feng?"


Pintu terbanting tertutup setelah Feng Mo mengantarkan Nyonya Lin keluar dengan sopan. Feng Mo sedang terburu-buru, dia tidak ingin menjelaskan apapun kepada Lin Su.


"Kakak Kong, apa yang sedang dilakukan Kakak Feng? Ayahku... Bagaimana dengan ayahku?"


"Tunggu. Feng Mo mungkin mempunyai solusi."


"Kakak Lin, tidak apa-apa. Jangan khawatir."


"Hei, Tang Mo, kamu ada di sini. Maaf, aku tidak melihatmu sebelumnya."


"Tidak masalah."


Di dalam ruangan, Feng Mo mengubah posisi tidur Profesor Lin dan menghadapkan luka di punggungnya pada dirinya.


Sayatan di punggung Profesor Lin telah menghitam. Jika tidak ada energi spiritual yang menekan penyebaran virus, mungkin sekarang virus itu telah menyerang seluruh tubuhnya dan mengubahnya menjadi zombie.


Feng Mo meletakkan tangannya tepat di atas luka sayatan. Bibirnya membaca sebuah mantra yang telah ribuan kali dia ucapkan.


Sebuah lingkaran kecil mantra muncul di telapak tangan Feng Mo. Cahaya yang menyinari menyelimuti luka Profesor Lin dengan lembut. Mencoba memurnikan virus yang ada di dalam tubuh Profesor Lin.


Selama beberapa jam Feng Mo ada di dalam ruangan, Lin Su tidak bisa berhenti mondar-mandir di luar dengan perasaan cemas. Pikirannya hanya ada dalam ruangan, bahkan jika Kong Li mengatakan sesuatu kepadanya, Lin Su tidak memerhatikan sama sekali dan hanya mengangguk-anggukkan kepala.


Kong Li hanya menghela nafas melihat keadaan Lin Su, kemudian dia berbicara pada Tang Mo. "Aku akan kembali untuk menjemput orang-orang. Kamu di sini memperhatikan Lin Su dan Bibi Lin."


Tang Mo mengangguk mengiyakan. "Hati-hati, Kakak Kong."


Kong Li mengendarai mobil untuk kembali ke area pabrik. Hari hampir sore, jika bisa dia ingin mengumpulkan semua orang segera, dia tidak ingin meninggalkan Lin Su terlalu lama.


Beruntung, dia berkendara tidak terlalu jauh dari area pabrik.


Tidak ada siapapun di luar bangunan, tapi Kong Li masih melihat bahwa tidak ada yang kurang dari kendaraan yang terparkir. Sepertinya semua orang kembali masuk ke dalam pabrik.


Memarkir mobil, Kong Li berjalan ke arah pintu. Begitu dia membuka pintu, suasana hening di dalam pabrik segera pecah.


"Kakak Kong kembali!"


"Kakak Kong!"


"Kakak Kong! Profesor Lin, bagaimana keadaan Profesor Lin?"


"Kakak Kong, bagaimana keadaan Kakak Lin?"


Beberapa pemuda segera mengerubungi Kong Li. Para pemuda ini khawatir dengan keadaan Profesor Lin dan kondisi Lin Su sekarang.


Kong Li mengangkat tangan mengisyaratkan untuk diam. Lalu dia menatap semua orang yang tidak berani mendekat. "Aku akan membawa semua orang ke tempat Lin Su berada saat ini. Sebelum berangkat jika ada orang yang keberatan, silahkan pergi." Mengingat bahwa mungkin Profesor Lin akan berubah menjadi zombie, Kong Li membuat semua orang membuat pilihan sekarang daripada mereka akan berdebat nanti di depan Lin Su.


Semua orang saling memandang. Beberapa orang ragu-ragu tapi kebanyakan orang memilih untuk diam.


Kong Li melirik semua orang, melihat tidak ada yang ingin pergi dia segera berkata, "Segera berkemas, kita akan pergi sekarang. Chen Hao, di mana kamu?"


Chen Hao keluar dari sudut, matanya masih sedikit merah. "Kakak Kong, aku di sini."


"Aku tunggu di luar, cepatlah sebelum gelap."


Begitu Kong Li keluar dari pintu, orang-orang segera bergerak. Semua orang terburu-buru untuk mengemasi barang-barang mereka.


Kong Li melemparkan kunci mobil kepada Chen Hao dan masuk ke dalam mobil. Kemudian dia membiarkan Wen Yuan mengalokasikan orang-orang yang belum naik mobil ke dalam bus sekolah.


Ketika mobil yang dikendarai Chen Hao pergi, orang-orang di belakang segera mengikuti mereka.


Di salah satu sudut yang tidak terlihat, sepasang mata merah mengintip kepergian mereka dengan mulut menyeringai meneteskan air liur.


Langit benar-benar gelap ketika rombongan mereka akhirnya tiba di area sekolah dasar. Kong Li melihat Tang Mo keluar dari dalam begitu mereka tiba. "Apakah Feng Mo sudah keluar?"


"Belum."


Kong Li mengangguk mengerti.


Kong Li memanggil Wen Yuan dan Song Fengyu dan berpesan, "Lakukan saja seperti biasa. Tapi jangan biarkan mereka mengganggu sisi Lin Su, setidaknya sebelum situasi di sana telah menjadi jelas."


"Kakak Kong, serahkan padaku!"


"Tuan Kong, yakinlah."


Mendapatkan janji keduanya, Kong Li tidak lagi peduli dan kembali dengan Tang Mo ke tempat Lin Su berada.

__ADS_1


__ADS_2